
Kami bertiga berdiri sejajar dengan beberapa orang asing yang melihat kami
"Jadi apakah ini yang sampai ke hari 40? kulihat dia biasa saja" salah seorang darinya dengan wajah sinis.
"Charlie, lebih baik kau jaga mulutmu, ini bukan federasi tapi Kekaisaran, dan juga untuk apa kau kemari apakah kau kehabisan orang jenius?" seorang wanita berkata dingin
"Diamlah kau, nenek tua" ucapnya mengejek.
"Apa katamu?" keluar aura dingin dari tubuh yang membuat tanah di sekitarnya perlahan membeku
"Heh... dasar nenek tua," aura haus darah dan niat membunuh kental keluar dari tubuhnya, kedua aura bertabrakan sampai dinding maupun lantai perlahan retak,
"Lebih baik pikirkan wajah saya terlebih dahulu sebelum kalian bertindak" mereka berdua memalingkan muka dan menarik auranya kembali, suasana mulai canggung karena tidak ada yang berbicara kepala sekolahpun membuka suaranya terlebih dahulu.
"Kalian bertiga, saya akan memperkenal kan kalian dengan 8 orang di depan di depan kalian ini, mereka semua adalah perwakilan dari 8 universitas ternama di seluruh langit berbintang mereka mempunyai sejarah panjang, dan pejuang yang terkenal.
"Yang paling kanan dari federasi manusia( Persatuan dari seluruh manusia )
Yang kedua dari sekte Es ( Benua es di dalamnya perempuan semua atau mereka pengguna energi yin)
Yang ketiga dari penguasa kerajaan asing ( Sekte yang dijalani konglomerat)
Yang ke empat dari kerajaan mitos ( tempat suci barak mitos berkumpul )
Yang kelima sekte teknologi dan sains ( tempat suci bagi barak teknologi )
Yang keenam dari sekte pedang ( tempat suci para pendekar )
Yang ketujuh sekte pengobatan (Tempat suci dengan puluhan juta tanaman langka dan tanaman baru)
Yang kedelapan dari Kekaisaran ( perpaduan dari bangsa Nusan-Chi )
Jadi kalian langsung tentukan saja, mau masuk mana" kata kepala sekolah.
Tanpa pikir panjang Chen mo langsung berkata "Saya masuk ke Kekaisaran", "Saya ikut dengan Chen" sahut Lou li.
"Kenapa kau tidak masuk sekte kami? padahal barak mu itu sangat cocok dengan sekte kami" kata perwakilan sekte es dengan wajah dingin
"Aku gak mau terlalu terpisah dengannya" katanya sambil memegang tanganku.
__ADS_1
Melihat tidak ada harapan perwakilan itu mundur kembali dengan wajah yang tetap sama, karena hanya tersisa satu orang mereka bertujuh melemparkan cabang zaitun ke Xiao yu tapi sayang juga mereka tidak dapat, karena Xiao yu memilih Kekaisaran.
Melihat hal memalukan itu perwakilan dari 7 sekolah ini langsung undur diri dan hanya tersisa perwakilan dari Kekaisaran saja
"Kau sangat bagus, tidak tergoda dengan tawaran mereka khususnya kalian berdua" kata perwakilan itu.
Lanjut berkata "Kalian penasaran kenapa kami sudah memilih kalian padahal belum ujian nasional maupun internasional" kami bertiga mengangguk,
"Haha...! Wajar karena kalian sudah masuk ke ranah jenius, kami delapan perwakilan memberikan perekrutan khusus tanpa lewat jalur ujian nasional, karena kami gak mau sekolah lain mengambil kejeniusan secara cuma-cuma, jadi kami memiliki perjanjian jika ada seorang seorang jenius yang muncul atau bertahan lama di kekosongan,
8 perwakilan universitas akan menemui para jenius ini untuk mereka memilih langsung mau masuk universitas yang cocok untuk mereka." katanya sambil menjelaskan sejarah perekrutan khusus dimulai.
"Baiklah, itu sejarah singkatnya. Karena kalian sudah memilih Kekaisaran, kalian akan mendapatkan ini" sambil melempar sebuah token bewarna emas dengan corak naga kepada kami bertiga.
"Yang kalian pegang itu adalah identitas pelajar kalian, token ini tidak boleh dicuri ataupun sampai hilang, suatu hari corak jimat naga itu akan bersinar jika sudah pada waktunya, berarti setelah jimat itu bersinar identitas kalian sudah menjadi murid universitas Kekaisaran, apakah kalian mengerti apa yang saya omongin?" kata perwakilan itu.
"Kami mengerti, pak" serempak bertiga.
"Haha. senang kalian mengerti, sebagai pemandu kalian nanti menuju Kekaisaran, aku perkenalkan diri terlebih dahulu namaku Zhou zu, ingat nama itu" kata perwakilan tersebut sebelum menghilang secara perlahan.
Di ruang kepala sekolah hanya tersisa kami berempat saja, "Hahaha...! kalian sangat bagus tidak memilih federasi atau kerajaan asing, jika kalian memilih di antara kedua universitas itu, hidup kalian tidak akan bebas nanti ke depannya " kata kepala sekolah dengan bahagia.
"Karena kedua kamp mereka itu sudah memasuki ranah politik dari seluruh negara, jika masuk kesana kalian tidak akan bisa hidup tenang, contohnya jika masuk kerajaan asing kalian akan di suguhi oleh politik, ahli waris dan hal-hal lain yang membuat perkembangan kalian menjadi mandek,
Jika kau punya fraksi perkembanganmu akan meningkat pesat, tapi jika tidak lebel jenius mu hanya akan di telan oleh sejarah, setelah masuk fraksi pun kalian harus mematuhi banyak sekali aturan... Yahh singkatnya kau akan menjadi bidak oleh mereka.
