Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Ras Bunga Dan Pemerintahan


__ADS_3

Ku buka mata sudah ada di dunia yang semuanya serba putih, dengan kemegahan dan aura mendominasi.


"Ke sini tuan Chen" kata Angel terbang.


Kami berdua mengikuti, setiap perjalanan pasti akan ada saja yang menyapa atau melihatku dengan mata berbintang.


Kami masuk istana, terbang ke salah satu ruangan ada 2 malaikat sayap 16 menjaga, di belakangnya adalah lorong besar yang sangat panjang dan gelap, di temani oleh penjaga kami terbang masuk ke dalam setelah Angel selesai bicara dengan penjaga, beberapa menit kemudian.


Kita melihat dunia yang sangat hijau, tumbuhan yang tumbuh subur, ada juga beberapa tanaman yang baru pertama kali aku lihat dan di sekeliling dari tanaman tersebut ada mahkluk berukuran kecil bersayap terbang secara berpasangan ataupun sendiri.


"Ras apa itu, Angel?" tanyaku.


"Mereka adalah pohon bunga, ras paling langka, mereka sama seperti druid tapi skill percepat pertumbuhan lebih hebat, makanya banyak di buru" dengan wajah sedih.


Chen, nanti panggilnya peri, jangan mahkluk kecil " katanya pelan.


"Oke" Aku mengangguk dan diam,


Dalam perjalanan kami melihat tempat yang asri dan terjaga tanamannya ada juga beberapa bunga yang mengeluarkan aroma yang sangat wangi.


Kami terbang sampai melihat sebuah kerajaan setinggi 1m di buat dari batangan pohon dengan banyak makhluk-makhluk kecil yang berlalu lalang.


"Kita sampai lebih baik jaga sikap, karena mereka sangat sensitif sekali dengan perasaan dan jangan lupa bicaralah dengan lembut, paham?" peringatan Angel.


"Kami paham" kataku dan Caroline.


Angel terbang secara perlahan ke dekat tembok kerajaan sambil berkata lembut "Halo, Ratu Angel ada di sini" suaranya menyebar.


Setiap peri notice menengok dan mereka terbang mengelilingi ratu Angel dengan cahaya tubuhnya yang berkelap kelip.


Kami berdua sangat terpesona dengan keindahannya, sampai


"Ratu Angel, kenapa kamu datang kemari, apakah ada keperluan?" suara lucu terdengar di telinga kami.


Karena penasaran kami menengok dan melihat wanita cantik dengan tinggi hanya telapak tangan, corak pelangi di sayapnya, di tangan tongkat kerajaan, dan aura wibawa yang terpancar dari tubuhnya.


"Wah, Mansherry suaramu makin lucu sekali" kata Angel dengan ceria.


"Ah... jangan memujiku seperti itu" wajah memerah di mukanya, tapi dia tersadar dan berkata


"Hum.. Kau tidak bakalan bisa membodohi ku lagi, lebih baik kau tunjukkan apa mau mu jika tidak...." dengan suara lucu mengancam.


Kami bertiga tertawa karena ancamannya "Siapa mereka, Angel? kan kita sudah sepakat tidak boleh ada orang lain yang masuk" kata putri Mansherry sambil terbang sedikit menjauh.


"Maaf lupa perkenalan, namaku Chen Mo sekarang para malaikat adalah umatku, kedatangan kesini ingin mengetahui tentang altar kebangkitan, dan ingin mencoba apakah bisa membangkitkan kembali tentara kami yang tewas,


Jika bisa aku akan penuhi satu permintaan mu, bagaimana?" kataku tersenyum lembut.


Mendengarnya dia sangat shock, mencerna informasi yang di dapat, dia bertanya "Apakah itu benar, Ratu Angel."


Angel hanya mengangguk sementara Mansherry menatapku dengan seksama, suasana mulai berubah menjadi agak aneh, peri kecil yang menari di atas kepala Angel perlahan-lahan mulai menjauh.


Melihat situasi tidak kondusif aku bertanya ke mereka "Apakah kalian kenal ras druid?"


Ratu Mansherry apalagi dengan rakyatnya sangat kaget dan mendekatiku dengan sangat semangat sambil berkata "Apa kau bilang druid? Kamu bertemu?"


"Iya, bukan hanya druid, tapi juga ada elf dan human elf" kataku.


