
Dengan langit malam gemerlap di salah satu padang gurun yang luas, dilihat dari kejauhan terdapat 1 bangunan yang sangat mencolok dengan sekelilingnya adalah pasir.
Dari luar tampak seperti hotel berlantai 5, dan bagian dalam sangat terang benderang dengan lampu lampu yang bertengger di atasnya.
Di salah satu ruang makan dari hotel, terdapat 6 orang duduk diam di bangku dengan sajian makanan lezat yang sangat banyak.
Selesai makan, aku berdiri "Xuer, Mier bisakah kalian ikut denganku sebentar?" tanyaku serius.
Keduanya mengangguk dan berdiri meninggalkan ruang makan, aku sedikit melirik kedua penatua yang raut wajahnya berubah, tapi aku cueki dan memasuki sebuah kamar.
Masuk, langsung ku tutup dan memasang jimat penyegel suara di sekitarnya, setelahnya aku bertanya
"Xuer, Mier apakah kalian memberitahu kedua penatua kalian tentang keberuntungan ku?"
"Tidak ada Chen, memangnya ada apa?" tanya Xuer.
"Hah... Bagus, soalnya aku sangat waspada kepada pelindung kalian, karena itu bukan bawahan kalian langsung tapi dari bawahan orang tua kalian.
Jika kau beritahu keberuntunganku apalagi hadiah yang kalian dapat, aku bisa jadi incaran oleh para penguasa kuat ini.
Jadi aku minta tolong untuk jaga rahasia ini, apa kalian bisa?" kataku dengan wajah memohon.
Keduanya tersenyum, Mier berkata "Dasar Chen, kami ini bukan orang bodoh, kami tahulah mana yang rahasia mana yang tidak"
"Betul Chen kami tidak ingin paha setebal dirimu menghilang dan juga sebenarnya kami sendiri memiliki beberapa rahasia yang orang lain tidak tahu" kata Xuer.
"Memangnya rahasia apa itu?" tanyaku menggoda.
"Humm.. Lebih baik jelasin dulu kenapa sampai kau pingsan kan kami, apakah kau tidak percaya?" tanya Mier
"Iya aku masih tidak percaya kalian, karena kita bertemu hanya baru beberapa hari saja jadinya aku buat kalian pingsan, tapi
Jika mau aku bisa saling percaya kepada kalian kita bisa satu sama lain membeberkan beberapa rahasia" kataku.
"Baiklah, kami terima tapi kamu juga harus membeberkan rahasia milikmu sendiri" kata Xuer.
"Oke, aku setuju" kataku
"Rahasiaku adalah.... "
Kami satu per satu membeberkan sedikit rahasia, tujuannya hanya biar bisa pegangan, tapi karena terlanjur akhirnya hampir keseluruhan rahasia kami terbongkar.
Mau itu di kehidupan sehari-hari, orang rua mereka, dunianya, tentara, penduduk, bangunan, dll.
Kami mengobrol sangat lama sampai sampai kedua penatua khawatir dan ingin masuk ke kamar yang di tempati kami.
Tapi sayang, dia tidak bisa karena dilihat oleh seorang wanita bersayap yang sedang menikmati makanan jadi diurungkan niatnya dan duduk kembali.
Selang beberapa saat kami keluar dari kamar itu, dengan wajah gembira sambil saling bercakap-cakap, suasana yang tadinya suram akhirnya mereda.
Karena sudah malam dan belum menghitung hasil yang di dapat saat melawan monster, akhirnya aku pamit dan masuk ke kamar, sementara keduanya juga pergi ke kamar masing masing.
Aku masuk di salah satu kamar dengan Angel, membuka gerbang membiarkan dia masuk sementara aku berkata
"Kembali"
Dari kamar, aku langsung ke ruang tamu di sana sudah ada Lidia dan Lindia yang sedang nonton tv.
Aku panggil dan menyuruh memanggil semua perwakilan ras, juga dengan Ratu Angel yang baru datang.
Beberapa saat datang, mereka semua duduk dan Milya langsung tanya "Berapa banyak korban?"
Dengan wajah sedih dia berkata "Tuan pasukan yang kami keluarkan ada sekitar 100.000 lebih, tapi hanya setengahnya yang tersisa"
__ADS_1
Semua ras yang mendengarnya menunduk sedih, apalagi untuk ras human elf karena mereka yang paling banyak tewas.
Aku konfirmasi dan tanya "Angel, apakah benar bisa di bangkitkan?"
