
Di pagi hari
Aku bangun, teleport langsung pemandian, selesai aku pergi ke Vila, pergi mencari di ruang tamu Lidia.
"Lidia, apakah kau sudah bertemu dengan ibu angkat mu?" tanyaku melihatnya di ruang makan.
"Sudah tuan, makasih banget tuan akhirnya aku tinggal disini ada pendamping, ya kan bu?." menengok ke arah dapur.
Seorang Wanita dewasa keluar dari dapur dengan hanya menggunakan celemek dan di tangannya ada makanan yang di bawa.
"Selamat pagi tuan" Katanya sambil menaruh.
Aku melihat tubuhnya dan acara dia berjalan membuatku sampai mimisan "Sepertinya rencana ku akan di tunda dulu"
"Rencana apa tuan?" tanya Lidia bingung.
"Kau akan tahu, lebih baik menikmati kalian terlebih dahulu, pedangku sudah sangat panas."
Aku menerkam mereka dan keluarlah suara aneh dari dalam Vila.
Siang hari, aku keluar dari Vila dengan wajah puas dan pergi ke gudang, di sana aku kebetulan bertemu dengan Caroline.
"Caroline, Ada tugas untukmu" kataku teriak.
Dia nengok dan jawab "Tugas apa tuan?"
"Panggil Milya dulu, nanti aku beritahu"
"Memangnya Lidia dimana, bukankah tuan selalu pakai jasa dia?"
Aku terbatuk dan berkata serius "Udah jangan banyak tanya panggil saja langsung."
Caroline mengangguk cepat dan pergi.
Selang beberapa saat, mereka berdua sampai
"Ada tugas apa tuan?" tanya Milya.
"Kita akan melakukan retret perang, selama minggu ini aku akan fokus menaikkan level kalian, nanti juga aku akan menambah beberapa tentara lagi, jadi persiapkan semuanya."
"Kau Caroline bantu juga Milya, perang kita akan berkepanjangan jadi persediaan harus tersedia, kalian mengerti?" kataku detail.
"Kami paham tuan"
"Bagus, ini rencananya kau mulailah lalukan ini....., mengerti kan? Setelahnya lakukan dan jangan lupa panggil Carolia"
Mereka mengangguk paham dan pergi keluar dari gudang, selang sesaat Carolia datang.
"Carolia nanti tugasmu yang paling berbahaya, kau akan menjadi mata-mata kami di kota misalnya Ada yang keluar ke hutan Flores atau apa langsung bilang padaku jangan lupa juga menyebarkan desas desus, paham?"
Dia mengangguk paham
"Bagus langsung laksanakan, jangan lupa bawa beberapa assassin yang ahli juga"
__ADS_1
Dia keluar, sementara aku teleport ke Vila, "Lindia, Lidia kalian berdua akan menjadi asisten dari Milya, bantu dia sekuat tenaga" teriakku.
"Baik, tuan"
Aku lanjut ke kamar, duduk dan berkata "Kembali"
Kubuka mata sudah di hotel, lantas aku siap-siap terlebih dahulu menengok ke kaca, dan berkata dengan senyum jahat
"Waktunya kita berburu mangsa, Hehehe"
1 Minggu Kemudian
Banyak penguasa menunggu sesuatu di gerbang bagian Utara,
"Apakah dia selamat?" "Sepertinya tidak kau kan tahu sudah berapa banyak penguasa yang pergi ke hutan flores ini." Benar, hampir ratusan orang terbunuh, gila sekali" "Apakah walikota tidak turun tangan?" "Dia mana peduli hal yang di luar Wilayahnya"
Banyak orang yang berbincang bincang yang sampai terdengar di telinga pemuda jenius ini yang baru datang, karena penasaran dia lantas bertanya ke kroninya
"Apakah ada kejadian di hutan utara?"
"Tuan muda, ini terjadi sekitar 1 Minggu yang lalu di mana rombongan salah satu anak generasi kedua menghilang di hutan ini, ayahnya yang mendengar anaknya hilang, lantas menyuruh beberapa penguasa untuk melakukan pencarian tapi semua yang ikut tidak kembali lagi"
"Dan ada tim lain yang terus di kirim selama 6 hari, tapi tidak ada yang kembali jadi banyak penguasa yang berspekulasi kalau hampir yang di kirim semuanya terbunuh di hutan Flores"
Si jenius bergidik mendengarnya dan dia bertanya lagi "Dan terus yang di bicarakan oleh orang orang ini itu, siapa?"
"Katanya dia seorang musafir dia singgah disini dari perjalanan jauhnya, mendengar kejadian di hutan Flores dia tertarik dan kemarin malam dia berangkat ke dalam hutan Flores, sampai sekarang dia belum kembali juga" kata kroni itu.
"Berapa banyak orang yang terbunuh selama 1 minggu ini?" tanya pemuda jenius ini.
Pemuda itu sangat kaget, tapi "Tuan musafir itu dia level 97"kata kroninya dengan gemetar, pemuda jenius itu tambah kaget lagi setelah bawahan nya lanjut berbicara.
"Bukan urusan kita untuk urusan hutan Flores, lebih baik kita urusi saja dungeon nya dulu dan nanti jangan ada yang berbicara mengenai hutan Flores ini, mengerti?" kata pemuda itu dengan wajah peringatan dan ketakutan,
Kroninya juga mengangguk mengerti
Sementara di hutan terdalam Flores terjadi ledakan yang sangat dahsyat, di sekeliling banyak pepohonan yang sudah tumbang, darah yang membentuk sebuah sungai, mayat yang bertumpuk seperti gunung dan senjata yang berserakan dimana mana.
