
Buka mata sudah ada di vila, aku ke ruang tamu menemui Lidia dan Lindia.
"Kalian berdua panggil seluruh perwakilan ras kita, aku ingin bahas kelanjutan wilayah ini"
Dia mengangguk dan pergi dengan skill nya, menunggu sebentar satu per satu sudah sampai dan mereka duduk di sofa.
"Baiklah, mulai pembahasannya, Milya berapa banyak korban dan berapa level rata-rata pasukan kita sekarang?"
"Tuan, untuk korban kami kehilangan sekitar 100 lebih saudari, untuk rata-rata pasukan ada di sekitar level 55-80, yang paling dominan kebanyakan di level 70-75" kata Milya dengan detail.
"Untuk saudari yang meninggal, nanti aku akan bangkitkan, tapi jiwa mereka masih ada kan?"
"Tuan jiwanya sudah kami pelihara" kata Saria.
"Bagus, untuk Caroline bagaimana tentang persediaan?"
"Untuk persediaan kita masih punya banyak tuan, dan kita juga sudah siap untuk menerima gombang penduduk yang akan datang"
"Oke, bagaimana denganmu Miera?"
"Seluruh segel formasi sudah di buat dan para malaikat tinggal menunggu perintah saja, tuan"
"Oke, ada 987 token, aku berikan ke kalian rencananya kita akan membagi menjadi 25 gerbang, setelah kehancuran dunia para malaikat nanti bujuk penduduk untuk mengikuti kalian.
Kalian arak dia menuju ke dalam tengah segel untuk melakukan pencucian hati, setelahnya baru para elf dan druid yang akan memandu mereka"
"Assassin juga akan membantu kalian dalam pemantauan, dan setiap sumber daya alam yang ada di sana bisa kalian ambil dengan kartu ini" kataku dengan detail, serta memberi mereka kartu kosong.
"Juga ingat kalian tidak boleh melepas jubah atau ada sedikit badan yang terlihat, mengerti?" kataku dengan sangat serius.
Mereka memandang satu sama lain sambil tersenyum
"Baik tuan."
"Untuk tenggak waktu selesai sampai malam, karena besok kita ada pertarungan lain" kataku tersenyum.
Semua perwakilan ras keluar, tapi di dalam hati aku masih ada rasa khawatir jadi aku keluar dari duniaku biar mereka yang mengurus gerbangnya.
Sementara dari hotel aku teleport ke dalam ruang pribadi di kamar dagang matahari, karena sudah mendapat izin.
"Tolong panggil manajer mu kemari" teriak ku dalam ruangan.
Tidak selang lama pintu terbuka dengan wanita yang sebagai manajernya masuk
"Ada perlu apa tuan?" tanyanya.
"Aku ingin membeli banyak jimat yang berhubungan dengan pertahanan atau persembunyian, sekalian binatang buasnya atau binatang ternak"
Dia mengangguk dan keluar dari ruangan, menunggu sebentar dia datang kembali dengan membawa beberapa cincin.
Aku mengambilnya melihat isi barang dan aku bayar, pada saat aku mau teleport manajer itu berkata
"Tunggu sebentar dulu, tuan."
Aku menengoknya menunggu, "Apakah tuan tidak lupa soal dungeon?"
Aku terdiam mendengarnya "Aku tahu Kenapa?" kataku.
"Apakah tuan tahu waktu dungeon terbuka?" tanya manajer lagi.
Aku kebingungan dengan pertanyaan nya dan menggelengkan kepala.
Dia menghela nafas "Tuan, aku lupa memberitahumu kalau dungeon akan terbuka pukul 12 siang nanti, lebih baik tuan bersiap siap terlebih dahulu dari pada berangkatnya kesana nanti terlambat."
Aku terdiam sesaat, dan mengangguk paham sambil bertanya "Terima kasih atas pengingatnya, aku penasaran berapa banyak jenius yang akan hadir?"
"Diperkirakan ada sekitar puluhan jenius biasa tingkat A dengan beberapa jenius superior tingkat S seperti tuan" kata manajer wanita itu antusias setelah melihatku tidak marah.
"Hahh? Kenapa yang superior banyak sekali? Apakah mereka itu nasi?" tanyaku.
