Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Menambah Pasukan Dan Pahlawan


__ADS_3

Setelah sampai di atas benteng, Chen mo melepaskan tangan dan tersenyum ke arahnya, karena rasa penasaran dia berjalan sampai bertemu dengan sosok yang sangat akrab untuknya,


"Carol" sambil berlari dan memeluknya,


"Kak caroli, apakah kau di bangkitkan terlebih dahulu?"


"Iya aku di bangkitkan dahulu, aku sangat senang bertemu denganmu lagi" kata Caroline dengan senang


"Iya aku sama"


Mereka mengobrol gembira sebagai saudara, Chen mo yang melihatnya hanya tersenyum dan teleport kembali ke dalam gudang melihat barang apa yang dia dapat, setelah buka panel Chen mo terkejut dengan apa yang didapat, dia menengok ke samping masih ada beberapa gunung kotak hadiah yang belum terbuka.


Menghela nafas berkata "keberuntungannya membuatku iri sekali"


Chen mo mendapat sekitar 3.138.289 batu roh 1.842.932 batu void, 682 senjata biru, 586 menara biru, 263 skill biru, 482 jimat biru, 9 bangunan sipil ungu, 1 bangunan khusus ungu, 1 senjata ungu.


Setelahnya Chen mo teleport ke tengah kota membuka segel 12 bangunan ungu dan mendapatkan


Sawah spiritual


level : 1


fungsi : menyuburkan tanah lebih cepat(semua tanaman akan dipersingkat menjadi 10 hari),


Tanaman yang ditanam berpeluang 10% mendapat atribut, menyehatkan tubuh dan semangat.


Peningkatan : 100 batu roh (+50)


Restoran


level : 1


fungsi : mendapat 10 resep per hari, berpeluang mendapat 10% atribut jika dimakan terus-menerus, menarik para pahlawan asing untuk singgah.


Peningkatan : 75 batu roh (+50)


Aula Alkimia


fungsi : peluang keberhasilan setiap meramu 80%, berpeluang membuat obat emas setiap meramu 1%


berpeluang membuat obat ungu setiap meramu 60%.


Peningkatan : 1.000 batu roh (+5.000)


Aula Penempaan


fungsi : peluang hasil tempa 80%,


berpeluang hasil tempa warna emas 1%


berpeluang hasil tempa warna ungu. 60%.


Peningkatan : 1.000 batu roh (+5.000)


Chen mo mendapat 7 sawah spiritual, 1 restoran, 2 aula alkimia, dan 2 aula penempaan,


"Yosh aku taruh asal saja biarkan nanti Caroline yang membereskannya"


Setelah taruh asal, setengah bangunannya di tingkatkan ke level 25, habis sekitar 307.500 batu roh, lanjut teleport ke menara lain untuk di tingkatkan atau di taruh,


Singkat cerita, semua menara telah di tingkatkan sampai ke level 25, Chen mo lanjut lagi teleport ke kolam malaikat, masuk ke kanan patung dan membuka panel, melihat batasan pasukan hampir penuh Chen mo menaikkan kolam malaikat sampai ke level 20, habis sekitar 150.000 batu roh, buka panel


[ Kolam Malaikat Bersayap ]


Kualitas : Ungu


Level : 20


Pemanggilan malaikat bersayap dua : 1.000 batu roh


Pasukan yang bisa dipanggil : 1.000 (x10)


Peningkatan : 25.000 batu roh (+10.000 setiap naik)


Tanpa pikir panjang Chen mo langsung memanggil lebih dari 1.400 malaikat dan 200 laser cahaya, habis sekitar 1.600.000 batu roh.


Chen mo memanggil Angelia untuk membentuk korps malaikat baru dan memintanya memilih komandan karena hanya dia yang tahu siapa yang pantas, dunia yang Angelia tinggali sama dengan dunia yang di tinggali Miera dan yang lainnya, jadi bisa tenang.


Chen mo teleport ke gedung assassin bersama dengan Caroli dari lorong gelap memanggil 300 saudari lagi, habis sekitar 45.000 bath roh.


"Ini hadiah untukmu 300 saudari lagi, apakah kamu senang" katanya,

__ADS_1


"Aku sangat senang sekali terima kasih, tuan" sambil mencium pipiku.


Setelah dapat kecupan, Chen mo teleport ke gudang villa lagi dan melihat pengeluarannya dari semua yang telah di lakukan, uang yang tersisa sekitar 1.035.789 batu roh,


"Waw.. masih banyak sekali, harus ku apakan ini uangnya?" berpikir


"Hmm... kenapa tidak beli pahlawan saja, nambah-nambahin agar setiap korps ada komandannya"


Teleport ke altar berjalan dengan kaki yang berat bersama dengan beberapa malaikat dan assassin mengikuti di belakangnya, karena Chen mo akan bermain judi dengan altar ini, setelah sampai dia menghembuskan nafas panjang dan


"Ding dapatkan 1 bungkus indomie"


"Ding dapatkan 1 bungkus rokok"


"Ding dapatkan..."


