Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Pertarungan Orang Kuat


__ADS_3

Saat Angel ingin melakukan serangan, tiba-tiba dia berhenti dan menengok ke belakang dari padang pasir, seperti ada dua penguasa yang mengintip, kerena penasaran dia bertanya kepadaku


"Tuan Chen, ada yang mengintip kita dari jauh? apakah mau ku bunuh?" kata Angel.


Aku mengerutkan kening, berpikir sebentar sebelum menengok keduanya "Xuer, Mier apakah pelindung kalian sudah sampai? Kata Angel dari jauh ada 2 penglihatan yang mengintip ke arah kami" kataku.


Xuer dan Mier terkejut sesaat, tersadar kembali sambil keduanya mengeluarkan sebuah bom asap dari cincin penyimpanan dan di nyalakan.


Mereka yang mengintip dari jauh melihat kepulan asap keluar, notice mereka keluar dari kekosongan dan terbang menghampiri kedua wanita yang masih dalam penyamaran.


"Nyonya muda Mie" "Nona muda Xue"


"Penatua Shi" "Penatua Li" Sahut kedua wanita, mereka berempat berpelukan mesra dengan penatua yang melihatku dengan mata curiga, waspada dan tatapan ketakutan melihat belakangnya.


Melihat muka para penatua, keduanya dengan cepat memberitahu "Tetua Li, perkenalkan dia adalah Chen Mo sama seperti kami, dia juga pemegang kartu hitam milik kamar dagang" kata Mier dengan senyum lembut.


"Selamat siang, para penatua" kataku sedikit hormat.


Melihatnya mereka mengangguk diam, tapi dengan wajah masih waspada.


Aku cuek dan berkata "Sekarang kamu boleh menyerang, Angel"


"Baik tuan Chen"


Dari dalam tubuhnya keluar kilatan cahaya memancarkan ke segala arah.


Dengan muka dingin, memegang pedang cahaya, sayapnya bergetar penuh dengan kesucian.


Dia terbang secara lambat ke arah portal dengan di belakangnya monster yang hangus terkena kilatan cahaya.


Jutaan km yang tadinya banyak monster menumpuk dengan di laluinya hanya ada kotak hadiah yang berserakan di tanah, dan yang di laluinya semula gelap berubah menjadi terang benderang.


Saat mendekat, dari dalam portal bunyi lolongan kencang sampai langit serta sekitarnya bergetar, dan putaran hitam di atas portal semakin tambah cepat dan semakin pekat hitamnya seperti membentuk sebuah portal.


"Cahaya.... Musuh"


"Boom"


Kaki lancip berdiameter lebih dari 100m keluar dari pusaran hitam menancap di altar kuno.


Keluar kembali hal yang sama sampai terjadi 7 kali, dari portal tubuh hampir sebesar 1/5 altar keluar dengan corak bewarna merah kehitaman, aura hitam pekat dan ada puluhan ribu tonjolan seperti pedang di seluruh badannya


Kami bertiga melihatnya sangat ketakutan dan terdengar ribuan suara bisikan di kepala yang bikin kami sangat pusing, sementara dua penatua dengan wajah ngeri mengeluarkan sebuah jimat dan membentuk kubah, suara bisikan tadi akhirnya menghilang dan penatua maju ke depan untuk melindungi nonanya, tapi dengan wajah pucat, tangan yang bergetar dan berkeringat,


Jarak hampir 1km Angel berhenti bergerak, tapi kedua aura cahaya dengan hitam mulai saling bertabrakan, membuat suara melengking yang menjadi pengang jika di dengarnya.


Di bawahnya para monster kocar-kacir melarikan diri ke belakang untuk menyelamatkan hidupnya, karena tidak mau terkena kilatan cahaya


Angel mengerutkan kening sambil berkata "Dewa sejati rendah, ras Kepiting Alaska, Hehe... Sepertinya ada pengkhianat disini"


Suara dingin provokasi menyebar sampai ke telinganya, mendengar sang kepiting sangat marah dan dengan auman keras dia bergerak dari setiap langkah putus asa ke arah mahkluk kecil cahaya itu.


