Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Terpaksa Bertemu Cinta Sejati


__ADS_3

Tit.....Tit.....Tit........


Aku membuka kedua mata, dan melihat sekeliling ruangannya yang bewarna putih, di tangan kanan ada infus yang menempel, serta kulihat keluar jendela banyak kendaraan yang sedang berlalu lalang.


"Seperti rumah sakit, apa aku sudah pergi ke isekai perkotaan?"


Aku beranjak bangun sampai aku melihat pintu rumah sakit terbuka dan seorang dokter dengan bersama 2 orang wanita di belakangnya.


Salah seorang wanita menghampiri, dan memelukku, aku kaget karena wanita yang memeluk adalah mamaku sendiri.


"Apa... Bukannya kalo habis ditabrak truk bakal ke isekai." kataku marah


"Apa... Jadi itu kamu nekat untuk menyelamatkan wanita ini." kata mama sambil menunjuk wanita di belakangnya.


Wanita yang ditunjuk mamaku berjalan ke arah ku dan berbicara "Terima kasih telah menyelamatkan saya, saya gak tau jadinya apa jika saya nanti yang tertabrak."


"Oh ya lupa perkenalkan diri, saya Viera saya siswa asing yang belajar di sekolah swasta dekat daerah sini" katanya sambil menjulurkan tangannya


"Ya salam kenal saya Ronaldo." balas aku sambil menjulurkan tangan juga.


Aku baru tersadar kalau ternyata wanita ini sangat cantik dengan rambut berwarna putih dengan muka polos terpancar darinya, memakai baju sekolah SMA yang ketat juga melihat lekuk tubuhnya dari atas dada sampai sampai ke pinggulnya, aku juga melihat kakinya langsing dan berkulit putih mulus seperti kaca


...Viera...



Aku sebagai pria perjaka melihat tubuhnya seperti spek manhwa, pikiran dan batinku terhenti dan mereka sedang berperang karena melihat tubuh bak artis itu.

__ADS_1


"Tahan nafsumu ini lagi ada ibu juga ada dokter si karakter sampingan (dokter: kenapa saya kau bawa-bawa?) Tahan, tarik nafas, buang." kataku menenangkan diri.


"Saya meminta maaf atas kecerobohan saya di tengah jalan tadi karena saya tidak fokus berjalan malah bermain handphone sampai berujung kecelakaan yang menimpa anda." kata Viera dengan mata yang berkaca-kaca.


Melihat wanita seperti karakter manhwa tersebut akan menangis, aku sebagai pria sejati berkata


"Sudah kamu jangan menangis liat aku masih hidup kok, jangan merasa bersalah dalam dirimu, udah...."sambil menenangkannya.


"Padahal tinggal dikit lagi saya ke Isekai." kataku dengan suara rendah.


Mendengar perkataan rendah ku, mama langsung refleks mencubit telinga dengan marah dan berkata.


"KAMU..... Masih mau pergi ke Isekai, apa kau mau meninggalkan mama sendiri di sini, apa kau tidak kasihan dengan mama, Hah?"


"Aduh... Mama maaf kaka aku gak kepikiran lagi buat pergi ke Isekai, mama tenang aja dan mama tolong lepasin telinga ku, mau copot ini"


Melihat saya berdua bertengkar hebat, dokter sebagai sang juru selamat menengahi kami berdua, setelah mama melepas telingaku yang merah dokter memberitahuku bagaimana kondisi kesehatanku, katanya.


"Dari kondisi kamu saat ini kamu dianjurkan untuk melakukan operasi lengan kirimu, dikarenakan tangan kirimu sudah tidak bisa lagi berfungsi karena ada benturan hebat yang membuat tanganmu itu patah.


Jadi disarankan untuk segera lakukan amputasi pada tangan kirimu, dan diganti dengan lengan robot." kata dokter sambil menjulurkan berkas kepada mama dan aku.