"Iya tuan, soalnya ini zaman keemasan maka wajar jika banyak jenius superior yang akan muncul, di tahun tahun sebelumnya biasanya yang masuk dungeon hanya beberapa jenius tingkat A atau B saja"
"Hmm. Baiklah satu pertanyaan lagi, apakah statusmu lebih tinggi dari manajer Ling atau setara dengannya?"
Wanita itu terdiam dan menjawab dengan hormat "Saya beda jauh dengan Manajer Ling, dia sebagai manajer pusat aku hanya cabang saja"
"Ohh... Apakah kau iri dengan status seperti itu?" tanyaku menggoda.
"Tentu saja aku iri, itu adalah impianku selama aku bekerja di sini." katanya dengan antusias.
"Haha... Kau bisa menjadi seperti itu jika kau mau menjadi transit dari setiap barang yang ingin ku beli,
Soalnya malas sekali jika aku harus bolak balik ke sini."
Wanita itu terkejut dengan perkataan ku, dia mencerna apa yang ku dapatkan dan bertanya lagi dengan terbata "Apakah tuan bisa mengulangnya lagi?"
"Baiklah, malas bolak balik kesini, jadi aku butuh transit pembelian yaitu anda, mengerti?" kataku secara pelan.
Dia ingin bicara lagi sebelum aku potong "Udah kau mau atau tidak? Aku tidak punya banyak waktu untuk melihat reaksi mu"
Dia tersadar dan mengangguk cepat sambil berkata "Aku mau, aku mau, aku mau"
"Haha tingkah mu sangat lucu, oke dimana kontraknya?" sambil menjulurkan tangan.
"Kontrak apa?" tanya bingung.
"Kata manajer Ling jika sudah mempunyai pelanggan tetap kau bisa mengajukan kontrak untuk keduanya." kataku perjelas.
"Ohh, kontrak sebentar aku cari dulu" sambil obrak abrik sesuatu.
Dia mencari sebentar sebelum "Apakah ini tuan?" sambil menyerahkan sebuah kertas lecek bewarna putih.
"Iya ini, untuk membuat kontrak kau jatuhkan sedikit darah dan tulis namamu di sini" kataku sambil mengarahkan.
__ADS_1
Dia hanya mengangguk angguk saja, kami berdua akhirnya menandatangi kontrak dan tiba tiba ada perubahan yang terjadi dari manajer wanita ini.
Cahaya putih keluar menutupi seluruh badannya dan yang tadinya dia menggunakan baju profesional biasa sekarang dia berubah menjadi baju seorang sekolah.
Dengan wajah sangat cantik, rambut pirang, kulit mulus, badan hampir sempurna dan aura yang bakalan menenangkan orang.
Aku kaget dengan kecantikan nya dan bertanya penasaran "Xu Mei, apakah ini kamu? Cantik sekali." Namanya ku lihat dari kertas kontrak.
Xu Mei tertunduk malu dan menjawab "Benar aku adalah Xu Mei dari sekolah teratai di provinsi SuanCheng wanita yang kau lihat tadi adalah penyamaran ku
...Xu Mei...
...(Ku dapat dari google)...
"Ohh..Tunggu, bukankah sekolah teratai merupakan sekolah terbaik? Dan Xu Mei di berita kau adalah jenius superior dari bakat tingkat S bukan?" tanyaku penasaran.
"Iya itu sekolah terbaik di provinsiku, dan untuk bakat aku memang tingkat S, ras naga 5 elemen" jawabnya dengan muka yang diangkat tinggi.
"Aku sangat kaget sekali dengan jawaban nya, tapi aneh sekali kenapa dia mau menjadi seorang manajer jika di rumahnya banyak sumber daya dan dia juga seorang jenius,
Apalagi jika aku ingat bukankah marga depannya Xu, keluarga pemegang saham terbesar dari kamar dagang matahari." Kataku dalam hati.
Wajah kebingunganku membuatnya tertawa "Haha...! Apakah kau berpikir kenapa harus menjadi manajer?"
Dari dalam jubah aku mengangguk cepat, dia berkata "Karena aku tidak mau, jika aku ambil lebih dari porsi yang telah di tetapkan oleh penatua,
Maka aku pasti akan di jadikan alat pernikahan oleh mereka, jadi aku tidak mau, aku melakukan perjanjian dengan ayahku jika aku berhasil masuk ke kantor pusat saja dia akan membiarkan ku bebas mencari pasangan
Penatua juga setuju, jadi aku mencoba nya dan bertemu dengan paha tebal seperti anda" katanya menjelaskan masalah.
