Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Pintu Terbuka Dungeon


__ADS_3

Di ujung Utara kota perdamaian, bukit kecil dan besar di sekelilingnya dengan di bagian tengahnya datar.


Banyak sekali penguasa berkumpul di area samping lereng tebing atau terbang di langit menunggu datangnya dungeon terbuka.


Di salah satu tempat dari banyak di lereng bukit ada seorang pria dan 2 wanita yang bertengger di atas salah satu pohon besar.


"Kenapa belum juga terbuka, dan para jenius superior ini juga belum pada berdatangan." nengok kesal ke arah kedua wanita.


"Chen, jangan marah ini tradisi jenius yang sudah turun temurun." Murong Xue bicara.


"Iya Chen jadi kau harus sabar menunggu." balas Xu Mie.


Sebelum aku bisa berbicara lagi, tiba tiba terdengar bunyi terompet yang sangat keras memenuhi langit.


Dari langit terbentuk 5 retakan besar di setiap lereng bukit, keluar dari dalam retakan sebuah kereta yang sangat besar di kendarai oleh binatang buas setingkat level 100, dan di belakangnya juga ada banyak sekali kereta yang sama tapi lebih kecil dengan bendera yang berkibar di atasnya.


Para penguasa pada kagum melihatnya, aku juga agak kaget dan menoleh ke duanya, mereka hanya cuek saja sambil melihat ke arahku tersenyum.


"Chen, inilah perlakuan kami nanti sebagai seorang jenius superior" kata keduanya.


Banyak penguasa mulai berbisik dengan orang di dekatnya, sampai tawa yang sangat kencang keluar dari salah satu kereta.


"Hahaha.... Meriah sekali benar, ternyata banyak penguasa sampah" seorang pemuda dengan wajah tampan dengan tatapan angkuh dan sombong, keluar dari dalam kereta.


"Itu bukannya Jacob dari federasi, ras iblis asura level 85?" "Benar ada rumor katanya dia di gadang akan menjadi jenius superior generasi selanjutnya" "Tapi kenapa sikapnya sombong sekali?" "Memang sikap nya seperti itu, agak mendominasi maklum saja sebagai ras iblis"


"Apakah dia yang kau ceritakan, nona Xue?" kataku tertarik.


"Jangan panggil aku Nona Xue, panggil saja aku xuer" dia mengendur marah.


"Baiklah Xuer apakah itu yang mengganggumu?" tersenyum kaku.


"Benar dia orangnya" mengangguk puas.


"Jacob, lebih baik kau jaga mulut baumu itu, dalam pertarungan kau saja belum bisa mengalahkan ku" seorang pemuda keluar dengan wajah tampan dan baju nya yang bertabur emas dan pernak pernik yang sangat menyilaukan mata.


"Ohhh.... Bukankah dia adalah Brian Franklyn dari keluarga Franklyn, Katanya dia calon kepala keluarga yang paling optimis dari yang lainnya" "Benarkah? rasnya memangnya apa?" "Katanya universal humanoid" "Bukankah dia akan mempunyai banyak cabang ras seperti naga, monster, iblis, dll" "Benar makanya keluarganya sangat optimis karena ras yang dia dapat" "Tapi gayanya agak aneh?" "Sudah seorang superior maklumi saja"


Penonton sangat senang berdiskusi karena banyak superior yang hadir, ada juga beberapa jenius yang dibicarakan , tapi sayang sekali mereka di tutupi oleh cahaya jenius superior ini,


Apalagi juga di tambah dengan banyaknya sekte atau sekolah yang mengikuti.


Mendengarnya Jacob sangat marah dan mengeluarkan aura kematian, Brian tidak mau kalah juga dan dia mengeluarkan aura keemasan di tubuhnya.


Tabrakan dari keduanya membuat suasana yang tadinya sangat meriah tiba tiba menjadi sangat tegang.


