Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Rencana Caroline (2)


__ADS_3

Cahaya bintang terik bersinar di luar, membuka mata melihat sekelilingnya yang sudah berantakan


"Malam tadi sangat intens, hehe" katanya dengan senyum jahat.


Chen mo membangunkan mereka dengan menampar salah satu bagian bawah tubuhnya, ketiganya yang sedang tertidur refleks mengeluarkan suara menggoda, ketika membuka mata mereka melihatku dengan wajah penuh ketakutan.


"Jadi.. bagaimana apakah kau masih ingin membunuhku?" katanya sambil memegang salah satu dagu dari 3 perempuan itu.


Terdiam beberapa menit sambil memandang yang lain, sebelum salah satunya mengangguk berkata, "Kami tidak ada akan lagi mencoba membunuhmu"


Teman yang lainnya ikut mengiyakan dengan terpampang wajah ketakutan di wajahnya.


"Aku tidak bakalan percaya jika kau tidak akan membunuhku suatu hari nanti, tapi jika kau ada kepikiran seperti itu, hehe... yang kemarin malam itu hanya sebagian saja" katanya dengan nada menyeramkan


Mereka bertiga panik mendengarnya, pikiran merekapun padam untuk mencoba membunuh lagi.


Chen mo melepas dagunya dan berbalik berjalan keluar, sebelum keluar dia berpesan kepada mereka bertiga untuk datang kearahnya nanti siang, ada obrolan yang selalu ingin di tanyakan.


Kepala mereka mengangguk secara cepat, Chen mo tersenyum dia pergi ke pemandian, selesai lanjut bertemu Miera dan menanyakan apakah ada gerakan aneh yang terjadi.


Katanya tidak ada gerakan yang aneh, malahan Miera melihat ada salah satu assassin yang berpidato untuk mengikuti mu agar para saudari yang lain bisa dihidupkan.


"Oh apakah ada hal seperti itu? Menarik, kalau begitu bilang ke Caroline kalau dia yang berpidato jangan dilarang, teruskan saja jika berhasil dia akan menjadi salah satu pemimpin dari pasukan Shadow ku nanti, mengerti?"


Miera mengangguk "Mengerti tuan, aku akan menyampaikan kepada wanita tidak terima kasih Itu"


Chen mo tertawa mendengarnya "Haha...! Miera kamu bisa cemburu juga ternyata? kukira kamu mau berbagi"


"Tuan jangan katakan seperti itu, memalukan" katanya dengan wajah memerah,


"Tapi aku juga wanita pasti ada rasa cemburu di hatiku, walau ku tekan aku tidak bakalan bisa menghindar dari rasa cemburu ini" katanya menunduk.


"Lepaskan saja jangan di tekan, berarti kau masih wanita normal walaupun kau malaikat" sambil mengelus kepalanya, dia mengangguk dan terbang pergi ke caroline untuk menyampaikan beritanya.


Chen mo tersenyum kepadanya sambil melambaikan tangan setelah menghilang, senyumnya perlahan turun sampai wajahnya menjadi datar, terdiam sebentar sebelum menunjukkan senyum lagi dan menghilang, sambil berkata


"Wanita merepotkan"


Chen mo kembali ke atas benteng dan menunggu para monster respawn di temani oleh beberapa malaikat penjaga, sampai menjelang malam menunggu dia tidak melihat adanya monster yang datang, karena penasaran dia membuka salah satu peta di panel sistem.


Dilihat seluruh petanya sampai Chen mo menemukan beberapa titik merah besar di bukit bagian belakang dan bukit bagian kiri, karena penasaran dia memperbesar dan melihat mahkluk bergerak sangat cepat ke arah wilayahnya.


Chen mo panik dia langsung menyuruh para malaikat berpencar pergi ke arah bukit belakang dan bukit kiri, setelahnya dia teleport ke barak assassin bertemu dengan Caroline yang sepertinya sedang mengomandani sesuatu.


Menyela omongannya, menatap ke arah assassin yang berkumpul dia menyuruh mereka semua berpencar memberikan informasi kepada para malaikat serta mereka di izinkan ikut berperang melawan monster.


Karena beberapa hari yang lalu mereka hanya ditugaskan untuk memantau para monster atau mengambil kotak hadiah saja tidak kuizinkan mereka bertarung.


Dari awal ada beberapa dari mereka memiliki gerak-gerik yang sangat membuatku curiga, apalagi dengan kejadian kemarin makanya tidak ku perbolehkan untuk bertarung, tapi saat ini berbeda karena aku punya firasat kalau musuh kali ada hubungannya dengan mereka.

