
Aku menatapnya dengan lucu sementara dia sangat kaget, karena sudah ketahuan
Dia yang tubuhnya tadi malaikat warna emas tiba-tiba berubah menjadi malaikat bewarna merah dengan banyak cacat dan luka di tubuhnya,
Dia memiliki mata yang merah, dua tanduk seperti iblis dan giginya yang tajam, dia mewujudkan aslinya sambil berkata
"Kenapa kau bisa tahu" dengan suara cempreng dan melengking.
Banyak malaikat lain yang melihatnya sangat jijik dan aku juga jijik dengan bentuk tubuhnya, tapi karena penasaran aku buka panelnya
"Malaikat Jatuh Bersayap 6"
Level 1
Skill : Darah hitam, Bisikan iblis, pedang hitam, kutukan, dll
Pendahuluan : Termakan godaan dari salah seorang iblis untuk menjadi lebih kuat lagi.
"Apakah ini yang namanya malaikat jatuh? Jelek sekali ku kira dia hanya berganti warna sayap dan bajunya saja hehe" kataku lelucon.
Dia yang mendengar ejekanku makin marah dan dengan suara melengking dia berkata
"Kenapa kau tahu?"
"Yah jika di ceritakan itu panjang, tapi aku bisa memberimu cerita dan untuk 9 teman yang lainnya tidak usah kau panggil dia sudah mati di dalam gerbang itu" kataku dengan senyum lucu.
Salia kaget dan berkata "Kau... Jadi selama ini kau sudah rencanakan?"
"Benar dari awal kau masuk ke portal duniaku kau sudah kupantau, tapi karena itu hanya curiga jadi aku biarkan saja, sampai
Aku keluar dari portal dan bangun dari 4 jam ku tertidur, aku sudah tahu kalau itu adalah kau, pengkhianat." kataku menjelaskan.
"Yah banyak kejadian janggal yang telah aku pantau kau dari jauh, puncaknya saat kau khawatir tadi, jadi aku sudah fix kalau kau ini adalah Iblis,
Karena sang ratu Angel sudah bersumpah bahwa setiap malaikat akan selalu mematuhiku tanpa ada rasa beban di hatinya" kataku berjalan jalan mengitarinya.
Dia melihatku dengan seringai di wajahnya, aku tersenyum dan mengeluarkan pedangku dari sarungnya
"Kenapa kau tidak bertarung denganku untuk menguji siapa yang paling kuat, Salia?"
Dia tertawa melihatku mengeluarkan pedang sambil berkata "Kau hanya cecunguk di dunia yang luas ini, kau tidak pantas"
"Siapa cecunguknya jika sudah menang atau kalah" balasku.
Dia hanya tertawa melengking dan terbang ke arahku dengan sangat cepat, sementara aku berlari memegang pedang dengan kuat, melihatnya semakin dekat aku menggunakan skill [ Pernapasan api : Tebasan api ]
Siluet api menerjang ke arah Salia, tapi dia menahannya dengan pedangnya warna hitam.
"Kh.kh. Jurus baru lagi tuan" katanya terkekeh.
Aku berhenti dengan pedang kulebarkan "Ini inovasi, daripada kau gerakannya yang selalu sama" ku ejek balik.
Dia tambah marah dan menyerang ku secara dekat, [ Darah hitam : seribu panah ], dari kekosongan keluar ribuan panah dan menyerang ke arahku, sementara aku hanya menangkisnya dengan skil percepat.
Aku hanya bisa menangkis beberapa panah saja, paling banyak aku menghindar dengan "Ki", karena jengkel aku menebas dengan [ Pernapasan api : gelombang tebasan api ]
__ADS_1
Gelombang tebasan yang membubar semua anak panah, sekaligus menyerang langsung ke Salia.
Dia menghindar sangat jauh sementara aku meledeknya dengan cibiran.
