Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Pahlawan Pertama Dan Monster Aneh


__ADS_3

Hari ke 41 pukul 17.00


"Ding dapatkan 1 set pakaian"


Melihat di tengah portal muncul 1 set pakaian pria, Chen mo terperangah "WTF.. dapat sampah apa ini?? apa aku belum mandi jadi dapatnya ini?? Ah tapi itu juga tidak berpengaruh, atau karena keberuntunganku??" berkata dengan emosi yang campur aduk.


Chen mo tidak menyerah dia membeli 3 lagi, dan dari ketiganya dia mendapat sarung tangan, celana, dan sepatu yang membuatnya ingin menghancurkan altar ini


"****... aku sudah menghabiskan 20.000 batu roh, dan hanya mendapat sampah ini??" mengangkat salah satu barang.


Menenangkan diri sebelum dia berkat kembali "Aku harus mencobanya lagi, akan fatal nanti jika tidak ada penyemangat dan pengarah pasukan"


Chen mo mencoba sekali lagi, 4 altar yang sebelumnya hanya mengeluarkan sinar cahaya, kini dari 4 tiang tersebut memancar cahaya ke langit dengan di iringi lagu suci.


Dengan penuh harap Chen mo melihat apa yang di dapatnya, dari dalam portal keluar seorang wanita dengan 4 sayap dan baju perang yang bewarna hanya serta aura kesuciannya membuat hati merasa sangat nyaman, karena penasaran ku buka panel Informasinya


( Jendral Malaikat bersayap 4 )


Warna ungu


Nama : Angelia


Level : 20


Loyalitas : 90


-Skill : Mengangkat semangat 30%, serangan meningkat 5%, jiwa pahlawan


Sinar suci


( berfungsi untuk menyehatkan jiwa para pasukan, dan memberikan semangat lebih untuk pasukannya )


-Sihir Cahaya


(Elemen langka, dan paling kuat dalam sistem elemen, memiliki daya serangan penghancur yang sangat kuat)


-Laser Cahaya


(Jurusnya kizaru di one piece)


Pedang cahaya


( pedang yang dibenci kamp jahat, dan juga memberikan serangan tunggal yang mematikan )


-Nyanyian surga


( Serangan malaikat yang terkuat dengan jangkauan yang luas, dan jangkauan kerusakannya sesuai dengan levelnya sendiri ....... )


"Salam tuan" sambil berlutut dengan satu lututnya, Chen mo mengangguk tersenyum dan menyuruhnya untuk berdiri di belakang, karena dia ingin mencoba peruntungan lagi.


Chen mo senang sekali karena langsung mendapatkan pahlawan, jika itu orang lain mereka akan mendapat pahlawan jika mereka sudah memanggil lebih dari puluhan kali di altar pahlawan, itupun belum tentu mendapat pahlawan yang bewarna biru keatas.


( Pahlawan pembagiannya sama dengan senjata atau skill yaitu warna putih, hijau, biru, ungu, dan emas )


Melihatnya sudah di belakang, Chen mo lanjut melakukan pemanggilan, 4 tiang hanya memancarkan cahaya sampai beberapa kali pemanggilan keluarlah cahaya yang mirip seperti sebelumnya, tapi ini bewarna agak hitam dengan aura pembunuhan yang sangat kuat,

__ADS_1


Keluar dari dalam portal sorang wanita berpakaian ketat dengan tubuhnya yang sangat menggoda di pinggang kiri pisau, di punggung panah bewarna hitam, dan di kakinya ada beberapa senjata lainnya dia berjalan menempel ke tubuhku berkata "Aku mencium bau yang kukenal di sekitarmu, tuan"


Chen mo hampir mimisan melihat tubuh yang sangat langsing, juga di area dada hampir tumpah karena saking besarnya, membuka panelnya


( Shadow Assassin )


Warna ungu


Nama : Carolia


Level : 40


Loyalitas : 90


Skill : -Satu pisau


( One Hit Kill )


-Menghilang atau transparan


( Lawan tidak merasakan atau mendengar gerakan dari pembunuh tersebut )


-Ribuan jejak


( Tidak meninggalkan jejak setelah selesai pembunuhan, sangat sulit untuk dikejar dan dilacak)


-Penguasaan seluruh senjata


....


Melihat ketiga skill itu dia hanya bisa menjawab kalau ini seorang pembunuh, dan Chen mo menemukan skill yang menarik yaitu ( peretas ) jika nanti berhadapan dengan teknologi, dia bisa langsung mengambil sistem kendalinya.


Chen mo hanya bisa pendam rasa frustasinya dan hanya bisa menunjukkan wajah poker, dia langsung teleport dengan keduanya di tanganku, sampai di atas benteng


Melihat tempat yang sangat sepi, Chen mo menyalakan alarm perangnya, bunyi keras terompet terdengar sampai ke seluruh tempat, mereka yang bersantai atau melakukan aktivitas lainnya mulai meninggalkan dan bergerak cepat ke arah benteng.