"Bisa tuan, hanya perlu uang saja" kata Angel meyakinkan.
Aku sedikit tenang "Dimana Caroline?" melihat sekeliling yang tidak ada.
"Tuan, katanya dia masih membuka kotak, nanti dia akan datang kesini" kata Carolia.
"Oke kita tunggu"
kami semua diam, tidak berbicara sama sekali, karena banyak nostalgia dengan saudari yang tewas, di ruang tamu hening sampai, aku datang ke lidia dan Lindia memeluknya ke sofa.
Tiba tiba diserang keduanya sangat kaget dan memerah mukanya karena di lihatin oleh banyak orang, apalagi Ratu Angel yang sangat terkejut dan panas di mukanya.
"Ahhh... Memang wangi kalian sangat enak sekali" kataku mencium aromanya.
Wanita lain hanya diam memandangku saja, sampai "Apakah kalian tidak mau ikut?" tanyaku merentangkan tangan.
Semuanya datang memelukku kecuali, Angel yang hanya bisa menutupi mukanya,
Kami selama beberapa jam melakukan aktivitas menyehatkan tubuh dengan di tonton secara live oleh Angel dengan mata yang menginginkan, saat sedang bermain terdengar suara dari jauh.
"Enak sekali ya...Kalian bisa main" katanya sinis.
Menengok siapa yang datang kami berhenti melakukan dan kembali ke posisi duduk dengan keadaan masih tidak berbusana.
Semua wanita melihat Caroline secara berbeda, refleks dia juga membuka baju dan badan yang perfect terpampang jelas, dia duduk di salah satu sofa.
Semua wanita melihat sudah terbuak kecuali, satu wanita mereka melihat ke arah Angel yang masih tetap menggunakan busana,
Dia terkejut karena banyak mata melihatnya apalagi dilihat oleh sesama yang masih menempel di bibirnya cairan putih.
Aku bertepuk tangan di ikuti oleh yang lainnya, "Selamat telah bergabung dengan keluarga sederhana kami inj, Hehe.." kataku menggoda.
"Selamat Nona Angel" "Selamat" "Kulitnya mulus sekali" "wangi sekali seperti para elf" "Benar"
Banyak wanita mendatangi Ratu Angel mengucapkan selamat juga menyentuh tubuhnya karena penasaran.
Melihat serangan Angel hanya bisa bertahan saja dengan menutup muka dan dari leher terlihat merah karena disentuh oleh saudari yang lain,
Serangan terus terjadi karena sudah tidak tahan dengan kepala keluar asap dia terjatuh pingsan.
Melihatnya para wanita tersenyum dan duduk kembali, aku cuek saja melanjutkan topik tadi, aku bertanya ke Caroline katanya adalah:
Dapat sekitar lebih dari 16,8 juta kotak hadiah dari membunuh semua monster, di buka dan hitung semuanya mendapat 29,7m batu roh, 14,2m batu void, 3 emas, 12.839 menara ungu, 46.492 jimat, segel, formasi ungu, 8.029 senjata ungu, 38.021 bangunan khusus. ( ratusan ribu biru, jutaan hijau dan putih)
Aku hanya bisa diam dan menengok ke arah Caroline "I..ni, I.n..i Benar yang kita dapat?"
"Benar, memangnya kenapa tuan apakah dapatnya sedikit?" tanya penasaran.
Banyak yang lain juga penasaran dan melihat ke arahku, dengan tangan kaku aku menunjukkan panelnya ke arah mereka.
Penasaran semuanya melihat termasuk Angel yang sudah bangun.
Semuanya bengong melihat isi panel, hening beberapa saat, mereka melihat lagi ke panel agar matanya tidak salah lihat, tapi isi panelnya masih tetap sama saja.
Semua menatapku secara serempak dan memelukku dengan erat, teriakan histeris juga terjadi karena dapat barang yang hampir mustahil orang lain dapat.
Semuanya bersemangat mereka bahagia dan berpesta, tentu aku juga ikut dengan mereka melanjuti kegiatan yang tertunda tadi,
Aku juga mengajak Angel, dia menolak tapi dengan rayuan, iming iming dan juga hasutan dari teman barunya.
__ADS_1
Akhirnya dengan wajah malu dia mau dan aku sebagai penikmat sangat bahagia, karena berhasil menaklukan seorang ratu, apalagi kekuatan dengan kekuatan yang sangat jauh berbeda sekali.