Mendengarnya mereka sangat semangat dan terbang mengelilingi di atas kepalaku, dia berhenti sambil bertanya "bagaimana keadaan mereka?"


"Mereka baik-baik saja malah mereka senang dengan kehidupan sekarang"


"Apakah kau tuan mereka?"


Aku mengangguk, melihatnya mau bertanya lagi, aku potong dan berkata serius.


"Untuk pertanyaan nanti saja, lebih baik kita membahas dulu mengenai altar Kebangkitan"


Dia terdiam beberapa menit, "Ikutlah denganku" katanya memimpin jalan, kami bertiga mengikuti sampai tiba di depan kolam air bewarna hijau, tapi tersisa hanya beberapa liter airnya saja


"Kolam ini adalah altar kebangkitan" katanya menunjuk.


Aku terkejut dengan ukuran, dan isi airnya, sampai "Bolehkah aku melihat isi panelnya" tanyaku serius.


Dia mengangguk, aku membuka panel dan melihat


[ Jiwa Kebangkitan ]


Level 1


Luas : 10 m²


Fungsi : Menghidupkan yang mati jika jiwa masih ada.

__ADS_1


"Apakah kamu mendapatkan kolam hanya sebesar ini?" tanyaku.


"Tidak, kata catatan terdahulu altar ini sebesar danau, tapi seiring berjalannya waktu airnya semakin surut dan banyak penguasa kuat yang mengambil air ini dengan paksa" menjelaskan dengan sedih.


Aku mengangguk paham, "Jadi bagaimana cara meningkatkan altarnya?" tanyaku krusial.


"Kata catatan bisa di tingkatkan dengan batu tertinggi dari Kekosongan ataupun barang biru yang berjenis jiwa" katanya.


"Apakah nama batunya adalah infinite?"


"Iya betul batu infinite"


"Ohh untuk kedua barangnya aku sudah ada, tinggal nunggu saja kamu atau tidak?" tanyaku sopan.


"Benarkah, dan Apakah kamu bilang apapun bisa terpenuhi?" jawab waspada.


Aku mengangguk, dia lantas berkata "Bisakah kamu menambah populasi kami agar bisa lebih banyak?" tanyanya.


"Mungkin bisa, jika kau mau kasih aku lihat panel dari barak mu" kataku.


"Kalau begitu ikut aku" terbang dengan semangat, kami mengikuti sampai tiba di pepohonan tinggi lebih dari 5m dengan daunnya yang bewarna kuning "Silahkan lihatlah" Katanya dengan sedih


Aku membuka panel dan melihat


"Bunga Tanaman"


Level -100 (hanya melalui pembiakan)


Fungsi : Peningkatkan tumbuhan sebesar 40%, Peningkatan bunga ataupun yang beracun sebesar 55%, Ahli tanaman langka, pemikat serangga, serbuk sari.


Memanggil : Unknown


Pembiakan : 1 set putih (10thn) 1 set hijau (5thn), 1 set biru (1thn)/ 10.000 batu void.


Panelnya membuatku sangat puas dan berkata "Angel, nanti kamu kasih barang ke Mansherry ya, soalnya pembiakan bahannya sama"


"Baik Chen, Mansherry sepertinya kita berdua akan menjadi rekan kerja" katanya tersenyum.


Dengan wajah kaget dia berkata "Apakah itu benar?"


Angel mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Mansherry, setelah di bisikin dia terkejut dan memandangku dengan kagum.


"Bagaimana, apakah kamu mau bekerja sama?" tanyaku inti.


Kami mengikuti sampai ke sebuah ruangan pohon yang nyaman untuk duduk, setelahnya kami mulai bahas mengenai kerja sama.


Setelah negosiasi panjang kami bertiga akhirnya sepakat, dengan aku sebagai investor, sementara kedua ratu sebagai penyedia pasukan, obat atau tanaman langka.


Aku juga mengontrak lebih dari 100 ras bunga, dan memberikan sekitar 58.950 jiwa yang tewas kepada ratu Mansherry, selesai menjabat tangan dengan wajah bahagia kami keluar terbang kembali dengan di temani puluhan ribu ras bunga.


Berita tentang kesepakatan kami sudah terbesar di dunia peri Tonttata, mereka sangat senang dan gembira makanya mereka memutari kepala, mencubit pipi, atau bertengger di pundak kami bertiga, sampai tiba di lorong.


Keluar dari lorong tersisa 100 cahaya kecil di belakang kami, dan satu cahaya terang sebagai pemimpinnya.


