
"Boom" "Boom" "Boom"
Ledakan berturut-turut seperti terjadi di beberapa tempat, penguasa yang telat bangun mereka sudah di lalap api, sementara yang selamat dengan wajah marah mereka mulai mencari pelakunya
Melihat kekacauan di bawah Chen mo berkata "Xuer, Mier hati hati" keduanya mengangguk memakai topeng terbang ke bawah benteng musuh, sementara Chen mo menengok ke bawah tenda yang paling besar, "Coba skill elemen, kali saja bagus " menggunakan topeng terbang ke bawah.
Sementara di dalam tenda "Siapa orang bodoh yang menyerang saya?" teriak tuan muda itu ke bawahannya, "Laporan tuan, hanya ada 3 orang berjubah yang di lawan, tapi mereka sangat kuat sekali." dia berlari menunduk kepalanya.
"Apa? hanya 3 orang? sampah kalian semua, cepat keluar kepung ketiganya" perintahnya, tapi "Boom" "Boom" ledakan dan suara jeritan terdengar di luar tenda, "Boom" seorang penguasa terlempar seperti roket dan terjatuh di depan tuan muda tersebut.
"Tuan. muda...Tolong" tangannya terentang ke arahnya dengan tubuh yang seluruhnya hangus terbakar, dia melirik jijik dan menendangnya "Sampah jangan mendekati" ingin memarahi bawahannya lagi, tapi
Bunyi suara sepatu berjalan membuat tuan muda blackwolf dan beberapa bawahan waspada, gerbang dunia mereka terbuka, pasukan berbagai ras berjejer rapih keluar mengisi setengah dari tenda, bunyi langkah kaki semakin mendekat setiap langkah dari bunyi kaki membuat saraf setiap orang tegang dan keringat mengalir deras dari wajah mereka.
Dari lorong pintu tenda keluar dari kegelapan, seluruh tubuhnya tertutup jubah hitam dengan topeng badut di mukanya, berjalan ke tengah melakukan salam formal "Selamat malam, maaf menganggu tidur anda" katanya dengan tenang.
Tuan muda itu ketakutan, dengan suara terbata dia bertanya "Siapa kamu? Memangnya kita ada dendam apa sampai kau membuat kerusuhan seperti ini." "Ho.Ho.Ho. Kita tidak ada dendam, tapi moodku sedang buruk sebagai pelampiasan aku menyerang wilayahmu, soalnya kau yang paling besar di area ini " katanya dengan menyeramkan.
Tuan muda tambah ketakutan, dia mundur beberapa langkah, tapi ada seorang bawahannya maju berkata "Kamu hanya sendiri memangnya bisa apa? kami punya puluhan ribu di sini, tuan jangan takut kita serang saja" kata nya dengan optimis, tuan muda itu tersadar, ketakutannya berubah menjadi amarah dia menatapku dengan ganas sambil berkata "Semuanya serang...."
__ADS_1
"Oh... Oh..." Raungan menggema seisi tenda, "Bunuh dia, jika berhasil akan ku kasih kalian semua wanita dari penduduknya" teriakan selanjutnya dari tuan muda membuat mereka tambah bersemangat dengan wajah serakah mereka berlari ke orang berjubah itu dengan sangat cepat.
Sementara, orang berjubah atau Chen mo, dia hanya menggeleng kepala atas kebodohan mereka, "Milya, kau urus prajurit ini bisa, kan?" tranmisi suara, "Ini hal gampang, tuan" Chen mo perlahan berjalan maju dari tangan kanannya keluar api yang menyala dan kirinya keluar aura sedingin es.
Kedua pihak mendekat, saat orang yang paling depan ingin mengayunkan pedangnya ke arahku, " Haha..! Mati bodoh" tiba-tiba pedangnya tertangkis oleh sebuah bayangan, dia terkejut sebelum bisa bereaksi kepalanya sudah terbang lebih dulu, datang yang lain tapi mereka punya nasib yang sama dengan sebelumnya, Chen mo berjalan lurus setiap ada prajurit yang mendekatinya di jarak 3m kepala mereka akan terpotong oleh kilatan dari bayangan.
Di coba serangan lain, seperti pengepungan, serangan menyelinap, serangan formasi, jimat, atau segel, tapi tidak ada serangan yang berhasil, sampai para prajurit musuh tidak menyerang lagi karena itu sia-sia dan mereka yang menyerang kepalanya sudah tidak ada lagi.
Chen mo terus berjalan sementara para prajurit musuh membukakan jalan untuknya, mereka sudah ketakutan karena kawan mereka mati saat mendekatinya, tuan muda dengan bawahannya ingin melarikan diri keluar dari tenda tapi jalan mereka terhalang oleh pasukan mereka sendiri.
Ada saja orang yang penasaran dia mendekatinya tapi kepala sudah terjatuh terlebih dahulu oleh kilatan bayangan, Chen mo terus berjalan dengan tangan kanan suhunya semakin tinggi, sementara tangan kiri suhunya semakin rendah, sampai tiba di tengah dia berhenti melihat sekeliling sambil tersenyum "Kalian semua tidak menarik, lebih baik mati saja" Kedua tangan di terentang, [ Segel Elemen : Api Es ].