Kami semua bersenang-senang sampai waktu menunjukkan pukul 3 pagi, bangun aku melihat sekeliling tapi tidak ada Angel disini.
Karena khawatir aku keluar dan melihat di atas loteng ada seorang wanita dengan baju transparan menatap ke arah bintang.
Dengan langkah pelan aku memeluknya dari belakang, bertanya "Kenapa, Angel sayang apakah ada sesuatu di hatimu?"
Hening..... "Tidak aku hanya tidak percaya saja, kalau aku bisa di tahap ini?" katanya menggelengkan kepala.
"Tahap apa?"
"Tahap dimana beban yang kuambil hilang, punya teman baru, saudari baru, tuan baru, dan hal lainnya yang membuatku sangat senang." Dengan menatap langit dia melanjutkan
Aku sangat berharap ini bukan hanya sekedar mimpi saja"
Aku peluk dengan erat sambil berbisik di telinganya "Ini bukan hanya mimpi, tapi akan selalu menjadi kenyataan ke depannya
Untuk beban yang selama ini ada di pundakmu lepaskan saja, aku yang akan menanggung semuanya0"
Dia menengok ke arahku dan mata kami berdua bertemu saling memandang, secara perlahan bibir kami akhirnya bertemu
Kiss terjadi antara kami berdua dengan di temani oleh langit malam dan ribuan bintang berkelap-kelip.
Tidak selang lama, ada suara
"Kyahhh... tuan romantis sekali" "Aduh.. Aku meleleh melihatnya" "Hey, apakah tidak ada yang bisa bersiul?" "Tidak ada sepertinya" "Caroline apakah sudah kau rekam?" "Tenang saja, hehe sudah aku rekam nanti kita akan nonton bersama"
Banyak wanita yang bersiul, ada yang asyik berbicara bahagia dan ada yang memegang semacam Hp, sementara Angel berjalan ke arah belakangku dan menutupi mukanya karena malu,
Sedangkan aku dengan wajah tegak berkata "Sepertinya kalian masih belum puas ya.. Serangan tadi."
"Kyahh... Tuan akan menyerang" "Lari.. Lari selamatkan dirimu" "Ayo lari, jangan lupa bawa vidio itu"
Para wanita berhamburan lari keluar vila, aku menengok ke Angel "Sudah tidak ada orang hanya kita berdua saja"
Dia melepas tangannya dan berjalan sejajar ke arahku dia menghela nafas, tapi "Sekarang bisakah kita lanjutkan yang tadi?"tanyaku.
Angel menengok ke arahku dengan wajah ketakutan, dia membuka segel penutup sayapnya dan terbang tinggi meninggalkanku.
( Setiap malaikat mempunyai skill bernama " Penutup Sayap" itu berfungsi hanya untuk menghilangkan sayap saja biar tidak menganggu jika di ruangan sempit )
Aku bingung melihatnya menjauh dan terkekeh pelan sebelum masuk ke kamar kembali "Huaaa.... Tidur lagi saja nanti jam 8 aku akan melakukan tugasnya" dan tertidur.
Sementara yang melarikan diri, mengajak saudari lain untuk menonton vidio romantis ku dengan Angel.
Singkat cerita, pagi datang dengan cahaya bintang yang masuk ke kamarku membuka mata bangun dan keluar ruangan.
Aku menyuruh memanggil lagi perwakilan dari setiap ras, mereka semua datang tapi dengan mata yang agak hitam,
Aku bertanya kenapa?, katanya tidak apa-apa, jadi aku cueki saja karena tadi malam habis bermain hebat juga.
Aku membahas beberapa hal, dan juga membahas bagian penting
Yang pertama mengenai jiwa para korban yabg tewas perang, kata Saria dan Serta semuanya aman.
Yang kedua mengenai beberapa ratus token penguasa yang belum dipakai, yang ketiga bahas penambahan pasukan, yang keempat menaruh bangunan dan yang terakhir adalah pembahasan mengenai umat.
Angel menjelaskan kepadaku pengalamanya bagaimana cara mendapatkan banyak sekali umat, cara mempertahankan nya dan cara lainnya.
Kami meeting selama 30 menit, karena hanya sedikit saja yang diskusikan, kecuali nanti sudah memiliki banyak ras yang berbeda meeting akan semakin banyak.
"Karena tidak ada yang bertanya, jadi mulailah bekerja" kataku tepuk tangan.
__ADS_1
Mereka semua kembali ke pos tugas masing masing, sementara aku dengan membawa Caroline dan Angel pergi keliling base.