Seorang wanita dari dalam kereta menunjuk ke arahnya sambil berkata "Kakak, sepertinya mereka akan bertengkar"


"Adik, abaikan saja orang orang bodoh itu, lebih baik kita fokus saja dengan tugas kita" katanya meninggikan suara.


Mendengarnya mereka berdua menengok ke arah kereta yang lambangnya berbentuk garuda.


"Ternyata saudara kembar dari sekte nusantara, kukira siapa" kata Jacob mengejek.


Dari dalam kereta keluar pria dan wanita dengan seluruh badan sang wanita yang sangat diidamkan oleh laki-laki dan sang pria yang di idamkan oleh wanita.


"Ahhh... Ternyata kembaran surga dari sekte nusantara" "Cantik dan ganteng sekali" "Pantas reputasi dari keduanya" "Mereka hamoir sempurna sekali, bikin iri" "Benar bikin iri"


Aku juga sangat kaget dan sangat obsesi dengan badannya sesaat sebelum tersadar kembali "Sepertinya kembar ini harus kita waspadai" berbisik keduanya, mereka mengangguk dengan wajah agak aneh melihatku.


Sukacita hanya sesaat sebelum salah satu kereta keluar di dalamnya pemuda dengan tubuh setengah robot dan manusia.


Banyak penguasa terdiam hening setelah melihat siapa yang keluar sementara, dia memindai sekeliling dengan mata robotnya.


"Ding, tidak ada kecurigaan, selamat siang para penguasa" mengangkat tangan dengan kaku.


"Dia apakah sebutannya generasi F-01?" "Benar dia orangnya" "Tapi jika dilihat mereka seperti bukan manusia?" "Shuuttt.. jangan bicara jika tidak mau mati"


Mereka yang berbisik tadi tiba tiba dari langit keluar portal meriam orbit bintang yang mengarah langsung ke arah mereka.


"Ding deteksi kecurigaan"


"Target terkunci, dalam hitungan 3,2,.."


Penguasa yang berbicara tadi lari berhamburan seperti nyamuk, tapi sayang sekali mereka harus menelan meriam orbit secara sangat utuh.


"Tembak"


Ledakan...


"Ding target kecurigaan selesai"


"Mohon maaf atas keributannya :)"


Penguasa lain berkeringat dingin melihatnya, sementara jenius superior hanya tersenyum mengejek dan pandangan cuek.


"Ternyata banyak sekali orang bodoh...Hehe" Jacob mengejek.


Semua penguasa terdiam hening mendengarnya, Jacob tidak fokus lagi ke arah penguasa, dia memandang gerbong yang berbentuk seperti bongkahan es.


5 gerbong yang keluar dari retakan kekosongan, sudah 5 jenius superior yang sudah keluar tapi yang satu lagi belum juga keluar.

__ADS_1


Jenius superior juga tertarik dan melihat ke arah gerbong itu, Jacob dengan wajah obsesi dia melihat ke arah gerbong, tapi sayang tidak ada gerakan dari dalam gerbong.


Gerbong itu ternyata milik sekte es, sekte yang paling banyak diincar jika seseorang ingin menikah, karena terkumpul banyak sekali wanita cantik di seluruh langit berbintang, dan kebanyakan para wanita ini memiliki status yang sangat tinggi atau sebagai nyonya muda.


Makanya jadi banyak incaran, tapi karena pencegahan dari banyak wanita kuat dan seni bela diri atau skill mereka merepotkan yang membuat penguasa sangat sulit sekali untuk menculiknya atau melakukan hal kotor lainnya.


Penguasa banyak menunggu kecantikan No 1 sekte es ini tapi selama beberapa menit dia tidak kunjung keluar hanya beberapa wanita cantik saja yang keluar dari dalam kereta itupun hanya beberapa jenius saja,


Orang tertarik tapi dengan wajah penyesalan mereka tidak bisa melihat wajah dari kecantikan No 1 ini.


