
Melihat apa yang Caroline dapatkan membuatnya sangat terkejut dan tidak percaya.
"Kau.... bagaimana bisa kau dapatkan sebanyak itu??" dengan tidak percaya,
"Tidak tahu, aku hanya membukanya dan dapatkan hadiah seperti itu" katanya dengan polos.
Chen mo sangat tidak percaya, karena rasa penasaran akhirnya membuka panel Informasi Caroline, dan melanggar pantangan yang sudah dia buat sendiri.
( Caroline )
level 10
Skill : Tata bangunan, tangan keberuntungan, belajar yang kuat, ingatan super
Pendahulu: karena sering dilindungi oleh adiknya, dia terasa minder dan tidak percaya diri, karena tidak mau menghabiskan waktu untuk di belakang adiknya sendiri, diapun belajar dengan sangat keras dan mencapai banyak prestasi lewat kerja kerasnya.
"Jadi skillnya seperti ini, aku juga baru tahu ternyata dia punya masa lalu yang agak kelam menurutku, karena hal inilah aku tidak mau membuka panel seseorang dengan sembarang" kataku menghela nafas.
"Tuan apa kau sudah memeriksa isi panel ku, mau tahu gimana isi panelnya?" kata caroline dengan wajah penasaran,
"Bukankah kau akan tersinggung jika aku lihat statusmu secara sengaja" dia penasaran tanya balik.
"Tidak Tuan, malahan sangat senang, banyak saudari lain mengeluh kalau tuan tidak berani buka panel mereka, katanya tuan tidak mempercayai atau yang lebih parah tuan seperti robot karena terlalu tergantung dengan rumor atau buku, dan mereka merasa tuan tidak ada rasa jiwa kepemimpinannya." kata Caroline dengan detail.
Mendengarnya Chen mo langsung berhenti berpikir selama beberapa menit, katanya dalam hati "Kesalahannya banyak sekali, tapi memang benar itu yang selalu menjadi pertanyaan dalam diriku apakah sudah benar dalam memimpin seperti itu"
Hening di antara mereka berdua, karena Chen mo harus mencerna apa yang dikatakan oleh Caroline, sampai dia bertanya kembali, "Jadi kalian semua menilai ku itu seperti apa?" tanyanya.
"Kami saudari sepakat kalau tuan ini seperti robot, karena setiap rencana atau hal yang tuan lakukan itu seperti seorang sistematis yang harus menuruti batasan perintah" katanya dengan nada berpikir.
"Jadi mereka menganggap ku seperti itu karena gaya kepemimpinan ku selalu terpaku dengan buku pelajaran sama rumor internet yang membuatku hanya sebatas itu?" katanya dalam hati.
Chen mo tertunduk mengingat ulang "Memang benar selama ini aku selalu terpaku dengan buku pelajaran sama dengan kepemimpinan ku yang terlalu kaku, dan banyak kesalahan lainnya, karena aku tidak terlalu percaya mereka
Dalam pikiranku kalau mereka yang di panggil ini adalah sebuah hologram atau robot yang di produksi, tapi beberapa hari kemudian baru tersadar kalau mereka adalah mahkluk hidup aku masih percaya kalau mereka hologram,"
Sampai penjelasan Caroline yang akhirnya membuatku mengerti .....Kalau mereka dan aku ini siapa Sebenarnya....,
Tiba-tiba di dalam hatiku seperti ada belenggu yang terlepas, rasa nyaman mengalir ke seluruh tubuhku, dan kekhawatiran dan waspada di dalam diriku selama ini akhirnya perlahan mulai menghilang.
Caroline yang melihat adanya perubahan dalam diriku tersenyum dan bertanya, "Apa tuan mendapatkan sesuatu?"
__ADS_1
"Ada belenggu yang terbebas dalam diriku, dan juga makasih Caroline karena kua telah menyadarkan ku" sambil memeluknya,
"Tidak apa-apa tuan ini keinginan banyak saudari lain agar tuan tidak menjadi orang kaku, dan sistematis" balas Caroline memeluknya.
Chen mo tersenyum melepaskannya "Baiklah ku izinkan, pertama kamu ku angkat menjadi sekretaris di bagian gudang, tugasmu membuka seluruh kotak hadiah, aku juga memberikanmu ini skill warna biru [ Tangan Seribu ] agar kau membukanya menjadi lebih mudah serta tugasmu bersamaku nanti untuk menata bangunan, apakah semua yang ku jelaskan tadi kau mengerti?" sambil menjelaskan dan menyerahkan skillnya.