"Ehh... Aku masih curiga dengan kata katanya, tapi tidak apa apa lah, nasi sudah jadi bubur" kataku dalam hati.
Melihatku terdiam dia melihatku seperti mengkonfirmasi sesuatu "kau aneh sekali kenapa harus pakai jubah?"
"Ini untuk merahasiakan identitas ku, jadi aku sembunyikan" kataku.
"Kan kita sudah membuat kontrak dan nanti kedepannya kau juga akan di kenal ngapain harus pakai jubah?" katanya bertanya.
"Benar sih katanya, buka saja kali yaa, dia kan juga sudah membuat kontrak denganku ini" kataku dalam hati.
Saat aku ingin membuka jubah, ada celetuk omongan dari Xu Mei "Apakah kau jelek jadi kau tutupi dirimu?"
Mendengarnya aku sangat marah dan membuka jubah dengan sangat cepat terlihat wajah yang sangat tampan, rambutnya yang basah akibat keringat serta badan yang sangat bagus, tambah juga aura ganas yang membuatku makin lebih gentle.
Xu Mei setelah melihatku dia sangat kaget dan wajahnya hampir seluruhnya memerah, tangannya menutupi muka nya dengan celah terbuka sedikit.
"Apakah mukaku melebihi ekspetasi mu yang membuat mukamu menjadi memerah?" tanyaku menengok ke arahnya.
Dia tambah merah dan mukanya ditutupi oleh tangannya sampai dia berbalik.
"Hahaha... Makanya Jangan menghina orang, jadi malu sendiri kan kamu."
Aku kaget dengan suara imutnya, tapi aku jawab dengan wajah bangga juga.
"Ohh aku lupa memperkenalkan diri, namaku Chen Mo bakat tingkat SS, ras malaikat, aku jenius superior dari sekolah Guancheng di provinsi Guandong"
Xu Mei mendengarnya sangat kaget dan menatap wajahku dengan mata berbintang.
"Oke kita hindari pembahasan ini, apakah kau akan ikut masuk ke dungeon juga?" kataku mengalihkan pembicaraan.
Dia mengangguk, aku bertanya lagi "Apakah kau mau jika kita membentuk tim bersama? Soalnya hanya kamu yang kukenal di kota ini."
Dia menatapku dengan wajah imutnya dan mengangguk cepat.
"Aduh... Imut sekali dirimu, nanti aku tunggu kamu di gerbang selatan dengan jubah seperti ini, jangan lupa ya, dan selamat tinggal" Kataku menghilang sesudah menyentil jidat Xu Mei.
Dia menyentuh jidatnya yang di sentil dan berkata dengan pikiran yang melayang dan senyum konyol di wajah nya
"Ayah, sepertinya aku sudah bertemu dengan jodohku deh, hehehe" dia berfantasi sebentar sebelum keluar ruangan sambil merubah penampilan seperti manajer wanita lagi.
Aku yang sudah di kamar hotel berkata "Sudah pasti dia sedang memikirkan tentang tingkah laku tadi, tampan memang poin plus Hahaha.... tapi benar kan?" senyum memuaskan dan menutup mata.
Bangun, langsung teleport ke atas benteng selatan, setelahnya aku terbang sedikit lebih tinggi dan melihat ke bawah.
Sebuah Formasi yang sangat besar berbentuk lingkaran sempurna, berjejer rapih banyak sekali tenda perang mengelilingi lingkarannya yang membuat ku sangat kagum.
Dari langit aku melihat tenda yang sangat besar dan mencolok, aku turun di sana dan sudah di sambut oleh 2 penjaga sayap 6 dan beberapa aku lihat Assassin yang bersembunyi.
Masuk ke dalam kulihat banyak sekali meja dengan kertas yang bertumpuk serta orang sibuk sibuk seperti mengerjakan sesuatu.
Aku langsung teleport ke paling ujung tendanya dan melihat Milya dan beberapa perwakilan ras sedang berdiskusi, aku asik mendengar mereka sampai
"Tuan, kenapa anda kesini tidak bilang?"