Setiap tancapan dari setiap kakinya


pasti akan menghancurkan altar dan getaran yang sangat kuat.


Melihat monster dengan cepat kearahnya, Angel sangat tenang dia mengangkat pedang dan menebas secara horizontal ke arah kepiting.


Siluet cahaya pedang bergegas mengoyak kekosongan menuju cepat ke arah monster kepiting.


Melihat serangan, kedua kaki depan kepiting terangkat membentuk tanda silang, dengan banyak energi hitam pekat berkumpul, memadat dan berubah menjadi sebuah pelindung.


"Boom


Siluet pedang cahaya, dan pelindung hitam bertabrakan.


Retakan mengerikan menyebar, pasir naik ke langit menutupi pandangan, dan hembusan angin sangat kuat menerjang daerah sekitarnya.


Angel tersenyum, berbeda dengan keadaan monster yang tragis dengan satu tangan telah jatuh ke pasir, sementara banyak cangkang yang rusak karena benturan dari serangan pedang.


"Kau lumayan, tetapi..


Sinar cahaya pedang Angel kembali bersinar dengan sangat terang sampai kami berlima tidak bisa melihat keluar karena terhalang oleh terangnya cahaya.


Monster kepiting juga menengok ke langit, tiba-tiba badannya bergetar hebat, rasa takut muncul langsung di hati.


Dia tidak membayangkan kalau mahkluk cahaya itu, sangat mengerikan sekali.


Cahaya yang membuatku sangat ngeri dan merasa seperti menghadapi kematian.


Dengan tubuhnya yang bergetar, dari dalam mulutnya sekitar 10m keluar muntahan jutaan kertas jimat atau ribuan skill pertahanan untuk cangkangnya.

__ADS_1


Monster melakukan itu, sambil melarikan diri menuju ke arah portal hitam, tujuannya agar bisa menghambat serangan.


"Sesuai dengan sifatnya, pengecut" katanya meremehkan.


Sinar pedangnya makin tambah terang, jarak penglihatan semakin menyempit, kedua tangan memegang erat pedang dan mengangkat ke atas langit.


"Pengkhianat, terimalah serangan ku"


"Penghakiman Cahaya Surga"


Ssshrrinngggggg......


Siluet sinar pedang seperti roket melaju cepat ke arah monster.


Setiap jimat atau hal apapun yang di jadikan sebagai pertahanan menjadi rapuh dan mudah ditembus oleh serangannya.


Monster yang sangat ketakutan meraung ke arah portal, dari dalam melesat cepat keluar cahaya hitam, melewati monster kepiting dan meledak membentuk dinding hitam seluas 1km dengan jutaan formasi, segel ataupun jimat yang meliuk-liuk di dalamnya.


Angel mengerutkan kening, sementara kami berlima yang di dalam kubah hanya bisa terkagum dan bermimpi ke depannya akan seperti ini.


Jutaan formasi tidak bisa menahan, tapi dengan dinding hitam serangan siluet sinar pedang masih bisa tertahan.


Dengan kecepatan kakinya monster bergegas ingin sekali masuk ke dalam portal karena ingin sekali hidup.


Tapi naas, bunyi retakan dindng terjadi yang membuat monster kepiting sangat putus asa dan siluet pedang berhasil menghancurkan dinding tersebut.


Dari dalam portal tangan berdiameter lebih dari 100m keluar dari portal ingin mengambil kepiting tersebut, tapi silluet pedang lebih cepat dan mengenai monster kepiting sebelum tangan tersebut menghalaunya.


Dengan raungan terakhir monster kepiting menghilang menjadi debu, sementara tangan besar ini, karena tidak kena tangan tersebut kembali masuk ke dalam portal dan dari dalam terdengar suara gema.


"Zaman kami akan datang, kau..... akan kuingat"


Portal hitam menghilang, dan semua roda gigi yang memutar portal altar kuno juga berhenti.


Setiap monster yang terlambat masuk portal hanya bisa terdiam, dan mulai berpencar meninggalkan tempat menakutkan ini, Tapi


"Pembersih Dunia"


Sinar cahaya meluas mengenai para monster dan menjadikan mereka debu sebelum bisa melarikan diri.


