
Membuka mata kembali dimana aku melihat di tempat yang agak asing namun familiar.
"Terlalu lama di duniaku sampai aku lupa di mana tempatku itu tinggal" sambil menghela nafas.
Aku gak mau banyak bernostalgia, jadi aku buru-buru mandi, rapih-rapih, keluar dari apartemen dan pergi naik taksi ke kamar dagang matahari.
Setelah membayar aku membuka pintu dan melihat tempat yang sama, tapi masih membuatku sangat kagum dengan interior dan auranya yang meresap ke dalam bangunannya.
Aku berjalan secara perlahan dengan banyak orang berlalu lalang, aku merasa segar dengan keadaan seperti ini sampai aku tiba di depan meja resepsionis.
"Nona, apakah kau bisa memanggil Manajer Ling? Aku ada barang yang ingin ku jual"
Resepsionis wanita ini kaget dan orang di sekitar yang mendengarnya juga kaget sampai dia berkata "Kenapa tidak bisa disini saja, tuan?" tanyanya dengan lembut.
"Aku tidak bisa, lebih baik memanggil Manajer Ling langsung untuk menilai" kataku tidak sabar.
Resepsionis ini mengerutkan kening, sampai ada salah seorang pemuda dengan banyak kroninya berjalan menghampiriku
"Kau memangnya siapa? Harus menjual barang dengan manajer Ling langsung,
Apakah kau tidak punya malu untuk bicara seperti itu?" katanya dengan nada menghina.
Aku mengerutkan kening dan menjawab "Dan siapa anda ini?"
"Hey sampah, dia ini adalah Tuan muda Feng ai dari keluarga Feng, dia juga jenius nomor satu di sekolah Fu Chi" katanya bangga.
Banyak penonton yang mendengarnya terkejut dan mereka semua berbisik, sementara aku hanya cuek dan menjawabnya dengan santai
"Aku adalah Chen mo jenius dari sekolah No. 1 Guancheng dan di gadang-gadang menjadi perwakilan dari provinsi Guandong.
Kalau kau tidak percaya ini kartu nama sekolahku dan kartu identitas ku" sambil memegang kedua kartunya.
Penonton bahkan lebih terkejut dan kroninya yang bangga tadi hanya bisa mundur ketakutan.
Tuan muda Feng yang bangga juga agak sedikit terdiam
"Sepertinya aku telah menendang plat besi.... Aduh Feng kenapa kau tidak beruntung sekali." katanya dalam hati.
Semuanya hening sampai beberapa menit kemudian dia berbicara kembali
"Kalau kau jenius memangnya kenapa? kau tidak pantas untuk bertemu dengannya.
Dia adalah orang nomor satu di kamar dagang ini dan dia hanya menerima pengguna kartu warna hitam saja, lebel jenius sepertimu ini bahkan tidak dilirik olehnya" wajahnya diangkat tinggi.
"Kenapa dengan ini orang? dia mengangkat kepalanya dengan tinggi? Apakah dia pengguna kartu hitam juga?" tanyaku dalam hati bingung.
Aku gak tahu harus jawab apa, sampai ada seorang lelaki tua dengan wajah lembut datang dari jauh menghampiri kami berdua dengan 2 pengawal di belakang dan 1 yang sepetinya sebagai pelapor.
__ADS_1
Tuan muda Feng yang melihat manajer dari jauh datang menghampiri nya dengan senyum menyanjung berbicara di depan manajer dan dia membelakang ku.
"Manajer Ling, ada jenius yang ingin bertemu dengan langsung, dia....." kata kata kotor dan menjelekkan ku keluar dari mulutnya.
Sang manajer terkejut dan marah mendengar perkataannya sampai dia bertanya "Siapa orang itu? bagaimana dia bisa tidak tahu kalau bertemu denganku hanya bisa orang deng.an kartu hitam saja"
Tuan muda Feng senang dan menunjuk orang di belakangnya, manajer langsung menghindarinya dan melihat aku.
"Halo manajer Ling, sepertinya aku tidak di terima disini." kataku dengan sedih.
Tuan muda Feng marah dan berkata
"Kau hanya jenius sampah, bagaimana kau bisa bicara dengan manajer Ling seperti ini, lebih baik kau berlutut untuk meredakan amarahnya"
Manajer Ling yang ingin bicara terdiam dan menengok ke arah Tuan muda Feng sambil berkata dengan sedikit ancaman
"Lebih baik kau keluar dari pandanganku sebelum keluarga mu kuhancurkan"
Tuan Feng yang ingin berbicara lagi terdiam dan menengok ke arah manajer,
"Bagaimana mungkin manajer? Bukankah dia hanya seorang jenius saja?" tanyanya bingung.
Sebelum manajer menjawab, aku memotong pembicaraan kedua nya "Baiklah, drama ini di sudahi saja, banyak mereka yang menonton dan juga aku tidak punya banyak waktu.