"Angel, bisakah kau menyuruh rakyatmu memilih mereka yang bersayap 6 atau beberapa sayap 8 untuk di jadikan sebagai pahlawan baru kami sekitar 9.150, nanti daftar ke Caroline saja


Aku ingin jalan-jalan di istana apakah boleh?" tanyaku mengedipkan mata.


Melihat sinyalku, "Boleh, kalau begitu Caroline ini plakat nanti kau kasih saja ke malaikat penjaga di depan gerbang, bilang ini perintah langsung ratu" Angel menyerahkan.


Dia mengangguk dengan senyum misterius dia terbang "Untuk Ratu Mansherry terima kasih telah mengantar kami sampai depan lorong dan kalian semua juga bisa ikut dengan Caroline" kata Angel dan aku.


Dengan wajah polos para peri bunga mereka pergi bersama, ratu Mansherry tersenyum masuk ke lorong, sementara malaikat penjaga dengan wajah aneh melihat kami.


"Chen, sudah sepi sekarang apakah kita akan lanjut jalan-jalan?" katanya mengedip mata menggoda.


"Kenapa kita tidak adakan jamuan makan saja, saat pertama kali kan kamu seperti itu" ideku.


"Kalau begitu kau tunggu saja disini, aku akan undang beberapa teman baikku" kata Angel sambil terbang jauh.


Melihatnya aku menggeleng kepala "Dasar Angel, ternyata dia sudah ketagihan sampai mau menipu saudarinya, ck.ck.ck"


Menunggu beberapa saat Ratu Angel bukan hanya membawa malaikat bersayap 16, tapi bersayap 18, atas undangan nya kami semua berjalan ke istana dan mengadakan jamuan kecil-kecilan.


Kami membahas kehidupan para malaikat di duniaku dan juga beberapa aktivitas seksual dan penjebolan massal orang-orang kuat.


Saat sampai di depan gerbang portal aku berkata "Ini enak sekali, kapan kapan aku akan kesini kembali, kalian jangan lupa persiapan, mengerti?" kataku menengok 3 malaikat bersayap 16 mukanya memerah menunduk malu.


"Benar, bilang terima kasih ke Angel, karena sudah memberikan token lagi, aku akan selalu menjaganya" kataku


Baiklah sampai jumpa, wanitaku, hihihi" kataku masuk ke dalam portal.


Ketiga malaikat mendengarnya muka mereka sangat merah, jika ada aku pasti tidak akan masuk portal lebih awal, tapi sayang padangan menyegarkan tersebut tidak bisa aku lihat.

__ADS_1


Setelah sampai di duniaku, melihat sudah ada pahlawan malaikat bersayap 6 dan 8 dan juga ras bunga yang menungguku di dekat portal.


"Selamat datang di rumah baru kalian" kata ku tersenyum.


Mereka bersorak, aku terbang sementara mereka semua mengikuti, sampai di kota harapan, kami semua langsung dilihat karena 100 cahaya bersinar di belakangku.


Turun, langsung seorang druid bertanya "Tuan, apakah itu peri bunga?"


"Benar, kalian berkenalan lah mereka akan menjadi anggota keluarga kalian yang baru" kataku.


Druid yang bertanya bersemangat dan mendekatinya, peri bunga dengan wajah agak malu mendekat dan bertengger di pundak druid.


Hal yang sama terjadi 99 peri bunga lainnya, aku tersenyum melihat kebahagiaan mereka, memegang tangan Caroline melakukan teleport.


Tibalah di bagian utara dekat dengan kota harapan, tiang-tiang tinggi, dinding bewarna putih, kolam di tengah dan dua patung malaikat bersayap 16 di sisi kanan dan kirinya.


Aku ke kanan membuka panel dan memanggil 80.000 malaikat habis sekitar 24 juta batu void, keluar dari tengah kolam wanita dengan 2 sayap berjalan ke arahku.


"Tuanku" "Bangunlah, nanti kamu terbang ke menara yang di sana mengerti?" tanyaku sambil menunjuk sebuah menara dengan jam di tengahnya.


"Mengerti" katanya terbang.


Keluar lagi malaikat aku hanya bilang ikuti cahaya di belakangnya, sampai kolam tidak memunculkan lagi, aku ke kiri membeli sekitar 4.500 habis sekitar 337.500 batu void.