Angel kembali terbang ke arahku dengan suara sorakan dari dalam kubah,


Pasukan yang di bawah perlindungan kubah sangat bersemangat, dengan auman naga dan cahaya kelap kelip seperti petasan menghiasi langit.


Dia memegang kedua bahuku menaikkannya sambil berkata "Jangan seperti itu tuan Chen, ini tidak seberapa"


Aku ingin membalas lagi tapi aku terdiam dan mengingat sesuatu "Apakah saat kamu kembali bisa membawa sesuatu? tanyaku


"Hmm.. bisa kok? Memangnya kenapa" tanya wajah bingung.


"Nanti saja aku kasih tahu, lebih baik Ratu Angel ngobrol dulu dengan malaikat disini, bagaimana perlakuan mereka menjadi umatku"


Dia mengangguk dan berjalan ke arah malaikat yang merayakan, sementara aku panggil Carolia menyuruh para assassin untuk mengambil seluruh kotak hadiah yang berserakan.


Dengan wajah kesal dia menuruti perintah dan memanggil assassin yang ingin berpesta untuk bekerja.


Xuer, Mier, dan kedua penatua berjalan ke arahku dengan gugup.


Aku tersenyum 'Ngapain kalian gugup, di bawa santai aja"


Mendengar kata santai ku, keduanya datang dan mencubit pipiku,


"Kau kira kami bisa santai?" "Benar kau anggap pertarungan tadi apa? Konser" "Memang arahanmu itu sesat"


Kami bertiga debat sengit sampai kedua penatua bingung dan mereka serempak berkata,


"Apakah nona berpacaran dengan tuan ini?"


Kami yang sengit berdebat terdiam, wajah Xuer dan Miererah padam, sementara aku mengangguk cepat.


Saat aku ingin bicara, mulutku di tutup oleh tangan keduanya dan mereka berkata dengan wajah panik


"Enggak kok, kita hanya temanan, benar kan Mier?" "Benar kata Xuer, kita hanya temenan" "Lagian siapa yang mau dengan si bau ini?" "Betul, betul"


Melihat reaksi keduanya sang penatua berkata "Kenapa kalian sampai panik seperti ini? kan aku hanya nanya penasaran" penatua Shi bicara.


"Haha... Melihat reaksi kalian berdua malah aku tambah yakin" penatua Li sambung.


Kedua wanita melongo, mereka mencubit pinggang dan melototi ku untuk berikan jawaban sebenarnya, dengan badanku yang sakit di cubit, aku jawab tergesa-gesa


"Iya beneran, kami berdua pacaran enggak perlu di ganggu-gugat lagi"

__ADS_1


Penatua mengangguk puas mendengarnya, sementara kedua wanita tambah merah dan ingin mencubitku lebih keras, tapi aku sudah menghilang dan muncul di belakang kedua penatua.


Keduanya terkejut, apalagi kedua penatua, sampai mereka tersadar kembali saling memandang dan mengangguk


"Nanti kita akan bicarakan ke kepala keluarga/ketua sekte" kata keduanya serempak.


Dengan panik mereka berbicara dengan kedua penatua, alasan harus nikah satu dan sebagainya, tapi mereka menolak dan hanya berkata "Masa Tuan hanya satu istri??"


Mereka kecewa dan malah mengejarku karena bicara tidak sesuai harapan, sampai satu jam kami bermain.


Tiba-tiba Ratu Angel dan Carolia di belakangnya mendatangi kami, melihat yang datang mereka semua terdiam dan berbaris.


Aku hanya menggelengkan kepala dan bertanya "Ada apa, Ratu Angel?"


"Tuan Chen apakah banyak yang mati?" tanyanya serius.


Aku mengangguk serius dan bertanya "Apakah kau tahu cara untuk menghidupkan mereka kembali?"


Kedua penatua berbicara menyela kami "Tidak mungkin untuk di bangkitkan tuan Chen" kata penatua Shi.