Para penguasa dan jenius superior tidak melihat kecantikan lagi, mereka berbisik secara diam merumuskan sebuah rencana pada saat sudah di dalam dungeon. 35 menit kemudian.


Tiba tiba goncangan hebat terjadi, banyak bukit kecil di sekitar lingkaran bergetar sampai hancur dan bukit besar yang tergeser oleh lempengan tanah.


Goncangan terus terjadi, dari bagian tengah keluar dari perut tanah sebuah istana yang sangat megah dengan pintu yang sangat besar dan temboknya yang berlapis material dari batu bintang.


Penguasa sudah mulai fokus ke arah istana yang naik perlahan, getaran terjadi lagi tapi hanya sebentar.


Hening sesaat, dari pintunya secara perlahan terbuka sebuah portal dan para penguasa langsung terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke dalam pintunya.


Sementara jenius superior hanya terbang secara perlahan ke dalam pintu dengan di kawal langsung oleh jenius lain atau bawahannya, mereka masuk dengan sangat gagah dan aura membunuhnya yang sangat kental.


"Waktunya kita beraksi, ayo pegang tanganku" sambil menjulurkan tangan.


Kedua wanita dengan wajah merah mereka memegang dan dengan kecepatan tinggi kami masuk bersama dengan kerumuman penguasa yang lain.


Kami masuk dan melihat di seluruh pandangan mata kami bukan sebuah hutan ataupun lautan tapi padang pasir yang sangat gersang dan luas.


"Mier bukankah kau bilang kita akan pergi ke hutan" tanyaku bingung.


Xu Mie yang ingin menjawab terdiam sebentar sebelum bertanya dengan wajah kaget dan mulut terbata.


"Chen, ka..u, k..au tadi panggil aku apa?"


"Panggil Mie'r, memangnya kenapa?"


"Ta..p..I, tapi kan panggilan itu hanya untuk orang terdekat" wajahnya merah padam.


"Bukankah kita orang terdekat?" tanyaku mendekati wajahnya.


Saat aku mau mendekatinya tiba tiba ada yang suara yang nyeletuk "Udahlah Chen, jangan menggoda sekarang kita harus fokus dengan dungeon ini dulu " Katanya dengan dingin.


Aku terkejut sesaat dan mengangguk paham, sambil berwajah minta maaf ke Xu Mie.


Dia mengangguk sambil mengalihkan muka, menjawab "Daerah kita ini adalah bagian dari gurun sabin yang terluas ke 10 di langit berbintang, jika kita ingin pindah ke daerah yang bukan gurun itu sangat sulit sekali"


"Jadi cara keluarnya bagaimana?" tanyaku.


"Sama aku juga bawa" sahut Mier.


"Baiklah sambil mencari jalan keluar dari gurun ini, kita juga bisa cari kesempatan di sini, karena Hehe... bukan hanya kalian yang memiliki pegangan aku juga punya." tersenyum misterius.


"Pegangan seperti apa?" keduanya penasaran.


"Lihat saja nanti, Ayo terbang" sambil meninggalkan keduanya.


Mereka bingung tapi masih mengikuti ku terbang.


Selama penerbangan beberapa jam kami hanya melihat gurun saja, tidak ada yang lain sampai


"Tunggu, kita akan mengarah ke timur dulu" kataku terbang ke kanan.


Keduanya bingung dan hanya bisa mengikuti aku terbang.


"Berhenti disini"


Mereka berdua berhenti dan aku bertanya "Apakah kau ada barang yang berhubungan dengan pasir?"


"Aku ada, tapi untuk apa Chen?" tanya Mier.


"Ada, lempar saja langsung ke bawah kita" kataku.


Dia kebingungan, tapi masih menuruti perintahku, Xuer juga bingung tapi dia diam juga.


Saat barang terjatuh, tiba tiba keluar dari pasir yang sangat tenang, seekor kepiting raksasa tinggi 5 m dengan muka berwajah manusia dan banyak taring yang sangat tajam di giginya, dia mengaum ke arah kami yang terbang di langit.