Kami berdua kaget karena kondisi aku yang sangat parah sekali, dokter juga kaget dengan diagnosa ini dikarenakan jika ada seseorang yang tertabrak truk yang melaju dengan kecepatan tinggi, jika tertabrak untuk kasus kecil dia akan menjadi cacat karena benturan yang hebat, tapi kalau berat bisa langsung meninggal di tempat.


Dokter berkata dalam hati" anak ini punya kelebihan yang membuat orang iri."


Mama mengambil berkas yang dokter pegang, dan melihat isi detailnya karena di berkas tersebut dana dan yang lainnya udah dilunasi atas nama orang lain, mama tanpa persetujuanku menandatangi berkas tersebut dan memberikan berkas itu ke dokter.

__ADS_1


Melihat hal itu dalam hati ku sangat marah dan kesal karena mama tidak berkonsultasi kepada dulu, tapi karena perbuatanku juga yang bikin mama sangat marah, jadi aku hanya bisa menghela nafas, dan merelakannya saja untuk di amputasi.


Setalah ditandatangi dokter mengambil berkas tersebut dan keluar dari bangsal.


Menjelang beberapa saat dua orang dewasa pria dan wanita yang masuk ke bangsal, aku menduga yang datang adalah orang tua Viera dikarenakan wanita tersebut mirip dengan Viera, jika aura rubuh Viera polos dan menggoda kalau ibu Viera memiliki aura dewasa yang menggoda.


Meraka mendatangiku dan mengucap banyak-banyak terima kasih karena telah menolong anak mereka. Aku melihat mereka dan membalasnya sambil tersenyum


"Jika ke isekai tidak bisa, lebih baik aku melamar Viera saja karena aksi heroikku, seperti pangeran yang menyelamatkan sang putri, dan juga melihat dia dengan kedua matanya yang berbintang-bintang." berkata dalam hati


Aku melihat mama dan mengedip mataku ke arahnya, mama mengerti dan langsung mengambil alih pembicaraan dengan kedua orang tua Viera.


Aku kaget dengan pembicaraan mama yang membuat kedua orang tua Viera harus mengalah, dan menuruti perkataan mamaku, karena mereka juga sudah melihat mata anak putrinya yang menatap pria di atas kasur itu dengan berbintang-bintang jadi kami berdua relakan saja.


"Semoga anak ini bisa membuat Viera bahagia, sekalian kami ajar dia menjadi pria yang baik untuk istrinya" kata mereka berdua dalam hati sambil tatap-tatapan


Mama juga memperlihatkan mereka apa saja yang sudah aku raih di umur ke 23 ini, merekapun terkejut dan seperti mendapat jackpot mereka langsung setuju untuk menikahkan Viera denganku setelah Viera lulus SMA yang berkisar satu tahun setengah lagi


Setelah gagal pergi ke tempat yang kuimpikan, aku menjalani kehidupan seperti biasa, tapi kali memiliki suatu hal yang perlu ku jaga yaitu Viera.


Aku pergi ke calon mertua untuk bekerja karena mereka tidak ingin melihat Viera sengsara dengan kondisi keluargaku yang agak biasa dalam kisaran mata mereka, padahal aku ini orang yang makan dan minum itu tidak perlu mikir dulu, tetapi mereka tetap kekeh, jadi aku harus ikut mereka dalam berbisnis, ibuku juga mendukung agar aku tidak bisa berbuat hal yang aneh-aneh lagi.


Aku berusaha sekuat tenaga seperti bekerja di perusahaan ayah mertuaku, belajar hal baru, menemani Viera terus diulang sampai satu setengah tahun kemudian Viera lulus dari SMA swasta itu dengan nilai predikat tertinggi di provinsinya


Para guru membujuknya untuk berkuliah terlebih dahulu baru menikah, tapi Viera tetap kekeh, dan setelah di tunjukkin prestasi suaminya para guru pun langsung terdiam, dan hanya bisa berkata. "Pasangan Surga" aku menunang dia di hadapan orang tuanya dan ibuku sama ayah yang telah tiada.


Selang 1 tahun bersama Viera akhirnya aku menikah dengannya, dan hidup di rumah besar dengan perusahaan ayah mertua di tangan.

__ADS_1


__ADS_2