"Betul, mustahil bisa bangkit, karena banyak peneliti, penguasa atau dewa reinkarnasi mencoba untuk membangkitkan pasukan, tapi tidak ada yang berhasil" kata penatua Li.


Aku hanya menggeleng kepala "Tidak ada yang mustahil di era ini, kebangkitan itu pasti ada"


Keduanya mengerutkan kening "Tapi sampai sekarang belum ada yang mendapatkan"


"Kau tahu kata "rahasia" " tanyaku.


Mereka tiba-tiba tercerahkan dan memandangku dengan wajah kagum.


Saat aku ingin berbicara lagi tiba-tiba ada seberkas cahaya berjalan cepat langsung memasuki ke empat kepala mereka dan membuatnya tertidur.


Aku kaget dengan serangannya dan menengok ke arah Angel.


"Maaf tuan, ini harus di rahasiakan karena banyak orang tidak ingin tahu mengenai kebangkitan ini, jika tidak tuan pasti tahu kan akibatnya?" kata Angel serius.


Aku tiba-tiba tercerahkan dan mentolerir apa yang di lakukan oleh Angel tadi,


"Jadi apakah kamu benar bisa?" tanyaku penasaran.


"Iya tuan, kami ada bangunan yang namanya kebangkitan jiwa, dengan hanya seutas jiwa saja mereka akan mampu di bangkitkan, tapi harus bayar banyak uang" kata Angel.


Aku kaget, mencerna infomasi yang di katakan olehnya sebelum bertanya ulang "Jadi benar bisa?"


"Bisa tuan, tapi hanya untuk pasukan kita saja, untuk orang lain tidak usah tuan hiraukan,


Seperti kata pepatah "Air susu di balas air tuba" "


Aku terdiam menunduk dan bertanya "Jika dibangkitkan di wilayah malaikat, bukankah aku nanti tidak akan bisa mengambilnya"


"Tenang saja, tuan biarkan aku yang urus tuan hanya perlu siapkan uang dan hal-hal lainnya" kata Angel solusi.


Aku mengangguk dan berkata ke Carolia di belakang Ratu Angel "Bagaimana apakah sudah terkumpul?"


"Sudah tuan, semuanya ada di dalam cincin ungu ini" katanya menyerahkan.


Aku mengambil dan menyuruh Carolia untuk turun dan membangunkan keempatnya.


"Dimana aku?" kata keempat nya.


"Apakah kalian selesai tidur?" tanyaku.


"Hah?? Tidur bukankah tadi lagi sedang asyik bercanda?" kata Xuer tidak percaya.


"Benar, aku tidurkan kalian terlebih dahulu karena ada pembahasan penting dengan Angel" kataku menjelaskan.


"Tapi kenapa harus menidurkan kami?" tanya Mier.


"Mohon maaf aku lakukan ke kalian, tapi memang aku harus melakukan itu, soalnya kalau tidak kalian bisa dengar dan aku juga tidak tahu hati kalian


Apalagi kedua penatua di belakang kalian ini" kataku menjelaskan.


Keduanya menghela nafas dan berkata "Baiklah hanya kali ini saja kau lakukan itu, tidak boleh lain kali, mengerti?"


"Baiklah mengerti" kataku pasrah.


Keduanya senang dan lanjut lagi bermain, suasananya kembali normal kembali walau ada gerak gerik curiga dari kedua penatua, tapi aku cuek saja karena Angel menerapkan skill emas "lupa ingatan" kepada mereka,


Mau sekeras apapun coba mengingat mereka tidak akan bisa, counternya hanya bisa dilakukan dengan skill emas "Ingatan kembali", dan di era ini sama sekali belum terdengar ada yang menggunakan jadi aku santai saja.


Untuk meredakan amarah mereka aku bertanya tentang pembagian kotak, tapi mereka menolak, karena mereka tidak ambil andil dalam pertarungan tersebut.

__ADS_1


Dan juga dengan hadiah yang di dapat sekarang juga sudah mereka bikin puas, aku mengangguk, membiarkan cincin ungu kukasih ke Caroline untuk membukanya.


"


__ADS_2