Manajer Ling, bisakah kita lanjut transaksi di ruang lebih pribadi?"
Untuk tuan muda Feng dia hanya bisa berdiri diam, menatap kosong ke arahku sebelum orang berbaju hitam berbisik di telingannya dengan dingin.
"Lebih baik kau minta maaf dulu dengan nya jika tidak, kerja sama dengan keluarga Feng mu akan kami tunda atau persulit, mengerti?" Sambil berjalan kembali mengawal Manajer Ling.
Sementara Feng ai yang mendengar bisikan nya tidak tahan lagi dan pingsan di tengah kerumuman orang.
"Kasihan sekali dia" "Iya, nendang plat besi" "Aduh.. Namanya juga generasi kedua ya.. sifatnya seperti itu" "Apakah dia ini anak tunggal?" "Menurut rumor sih anak tunggal" "Pantas saja, hehehe"
Banyak orang berbisik atau berbicara untuk resepsionis wanita dia hanya bisa bengong dengan kehampaan di matanya.
Kami berdua masuk ke ruang pribadi, sang manajer bertanya
"Barang apa yang akan kau jual Tuan Chen?"
"Lebih baik di ruangan lain saja, soalnya ini berhubungan langsung dengan kamp gelap" kataku serius.
Dia mengangguk dan membawaku ke ruangan yang sama, setelahnya aku keluarkan dati cincin penyimpanan ku sebuah pedang panjang dengan aura darah pekat dan aroma busuk di sekitar pedangnya.
Sang manajer yang melihatnya sangat terkejut dan berkata tidak percaya
"I..ni.. Ini bukankah senjata raja iblis? Gimana kau bisa mendapatkannya?"
__ADS_1
Aku hanya mengangkat bahu "Itu kudapatkan dari gabungan kotak hadiah raja"
Manajer dengan mulut yang terbata dan melihat wajahku seperti orang aneh,
"Apakah tuan Chen tahu ini barang apa?"
Aku menggeleng kepalaku, manajer menghela nafas dan berbicara dengan semangat
"Ini adalah senjata raja Iblis, kami harus berusaha selama 8 tahun lebih untuk mendapatkannya dan anda hanya dapat langsung di kotak raja? Apakah ini F*cng keberuntungan?"
"Dan saat kau mendapatkannya apakah dia masih tersegel?" Aku mengeleng lagi.
Manajer menghela nafas berkata "Memang benar kau adalah anak beruntung, tapi keberuntungan mu ini sudah melewati batas dari keberuntungan orang lainnya"
"Baiklah, manajer Lin jadi berapa harga untuk senjata ini?" katalu tidak sabar.
"Maaf tuan Chen ini tidak bisa diperkirakan, karena harus di teliti terlebih dahulu apakah ini hanya warna ungu atau warna ungu tua,
Jika ini ungu tua bisa di jual dengan harga 10.000 batu infinite atau lebih tinggi lagi jika di lelang" kata manajer dengan semangat.
Aku mendengarnya juga kaget dan ada sedikit kegembiraan sebelum aku bertanya lagi
"Kapan pelelangan itu akan dimulai?"
Sang manajer sedikit berpikir dan menjawab "Untuk lelang kami bisa kapan saja, karena semua bahan kami sudah terkumpul, tapi karena ada pedang ini bisa jadi 9 bulan lagi ada lelangnya"
"Kenapa waktunya lama sekali?" tanyaku kaget.
"Karena kami harus meneliti pedang ini dulu dan untuk promosinya kami harus melakukannya secara berbulan-bulan"
Aku hanya menghela nafas dan mengangguk saja "Baiklah untuk pedangnya saya serahkan kepada anda.
Nah karena penjualan selesai sekarang aku ingin membeli"
"Tuan Chen mau beli apa, kami siap untuk anda" kata Manajee menepuk dada semangat.
Aku tersenyum sambil berkata "Aku ingin 100.000 jubah warna ungu, 1.000 sawah spiritual, beberapa gunung berapi, biji-bijian, rumah ungu, atau bisa apartemen ungu....dlll"
Aku berbicara semua hal yang aku perlukan, manajer Ling mengangguk dan 45 menit kemudian barangnya sudah sampai dengan total habis sekitar 21,8 juta batu void.
Karena banyak barang yang bewarna ungu makanya harga belanjanya yang mahal, melihat tidak ada yang di perlukan lagi.
Aku mengangguk salam ke arah manajer dan teleport kembali ke apartemen.
Sang Manajer kaget dan hanya bisa menghela nafas saja, dua orang di belakangnya maju dan berbisik di telinganya.
Manajer mengangguk puas dan teringat sesuatu "Untuk resepsionis itu pecat dia, nanti ganti dengan orang lain, mengerti?"
__ADS_1
Orang berbaju hitam mengangguk keluar, di tinggal sendiri sang manajer berkata "Ini harus di beritahu ketua, agar dia tidak di hilangkan oleh orang lain"