Sontak semuanya nengok ke arahku dan mengucapkan "Salam tuan"
Aku mengangguk dan pergi ke atas "Jadi tugas kalian seperti ini? pantas saja misalnya ada beberapa perintah secara bersamaan muka kalian seperti mengeluh, ternyata karena ini"
kataku tersenyum
"Aku memang apresiasi dengan kalian, tapi ada satu berita penting untuk kalian"
"Apa itu tuan?" "Apakah hari libur?" "Apa tidak ada jam lembur?" Mereka terus mengoceh, jadi aku hanya berkata "Untuk penduduk kita undur saja rencananya, soalnya kita sekarang akan pergi ke dungeon, jadi waktunya siap
siap"
Mereka bukannya senang malah mengeluh, "Tuan kenapa harus lembur lagi?" "Iya tuan gak adil"
"Loh jangan bilang gak adil kan kalian sendiri yang teledor, udah siap-siap kita akan berangkat jam 12 jangan ada yang ngeluh, mengerti?"
Mereka paham dan lanjut kerja sementara aku sebagai boss, teleport ke vila dan tertidur.
__ADS_1
Jam 10.00
Aku bangun sudah ada di hotel, aku keluar dari kamar dan melihat wanita bercadar menunggu sesuatu, sebelum
"Akhirnya kamu mau keluar, sudah aku tunggu di sini lama" katanya dengan dingin.
"Untuk apa menunggu ku?" bingung.
"Aku ingin membentuk tim denganmu, karena sikap dan perbuatanmu berbeda dengan yang lainnya"
"Maaf aku tolak, aku sudah ada janji dengan orang lain" sambil berjalan.
Dia tiba-tiba ada di depan menghalangi ku "Kenapa kau tidak mau? Apa kau tidak tertarik dengan kecantikan ku? atau kau ini adalah..."
"Nona tolong mulutmu di jaga, aku ini pria normal, aku menolakmu karena dari matamu ada niat lain, jadi terpaksa aku tolak
Juga kau belum memperkenalkan diri" kataku dengan jelas.
"Baiklah perkenalkan namaku Murong Xue dari sekte Es, aku ingin membentuk tim denganmu untuk menghindar dari pengganggu ku selama ini." katanya
"Tapi aku menolak, aku percaya pepatah wanita adalah masalah, jadi maaf" aku berjalan pergi menghindarinya sementara dia hanya bisa bengong melihatku pergi.
Aku keluar hotel terbang ke gerbang selatan sampai di sana aku menunggu dan ada beberapa menit datang orang berjubah menghampiriku dan dia berbisik.
"Ini aku, Chen" kata Xu Mie.
"Baiklah waktunya berangkat"
Saat mau berangkat dari kejauhan banyak sekali orang yang melihat ke langit terutama kami berdua, seorang wanita bercadar dan aura dingin di sekelilingnya yang banyak di perhatikan oleh orang lain.
Dia terbang ke arah kami dan berhenti di depan kami, dengan wajah sombong dia berkata "Jika kau tidak mau, aku akan selalu mengikuti kemanapun kamu berada Humm...!"
Aku memandang minta maaf ke arah Xu mie dan memelototi wanita bercadar ini, karena makin banyak orang yang berdatangan jadi aku pegang keduanya dan melakukan teleport kembali ke hotel.
Sementara banyak orang kebingungan dan hanya bisa pasrah saja melihat keindahan menghilang, ada juga orang yang tertarik dan menyebarkan kalau ada jenius lain di kota Jaya Wijaya ini.
Sampai di hotel tempatku tinggal, aku lepas mereka berdua dan membukanya jubahku sambil berteriak "Dasar wanita gila, kau menganggu perjalanan kami dan kau juga sudah membeberkan Informasi kami"
Xu mie membantu menenangkan sementara Murong xue hanya tertunduk dengan wajah sedih.
Setelah tenang aku bertanya dengan dingin "Kau sudah mengekspos kami, jadi kami tidak bisa menggunakan jubah lagi, jadi apakah kau ada rencana?"
Hening kami semua, sebelum Xu berbicara lagi "Bagaimana kalau kita gunakan penyamaran saja, gimana?"
Murong Xue hanya mengangguk cepat, "Aku juga setuju, tapi menggunakan apa kita?" tanyaku.
"Tenang aku ada skill penyamaran ungu, jadi yang bisa melihat kita hanya mereka yang sudah ada di level 150 ke atas, atau juga menggunakan skill pembokaran ungu"
"Ya sudah kita coba saja cara ini"
Xu mie membuat suatu segel di bawah kaki kami dan setelah pembacaan, segel di bawah kaki bersinar dan tubuh kami tiba tiba berubah menjadi orang asing.