Salah satu komandan telah sampai saat ingin bertanya kepada tuannya dia tiba-tiba melihat orang yang tidak asing baginya, ada juga beberapa yang datang dan melihat kedua orang yang membuat mereka tidak asing.


"Nona Carol" teriaknya sambil terbang menuju ke arahku.


Mereka berdua berpelukan dan karena ada di tengah, Chen mo jadinya bertabrakan dengan empat gunung lembut yang membuat kepalanya pusing.


"Hei, Milla, lihat tuan karena perbuatan mu dia hampir pingsan" kata Carol dengan wajah peringatan,


"Maaf tuan, aku sangat bersemangat soalnya" kata Milla sambil sedikit menundukkan kepalanya.


"Ah tidak apa-apa, Haha aku juga senang kok melihat kalian berdua ternyata akrab" katanya dengan wajah datar sambil mengutuk dalam hatinya "Nanti malam awas saja kalian"


Para wanita assassin memeluk Carolia, karena pemimpin mereka sudah di hidupkan kembali, sama juga untuk Angelia karena mereka juga satu dunia dengan Miera dan yang lainnya.


Melihat mereka bercakap-cakap dengan pemimpin mereka masing masing yang membuat suasananya menjadi hangat, tapi suasana ini tidak bertahan lama, tiba-tiba dari ujung hutan terdengar lolongan sangat keras, kami yang senang bercakap-cakap berhenti dan menengok ke ujung hutan dengan wajah serius.


Dari sana keluar, seekor monster dengan panjang kaki lebih dari 9 meter, badannya berbentuk seperti bola, dan yang membuat kami sangat jijik hingga muntah adalah di sekujur tubuhnya banyak muka-muka raut kesakitan, mereka berteriak, melolong, dan segala teriakan terdengar yang membuat kami semua menjadi sangat merinding dan ketakutan.


Setiap menginjakkan kaki di tanah ribuan wajah itu berteriak dan mengeluarkan busa, nanah, dan penyakit lain yang membuat orang yang melihatnya bisa muntah atau pingsan, Chen mon dan semua pasukan masih bertahan, tapi ada beberapa yang muntah ataupun merak yang pingsan karena tidak tahan melihatnya, malaikat yang masih bertahan mulai menyembuhkan yang pingsan ataupun yang muntah karena takut mereka akan menjadi trauma nanti ke depannya.

__ADS_1


Monster aneh itu berjalan di depan sementara tak terhitung zerg berjalan di belakangnya, mereka jalan secara perlahan ke arah benteng kami, Chen mo berpikir kalau ini akan menjadi perjalanan terakhirnya di Kekosongan, tapi saat monster hanya setengah jalan ke benteng, tiba-tiba awan hitam berbentuk tangan besar turun sangat cepat dan menghancurkan seluruh pasukan monster zerg.


Mahkluk aneh berwajah banyak belum bereaksi sebelum dia tersadar kembali dan melihat monster di belakangnya sudah menjadi kotak hadiah, dia mengeluarkan suara lengkingan marah yang membuat kami gila dan telinga serasa mau pecah, tapi penderitaan kami hanya sesaat karena dari atas sebuah teratai putih mekar di atasnya, dia mengeluarkan sinar putih menutupi seluruh dari wilayahku.


Kami merasakan rasa nyaman dan kelopak mata terasa berat, Chen mo ingin melihat orang berada di atas, tapi sayang dia hanya bisa melihat cahaya putih besar saja, karena rasa berat dari mata akhirnya semuanya tertidur termasuk dengan Chen mo.


"Mereka sepertinya sudah tertidur, Haha.... Akhirnya kekaisaran menambah satu jenius lagi " kata suara dengan aura damai di sekelilingnya, aura damai itu menghilang, di gantikan dengan aura menyesakkan membuat kekosongan di sekitarnya menjadi bergetar.


"Dan kau Cthulhu, mengganggu ujian kami, apakah kau ingin berperang kembali?"


Mahkluk aneh itu hanya menjerit-jerit dengan ribuan wajah terdistorsi, dari langit keluar sebuah kabut hitam yang sangat gelap membentuk sebuah portal, jika di lihat lebih dekat terdapat miliaran mahkluk aneh, dan hal-hal aneh yang ada di dalamnya, pria teratai yang melihat hal itu menunjukkan wajah jijiknya,


"Memang para Cthulhu selalu menjijikan walau aku telah melihatnya dari lama, tapi Hahaha....! Ini yang ku suka.


Monster lebih baik kau kembali ke ibumu, sebelum tentaraku membunuh semua umatmu." katanya sambil tertawa.


