Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Penambahan Banyak Pasukan


__ADS_3

"Karena kalian sudah disini semua, jadi mari kita mulai rapatnya" kataku serius dengan bunyi keras pintu tertutup.


1 Jam kemudian.


Pintu terbuka, kami keluar gedung rapat bersama dengan wajah gembira terpampang di muka setiap pahlawan atau perwakilan dari setiap ras.


Dalam rapat tadi kami membahas mengenai penambahan pasukan atau pahlawan, karena batu roh bisa digunakan sampai level 50 karena adanya segel kekosongan.


Yang kedua aku memberikan buku skill [ Cahaya Malaikat Surga ] untuk semua malaikat, aku kasih waktu 3 bulan untuk menguasai semuanya dan yang terakhir mengenai kuil perang.


Sebenarnya masih banyak pembahasan lain tapi karena kebanyakan jadi aku skip, untuk rencana pertama aku terbang ke kolam malaikat bersama beberapa pahlawan.


Setelah sampai aku berkata "Milya, nanti aku memanggil sekitar 30.000 malaikat, kau yang mengatur semuanya nanti, mengerti?"


"Mengerti, tuan"


Aku membuka panel di patung sebelah kanan, segel kekosongan yang ku pegang dialiri dengan mana dan terdengar suara


[ Ding ]


Segel Terbuka. Batas sampai level 50.


Pilih Subjek



Barak 2. Menara 3. Bangunan sipil atau khusus 4. Vila



Aku mencet nomor 1, dari atas barak kami semua melihat 5 rantai yang sangat besar menembus ke langit dan melilit barakku, sampai tiba-tiba rantai nya bergetar dan hancur berkeping keping tidak tersisa sama sekali.


[ Ding ]


Subjek terpilih : ras malaikat


Level 31-50: 10.000*batu roh


Level 51-70: 30.000*batu roh


Level 71-90: 60.000*batu roh


"Karena levelku sekarang adalah 40, berarti setiap pemanggilan aku memerlukan sekitar 5.000 baru roh jika di kalikan aku menghabiskan sekitar 150 juta batu roh" kataku berpikir.


"Agak banyak juga sih, tapi karena janji yah aku panggil saja."


Aku menekan tombol "memanggil" sampai menyentuh angka 30.000, setelahnya aku membiarkan Milya dan malaikat yang lain untuk mengurus akomodasi dari malaikat yang terpanggil.


Beres, aku teleport ke gedung Zero dan


Bertemu dengan beberapa assassin berjubah hitam dengan satu diantara mereka tidak memakainya, aku tersenyum ke arah Carolia sambil melihat panelnya


[ Ding ]


Subjek terpilih : Shadow Assassin


Level 31-50: 5.000 batu roh


Level 51-70: 15.000 batu roh


Level 71-90: 30.000 batu roh


Aku kaget dengan harganya "Harganya murah sekali, tapi untuk penguasa lain harganya tergolong agak mahal dan perlu memikirkannya untuk membelinya"


Berpikir sebentar, sebelum fokus kembali ke panel dan memanggil sekitar 5.000 assassin dengan harga 2.500 batu roh jika dikali hasilnya sekitar 12,5 juta batu roh.


Karena assassin hanya sebagai bagian pengintai, penjaga wilayah dan bersih bersih saja, jadi aku hanya membeli sedikit.


Keluar dari lorong ruangan seseorang dengan jubah hitam tebal dan aura pembunuh yang sangat kental keluar satu demi satu, aku mengangguk puas, meminta Carolia untuk mengurus mereka semua,


Sementara aku teleport ke kota awan di depan pohon dunia, melihat di sana sudah ada Linda, Saria dan Sania yang menunggu dengan beberapa dari ras mereka di belakangnya.


Aku dengan bercanda berkata "Wah... Kalian sepertinya semangat sekali"


Linda berkata dengan gembira "Iya tuan, akhirnya ada saudari baru lagi"


"Benar kata Linda, tuan" kata Sania semangat


"Tuan akan memanggil berapa orang?" tanya Saria tenang.


"Hm... Untuk elf nanti akan di angka sekitar 30.000, 15.000 untuk druid, 20.000 untuk human elf, sekitar 4500 pohon perang" kataku menyentuh dagu.

__ADS_1


Mereka bertiga dengan beberapa saudari yang lainnya kaget mendengar angkaku, Karena tidak percaya lantas Linda bertanya dengan suara terbata.


"Tu..an apakah itu benar? kau akan mengeluarkan sebanyak itu?"


Aku mengangguk dan berkata "Memang benar, ini target ku sampai level 50, memangnya kenapa?"


"Tapi, jika tuan hanya membawa pasukan bukankah itu akan menjadi umpan saja untuk kami?" tanya Saria curiga.


Mereka yang mendengarnya menengok ku dengan wajah agak curiga.