.........


"Ding dapatkan 1 pahlawan putih"


"Ding dapatkan 821 batu roh"


.........


Tidak tahu sudah berapa kali membeli tapi hanya pahlawan putih atau hijau yang di dapat, jadi ku simpan saja di dalam kartu untuk dijual nanti


( Setiap pemanggilan pahlawan pengguna hanya dikasih nama, warna, dan atributnya dalam bentuk kartu )


Terus membeli sampai melihat cahaya keluar dan menembus ke langit, Chen mo punya firasat kalau ini pasti jackpot, dari dalam portal keluar seorang wanita bersayap 4 dengan baju perangnya bewarna emas, dia menghampiriku dengan satu lututnya di tanah "Salam tuan, aku Gabriel malaikat perang"


"Apakah kau mengenal ini" Chen mo menunjuk Angelia di belakang,


"Saya mengenal tuan, dia adalah saudari dari malaikat penjaga" jawabnya tegas.


"Oh gitu, jadi ada berapa cabang untuk malaikat?" tanya penasaran


"Untuk malaikat ada beberapa cabang seperti malaikat penjaga, perang, jubah putih, jubah abu, jubah emas, malaikat jatuh, dan beberapa cabang lain, untuk status tertinggi dari cabang malaikat ialah keturunan langsung dari dewa utama malaikat, yaitu malaikat cahaya" katanya dengan detail.


"Oh, aku penasaran, kan kalian tiba-tiba menghilang, apakah kalian tidak dicarikan atau gimana?" tanya kembali,


"Tuan, kalau untuk itu, kami sudah tahu dan kami menunggu tuan karena selama bertahun-tahun sudah tidak ada lagi yang memanggil kami, jadi kami senang karena diantara kami ada yang menghilang.


"Oh... Kalian itu menandatangi kontrak dengan kekosongan? " tanya Chen bingung


"Iya tuan, tapi kali ini aku hanya bisa kasih tahu tuan segini aja, sang ratu menyuruh malaikat yang lain untuk tidak memberitahu dan membiarkan tuan yang mencarinya sendiri." kata Gabriel.


"Baiklah kalau kau tidak mau bilang" Chen mo membiarkan Angelia mengajak gabriel keliling base, sembari menyapa saudarinya yang lain.


Setelah pergi lanjut membeli lagi dan tidak lama aura suci dengan nyanyian yang membuat hati nyaman, keluar dari dalam portal seorang wanita bersayap 4 dengan baju warna putih, menyuruh Aneska untuk mengajaknya berkeliling.


Terus membeli sampai batu roh tersisa 235.789, Dari 160 pemanggilan Chen mo mendapat 20 pahlawan malaikat dengan tambahan angelia, dan 10 tambahan assassin dari berbagai dunia, sisanya sekitar 6 pahlawan biru, 19 pahlawan hijau, dan 38 pahlawan, dan beberapa peralatan atau pakaian sehari-hari.


Dari 20 pahlawan akhirnya membentuk 20 korps dengan total per grup 100 orang, untuk Assassin masing-masing 1 korps berjumlah 30 orang dengan komandannya para pahlawan dari shadow baru.


Setelah semua selesai Chen mo kembali ke villa dan membuka wilayah


[ Wilayah ] : Tanpa Nama


Nama : Chen Mo


Level : 25


Luas : 40.000m²


Populasi : 800


Malaikat : 600, Menara cahaya 300, Pahlawan 20


Assassin: 200 Pahlawan : 10


Bangunan sendiri : Vila (Level 25), Benteng (Level 25), kolam malaikat (Level 10), Shadow Assassin (Level 10)


Karakteristik wilayah : The seven colors of the rainbow


Persediaan:


Batu void : 235.789


Batu roh : 1.945.874


Batu 7 dosa : 56.272

__ADS_1


menara pemanah biru : 1.357


Senjata biru : 1.330


Jimat biru : 1.239


Skill biru : 672


senjata ungu : 12 = 6 pedang, 2 panah, 2 tombak, dan 1 staf sihir penyembuh.


skill ungu : 4 = Teleport Satu Pedang Satu Hati, Elemen Dasar, Pedang Nafas


menara pemanah ungu : 6 = 2 roket katyusha, 2 menara naga api, 2 menara elf


Domain : Petir


Senjata kamp Gelap : 4


Bangunan Khusus : 1


Bangunan Sipil Ungu : 12 = 7 sawah spiritual, 1 restoran, 2 aula alkimia, dan 2 aula penempaan.


Bangunan Sipil : Pemandian air panas, Hotel, perumahan, rumah, bangunan alkimia, penempaan, restoran, rumah sakit, sawah, dll


(untuk senjata, skill warna putih dan hijau sangat banyak jadi saya tidak masukkan list karena merepotkan dan bikin pusing)


Melihat panelnya membuat Chen mo merasa senang, karena baru 40 hari di mulai sudah mendapat segini banyaknya seperti mereka yang sudah berumur kurang dari 100 tahun.