Di atas awan ada dua orang yang sedang bertarung.
"Kamu siapa, kenapa kamu kuat sekali" sambil menghapus darah di mulutnya.
"Kau tidak pantas mengetahui ku" kata pemuda lain dengan pedang berapi di sampingnya.
"Saya tidak terima kalah dari level rendah seperti anda" Katanya dengan mata merah.
Aku akan membunuhmu...!" dia mengaktifkan banyak sekali jimat serangan yang mengarah ke pemuda itu.
Melihat banyak sekali jimat serangan dia berbisik pelan "Serangan jimat mu terlalu lemah"
Pemuda itu lantas mengangkat pedang nya tinggi ke langit dengan kata pelan yang keluar dari mulut nya [ Pernapasan Zona Api :Gelombang Api ]
Pedangnya di turunkan perlahan dan keluarlah Gelombang api yang sangat besar dari sekeliling pedang bergegas ke arah musafir itu dengan cepat,
__ADS_1
Serangan jimatnya tidak bisa bertahan dari serangan dahsyat pemuda itu, melihat nya si musafir lantas mengambil banyak sekali jimat pertahanan untuk melindungi dirinya, tapi sayang
"Kenapa... Kenapa bisa seperti ini....
Kenapa seranganmu sangat kuat sekali.....!" katanya teriak sambil menahan gelombang api nya dengan wajah ketakutan.
Pedangnya di turun kan sampai bawah "Karena kau lemah" jimat pertahanan nya hancur secara bersamaan, sementara pemuda yang melihat api besar menuju arahnya hanya bisa berteriak
"Tidakkk......!"
Gelombang api mengenai tubuh dan membakarnya sampai tubuh itu berubah menjadi hangus tidak terbentuk lagi.
Pemuda itu melihat musuhnya sudah mati dia menghela nafas lega "Hah... Akhirnya selesai juga walau butuh lebih dari semalaman untuk melawan nya"
Dia mengambil token dari dalam tubuh yang sudah tidak terbentuk dan melihat ke pasukannya yang sudah selesai pertempuran dari tadi.
Dia membuka gerbang dan memasuk kan semua pasukan nya ke dalam gerbang tidak lupa juga para tawanan.
"Lumayan dapet spesies naga walau hanya setengah saja" tersenyum dan menghilang.
Setelah menghilang, Ada seorang lelaki muda yang sangat tampan, dia merobek kekosongan keluar dari dalamnya dan melihat pemuda yang sudah menghilang.
Dia menghela nafas "Hah... Kenapa guru menyuruhku untuk mengawalnya yahh? Tapi memang benar sih kekuatannya harus kuakui walau dia masih berlevel rendah"
"Tapi.... Hahh, Karena perintah guru jadi aku ku turuti saja, dan orang seperti dia ini cepat atau lambat pasti akan terkenal, jadi di tunggu saja siapa yang sudah ku lindungi ini" Katanya tersenyum dan berjalan kembali ke dalam Kekosongan setelahnya retakan itu perlahan pulih dan hutan itu kembali sunyi, walau banyak kerusakan yang terjadi di sekitarnya.
Sementara itu pemuda ini muncul kembali di gang sebelah hotel, dia keluar dari gang berjalan masuk ke dalam hotel ke kamar 002, saat mau masuk
"Hantu dari hutan Flores, itu adalah sebutan mu" suara dingin di belakang pemuda ini.
Pemuda itu berhenti dan berkata tanpa berbalik "Kau adalah wanita bercadar di air mancur itu"
"Kau mau apa?" tanya lagi.
"Tidak, aku hanya ingin melihat saja, ke jeniusan yang di bicarakan oleh hampir di seluruh kota ini" Katanya dingin tapi raut muka tersenyum.
Dengan kesal pemuda ini menjawab "Kau sudah lihat kan? jadi enyahlah aku tidak ada waktu untuk meladeni mu" buka pintu masuk, dan banding pintunya tanpa lirik ke belakang.
Wanita bercadar itu terdiam dengan yang kulakukan dan dia pergi dengan wajah kesal sambil mulutnya berceloteh.
"Apa sih kejeniusan ini, di sapa wanita cantik dia menolak dan dia juga tidak melihat ke arah ku secara langsung???" Sambil masuk ke kamar ruang 001
Apakah aku ini jelek jadi tidak di lirik olehnya" Melihat dirinya di kaca.
Sambil menyentuh wajahnya dia berkata "Aku masih cantik kok? Bagaimana dia tidak melirikku, atau Apakah dia ini?"
"Tapi tidak mungkin dia yang notabennya membunuh seperti itu, atau dia punya pacar yang ngelarang orang lain untuk melihatnya ya?"
Wanita cadar ini terus berpikir, sementara pemuda itu tidak menghiraukan nya dia membuka jubah hitamnya dan terlihat wajah yang sangat tampan, dengan rambutnya yang basah akibat keringat serta kulitnya yang sangat mulus, Dia tidak lain adalah Chen Mo.
"Ahh... Panas sekali, aku tidak betah dengan memakai jubah ini, tapi aku harus memakai nya kalau tidak akan banyak orang yang akan mengincar ku,
Ini memang baik untuk reputasi, tapi jika ranah nya melewati batas bukan hanya soal reputasi, gengsi atau melawan jenius saja melainkan banyak orang kuat yang akan turun tangan langsung"
__ADS_1
Aku berpikir sebentar sebelum melupakan nya dan duduk di kursi sambil berkata "Kembali"