Aku melihatnya hanya menggelengkan kepala dan mengibaskan tanganku sambil berkata


"Kalian ini gila sekali? Mana mau kecantikan seperti kalian ku jadikan umpan,


Untuk pahlawannya nanti malam aku akan memanggil, tapi untuk sekarang aku harus fokus dengan pasukan terlebih dahulu, paham?"


Mereka semua mengangguk paham dan menghela nafas karena bukan dijadikan umpan, aku hanya mengetuk kepala Saria dan berjalan ke tengah pohon dunia sekalian membuka panelnya.


[ Ding ]


Subjek terpilih : Elf , Druid, Human Elf, Pohon Perang


Elf


Level 31-50: 7.500 batu roh


Level 51-70: 20.000 batu roh


Level 71-90: 40.000 batu roh


Druid


Level 31-50: 7.000 batu roh


Level 51-70: 18.000 batu roh


Level 71-90: 32.000 batu roh


Human Elf


Level 31-50: 7.500 batu roh


Level 51-70: 20.000 batu roh


Level 71-90: 40.000 batu roh


Level 31-50: 6.000 batu roh


Level 51-70: 14.000 batu roh


Level 71-90: 28.000 batu roh


Aku membuka panel Elf dan memanggil sekitar 29.600 dengan di kali jadi sekitar 118.400.000 batu roh.


Untuk pertama kali aku melihat pohon dunia bergetar dengan sangat keras sampai kami semua menghadapi goncangan hebat darinya.


Setelah goncangan terjadi, perlahan mereda dengan di batang pohonnya terbuka lebar dengan 5 Elf keluar bergiliran.


Aku langsung menyuruh Linda dan elf lainnya untuk menuntun elf yang baru ke rumah baru mereka.


Setiap keluar elf dari batang pohon aku menatapnya dengan bengong karena hampir semua kebanyakan wanita yang melebihi artis-artis terkenal di kehidupanku sebelumnya.


Pedangku melihat mereka sangat panas, sampai beberapa puluh menit kemudian dari batang pohon tidak keluar lagi para elf.


Aku menghela nafas lega dan pedangku yang sangat panas ini akan keluar jika beberapa elf masih keluar lagi.


"Gila... Keindahan macam apa yang ku panggil, ini aku bukan memanggil prajurit, tapi memanggil banyak keindahan.


"Huhh Chen kau harus tegar, nanti ada druid dan Human Elf, kau harus menahan mereka semua" kataku menepuk pipi bertekad.


Aku menghampiri Linda dan bertanya kekhawatiranku "Semua tempatnya apakah lega atau sudah tidak muat?"


"Tuan, banyak saudari yang baru datang agak penasaran dan mereka pergi berkeliaran jadi aku melihat itu masih luas.


Tapi nanti pada saat ingin tidur yang akan banyakbmasalah" Kata Linda dengan di sebelahnya Seorang wanita yang mirip Linda tapi dengan baju yang bewarna abu-abu.


"Linda, apakah ini tuan kita?" tanyanya penasaran.


"Iya, kakak ini adalah tuan kami yang ter hormat" kata Linda bangga.


Dia mengelilingiku sebentar sebelum menjawab "Tidak ada yang spesial darinya, Linda"

__ADS_1


"Kakak yang spesial ada di bawahnya, bukan di badannya" kata Linda bercanda.


Aku yang mendengarnya terbatuk dan bertanya kepada Linda.


"Siapa ini Linda?"


"Oh, tuan aku lupa memperkenalkan mu, ini adalah Lidia, kakakku sekaligus penatua kami di kerajaan elf, sihir yang dia kuasai adalah sejenis luar angkasa"


Aku shock mendengarnya sebelum bertanya ulang mengkonfirmasi "Apa katamu? Luar Angkasa? Penatua?"


Sebelum Linda membalas dia memotongnya dengan berkata "Iya, aku penatua muda dan memang benar sihirku luar angkasa jika kau tidak percaya ini akan ku kasih lihat"


Dia memegang sebuah batu dan melemparnya ke atas, tiba-tiba ada sebuah lubang kecil di atas dan di kanannya, batu itu terbang ke atas dan kembali lagi batunya di sebelah kanan.


Melihat triknya aku sangat puas dan bertanya "Apakah kau bisa memindahkan orang dan berapa jaraknya?"


Katanya "Aku bisa, walau habis banyak mana untuk bepergian jarak jauh, jika diperkiraan bisa mencapai 10.000m"


Aku mengangguk sangat puas sambil menunjuknya "Lidia, kau akan menjadi pengantarku mulai sekarang, apakah kau bisa?"


Kakak, beradik itu kaget tapi Linda memegang tangan kakaknya dengan erat sambil berbisik.