Apalagi jika di tambahi dengan warna ungu, ini hitungan di atas 250 tahun keatas. ( untuk hitungan penguasa biasa, berbeda dengan generasi kedua ataupun jenius )


Setelah puas melihat panelnya, Chen mo teleport kembali ke atas benteng dan memanggil caroline


"Caroline kau ada tugas"


"Apa tugasnya tuan?"


"Aku ingin kamu menata bangunan menjadi persegi 4 dengan vila di tengah, dihimpit 3 gunung, daerah perumahan kau pisahkan dengan area bangunan tentara, dan hanya diperbolehkan untuk menyerang dari depan saja, apakah kau bisa" kata Chen mo.


"Saya bisa tuan, tapi tuan apakah kau tidak takut dengan serangan udara atau serangan menyelinap?"


"Kalau begitu tolong panggil adikmu kesini" kata Chen, dia mengangguk dan mulai pergi.


Tidak selang lama Carolia datang, Chen mo membuang semua jimat yang telah dia dapatkan sekitar 1.239 menjadi beberapa bagian sesuai kategorinya, dia setuju dan memanggil 10 pahlawan assassin untuk membantu, sedangkan Chen mo berjalan-jalan di atas benteng dengan caroline,


Chen mo memandang keluar benteng, kemarin malam dia melihat banyak sekali mayat, darah dan hutan yang gundul ataupun gundul, tapi sekarang sudah berubah menjadi hutan lebat kembali, dan agak sedikit penasaran dengan ujung hutannya, karena Chen mo tidak percaya kalau monster di kekosongan itu respawn, soalnya sudah ada 2 kejadian yang menurutnya itu janggal di percobaan ini.


Tapi rasa penasaran ini tidak bisa mengalahkan rasa hati-hatiku karena nyawa lebih penting, lebih baik nunggu 1 tahun atau beberapa tahun lagi untuk menjelajahnya toh umur itu tidak berharga, keduanya selesai jalan-jalan mereka kembali lagi dan melihat Carolia dengan beberapa pahlawan assassin yang sedang mengkategorikan berbagai jimat.


Selang 30 menit, Carolia dengan para pahlawan assassin selesai dan mendapatkan 700 jimat jebakan segala jenis, 400 pertahanan segala jenis, 132 jimat serangan instan.


"Terima kasih dengan kerja keras kalian" kata Chen


"Ini tidak seberapa, tuan" kata salah seorang assassin, melihat kinerja assassin yang bagus dan cepat dalam pembagian barang.


Chen mo menambah 50 assassin lagi, yang tugasnya menjaga vila, dan mengkategorikan beberapa jenis barang, nanti Chen mo tinggal menaruh barang saja dan tidak perlu lagi untuk memisahkannya, apalagi ini juga mempermudah Caroline.


"Chen kau ini sangat jenius sekali Haha..." Setelah berterima kasih kepada assassin, mereka keluar dan hanya menyisakan aku, Caroline dan Carolia.


Mengambil tangan keduanya teleport ke dalam gedung, masuk ke lorong dan memanggil lebih dari 50 assassin, "Caroline tugasmu bertambah, kau akan menjadi komandan korps untuk melindungi ku di vila dan sekalian membuka kotak hadiah, serta mengkategorikan nya mengerti?" tanyaku.


"Mengerti tuan" jawab caroline,


"Dan untuk kau Carolia aku akan menjadikan mu komandan tertinggi assassin, tugasmu menjaga seluruh stabilitas dari wilayah dan melaporkan setiap informasi penting kepadaku, apakah kau bisa melakukan ini?" tanyanya tegas.


"Saya bisa, tuan" jawabnya dengan tegas,


"Bagus, aku akan melihat kinerja kalian nanti" kataku menghilang.


Caroline langsung memulai mengatur penbagian tugas gudang, sementara Carolia mengadakan rapat untuk pahlawan assassin membahas mengenai menjaga stabilitas dari wilayah.


Karena Carolia sudah mendapat peta wilayah dan Caroline mendapat sistem untuk pemindahan dari menara, jadi aku bisa tenang untuk menyerahkan kepada para assassin dan tentu saja Chen mo memerintah satu korps dari malaikat untuk menjagaku dari terang maupun gelap.


Waktu menjelang hampir pagi Chen mo berdiri di atas benteng melihat cahaya bintang perlahan naik,


"Hah... Sekarang sudah hari ke 42, penasaran nanti siang monster seperti apa yang respawn masih tetap zerg atau lainnya"


"Tuan kenapa kau merindukan monster, kan ada kami disini" kata Carolia dengan sedikit menunjukkan sedikit gigi taringnya,


"Yah kau benar, aku tidak harus terpaku dengan monster"


Karena waktu respawn monster masih panjang, Chen mo membawa Carolia dan memanggil beberapa pahlawan malaikat dan assassin ke dalam kamar untuk merilekskan tubuh.

__ADS_1


__ADS_2