Melihatnya berhasil aku sangat senang, sementara keduanya terkejut dan hanya bisa melihat ke arahku dengan wajah tidak percaya.


Aku menengok ke arah keduanya sambil tersenyum berkata "Ini adalah pegangan ku, selama perjalanan ini agar tidak bosan kita juga bisa melawan monster yang ada di gurun ini."


Keduanya bingung sesaat sebelum di sadarkan oleh raungan yang sangat keras, dan keluar puluhan ribu monster kepiting dari dalam pasir.


Aku hanya tersenyum rakus melihatnya, membuka gerbang dari dalamnya keluar pasukan berjubah hitam yang sangat banyak.


Dengan hanya tinggi manusia normal, mereka memberantas banyak sekali monster kepiting dengan kelincahannya, dan melihat setiap monster yang terbunuh aku mendapat banyak sekali kotak hadiah.


Keduanya juga tidak mau kalah salah satu membuka sebuah gerbang, raungan yang sangat keras dari dalamnya, keluar mahkluk sangat besar, berdaging, berotot, bewarna merah dengan dua kaki dan aura yang ganas.


Dia terbang dan menghembuskan api yang sangat besar ke arah pasukan kepiting dan menghanguskan mereka semua


Sementara dari satu gerbang lainnya keluar aura yang sangat dingin menyebar langsung ke arah padang pasir yang membentuk sebuah es.

__ADS_1


Goncangan sangat keras terjadi di dalam gerbangnya sampai kami melihat 2 mahkluk putih besar berbulu, yang satu tinggi besar seperti kingkong, yang lainnya tinggi hanya 6 m, tapi dengan kecepatan lari yang sangat cepat.


Mereka keluar langsung meninju, mencakar atau merobek para monster kepiting, ada juga lanjutan di belakang nya adalah kultivator dengan pedang di kakinya terbang mengarah ke monster.


Ketiganya bergerak di 3 arah yang berbeda, tadinya puluhan ribu kepiting yang keluar dari dalam pasir, tapi saat pembantaian terjadi hanya tersisa beberapa puluh monster kepiting saja.


Melihatnya dari langit kami sangat puas dan sambil menengok pasukan yang lainnya.


"Pantas kalian di sandang sebagai jenius superior" kataku tulus.


"Chen, kau jangan mengolok kami, kau kan juga jenius superior sama seperti kami" kata Mier.


"Mana ada, kalian yang lebih hebat." balasku.


Kami sedikit berdebat sementara Xuer yang melihat secara langsung pasukanku sangat kaget dan bertanya "Chen, apakah ini pasukanmu?"


Kami yang berdebat berhenti dan menengok ke arahnya "Maaf Xuer, aku harus merahasiakannya dulu sampai waktu yang pas"


Dia mengangguk paham, tapi ada kesedihan sedikit kepahitan di hatinya.


Semua monster dimusnahkan saat kami berbicara, aku yang tersadar dan berseri


"Kalian mau gimana pembagiannya?" kataku.


"Terserah kamu saja Chen kan kamu yang mengetahuinya" kata Mier dan Xuer yang mengangguk setuju.


Aku menghela nafas dan menyuruh para Assassin untuk menghitungnya.


Setelah 1 jam membuka kotak dan menghitung aku membagi ketiga dari semua hadiahnya.


Setelah aku klik "Ya" di sistem mereka semua sangat kaget dan secara cepat memegang tanganku dengan sangat kuat dan gemetar.


"Ch..en, Chen apakah kita benar mendapatkan segini?" tanya Xuer.


"B..en.ar Chen, apakah segini menurutku itu hanya beberapa ratus ribu saja, tapi ini sampai jutaan batu" balas lagi Muer.