"Mengerti tuan" kata caroline dengan nada semangat, Chen mo mengangguk dia juga memberikan izin untuk token sistem pengaturan wilayah, sama dengan izin gudang ( hanya untuk mengatur wilayah tidak bisa mengatur menara, gudang hanya untuk membuka kotak saja)
Setelah di jelaskan dan berikan izin kepadanya, lantas Chen mo mencium bibirnya sebelum teleport kembali ke atas benteng
Dilihat para monster sudah menyerang benteng Chen mo menghampiri Milla menanyakan apakah ada korban jiwa, atau ada hal aneh yang terjadi, katanya tidak ada korban jiwa hanya beberapa saja yang terluka, dan tidak ada hal aneh yang terjadi selama ini.
"Bagus kalau kalau begitu" sambil membuka sarung pedangnya, karena penasaran Milla bertanya "Apakah tuan akan maju sekarang?"
"Iya, sebagai seorang Penguasa aku malu hanya melihat kalian bertempur jadi kali ini aku mau turun tangan langsung, dan ini peta wilayah biar kalau ada variabel dari para monster tinggal diarahkan saja, tapi ingat jangan melebihi batas mengerti?" dengan nada perintah
"Mengerti tuan" jawab milla dengan keras, Chen mo hanya tersenyum dan menghilang, Milla terkejut sebelum bisa bereaksi dia mendengar ledakan sangat keras di sebelah benteng kiri, Milla melihat ratusan zerg terbakar hangus, beku menjadi patung, gosong tersambar petir, terbelah dua oleh angin, hancur lebur oleh tanah, dan ledakan dari sinar laser seluas 15m.
Dari benteng kiri menyerang bergerak perlahan ke arah tengah benteng, skill elemen satu per satu di keluarkan sampai semua gelombang monster ditahan olehnya sendiri.
"Jadi ini kekuatan asli tuan, kenapa dulunya tidak ikut berperang?" tanya kepada Bella yang ada di sampingnya,
"Tapi kau lihat, sepertinya ada yang berbeda saat berbicara dengannya tadi dan pertempuran ini, seperti?"
"Seperti orang yang melampiaskan amarah" sahut Aneska dari belakang, mereka bertiga memandang sebelum mereka menunjukkan senyum di wajah.
"Sepertinya tuan sudah berubah" kata ketiganya kompak, melihat omongan yang sama mereka tertawa, dan kembali fokus melihat medan perang, Milla membiarkan semua pasukan untuk mundur dan membiarkan tuan bertarung dengan bebas.
Chen mo terus bertarung melampiaskan amarahnya, dia tidak memperdulikan mana karena udara di sini sangat segar hanya dengan menghirup mana bakal otomatis terkumpul, ledakan demi ledakan terjadi sampai hatinya merasa sudah enakan dia berhenti menyerang, melihat monster zerg yang tersisa dan tempat yang sudah hancur tidak terbentuk, mengangguk puas dia teleport ke atas benteng menyerahkan semuanya kembali ke pasukan.
Sampai di atas Chen mo terkejut karena hampir semua pasukan melihat ke arahnya, bingung dia lantas bertanya "Kenapa kalian melihatku?" hening tidak ada yang menjawab sampai salah satu assassin maju ke arahku mulai mencubit-cubit mukaku, datang lagi beberapa melakukan hal yang sama tapi bagian lain.
Bingung apa yang mereka lakukan dia bertanya lagi "Ada apa dengan kalian ini?" mereka hiraukan dan terus mencubit-cubit sampai dari mereka berkata senang "Tuan tidak diambil"
Perkataannya membuatku tambah bingung, tapi tiba-tiba sorakan keras terdengar, mereka mulai memeluk, mengelilingi atau berputar di atas kepalaku.
Selang 30 menit mereka mulai melepas, mundur perlahan menyisakan ruang untukku, Chen mengatur nafas karena terlalu lama dipeluk walau ada enaknya juga, selesai dia bertanya yang ketiga kalinya "Sebenarnya apa yang terjadi?" semua tidak menjawab sampai Miera datang dan berkata dengan senyuman.