Selang beberapa menit teriakan itu berhenti, di kanan tenda menyisakan abu hitam saja, sementara di kiri menyisakan ribuan patung es manusia, melihat kejadian mengerikan tersebut tuan muda dan para bawahannya mereka tersungkur di tanah, melihat kejadian yang tidak akan pernah mereka lupakan selama seumur hidupnya apalagi dengan orang yang berjubah, itu akan menjadi mimpi buruk mereka.
Dari puluhan ribu hanya tersisa puluhan orang saja, gerbang yang mereka buka telah hangus ataupun beku mustahil jika mengeluarkan pasukan lagi, orang berjubah berjalan kearah mereka yang masih tersisa secara perlahan.
"Jangan...Jangan mendekat kau tidak bisa membunuhku, aku Ling to anak dari Ling bo penguasa legenda (level 100) lebih baik kau tidak membunuhku jika tidak ayahku akan terus mencarimu" teriaknya dengan ketakutan, Chen mo atau orang berjubah itu hanya diam saja, dia terus lanjut bergerak menuju arah mereka secara perlahan.
Karena putus asa beberapa bawahan mereka nekat menyerang ke arahku dengan keahlian mereka tapi dengan hanya satu tangan kanan Chen mo menghanguskan mereka semua.
__ADS_1
Saat Chen mo melangkah mendekat, mereka semua mundur tergesa gesa beberapa ada yang pingsan sementara masih ada yang tersadar termasuk tuan muda tersebut, Chen mo melangkahi yang pingsan dan menghanguskan mereka yang bertahan, melihat bawahannya satu per satu hangus dia tidak tahan lagi, akhirnya tuan muda tersebut pingsan dengan celananya sudah di basahi oleh cairan kuning.
Melihatnya sudah pingsan, Chen mo menengok ke arah penguasa yang masih tersadar, dia api menghanguskan tubuh mereka sampai tidak tersisa dan membiarkan mereka yang pingsan.
Sunyi tidak ada suara apapun, Chen mo menundukkan kepalanya berbisik "Membosankan" tiba-tiba di belakangku muncul sosok berjubah yang sama, "Tuan, kenapa dengan engkau?" Menengok ke belakangnya "Milya, Apakah menurutmu lawannya membosankan?"
"Iya tuan, sangat berbeda dengan yang kami lawan selama di hutan flores itu, mereka semua bertarung sampai titik darah penghabisan, sementara ini...?" "Milya, apakah mungkin ini penguasa baru?" "Sudah pasti, dilihat dari tingkah pengecutnya mereka" "Sepertinya petualangan ini akan membosankan" berkata dalam hati.
Milla yang melihatku terdiam berkata "Tuan ada apa?" Chen mo tersadar dia berkata cepat "Tidak ada apa-apa" lanjut "Milya, kau jelajahi tenda besar ini, terus ikat mereka semua bawa ke Carolia, sekalian ambil token yang berjatuhan itu, ini tugasmu mengerti?" "Baik tuan, tapi masih ada satu pertanyaan lagi?"
Cheb mo menatapnya tersenyum, "Apa?" "Tuan, kenapa kau harus menggunakan metode lambat itu? kenapa tidak langsung membunuhnya saja?" tanya Milya.
"Mereka semua ini daging segar, sayang kalau kita habisi" tersenyum misterius, Milya kebingungan dia lantas bertanya lagi "Daging segar itu apa tuan?" "Haha.! Nanti saja tuan jelaskan, kau kerjakan saja dulu" membalikkan badan teleport keluar tenda.
Milya dibiarkan sendiri, dia kebingungan maksud daging segar tapi cepat dia lupakan karena masih ada kerjaan yang harus di lakukan, dia memanggil para assassin untuk menjelajahi tenda dan malaikat untuk mengambil barang yang berjatuhan.
Chen mo keluar tenda melihat tempat yang sudah porak poranda, api berkobar di setiap tenda, mayat yang berserakan dan darah menyatu menjadi sebuah danau kecil, berjalan melewati itu semua sampai Chen mo melihat tumpukan bukit kecil mayat, di bawahnya ada naga merah dan yeti sedang mengangkat dan membuang mayatnya.
Chen mo menghampiri dan menanyai tuan mereka, naga merah mengangguk dia menunjuki jalannya sampai tiba di salah satu tenda, saat masuk Chen mo melihat hal yang tidak akan terlupakan dalam dirinya, sementara keduanya juga melihat Chen mo masuk, kami bertiga terdiam sampai Chen mo mengangkat kedua jempolnya, "Tubuh kalian, sangat indah" katanya
__ADS_1
Mereka tersadar dengan wajah merah berteriak "Ahh...! Chenn... Moo.. Keluar" bola api dan bongkahan es mengarah kepadaku ledakan terjadi, Chen mo terpental dan berguling beberapa meter dari tembakan keduanya, berbaring dengan darah keluar dari hidungnya sambil menatap langit malam "2 tubuh mulus wanita di tukar dengan darah, itu sepadan" matanya secara perlahan tertutup.