Aku melihat di kaca penampilanku yang sama seperti penguasa lain tidak jelek atau tidak tampan, tapi di tengah, sama juga dengan keduanya, puas aku pegang tangan keduanya dan teleport ke tempat lebih jauh dari kota.
"Kita sudah jauh nih, Xu silahkan pimpin, dan kamu Murong jangan berbuat macam-macam lagi, oke?" Dia hanya mengangguk dan aku terbang mengikuti yang di arahkan oleh Xu.
Kami melakukan perjalanan 1 jam setengah kami terbang non stop dan jarak yang di tempuh udah puluhan km, karena di era ini jarak, tahun, maupun tahun Cahaya itu bisa di lewati hanya beberapa jam saja atau mungkin hanya 1 atau 2 hari bagi penguasa kuat.
Dalam perjalanan kami juga sedikit berbincang dan Murong Xue sangat kaget tadi di hotel melihat muka kau yang la hi marah, kami terus berbincang sampai kami melihat di kejauhan.
Ada logo papan ucapan salam, hanya rumah yang di dominasi oleh kayu, batu atau pasir tidak ada tembok maupun gedung tinggi yang ada.
Perlahan berhenti terbang, dan mengantri, disaat giliran kami para penjaga yang membawa sebuah buku suci mendatangi kami dan berkata kepada kami
"Salam semoga kita di berikan keselamatan, kalian di sini pasti baru bukan?" katanya dengan lembut.
"Benar tuan kami masih baru disini" kataku.
Dia mengambil sebuah benda dan memberikannya ke kami, katanya "Itu adalah peta kami, maaf jika tempat ini tidak sesuai ekspetasi mu tapi semoga kalian nyaman" katanya dengan menunduk sedikit.
Kami membalas dengan membungkuk sedikit dan berjalan masuk, dalam perjalanan kami melihat sekeliling tempat yang sangat bersih, tidak ada sampah, jalanan walau semua pasir tapi halus, hening hanya suara kaki atau suara sepatu yang terdengar.
Tenang dan damai, kami berjalan sampai di restoran masuk dan melihat tempat yang kebanyakan karpet, tidak ada sofa maupun tempat untuk duduk yang ada hanya meja kecil saja.
Aku ke resepsionis dan memilih sebuah tempat hanya untuk singgah.
Masuk aku lantas bertanya kedua wanita ini "Jadi ini wilayah sekte agama? aku lihat mereka tenang dan damai sekali disini"
"Jangan kaget Chen kau akan terbiasa, mereka ini sebutannya untuk seluruh umat manusia adalah penyelamat karena hampir semua perdamaian kita seksrang ini adalah upaya dari sekte ini yang perjuangkan."
"Kau tahu Chen siapa yang pertama kali menjadi dewa tertinggi dari umat manusia?" lanjut Murong Xue.
"Memangnya siapa?" tanyaku penasaran.
"Kami tidak tahu siapa namanya, tapi dia di panggil oleh seluruh penguasa sebagai utusan, dialah yang pertama kali menjadi dewa tertinggi dan dia juga yang sangat peduli dengan perdamaian dari setiap ras.
Sampai perbuatan baiknya banyak sekali di ikuti dan sekarang berubah menjadi sekte keagamaan." kata Murong Xue.
Aku mengangguk paham, dan Xu mie bicara "Jadi yah kalau ada perang antar ras pasti mereka ada, dan juga kehidupan mereka sederhana tidak berlebihan jadi banyak juga ras yang respect dan tidak menganggap ini ancaman, jadi di diamkan saja."
"Ohh... Baiklah untuk sejarah sekte keagamaan lebih baik nanti saja" sambil memegang kedua "Ayo pergi ke dungeon"
Aku teleport di salah satu tempat, tiba di tempat yang banyak penguasa, kami masuk barisan dan berbaur dengan penguasa lain yang sudah banyak sekali ngumpul, tapi aku mendengar kalau belum ada jenius biasa atau jenius superior yang datang.
Kami menunggu dungeon terbuka sekalian penuh harap menunggu jenius superior tiba.
"Mereka yang sepantaran denganku ck.ck.ck sangat menarik " kataku dalam hati.
...Murong Xue...
...(Karakter dari Wu Dong Qian Kun)...
__ADS_1
...Dapat dari google...