"Ma.ka.nan.ku, k..au ja.nga..n so..mbo..ng," ribuan muka bergema.


Pria yang tertawa itu melambaikan tangannya, dari udara tipis keluar sebuah gerbang raksasa dengan tinggi 10.000 meter dengan aura abadi di sekelilingnya, pintu gerbang terbuka dari dalam terlihat sebuah awan yang di atasnya istana-istana tinggi, nyanyian keabadian dan genderang perang dari dalam gerbang.


Dari dalam keluar Jutaan korps tentara berbaris rapi dengan baju besi mereka bewarna merah seperti di simbah oleh darah, niat membunuh dari setiap korps membuat sebuah bayangan asura di atasnya, ratusan armada kapal perang keluar di ikuti oleh puluhan ribu pesawat kecil di belakangnya.


Mahkluk aneh itu tidak mau kalah, jutaan mahkluk yang sangat aneh, gila, distorsi, dan hal hal absurd keluar dari dalam portal hitam, dari dalam keluar juga jutaan jiwa merah dan puluhan chulthu setinggi ratusan meter.


Kedua pasukan mengeluarkan kekuatan tempur mereka di langit kekosongan, tapi keduanya belum ada yang mulai menyerang, hening antara keduanya sampai


Chii......


Suara lengkingan monster terdengar, kedua pasukan perlahan mulai bergerak mendekat dengan nyanyian perang di kanannya dan di kirinya teriakan lolongan, kedua suara terdengar sampai seluruh penjuru langit kekosongan.


"Boom" "Boom" "Boom"


Tembakan pertama di lepaskan dari armada perang dan chulthu, dilanjutkan serangan formasi atau skill dari kedua tentara, pertempuran keduanya dimulai, teriakan kata "Bunuh" selalu menggema di langit, suara gesekan dari setiap senjata, teriakan putus asa, ledakan-ledakan akibat skill atau mayat dan darah yang jatuh seperti hujan, sementara di langit kedua pemimpin hanya diam menatap dengan dingin, dan waspada satu sama lain.


Perang berkecamuk dengan skala yang semakin luas, korban yang semakin banyak diperkirakan bisa mencapai jutaan tentara tewas, tapi dua gerbang antara mereka ini masih terus mengeluarkan tentara, sampai hari menjelang malam dan salah satu gerbang tertutup sambil berkata


"Ka.u me.nang."


Dia menghilang, salah satu gerbang masih terus membunuh sampai semuanya tidak tersisa sebelum dia mengembalikan pasukan dan mengejeknya "Heh, hanya pengecut yang lari"


Dia tiba-tiba menengok ke bawah "Kekaisaran harus tahu dirimu, untuk kotak ini hadiahmu karena bertahan lebih lama dari yang lain dan juga jangan mati" katanya sambil tersenyum sebelum menghilang.


Teratai yang melindungi wilayahku mulai perlahan lahan menghilang, tidak lama setelahnya kami membuka mata dengan melihat di luar tembok banyak sekali mayat, atau juga darah yang membentuk sebuah danau.


"Ugh, sepertinya orang kuat yang turun tangan, sudah dua kali aku bertemu seperti ini, dan aku makin merasa yakin untuk menjadi lebih kuat untuk tidak ada lagi yang bisa melakukan hal ini lagi terhadapku" katanya dengan penuh tekad.


Chen mo menyuruh para assassin untuk mengecek lokasi apakah masih ada mahkluk aneh yang tersisa sekalian mengambil kotak hadiah bertumpuk seperti beberapa gunung itu.


Karena penasaran Chen mo bertanya ke yang lainnya apakah mereka melihat monster aneh, dan mereka menjawab tidak melihat, tapi Chen mo sangat yakin semua orang melihat hal itu karena ada beberapa yang pingsan, atau mungkin dari orang kuat itu yang menghilangkan ingatan mereka semua agar tidak menjadi trauma.


Chen mo tidak mau berpikir terlalu banyak tentang hal ini karena masih jauh dari ranahnya, jadi dia berbicara singkat dengan yang lainnya, dan teleport ke depan gudang villa, masuk dan melihat Caroline sibuk membuka kotak hadiah sampai-sampai hadiah yang di dapat menumpuk menutupinya, Chen mo hanya bisa tersenyum atas kerjaan gilanya ini dan berkata dengan nada miterius


"Hey caroline, aku ada hadiah spesial untukmu"


"Hah, hadiah apa?" katanya sambil kepalanya keluar dari tumpukan hadiah.

__ADS_1


"Kalau kau mau tahu lebih baik kau ikut denganku" keluar gudang


"Oke, tunggu kalau begitu" Dia keluar dari tumpukan hadiah dan mendatangiku, setelahnya Chen mo mengambil tangannya dan teleport ke atas benteng.


__ADS_2