"Mereka aneh melihat tuan bertarung, apalagi serangan-serangan tuan mereka seperti melihat orang yang berbeda, ada beberapa pasukan merasakan nafas tuan yang berbeda, makanya saat naik benteng tuan dilihat oleh mereka semua dan dicubit setiap bagian tubuh, mereka penasaran apa ini benar tuan asli mereka atau hanya jiwa lain"
Chen mo terkejut mendengar perkataan Miera, memandang mereka yang tersenyum ke arahku, dengan wajah kesal berkata "Mana mungkin Tuan mu ini di ambil, apalagi kalian yang memegang tubuhku secara sembarang"
__ADS_1
Melihat tuannya kesal mereka semua menenangkan dengan kata-kata lembut atau pujian, Chen mo tahu sebenarnya ini hanya sebuah candaan saja mereka pasti juga mengetahuinya
Mereka terus bicara menenangkan ku, sementara Chen mo terdiam dengan wajah kesal, dia ingin berkata tapi terhenti saat rencana brilian muncul di otaknya,
"Kamu mau aku tidak kesal lagi, ada syaratnya" mereka semua bersemangat dan mulai bertanya apa, dengan senyum kemenangan Chen mo berkata "Setiap malam, 10 orang akan selalu ada di kamarku sesuai orang yang mencubit ku tadi, nanti Monica dan Bella yang akan mengatur setiap 10 orang dari kalian"
Mendengarnya semua pasukan nunduk malu, wajah mereka memerah apalagi Monica dan Bella yang mengaturnya, sementara Chen mo sangat puas dia menghayal setiap 1 hari akan ada 10 wanita berbeda yang menemaninya tidur.
Saat asik menghayal, tiba-tiba terdengar ledakan dan getaran yang terjadi di atas benteng, semuanya kembali tersadar dan melihat ke bawah sisa zerg yang mulai menabrakkan kepalanya ke tembok, khayalan Chen mo juga berhenti karena getaran yang terjadi.
Dengan marah berkata "Bunuh mereka semua"
Malaikat mulai terjun ke bawah menebas sisa monster menjadi dua, setelahnya Chen mo memerintah assassin untuk mengambil kotaknya dan taruh di gudang, pasukan lain mulai bubar dan hanya tersisa beberapa komandan saja.
"Monica, Bella tugas ini ku percayakan kepada kalian" mengangguk dan terbang menjauh, sisanya mulai membahas para monster dan lainnya, semua pembahasan selesai sampai Miera bertanya
"Tuan, ada yang aneh tidak saat pasukan mulai berperang?"
Mengangkat dagu berkata "Benar, ada yang aneh mereka seperti tidak adanya semangat, itu kenapa apa kau tahu?" semuanya notice melihat ke arah Miera.
Dia berkata "Tuan dalam catatan arsip kami di katakan saat perang pertama kondisi jiwa pasukan akan dalam keadaan semangatnya, tapi saat perang kedua dan seterusnya kondisi jiwa pasukan akan berkurang karena shock saat di medan perang, untuk mempertahankan semangat pasukan harus ada orang spiritualis yang memberikan semangat atau mengarahkan di belakang mereka, sebutan untuk mereka adalah Pahlawan"
"Pahlawan? Tenang saja aku sudah ada altarnya, apa ada yang ingin bertanya lagi?" mereka semua menggeleng kepala,
"Kalau begitu pertemuan ini selesai, kalian silahkan bubar" semuanya perlahan mulai bubar, Chen mo teleport ke gudang menghampiri penjaga Caroline, "Sudah berapa banyak batu roh yang tersedia?"
"Tuan kata nona caroline dia sudah mengumpulkan lebih dari 58.000, karena skill yang tuan kasih jadi bisa mempercepat membukanya, dan juga saya berterimakasih karena tuan sudah mempercayakan nona dengan tugas seberat itu" kata penjaganya Sliv.
"Sama-sama Caroline juga membantuku dalam membuka hadiah, ini kasih cincin penyimpanan semua uang yang di dapat masukkan disini, nanti datang ke altar pahlawan" katanya sambil menjulurkan cincin penyimpanan.
(Cincin penyimpanan masuk ke dalam kategori senjata luasnya untuk putih sekitar 1.000m, hijau 10.000m, biru 15.000m - 50.000m, warna ungu 100.000m....)
Selesai memberikan Chen mo teleport ke altar, melihat 4 tiang di sisinya bercorak naga dan tengahnya lingkaran dengan pola rumit seperti halnya portal.
Membuka panel altar, kulihat untuk membukanya masih 5.000 batu roh, kalau lebih dari ini Chen mo hanya bisa merelakannya saja karena belum tentu sekali kesempatan langsung dapat pahlawan.
Selang beberapa menit datang penjaga Caroline, dia memberi Chen mo cincinnya, lihat di dalamnya ternyata ada sekitar 70.000 batu roh lebih.
Setelah cek, langsung di masukkan batu roh pertama ke altar pahlawan, 4 tiang itu mengeluarkan sinar cahaya mengarah ke tengah dan terbuka seperti portal di tengahnya.
Melihat sinar cahaya itu mataku berharap kalau langsung mendapatkan pahlawan.
__ADS_1