Dia yang menjauh mengerutkan kening sambil menghela nafas "Sepertinya aku harus serius"
Mata yang tadinya penuh kecerobohan sekarang berubah dengan auranya berubah juga.
Melihatnya serius, aku berkata dalam hati "Sepertinya pemanasannya sudah selesai, hehe apakah waktunya serius dimulai? Ckck menarik"
Salia dengan pedang hitamnya terbang sangat cepat menuju arahku dan aku hanya tersenyum "Teleport"
Aku menghilang dan muncul di atas kepalanya dengan tebasan[ Pernapasan Api : Harimau api ], berbentuk harimau api mengarah langsung ke bawah sementara Salia hanya melihat ke atas dan menggunakan [ Darah hitam : Satu tebasan ]
Siluet yang satu harimau dan satu lagi garis panjang pedang bertabrakan yang membuat udara menjadi sangat panas dan tanah di bawahnya retak.
Aku Teleport ke belakangnya dengan tebasan api, dia refleks menangkis lagi dengan skill darah pelindung,
Serangan skill dari kami berdua terus berlanjut sampai hari menjelang siang, dengan tanahnya yang retak dan debu yang bertebaran dimana-mana
Sementara pasukan yang lain hanya menonton dari kejauhan dengan membawa popocorn di tangan mereka.
Serangan terus di lanjuti sampai hari menjelang sore, keduanya terlihat sangat lelah dan Salia berkata
"Aku saja dengan level 1 sudah setara dengan dirimu, bagaimana kalau levelku setara hehe" katanya mengejek.
Aku hanya tersenyum mendengarnya membalas "Realita saja, Salia"
Kami berdua hening sejenak sebelum keduanya melompat secara bersama dan menggunakan jurus terkuat masing-masing
Sementara Salia dia menggunakan skill [ Darah hitam : Tebasan dunia ] siluet pedang dengan panjang hanya 3 cm tetapi udara di sekitarnya seperti terbelah dua macam kertas.
Serangan dahsyat kami berdua bertabrakan sampai udara atau kekosongan di sekitarnya retak karena skill kami berdua,
Serangan terus berlanjut dengan kami berdua menyalurkan mana secara besar-besaran, kami melakukannya sampai sudah tidak kuat lagi dan kami terpental dengan sangat jauh.
Aku jatuh dengan satu lutut di tanah dengan pedangku sebagai penopang nya dan badanku yang penuh dengan bekas sayatan pedang serta mulutku yang penuh darah.
Untuk Salia dia sudah terkapar di tanah dengan banyak luka bakar, atau luka sayatan pedang di sekujur tubuhnya.
Aku berusaha berdiri dengan bantuan pedangku, dengan paksaan akhirnya berhasil berdiri dan berjalan perlahan ke arahnya.
Sampai disana aku melihatnya tergeletak dengan tangisan di wajah iblis nya "Tuan, tolong bunuhlah aku, Aku tidak ingin menjadi seperti ini lagi, aku sudah cape"
"Memang aku sangat ingin sekali membunuhmu, tapi sayang aku harus membiarkanmu hidup untuk memancing saudari sepertimu untuk masuk ke perangkapku" kataku dengan wajah lelah.
"Kenapa? Mereka hanya ingin mematahkan garis keturunan mereka untuk menjadi lebih kuat dan membantu klan, tapi kenapa mereka harus dibunuh" bertanya dengan suara dan tangisan kuat.
Pasukan yang melihat pertandingan nya selesai hanya bisa menunggu, sementara Milya dan beberapa malaikat bersayap 6 menghampiri ku dan Salia.
Salah seorang daei malaikat berkata demgan lembut "Memang kau ingin melindungi klan, tetapi bukan dengan cara seperti Ini"
"Iya perkataannya benar kau tidak harus menggunakan cara ekstrem seperti ini"
"Tapi bagaimana aku tidak menggunakan cara ekstrim jika saudari ku mati atau dilakukan hal aneh oleh ras lain" bantah Salia.
