Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Berperang Dengan Penguasa Lain (2)


__ADS_3

Chen mo sedikit menurunkan postur tubuhnya dengan memegang gagang pedang dengan kuat, sementara Zhan li tubuhnya meronta-ronta sesekali dia mengeluarkan suara serak atau suara lolongan.


Tubuhnya lama kelamaan membengkak, yang semula tubuhnya masih di kenali sekarang menjadi monster aneh berbentuk bulat dengan cairan hitam yang keluar dari tubuhnya dan tentakel yang menggeliat.


Chen mo ingin mengetes monster ini dulu, dia mengeluarkan sedikit pedang dari sarungnya, berlari sangat cepat ke arahnya, menghembuskan nafas [ Pernapasan Air : Tebasan Air ]


Tebasan pedang berbentuk seperti siluet air melesat ke arahnya dengan sangat cepat, saat hampir mengenainya monster yang meronta tiba-tiba menghilang.


Chen mo refleks menengok belakang [ Pernapasan Air : Pelindung Air ] dari tanah tandus keluar air memadat menjadi sebuah perisai, beberapa tentakel hitam hampir menusukku tapi di pantulkan oleh perisai air.


Melihat monsternya lengah, Chen mo menebas ke arahnya dengan gerakan tercepat tapi tebasan itu hanya memotong angin, dia telah menghilang dan muncul dari kejauhan, memasukkan pedangnya kembali sambil tersenyum ke arahnya.


"Sepertinya aku mendapat musuh yang agak lumayan, lebih baik lawan seperti ini di buat lama saja agar skill ku terasah dengan terampil" dalam hati.


Chen mo melakukan tebasan kembali ke arahnya tapi dia menghilang dan muncul kembali di arah belakang, terus serang dengan gerakan yang sama membuat Chen mo bosan dan mulai mengejeknya "Hei monster apakah hanya ini yang kau punya, membosankan sekali tau?"


Mendengarnya monster itu terprovokasi, dia mengirim gelombang suara yang sangat kuat menuju ke arahku, melihat serangan yang datang Chen mo pasang ancang-ancang lagi dan berkata


[ Pernapasan Air : Ombak Air ]


Sebuah tebasan membalas membentuk visual sebuah ombak besar yang menyerang ke arah gelombang suara, serangan dari keduanya tertahan di udara sebentar sebelum meledak.


Chen mo tersenyum, tapi tiba tiba dari arah depan muncul monster dengan beberapa tentakel yang menyerangnya, dengan refleks cepat Chen mo mengangkat pedangnya tapi hanya setengah yang berhasil ditahan.


Dia mundur menjauh dengan darah keluar dari mulutnya dan lubang di bagian tubuhnya akibat serangan mendadak tersebut.


Chen mo tersenyum, mengusap darah di mulutnya dan tubuh yang terluka secara perlahan mulai pulih dengan skill regenerasi, monster hilang kembal dan menyerang menggunakan tentakel, Chen mo membalikkan badan ke belakang menggunakan skill pelindung air dan tebasan air secara bersamaan.


Serangan keduanya tertahan dan kami mundur menjauh, saat ingin menyerang lagi tiba-tiba Chen mo melihat gerakan aneh dari sang monster, karena penasaran dia menunggu apa yang dia lakukan.


Tubuh monster perlahan-lahan mulai membesar, saat tubuhnya sudah melebihi 3m dia membuka mulutnya dan keluar dari dalamnya asap hitam langsung menyebar luas menutupi seluruh pandangan, Chen mo langsung waspada melihat sekelilingnya hanya kegelapan saja, sampai


"Aku menangkap mu" suara serak dengan beberapa tentakel hampir mengenainya dari arah kanan refleks Chen mo menghindar dan menebas ke arah serangannya tapi hanya kabut hitam saja yang terpotong,


Melihat serangannya tidak berhasil, Chen mo menutup mata merasakan di sekelilingnya, dari arah kiri mendengar serangan dia menghindari ke kanan, mendengar arah serangan dari kanan dia menghindar ke kiri, di atas kepala serangan dia menghindar ke kanan, terus menghindar atau menangkis dari serangan bertubi-tubi monster, ada kalanya dia terkena tapi itu hanya dianggap luka kecil saja.


Sementara di luar, para penonton sangat semangat dan asik dengan pertarungannya karena ini sangat jarang di era penguasa bertarung head to head, biasanya mereka akan menggunakan banyak pasukan, trik, atau kartu hole.


"Ternyata dia menggunakan kartu Chulthlu"


"Haha... Apakah dia tahu akibatnya menggunakan kartu itu"


"Benar, hanya orang putus asa saja yang mau menggunakannya"


"Sepertinya pertarungan ini tidak akan lama lagi"


"Chen, sangat hebat"


Para guru yang menonton berdiskusi dengan gembira, Lou li dan Xiao yu yang melihat pertarungannya juga senang


"Li, ternyata pacar kita hebat juga." "Benar juga Yu, aku tidak tahu ternyata dia sudah sekuat ini."


