
Salia hanya bisa merenung memikirkan nya sementara kami menunggu sambil mengobati lukaku.
Dia merenung sampai dalam pikirannya terungkap kata-kata yang membuatnya yakin, dia membuka matanya menatap ku dengan tekad sambil berkata
"Saya ingin bersama kalian, tuan"
Mendengar jawabannya aku hanya mengangguk tersenyum dengan banyak sorakan di sekelilingnya.
"Baiklah sekarang mulailah kontrak" kataku sambil memberikan sebuah kertas.
Dia mengambilnya tanpa di baca langsung di teteskan darahnya di kertas kontraknya.
Aku menyuruh beberapa malaikat membawanya pergi ke kolam malaikat dengan aku di belakangnya.
Sesampainya di sana aku membuka panel masuk ke [ pemurnian ] saat aku pencet keluar suara di pikiranku
[ Ding ]
Selamat telah membuka Pemurnian. Untuk subjek silahkan taruh di tengah kolam
Aku membawa Salia sampai di tengah kolam.
[ Ding ]
Subjek terkonfirmasi
Malaikat
Bersayap 2 : 100ribu*batu roh
Bersayap 4 : 500ribu*batu roh
Bersayap 6 : 1 juta* batu roh
"Ternyata masih bisa pakai batu roh, hah.... Mumpung saja"
Aku melihat cahaya terang menyinari tubuh Salia saat aku klik di panelnya.
"Milya, nanti panggil beberapa malaikat untuk menjaga di sini, aku ingin melanjutkan pestanya lagi"
Dia mengangguk memanggil, sementara aku teleport dan muncul di depan seluruh pasukanku.
"Baiklah kita akan melanjut pestanya" kataku teriak.
Salah seorang bertanya "Tapi tuan ini sudah hampir menjelang siang"
Oh kalau begitu [ Napas Hitam : Kegelapan Malam ] tanganku di rentangkan ke atas dan keluar dari jari jariku sihir bewarna hitam menutupi semua tempat pestanya.
"Baiklah sekarang udah bisakah kita lanjut pestanya?" tanyaku.
Semua pasukanku bersorak gembira dengan di bawa makanan atau minuman yang sangat lezat.
Aku juga membuat lingkaran sihir rumit dengan 5 kotak hadiah raja ku taruh di tengahnya.
Aku mulai berpesta dan juga mengasah pedangku ke setiap lu....
Jam menunjukkan pukul 15.00, aku bangun dengan banyak wanita yang masih tergeletak sementara tempatku ini paling banyak wanita sampai mereka agak bertumpuk.
"Ternyata yang panas di dalam adalah elf dan druid kukira itu malaikat.Hah... Aku sampai kering menghadapi kedua ras ini" kataku menghela nafas.
Aku berdiri dan Teleport ke danau pemandian, di sana aku bersandar di salah satu batu memikirkan rencana selanjutnya.
Selesai teleport ke gudang, aku menyuruh assassin memanggil Caroline dengan Milya, dia mengangguk hilang.
Selang beberapa menit mereka berdua datang, aku bertanya.
"Milya, bagaimana keadaan Salia apakah tubuhnya sudah perlahan pulih?"
"Hampir tuan, tunggu beberapa jam saja dia pasti akan bangun."
__ADS_1
Aku mengangguk dan menyuruh mereka berdua mengikuti ku, aku terbang sementara mereka kebingungan atas perintahku tetapi tetap terbang.
Aku sampai di tempat kotak hadiah dengan di sekitarnya di lumuri air putih dan wanita di sekelilingnya.
Mereka berdua tersipu sementara aku membangunkan yang sedang tertidur untuk menjauh.
Tempat di area kotak sudah di bersihkan terus aku berkata
"Caroline kau buka 5 kotak ini secara bersamaan, mengerti?"
"Tuan saya mengerti" dia mengangguk.
Menggunakan skill [ Ribuan Tangan ] dari kekosongan, keluar tangan mirip dengan tangan Caroline tapi kulitnya tampak pucat.
Masing-masing sudah di setiap kotak dan dia membukanya, pada saat terbuka.
Ledakan keras memenuhi sekitar dengan sinar emas terbang ke langit, sinarnya hampir membuat mataku buta, tapi dalam hati aku bicara
"Ternyata aku dapat Jackpot."
Sinarnya bertahan sampai 30 menit sebelum perlahan redup dan menghilang.
"Caroline kau memang keberuntunganku" kataku.
Dia hanya tersipu dan mengangguk malu.
Aku menghampiri 5 kotak raja itu dan mendapatkan 5juta batu roh, 2juta batu void, 1 bangunan khusus warna emas, 3 senjata warna ungu, 1 domain ungu, 1 skill warna ungu, 1 jimat warna ungu, 200 menara biru, 300 senjata biru, 150 skill biru.
Melihatnya aku mencubit pinggangku untuk bisa kembali ke dunia nyata, aku terus mencubit tapi malah diriku kesakitan.
"Kalau ini bukan ilusi berarti apakah ini nyata?" katalu dalam hati tidak percaya.
Sementara yang lain melihat aku mencubit diri sendiri, Caroline bertanya khawatir
"Kenapa tuan mencubit diri sendiri? apakah yang ku dapat sangat buruk sekali."