__ADS_1


"Aku ingin melihat bagaimana kinerja kalian semua, jika bagus saya akan membangkitkan lagi saudara kalian, dan hadiah tambahan untuk itu, untuk komandan akan ku serahkan ke Carolien" katanya dengan nada semangat sambil nunjuk Caroline dan berbisik kecil ke telinga caroline.


Dia menundukkan kepala malu, tapi sayang Chen mo tidak melihatnya karena dia langsung teleport ke kolam malam malaikat, melihat aku sudah menghilang para assassin mulai berpencar mencari monster dan meninggalkan Caroline yang tertunduk sendiri.


Sesampainya di kolam malaikat Chen mo memeriksa persediaan yang hanya tersisa lebih dari 50.000 batu roh.


( Untuk bagian menara Chen mo hanya menaikkan beberapa saja tidak semua, karena menurutnya yang paling berpengaruh dalam pertempuran hanya tentara sementara menara hanya sebagai pelengkap, kecuali warna ungu ke atasnya )


"Huh... mumpung saja aku sisakan buat keadaan darurat jika tidak aku bisa pusing, tanah yang luas tapi hanya ada 700 orang


Rencana setelah percobaan ini selesai aku akan menjual barang yang tidak perlu dan pergi ke arena untuk mengambil umat penguasa lain"


Chen mo membeli 100 malaikat lagi, seorang malaikat penjaga kolam akan memandu malaikat yang baru, selesai Chen mo teleport ke salah satu arah monster menyerang yaitu di belakang bukit, sampai sana dia melihat hutan yang sudah terbakar dan banyak lubang lubang di sekelilingnya.


Melihat tidak ada monster Chen mo teleport lagi dan menatap monster berbentuk asap tidak jelas apakah itu monster atau mahkluk ras, tetapi mereka memiliki lari yang sangat cepat dan sangat fleksibel, ku buka panelnya.


( Pemburu Gelap )


Level : 24


skill : kecepatan instan, refleks tingkat tinggi, serangan satu tebas, serangan bertubi.


"Benar saja, panel mereka sama seperti para assassin? Kalau begini biarkan mereka yang melawan pemburu ini karena sama-sama satu profesi, dan juga aku jadi bisa melihat kinerja atau loyalitas mereka" kata Chen mo.


Memanggil malaikat menyuruh apa yang sudah di pikirkan, dia mengangguk terbang memberikan pesan lain kepada para malaikat termasuk para assassin, Caroline yang mendengar hal itu melihat beberapa assassin di belakangnya sambil berkata


"Tuan ingin melihat bagaimana reputasi zero kami, dia ingin kita menunjukkan loyalitas kepadanya, jadi kalian semua semangatlah demi saudari kita yang di bangkitkan, dan juga kehidupan damai kita, Berperang" kata Caroline dengan pidato semangatnya.


Terus bertempur sampai assassin yang waspada ini akhirnya mengendur, dan mau berbicara kepada para malaikat yang lain, Chen mo yang melihat itu dari jauh tersenyum dan berkata


"Sepertinya mereka semua sudah akur, sebenarnya tidak ada niatan bagiku untuk menggunakan cara malam itu, tapi karena kamu memaksaku jadi aku melakukannya.


Kalau memang kau ada dendam atau masalah bicaralah, aku seorang Penguasa jika kau punya keluhan bicara saja dengan tuanmu ini, tidak perlu sampai melakukan hal semalam"


Di belakang Caroline yang melihat ke bawah sambil berbisik "Para saudari sepertinya bahagia dengan teman baru mereka, apa aku yang salah karena mengedepankan dendam ku?"


Mendengar hal itu, Chen mo langsung mengelus kepalanya yang berjubah, dia berkata


"Jika kau punya beban jangan kau tanggung sendiri bisa bicara denganku, kau lupa aku ini seorang Penguasa kau akan mati jika aku mati, tapi kau lihat sekelilingmu apakah aku akan cepat mati? dan bicarakan tentang musuhmu jika mereka terlalu kuat, dendam itu akan kita pendam dulu dan tunggu kita menjadi lebih kuat baru membalasnya.


Di Era ini setiap masalah pasti ada solusi jika terlalu kuat kita bisa tunggu, jika bisa selesaikan kita selesaikan walau tak terhitung nyawa yang berterbangan."


Caroline yang mendengar ceramahku menangis sekeras-kerasnya, Chen mo langsung memeluk dan mengelus punggung dia untuk menenangkannya.


Hening sesaat, setelahnya Chen mo melihat caroline menatap dengan masih ada air mata di pipinya, dia berkata


"Aku dulu telah mempercayai orang lain kami berdua teman masa kecil, kami sudah melalui banyak kesulitan susah maupun senang.