"Iya sepertinya kita harus bekerja tambah keras lagi biar tidak ketinggalan"


Mereka berdua berbisik, saling memandang dan mengangguk secara bersamaan.


Sementara di platform sekolah sudah banyak kata-kata yang membanjiri area komentar


"Hebat juga dia ini, siapa dia?"


"Dia adalah Chen mo"


"Apa? Ternyata anak itu yang lagi viral sekarang"

__ADS_1


"Haha... Bakalan asik nih ke depannya" "Banyak juga sekarang jenius yang sudah menampakkan diri"


"Betul sepertinya zaman ini menjadi semakin seru, aku tidak sabar"


"Skill bertarungnya sangat hebat dan indah sekali"


"Saya setuju dengan komentar di atas"


Di dalam kabut Chen mo masih terus menghindari serangannya untuk melatih skill [ Ki ]/ refleks karena sangat penting di gunakan kalau ada serangan seperti ini atau serangan mendadak dan pengepungan.


30 menit kemudian, pertarungan masih berlangsung monster menyerang secara membabi-buta sementara Chen mo hanya menghindar atau menangkis saja, sampai akhirnya dia merasakan sesuatu yang berbeda di sekitarnya.


"Apakah ini Ki?" dalam hati.


Menutup mata merasakan sekeliling dengan hembusan nafasnya sambil menghindar semua serangannya, sampai dia merasakan tebasan dari arah kiri, tapi merasakan ada yang lain dari sebelah kanan.


Jadi ke kiri menggunakan pelindung air, sebelum berbalik ke arah kanan dengan menghembuskan nafas pelan sambil berkata [ Pernapasan Air : Ombak air ]


Tebasan ombak yang sangat kuat mengenai langsung ke arahnya, monster itu terpental menjauh dan terdengar teriakan kesakitan.


Melihat serangannya telah berhasil dia lantas tertawa senang "Haha... Akhirnya aku bisa menggunakannya"


Dari persepsi dia menatap monster yang terluka parah perlahan kembali berdiri, dengan wajah datar dia berkata "Kau tidak di butuhkan lagi, jadi...." dia menghilangkan asap yang menganggu dirinya.


Chen mo menghembuskan nafas panjang, dia memegang pedang dengan erat dan fokus melihat ke arah monster, penonton di luar diam karena mereka tahu ini adalah serangan pamungkas dari keduanya.


Hening antara keduanya, sampai suara lolongan monster terdengar, Chen mo Teleport ke arahnya secara horizontal, dia berkata [ Pernapasan Zona Air : Air Ketenangan ]


Ujung pedang membentuk suasana air laut yang tenang dengan monster itu yang terdiam seperti waktu berhenti, Chen mo berjalan pelan ke arahnya menebas semua tubuh sekian milidetik sebelum melewatinya sambil menaruh pedang di sarungnya.


"Kau..Bajingan" kata monster dengan terbata.


Tubuhnya yang semula masih utuh tiba-tiba terbelah menjadi beberapa bagian dengan cara perlahan.


"Heh... Mati untukmu itu masih ringan"


Pengawas berkata " Chen Mo menjadi pemenang"


Chen mo memasukkan malaikat kembali ke dalam gerbang dan cahaya putih menyinarinya kembali, secara sekilas menghilang dari ruang datar ini, muncul kembali di arena dengan sorakan yang keras menuju ke arahnya.


Chen mo terkejut sesaat sebelum tersadar kembali, dia tersenyum melihat ini semua dan mengangguk ke arah wasit, berjalan ke arah kedua wanita dengan kebanggaan ada di belakang punggungnya.


Mereka berteriak dan memeluknya dengan erat, melihat mereka bersemangat lantas dia bertanya dengan bercanda "Gimana aksi pacarmu ini? apakah itu sangat keren?"


Mereka berdua mencubit pinggangku, sementara sorakan masih terdengar dengan beberapa diskusi di area penonton maupun di platform.


"Gila serangan apa itu?"


"Benar apakah kau melihat serangannya"


"Tidak, karena serangannya terlalu cepat untuk dilihat oleh mataku"


"Benar aku hanya melihat danau tenang saja, habis itu dia langsung terbelah"


"Apakah ini jenius dari sekolah kita?"


"Chen aku mau bayi darimu"


Teriakan kencang, suara nyeleneh atau suara bersemangat menghidupkan di seluruh arena, senentara di platform


"Aduh... Apakah anak zaman sekarang sudah sangat kuat? aku yang tua sangat malu sekali"


"Memang benar generasi ini lebih baik dari 100 tahun generasi sebelumnya" "Benar malu sekali"

__ADS_1


"Hah... Kita hanya melihat apakah kekaisaran akan membawa anak ini?" "Benar, semoga saja."