"Sepertinya Lidia dan lainnya akan sibuk, hehe... Bagaimana tugas yang ku kasih ke Carolia apakah dia melaksanakan dengan bagus juga?" dengan penasaran aku memegang tangan Caroline dan melakukan teleport.


Sampai di istana aku sudah di sambut oleh banyak sekali orang berjubah yang


dalam posisi berjaga,


"Bagus sekali kalian semua, semangat ya" kataku menyebar ke seluruh istana.


"Baik tuan" gema terdengar.


Aku membawa Caroline sampai di kantorku yang sudah menumpuk dengan kertas-kertas, dan seorang wanita berkaca mata sedang duduk sambil memeriksa.


"Maaf merepotkan mu Carolia" kataku teleport sambil memeluknya.


"Tidak apa-apa tuan ini kesenanganku" katanya agak kaget.


"Kalau itu kesenanganmu, aku akan jadikan kamu sekretaris istana, Apakah mau?" tanyaku menggoda.


Dia terkejut dengan wajah semangat "Tentu saja tuan aku mau, tenang saja semuanya akan aku urus"


"Bagus, laporkan saat aku tidak ada si sini" tanyaku serius.


Dengan kertas di tangannya dia memberikan kepadaku


"Tuan, kami mendata ada sekitar lebih dari 8,9 juta penduduk ada 12 ras tingkat tinggi, 627 ras tingkat menengah, 2.840 ras rendah. Penduduk yang dominan adalah ras manusia, kedua ras goblin, ketiga orc.


Untuk peraturan dan fungsi yang lainnya semua telah di terapkan, kamp tentara juga sudah siap tapi belum membuat formasi, sekte juga selesai dan...."


Carolia menjelaskan semuanya, ada juga beberapa kesalahan yang ku buat tapi sudah di perbaiki, karena ada sistem Ai komputer semua pekerjaan menjadi lebih mudah.


"Aku sangat puas, tapi bagaimana pemilihan pejabat aku tidak mau ada politik disini" kataku mengerutkan kening.


"Untuk itu tuan kita masih belum menemukan caranya" kata Carolia menunduk.


"Untuk itu nanti akan ku carikan, pemilihan pejabat di undur saja dulu, juga untuk ras tingkat tinggi ada apa saja?" tanyaku penasaran.


"Mereka penambang kurcaci, kultivator aliran dou qi, penyihir kebenaran, human naga, human titan, human hulk, bunga beracun, rajawali, dan sisanya adalah dari ras gelap."


"Untuk ras gelap ras tinggi atau rendah kau hancurkan saja semuanya, kalau ada yang berguna pertahankan, dan tempatkan ras tinggi ini sesuai dengan keahliannya" tanyaku.


"Untuk kultivator dan penyihir suruh sabar menunggu, karena di dalam diriku sepertinya akan ada dua lagi segel barak yang akan hancur" kataku pelan.


"Apakah ada yang lain?" tanyaku.


"Tuan bagaimana peresmianmu menjadi seorang penguasa?" tanya Caroline.


"Kita harus nunggu beberapa bulan dulu, lihat bagaimana kedepannya nanti."


"Baik tuan" kata keduanya.


"Kalau sudah selesai ini Caoline ada sekitar 4.500 menara nanri kau taruh, jangan lupa pohon perang dan tanaman lain kau tanam semuanya di tempat mencolok atau tersembunyi" kataku melempar sebuah cincin ke Caroline.


"Aku akan keluar dulu, istana akan di jaga sama kalian berdua, bisa juga minta bantuan dengan Milya dan lainnya, jangan melakukan sendiri atau memonopoli kalau tidak..." Aku mencium mulut mereka dengan ganas dan menghilang.


Mereka berdua bernapas dengan cepat dan berkata "Tuan semakin agresif saja, benarkan kak?" "Hah... Caroline ada yang aneh dengan tubuhku bisakah meminta bantuan mu?" "Apakah datang lagi?" Dia mengangguk. "Aduh... baiklah akan aku lakukan" sambil melepas benda di tubuhnya.


Aku kembali ke kamar tidur, dulunya kamar hanya luas 50m², sekarang sudah lebih dari 150m² luasnya dan semua peralatan komplit.


Aku rebahan di kasur, memikirkan ingin lanjut kemana nanti "Ahhh... tanya saja dengan Mier diakan sudah lama tinggal di kuil perang ini.

__ADS_1


Menutup mata berkata " Kembali"


__ADS_2