__ADS_1
Malaikat bersayap 6 terus berdebat dan mencueki tuan nya yang sedang terluka, aku ingin berbicara tapi karena lukaku semakin lebar jadi aku diam saja,
Sampai ada seorang malaikat bersayap 6 bernama Ameli membantuku dengan skill penyembuhnya.
Dari skillnya aku merasakan rasa yang sangat hangat dan nyaman melebihi dari skill penyembuh milik Miera atau malaikat sayap lainnya.
Kulitku yang terluka perlahan sembuh dengan cepat dan mana yang tersisa sedikit perlahan-lahan terisi kembali dengan skillnya.
Aku bertanya penasaran kepadanya "Apakah setiap malaikat mempunyai skill yang sama?"
Ameli menjawab "Iya tuan skill kami semuanya sama, tapi serangan, kerusakan atau damage akan berbeda sesuai dengan sayap penggunaanya."
"Ohh pantas saja kalian selalu jadi incaran, karena musuh kalian sudah sangat paham dengan skill kalian, jadi selama pertarungan kalian selalu kalah?" Jelasku.
"Benar tuan, soalnya selama kami di jajah, kami belum mendapatkan penguasa baru yang seperti tuan, jadi kami selalu kalah dan kalah, skill ini juga turunan dari penguasa kami sebelumnya" kata Ameli.
Aku mendengarnya terkejut, dan lantas bertanya "Jika aku merubah skill kalian, apakah skill itu juga berubah?"
"Benar tuan, tapi hanya mereka pengguna elemen cahaya saja yang bisa merubahnya"
Aku sangat semangat dengan beritanya, "jadi selama aku bisa merubah atau membuat skill menjadi lebih kuat, para malaikat akan tumbuh menjadi lebih kuat dengan skill barunya" dalam hati.
"Apakah dengan latihan atau sama seperti penguasa jika kalian merubah skill"
"Untuk itu tuan harus bertanya langsung ke ratu atau para penatua, karena kami hanya diberitahu sebatas ini." katanya.
Aku agak sedikit kecewa, tapi aku tetap semangat karena untuk masalah yang di hadapi oleh malaikat, bisa malaikat sendiri yang menyelesaikannya.
"Terima kasih Ameli, kau sudah membuka pemahaman baru untukku"
"Sama-sama tuan, tapi sepertinya mereka masih berdebat" Ameli nunjuk ke arah malaikat sayap 6.
Aku menengok dan hanya menghela nafas panjang sebelum berkata keras
"Kalian semua berhenti"
Mendengar tuannya bersuara keras, mereka semua terdiam termasuk para penonton yang sedang ngobrol.
"Untuk masalah kalian sebenarnya bagi kami para penguasa itu gampang saja, asalkan ada batu roh atau void, semua masalah kalian nanti akan selesai,
Dan untuk Salia aku bisa menyembuhkan nya" kataku dengan enteng.
Mendengarnya banyak malaikat ysng kaget apalagi Salia sendiri.
"Apakah perkataan tuan benar?" tanya Salia bingung.
"Haha... Untuk penguasa sepertiku tidak ada hal yang mustahil asalkan kalian punya uang, kutukan sejahat apapun akan bisa di sembuhkan, walau harganya itu bisa tidak masuk akal" kataku serius.
"Jadi apakah tuan bisa membantuku?"
"Iya aku bisa memurnikan mu di kolam malaikat tapi itu hanya untuk luarnya saja, tidak untuk yang di dalam" kataku.
"Maksudnya yang di dalam tuan?" tanya Milya.
"Iya untuk yang di luar disebut tubuh dan untuk yang di dalam disebut hati, jika aku sembuhkan dia menjadi baik, tapi dalam hatinya berbeda itu bisa jadi bom untuk kita semua" Jawabku dengan serius.
__ADS_1
"Jadi aku tanya kau Salia, kau masih mau bersama kami atau kau mau mati?" tanyaku tersenyum.