"Apakah Zaman keemasan akan datang?"


Netizen internet memikirkan masa depan yang menarik, sementara Chen mo masih bercanda dengan kedua wanita, suara sorakan penonton mulai mereda dan hanya terdengar bisik-bisik saja diantara penonton.


"Chen" kata dari jauh, dia berbalik melihat kepala sekolah, wakil, dengan para guru berjalan ke arahnya


"Pak ketua, apa yang kau perlukan?" katanya, "Haha... Memang benar kau kebanggan kami, jadi hadiah apa yang kau inginkan, atau kau mau hadiah khusus?" tanyanya dengan senyum misterius.


Melihat senyumannya lantas Chen mo menengok ke arah tubuh yang tergeletak di arena, menghubungkannya berpikir sejenak sebelum senyuman kembali dan berkata


"Saya mau hadiah khusus"


Yang lainnya tersenyum, sementara kepala sekolah mengangguk dia berjalan ke arena mengambil benda yang sudah di pegang oleh pengawas, dan berbalik ke arah yang penonton.


"Semuanya, aku mengucapkan selamat kepada Chen mo atas pertarungannya, kami sebagai sekolah berterima kasih karena siswa Chen mo sudah menyajikan pertempuran yang sangat bagus dan menarik untuk kita semua tonton,


Kami beri dia sebuah pilihan mau hadiah atau hadiah khusus, hadiah yang dia minta adalah hadiah khusus, kalian ingin tau apa hadiah khusus itu?" tanya kepala sekolah.


Penonton dari arena ataupun platform berdiskusi, di pikiran mereka muncul hal menarik dan menatap kepala sekolah dengan mata semangat dan serakah.


Melihat mata serakah penonton, dia lantas berkata "Haha... Ya kita akan melakukan pertukaran dengan sekolah Fu Chi di sebelah, jadi selama 6 bulan ini kalian harus bersiap-siap, jangan sampai memalukan sekolah, mengerti" kepala sekolah tersenyum.


Para penonton bersorak sangat keras sekali dengan wajah gembira atau serakah terlihat di wajah mereka, sementara kedua wanita melihatku dengan mata dollar, Chen mo hanya mengangkat bahu.


Di platform netizen membanjiri komentar


"Buset, ada perang sekolah"


"Perang sekolah akan dimulai?" "Mulainya cepat sekali!"


"Apakah anak muda sekarang sangat panas?"


"Sebarkan berita ini dengan cepat, orang lain tidak boleh ketinggalan"


"Tenang aku sudah mengirim dengan kecepatan tanganku."


Berita Perang sekolah di provinsi Guandong tersebar luas dan menjadi perbicangan hangat di berbagai sekolah lain, ada yang cemooh, ada yang meremehkan, ada yang berharap, ada yang ikut taruhan, segala macam hal yang membuat daerah sekitar Guandong menjadi festival.


Dalam ruangan sangat sunyi dan gelap terbuka sebuah mata dia menengok ke arah kirinya "Apakah gagal?" suara berat keluar dari mulutnya.


"Gagal tuan" kata kegelapan lain.


"Pikirkan cara agar dia mati" katanya dengan dingin.


"Baik" suara di kegelapan akhirnya kembali tenang, selang beberapa menit mata itu kembali berkata "Kau ganggu seseorang yang seharusnya kau tidak ganggu, tapi sayang sekali jenius seperti itu akan mati" menggeleng kepala.


Mata itu kembali tertutup dan kegelapan kembali menjadi sunyi.


Sementara di langit berbintang yang sangat jauh ada sebuah bangunan yang hanya seluas beberapa hektar saja, di sekelilingnya adalah kehampaan yang sunyi dan tenang.


Di dalam bangunan itu ada dua orang pria bermain catur, keduanya memiliki ketampanan yang luar biasa, aura tubuh mereka yang seperti kedalaman laut, serta matanya yang seluas bintang.


"Sepertinya orang yang ingin kau jadikan murid berbuat ulah" sambil menaruh bidak catur, "Anak muda sekarang, darah mereka sangat panas jadi biarkan saja" kata satunya dengan lembut.


"Apakah kau benar akan menerimanya?apalagi ini warisan mu?" bertanya dengan bingung.


"Aku di minta oleh teman untuk menjaga nya sampai dia bisa berdiri sendiri" balas balik dengan nada hormat.


"Apakah wanita itu?" tanya penasaran.


Orang itu hanya mengangguk, mereka terdiam sambil menaruh bidak lagi sebelum salah seorang berbicara

__ADS_1


"Takdir memang aneh"


Mereka berdua lanjut bermain tanpa berbicara lagi.


__ADS_2