Lidia yang mendengar bisikan adiknya akhirnya mengangguk setuju dan berjalan ke belakangku, melihatnya menghampiri aku menarik tangannya ke pelukanku dan berkata


"Baiklah, saudarimu sudah kudapat, lebih baik kau urus saudarimu yang lain Linda, kakakmu akan ku jaga" tanganku sambil berkeliaran.


Dia mengendus marah dan pergi, sementara aku memegangnya dan berjalan ke arah Saria sama Sania.


Aku menarik keduanya di dalam pelukanku sampai aku berkata "Kalian bertiga berkenalan saja dulu, aku ingin kalian untuk menenangkan pedang milikku"


Mereka bertiga memerah dan hanya bisa mengobrol sambil aku apa-apakan, aku melakukan itu selama beberapa menit sebelum melepas mereka secara lembut dan mengecup dahinya sambil berkata


"Kalian membuatku puas, maaf karena permintaan ku yang aneh ini, soalnya aku melihat keindahan yang tidak bisa aku tahan jadi kalian sebagai pelampiasan, sekali lagi mohon maaf"


Mereka bertiga datang kepadaku dan berbicara baik untuk menenangkan ku, mendengar katanya bukan membuatku tambah bangga, tapi bertambah tekad kuat untuk melindungi semua keindahan ini dari tangan- tangan orang yang jahat.


Aku mengajak mereka ke pohon dunia lagi, membuka panel Druid dan memanggil sekitar 14.800, jika di kali itu bisa sekitar 51.800.000 batu roh.


Pohon berguncang kembali dengan terbukanya batang pohon dan keluar 5 druid dari dalam batangnya.


Aku melihat ada druid yang berbeda dimana ada baju warna hitam, kuning dan baju hijau tua dengan selendang di pundaknya.


Lantas aku bertanya ke Saria "Kenapa mereka menggunakan baju yang berbeda?"


"Oh aku lupa memberitahu tuan, sebenarnya ras druid kami memiliki beberapa jenis seperti baju hitam dengan tanaman beracun, kuning dengan tanaman berbunga dan hijau tua sebagai penyubur tanaman, masih banyak lagi jenisnya tapi yang dominan hanya ini 3" jelas detail oleh Saria.


Aku hanya bisa mengangguk dan menyuruh druid yang lain untuk memandu mereka.


Setelahnya banyak yang keluar untuk sementara Saria sibuk untuk mengatur kaumnya dan hanya tersisa Lidia sama Sania.


Aku membuka panel Human Elf memanggil sekitar 19.700, jika di kali sekitar 78.800.000 batu roh.


Pohon dunia sama seperti sebelumnya berguncang dan mengeluarkan masing masing 5 human Elf keluar.


Bentuk Human Elf kebanyakan adalah binatang buas seperti beruang, harimau, macan dll. Jadi untuk kategorinya paling banyak adalah jenis Human Elf.


Aku sekalian membuka panel Pohon Perang dan memanggil sekitar 4.500, jika dikali sekitar 13.500.000 batu roh.


Banyak biji-bijian terbang ke arahku dan aku menaruh semuanya di cincin penyimpanan.


Aku berikan ke Lidia sekalian memberi perintah karena Sania sedang mengatur umatnya ke rumah baru mereka, "Kau kasih semua biji ini ke Saria, setelahnya kau bebas tapi ingat jam 8 malam kau sudah ada di vila ku, Mengerti?"


Dia mengangguk mengerti dan berjalan menuju sebuah lorong yang dia buat, melihatnya aku sangat iri karena akan keren jika aku bisa melakukan hal semacam itu.


Aku menghilang dan muncul di gudang mengambil beberapa cincin dan teleport kembali ke atap vila, melihat sepanjang jalan yang sangat ramai aku hanya tersenyum dan ingin berkata kembali sebelum ada tanda merah di sistemku


[ Peringatan ] [ Peringatan ]


Batas pasukan sudah terlewat batas, Disarankan untuk mengurangi atau menaikkan batas pasukan


Dalam hitungan 1 menit


Jika kau tidak membuat keputusan sistem akan secara otomatis membunuh mereka.


Aku melihat sistemnya agak kaget dan buru-buru membuka panel vila dan menaikkannya menjadi level 45, karena batas disana adalah 150.000 pasukan.


Setelahnya peringatan sudah tidak ada lagi dan aku menghela nafas lega


"Jika aku keluar sekarang sudah pasti nanti banyak keindahan ini akan mati dengan tidak jelas dan membuat banyak ras mempertanyakan aku"


"Huffttt mumpung saja aku sigap jika tidak?.... Aduh memang keberuntungan sepertinya main disini" Aku menggelengkan kepala dan memeriksa panel lagi kalau ada kendala lain.

__ADS_1


Melihatnya tidak ada kendala lagi, jadi aku menutup mata dan berkata


"Kembali"


__ADS_2