Kalau untuk federasi itu adalah kamp tentara dari seluruh ras manusia, jika masuk sana nanti kalian hanya akan ada melakukan perang, perang, dan perang,
Tidak ada yang namanya masa tenang hanya perang untuk merebut planet dari bangsa lain" kata kepala sekolah dengan detail.
Kami mengangguk paham dan akan bertindak hati-hati dengan siswa 2 universitas ini.
"Ini untuk kalian, karena sudah menjadi juara sekolah" sambil menyodorkan tiga cincin bewarna ungu, kami mengambil satu dan mengecek isi dalamnya, kami bertiga terkejut karena banyak sekali isinya sampai kami melihat ada satu bangunan menara ungu di tempat yang mencolok.
"Terimakasih kepala sekolah" kata ketiganya serempak dengan wajah bahagia
"Haha...! Hadiah ini memang pantas untuk kalian, karena sekarang zaman keemasan, banyaknya jenius generasi umat manusia yang keluar melebihi dari tahun-tahun sebelumnya, makanya sekolah tidak tanggung-tanggung memberikan kalian hadiah" sambil mengelus jenggot.
Setelah berterima kasih kembali, kami keluar dari ruangan dalam perjalanan kita bertiga sedikit berbincang-bincang, "Perkenalkan namaku Chen Mo" sambil menjulurkan tangan, "Xiao yu" balasnya.
__ADS_1
Kami berjabat agak sedikit lama sampai Lou li berdehem untuk mengingat kalau ada orang lain, kami tersadar langsung melepasnya, dalam perjalanan keluar ini suasananya agak sedikit canggung jadi untuk meredakan suasananya Chen mo membuka pembicaraan
"Xiao yu, kegiatan kamu setelah ini apa?" Chen mo bertanya
"Langsung pergi ke rumah untuk memperkuat lagi pasukan karena banyak pasukan yang mati dan barang yang belum dipakai setelah keluar dari kekosongan, kalau Chen mau ngapain?" tanya Yu balik.
"Sebenarnya aku ingin sekali pulang tapi aku harus menemani gadis kecil cantik ini untuk pergi belanja" katanya sambil mengelus kepala Lou li.
Mendengarnya Lou li langsung bangga dan memegang tangannya dengan erat sambil menatap mata Xiao yu dengan ejek, Xiao yu yang tadinya ingin sekali pulang tiba-tiba tertantang dengan melihat mata ejek dari Lou li.
"Heh, kau mau menantang ku kah? akan kubuat cowomu ini tidak lagi menoleh kepadamu" katanya dalam hati, Xiao yu gak mau kalah diapun memelototi Lou li yang membuat suasananya tadi masih agak hangat tiba-tiba berubah suram.
Chen mo mau lanjut bicara langsung terdiam, dia merasakan keringat dingin mengalir keluar dari punggungnya secara tiba-tiba
"Suasana apa ini sampai punggung terasa dingin?" berbisik dalam hati.
Mengecek sekeliling kalau ada orang lain yang mencurigakan tapi ini sangat dekat dengan ruang kepala sekolah tidak mungkin akan ada orang mencurigakan, setelah beberapa saat di periksa dia tidak menemukan apa-apa, dia melihat mata Xiao yu kembali ingin bertanya tapi dia seperti menatap sesuatu.
Chen mo melihat tatapannya itu mengarah langsung ke Lou li, dia refleks tau apa yang terjadi antara mereka
"Ternyata dua harimau yang sedang bertarung Hah....! Harusnya aku tidak bertanya kepada Xiao yu, yah tapi gak apa-apa lah nasi udah jadi bubur" menghela nafas dalam hati.
Untuk memecah suasana lagi Chen mo bertanya "Jadi Xiao yu apakah kau jadi akan pulang?"
Dia tersenyum berkata "Chen, apakah kau boleh mengajakku pergi belanja bersama kalian berdua"
Sebelum bisa jawab, Lou li berkata terlebih dahulu, "Kami berdua sudah membuat janji dari kemarin untuk belanja bersama, jadi kalau anda ikut dengan kami anda hanya sebagai lalat saja, lebih baik anda pergi pulang, kan anda ingin sekali memperkuat pasukan anda kenapa harus di tunda?" jawab Lou li dengan sinis.
Chen mo menatap mata Lou li dengan tidak percaya, sementara Xiao yu menatap Lou li dengan ganas, dia berkata balik
"Janji itu bisa dibuat lagi, kau kan bukan Chen, apalagi kau juga bukan istri atau pacar resminya, jadi jangan sok mengatur atur orang seenaknya walaupun kau sudah punya janji"
Chen mo menatap Xiao yu dengan tidak percaya juga, sementara Lou li mukanya sudah merah menahan malu.
"Jadi gini pertempuran wanita, pantas saja di kehidupanku sebelumnya ada ancaman tidak hidup tenang, jadi seperti ini hidup tidak tenang, kukira main fisik ternyata....."
Lou li tidak tahu harus jawab apa, dia melihatku berkata "Chen, apakah kau akan mengizinkan Xiao yu ikut belanja dengan kami?" tanya Lou li dengan penuh harap, sementara Xiao yu juga menatapku dengan seksama.
Chen mo yang ditatap oleh dua harimau sekaligus langsung menciut, karena dia ingin sekali mereka berdua ikut tapi nanti Lou li akan kecewa denganku, kalau Xiao yu tidak ikut nanti tidak akan ada kesempatan lagi untuk bertemu dengannya lagi.
__ADS_1
Chen mo terus berpikir di bawah tekanan mereka sampai dia berkata