"Hahaha kau bintang keberuntunganku"
Dia selesai dicium tersipu malu hingga mukanya tanpa sadar memerah.
"Ternyata dia lucu juga hehe" sambil melihat Caroline.
"Oke fokus buka panel, untuk yang emas biarkan saja terakhir."
Aku membuka ketiga segel ungu senjata, keluar warna sinar ungu, putih, dan merah.
Untuk satu merah ku lewati saja karena itu pasti dari kamp gelap, untuk 2 panelnya kubuka.
[ Pedang Cahaya Ilahi ]
Level : Mengikuti penggunanya
Skill : Menebas apapun walau itu termasuk roh sekalipun, meningkatkan daya semangat perang, pedang hakim.
[ Kalung Position Mana ]
Level : Mengikuti penggunanya
Skill : Pengisian mana atau aura secara otomatis, kekebalan terhadap racun atau kutukan, regenerasi luka kecil sebesar 5%
"Milya, pedang ini simbol dari komandan tertinggi, ambillah" kataku menyerahkan nya.
Dia sangat kaget dengan omongan tuannya, tapi dengar gelar tertinggi dia dengan satu lutut di tanah menunduk sambil berkata dengan tekad
"Tanggung jawab ini akan ku emban sampai aku mati"
"Bagus, aku akan mengingat janjimu itu" kataku dengan penghormatan tertinggi ku beri pedang cahaya ini.
Dai mengambilnya dengan wajah sangat gembira, aku hanya tersenyum sambil meletakkan kalungku di leher.
__ADS_1
"Baiklah lanjut ke jimat, domain dan skill mudah-mudahan dapat sangat bagus" kataku berdoa dalan hati.
Aku membuka segel ketiganya dan keluar 2 sinar warna abu-abu dan 1 cahaya.
Aku agak shock melihat warna abu-abu karena ini biasanya dari kamp gelap
"Apakah keberuntunganku sedang buruk?"
Karena agak sedikit kecewa dan penasaran yang kuat, jadi Aku membuka panelnya
[ Domain Hujan ]
Level : 1
Kisaran : 100m²
Penggunaan : 1 batu void/jam
Fungsi : Hujan petir, es, angin, dan lainnya, Mempercepat kesuburan, merubah iklim.
[ Segel Kekosongan]
Fungsi : segel untuk batu roh akan di cabut sampai wilayah level 50
[ Cahaya Malaikat Surga ]
Khusus untuk ras Malaikat
Skill : Laser cahaya, pedang cahaya, cambukkan cahaya, cermin cahaya, penyembuh cahaya
Melihat isi panelnya aku langsung shock dan mundur beberapa langkah,
"Ini....ini.. Apakah benar? Ini bukan lelucon kan?" tanyaku bingung.
Aku diam sebentar, menarik nafas perlahan-lahan untuk menenangkan hati yang lewat gembira ini.
Aku menengok beberapa pahlawan dan mengambil tangannya untuk menari bersama.
Melihat tuannya bahagia mereka juga ikut berbahagia dengan memelukku dan menembus batas-batas tubuhku, sampai kegembiraanku berhenti dan berkata dengan bercanda
"Kalian sekarang sudah makin berani ya?"
Ada beberapa pahlawan yang tersipu malu mendengarnya, aku lanjut lagi dengan
"Untuk melakukan itu nanti saja pedangku juga udah panas, tapi aku tahan dulu untuk memberitahu ke kalian semua"
Seorang bertanya "Memberitahu apa tuan?"
"Panggil para pahlawan dan perwakilan dari elf, druid dan human elf untuk ke ruang rapat, akan ada pemberitahuan dan aku akan telat sedikit karena ada beberapa hal, mengerti?" tanyaku.
"Siap tuan kami mengerti" mereka terbang menjauh, sementara aku teleport ke utara yaitu tempat barak.
Sebenarnya bukan hanya ada barak di utara tapi ada juga pertanian yang druid langsung untuk mengelola dan rumah bagi para elf, nanti jika sudah banyak ras asing yang datang, aku akan memindahkan semua barak tentara ke bagian utara ini juga.
Tempat bagian utara aku buat banyak gunung-gunung tinggi dan kabut yang tebal agar orang lain tidak bisa melihat, karena ada banyak kasus mata-mata yang menyelinap masuk ke gerbang untuk memantau musuhnya.
Aku tiba di salah satu gunung tinggi yang menurutku ini sangat cocok untuk ditaruh domainnya.
Jadi aku menaruh dan melihat menara dengan atasnya berlubang besar dan di dasarnya ada api redup
"Sepertinya proses pengembunan nya di dasar api itu, lalu di kumpulkan embun nya di sekitar lorong untuk dijadikan awan dan nanti akan di dorong keluar membentuk hujan"
Aku memberikan sekitar 2 batu void untuk menjalankan nya, saat dimasukkan banyak rune rumit yang melingkari di luar menaranya atau di dalamnya.
Aku menjauh dan melihat di cerobong keluar banyak asap yang membentuk awan, rintik-rintik hujan jatuh secara perlahan dan bertambah deras.
Aku mengangguk puas dan teleport ke ruangan rapat, dalam perjalanan masuk aku melihat ruang rapat sudah penuh dengan tidak adanya bangku hanya podium di tengah saja.
Aku berjalan ke tengah dan berkata kepada semuanya...
__ADS_1