Tapi semenjak ada hal aneh yang muncul temanku ini menjadi rada aneh, dan sekelilingnya itu sangat suram, aku gak tahu harus berusaha seperti apa untuk menyembuhkannya sampai puncaknya dia mengkhianati ku dengan kondisi kami yang lagi terpojok kami ingin sekali bantuannya karena dia yang terkuat diantara kami sampai.... "

__ADS_1


Dia terus berbicara tentang kisahnya panjang lebar sampai jika bisa Chen mo mau dia akan makan popcorn sambil mendengarnya, tapi untuk menghormatinya dia mengurung niatnya dan terus mendengarnya dengan tersiksa.


Menjelang malam dia selesai berbicara, dengan banyaknya para malaikat dan assassin duduk bersama sambil memakan popcorn di kejauhan yang membuatku ngiler.


Caroline yang baru sadar ternyata dia bercerita panjang lebar sampai menjelang malam tersipu, dan langsung melarikan diri meninggalkanku seorang.


Melihat dia melarikan diri, Chen mo menghela nafas, dia menghampiri salah satu malaikat dan mengambil popcorn di tangannya.


"Dari mana kamu mendapat popcorn ini?" katanya sambil makan.


"Oh tuan itu buatan dari Aneska, karena dia menemukan di restoran ada sebuah buku resep yang membuatnya tertarik jadi dia mencoba untuk membuatnya.


Sekarang di restoran para malaikat dan assassin lain sedang makan atau mengantri" kata salah seorang malaikat.


"Kami sebenarnya ingin memakan ini di dalam rumah, tapi karena ada tuan dan Nona Caroline yang sedang bercerita kami berkumpul bersama untuk mendengarkannya" lanjut dari salah seorang assassin.


"Oh ternyata seperti itu, Haha... lucu sekali, apakah Caroline jika bercerita seperti itu? Sangat lama sekali." kata bertanya.


"Tuan, itu kebiasaan nona, kami sampai pengang dengan ceritanya yang terus berulang, jadi jika nona ingin bercerita biasanya kami membuat alasan, kecuali adiknya yang selalu menemaninya" kata seorang assassin


"Haha.... ternyata seperti itu, aku mendengar ceritanya kalau dia di khianati oleh adiknya karena banyak bicara, jadi seperti ini.


Dan kau tahu tidak hal aneh yang terjadi sebelum kau di khianati oleh adiknya?" kata Chen mo penasaran.


"Oh kalau soal adiknya itu hanya politik kami, jadi para saudari sebelum menjadi pemimpin mereka harus membentuk tim, dan bertarung jika salah satu dari tim itu menang dia akan menjadi pemimpin kami,


Nona caroline itu orangnya introvert jadi dia selalu ketinggalan berita yang di keluarkan oleh markas, dia juga paling pemalas, selalu menghayal, dan yaa seperti orang autisme tapi dia memiliki nilai tertinggi dari arsitektur penataan bangunan jadi kami tempatkan dia di ruang penataan dengan dua penjaga yang selalu menemaninya." kata seorang assassin dengan detail kehidupan masa lalunya caroline.


"Jadi hal aneh dan yang lainnya itu semuanya khayalannya saja gitu?" tanya kaget,


"Benar tuan"


"Jadi kalian bisa kesini lewat apa?" tanyaku penasaran.


"Kami menggunakan jimat perpindahan, karena kata adiknya caroline yaitu Carolia pemimpin kami, umur dunia ini hanya tersisa beberapa tahun lagi karena di atas kami ada meteorit yang dua kali lipat menuju arah tempat kami.


Jadi semua saudari sepakat untuk menggunakan jimat perpindahan untuk mencari benua yang baru dengan saudari kami yang lain di dalamnya." kata assassin dengan lebih detail.


Chen mo yang mendengarkan hal itu syok sebentar mencerna Informasi yang di dapat.


"Jadi selama ini kalian tidak mempermasalahkan kami atau memusuhi kami"


"Tidak tuan, kami sangat suka disini walau tanahnya masih tandus, dan juga kami bisa bertemu dengan teman baru" katanya,


"Jadi caroline itu hanya halu saja?" tanyaku masih penasaran.


"Iya tuan, apakah kau terjebak dari permainan emosional dengan nona caroline?" tanya assassin itu,


"Yah tidak-tidak aku hanya penasaran saja" katanya sambil menahan malu.

__ADS_1


"Oh oke tuan kalau begitu kami pergi dulu" kata assassin sambil perlahan pergi, Chen mo syok, bingung, marah, dan semua emosi negatifnya bercampur, tidak tahu harus berkata apa lagi.


Tapi ini menurutku adalah pengalaman paling epic, gila, keren, dan hanya bisa menghela nafas karena ini pertama kalinya aku kena PRANK


__ADS_2