"Aku yang di pegang sangat kuat oleh mereka hanya menjawab " Benar, itu bagian kalian" kataku dengan cuek.


Melihat reaksiku yang membosankan mereka ingin sekali bertanya tapi tidak tahu harus bertanya apa, jadi keduanya memeriksa bagiannya lagi dan memegang kedua tanganku lebih erat.


"Chen, ini warna ungu" "Benar, Chen warna ungu" "Kenapa ada warna ungu?" "Benar Chen kau harus memberitahu kami kalau tidak...."


Mereka terus berceloteh dengan wajah bahagia dan juga sedikit kekhawatiran, karena berisik aku mendiamkan semua dan berkata


"Kenapa kalian sangat rewel sekali, itu memang benar bagian kalian, dan warna ungu untuk kalian saja karena punyaku sangat banyak."


Mereka tercengang dengan perkataan ku, karena penasaran Mier bertanya


"Chen, apakah kau anak keberuntungan?"


Xuer notice dan berkata "Benar, tidak mungkin mendapatkan warna ungu sekali jalan tanpa harus ada yang spesial dalam dirinya."


Keduanya menatap wajahku secara cermat, aku berpikir sebentar sebelum mengangguk perlahan ke mereka.


Melihat anggukan ku mereka sangat terkejut, saling memandang dan berkata


"Chen, jadi penemuan mu selama ini dan uangmu yang sangat banyak dapat dari ini?" tanya Mier.


Aku mengangguk lagi.


Mereka memandang satu sama lain, membuat tekad mereka menjadi bulat dan berkata "Chen, hutang budi ini suatu hari nanti kami akan membalasnya" "Benar hutang ini akan kami balas"


"Tidak perlu hutang budi, karena suatu saat hutang budi ini hanya akan menjadi lelucon saja" kataku misterius.


"Sudah jangan bahas lagi, mendingan kita lanjut perjalanan dan tenang saja untuk monster itu ada di tanganku." mengalihkan topik.


Beberapa jam berlalu, kami bertiga menemui lagi gerombolan monster sekitar ratusan ribu, dengan 3 arah gerbang terbuka.


Pasukan kami keluar dengan gagah berani menyerang para monster hingga hamlir memusnahkan setiap monster dan bermunculan kotak harta karun seperti hujan.


Setiap 3 pasukan sangat sibuk sekali untuk bertempur, tapi yang paling sibuk dari semua pasukan adalah assassin dan Caroline, karena mereka mengumpulkan, membuka dan mengkategorikan barang yang sangat banyak.


Singkat cerita 3 hari berlalu


Kami masih ada di gurun sabin sambil membaca kompas petunjuk jalan, dan membersihkan beberapa sarang monster.


Karena tangan Caroline yang sangat bagus, kami bertiga jadi mendapatkan banyak sekali barang terutama biru hijau putih, dan beberapa warna ungu.


Saat dalam posisi terbang kedua wanita dengan wajah berseri berbicara "Sepertinya jika kita terus ikut Chen, kita akan menjadi cepat kaya" Iya aku mau selalu di sampingnya berpetualang karena dia memiliki keberuntungan yang sangat bagus, dia juga harmonis, gampang bercanda dan sangat tampan sekali" "Benar aku iri yang bisa menjadi istrinya"


Aku yang terbang agak jauh tidak bisa mendengar percakapan keduanya, sampai.


"Kalian berdua berhenti dulu, sepertinya ada hal menarik di jarak 5 km disini"


Keduanya berhenti bicara dan menyebarkan deteksi mereka sampai 5km, di sana mereka melihat pria dan wanita bersama dengan beberapa kroninya.


"Chen, itu dari sekte nusantara" kata Xuer.


"Hah Nusantara? Ayo kita kesana, biar bisa melihat jenius superior dari jarak dekat" kataku tersenyum aneh.


Keduanya juga tersenyum dan terbang mendekati penguasa sekte nusantara tersebut.

__ADS_1


__ADS_2