
" Ding dapatkan 478 batu roh, 279 batu void, 4 skill biru, 2 senjata biru, 1 barak putih "
" Ding dapatkan 1.938 batu roh, 791 batu void, 7 senjata biru, 4 skill biru "
" Ding dapatkan 848 batu roh, 493 batu void, 6 senjata biru, 2 skill biru "
....
" Ding dapatkan 10.368 batu roh, 5.729 batu void, 21senjata biru, 11 skill biru "
...
Chen mo membuka semua kotak hadiah dan mendapatkan sekitar 781.529 batu roh, 327.820 batu void, 287 senjata biru, 162 skill biru, 345 menara biru, dan 3 bangunan sipil ungu.
Puas dengan hasilnya dia keluar dari gudang, teleport ke kolam malaikat berjalan ke kanan patung membuka panel memanggil lebih dari 200 malaikat, berjalan ke kiri membeli 100 menara laser dan jika di total habis sekitar 25.000 batu roh.
Chen mo memanggil Monica dan Bella untuk mengatur malaikat yang baru ini, setelahnya teleport ke gedung Shadow, dia terkejut melihat 2 penjaga bertubuh besar yang menjaga di sana karena penasaran Chen mo menghampirinya, kedua orang penjaga ini hanya menundukkan kepalanya kepadaku, lagi-lagi terkejut dan kubuka panel Informasinya, tapi
Nama : ????
Level : ????
Skill : ????
Chen mo tidak bisa melihat panelnya dan kedua penjaga itu melihatku dengan wajah ganas
"Tidak sopan jika kau memeriksa panel orang secara sembarang, jika kau bukan tuan barak ini aku sudah pasti mencincang mu" katanya dengan berat.
Chen mo mengerutkan kening, dia menatap kedua penjaga itu dengan sikap waspada, hening antara kami selama beberapa menit, sebelum ada seorang bertudung yang menghampiri kami bertiga.
2 penjaga itu refleks berlutut satu kaki mereka dan berkata 'Nona',
Chen mo penasaran dan menatap orang yang dipanggil nona itu, setelah menatap dengan detail dia terkejut karena yang di panggil Nona itu adalah orang yang tadi pagi ku ajak bicara dan dia orang yang ingin ku jadikan arsitek di wilayahku.
Membuka kerudungnya, terlihat seorang wanita dewasa dengan mata cokelat, badan yang langsing serta memiliki aura kewibawaan di dalam dirinya
...Caroline...
...( Aku dapat di goggle )...
"Perkenalkan nama saya caroline, aku senang dengan pembicaraan kemarin pagi, Oh benar mereka berdua adalah bawahanku" katanya sambil menjulur tangan dan menunjuk 2 penjaga di belakangnya.
Kami bersalaman tapi Chen mo masih ada jejak waspada karena ini pertama kalinya bertemu hal seperti ini, melihatku waspada, dia hanya tersenyum dan menjelaskan bagaimana dia datang, berbicara selama beberapa jam sebelum selesai.
"Oh jadi gitu anda bisa disini, terus apa mau kalian? saya gak mau ada bomb waktu di wilayah saya ini." katanya dengan nada peringatan, 2 penjaga di belakang wanita itu marah dan dilihat dari matanya mereka ingin sekali menebas kepalaku, tapi yang disebut nona kedua ini menahannya.
"Kami disini ingin memohon kepada anda untuk menghidupkan kembali anggota kami yang lainnya, dan izinkan kami untuk tinggal di sini" katanya sambil menunduk kepalanya, 2 penjaga di belakangnya ingin menyuruh nona mereka untuk angkat kepala, tapi nona mereka bersikeras.
Chen mo ingin sekali menerimanya, juga dia Ini nona mudanya otomatis pasti yang lainnya akan mengikutinya juga, kalau kata istilah seperti ini "dua burung satu batu" tapi dalam diriku masih ada tanda curiga.
"Aku bisa menerimamu tapi kau harus membuat kontrak denganku untuk tidak mengkhianati ku dan menjadi pembelot di sini" katanya dengan mengeluarkan dari cincin penyimpannya kertas biru.
Nona muda itu terdiam beberapa detik sebelum setuju, dia menandatangi kontraknya tapi Chen mo orangnya curigaan dan benar saja setelah selesai tanda tangan dia tersenyum di bibir kecilnya.
Kami berdua berjabat tangan kalau kontrak ini selesai, masuk ke lorong membuka panel memanggil lebih dari 100 assassin lagi, dia yang melihat itu langsung sangat bersemangat, selesai pemanggilan Chen mo keluar sambil tersenyum kecil.
Dia yang melihat aku menjauh, langsung mengungkapkan senyum lebar di wajahnya,
__ADS_1
"Nona apakah pria itu akan termakan umpan?" kata salah satu penjaga,
"Dia sudah termakan umpan dari menandatangi kontrak tadi, karena tanda tangan di kontrak itu milik saudara perempuanku, jadi aman dan tenang saja.
Setelah dia menghidupkan kembali anggota lainnya serta para saudari yang mati di medan perang itu, kita bisa membalas dendam dengan bantuan tuan ini, atau kita bisa membunuhnya dan mengambil token miliknya." berkata kepada 2 penjaga yang ternyata seorang perempuan juga.
Chen mo yang sudah sangat menjauh langsung memanggil Miera, dan berbisik di telinganya untuk melakukan ini, setelahnya dia menengok ke belakang dan menunjukkan senyum menyeramkan
"Kau kira bisa membohongi ku dengan tonjolan kecil di dadamu itu, Heh... naif"
Selama satu hari ini tidak ada serangan monster, Chen mo melihat hal itu hanya bisa menerimanya dia menaruh100 menara laser cahaya di tempatnya, menaikkan level menara pertahanan, menaruh bangunan sipil, dll.
Chen mo melihat dari jauh assassin yang mengawasi perbuatan kami, Miera dan malaikat lainnya ingin sekali membunuhnya tapi Chen mo tolak dan menyuruh mereka langsung kembali ke posnya masing-masing, anggap saja tidak terjadi apa-apa.
Karena perintahku mereka hanya bisa menuruti dan melanjutkan aktivitas mereka tanpa mengganggu para Assassin itu.
"Sepertinya rencana untuk menaklukan mereka perlu di majuin" berbisik dalam hati.
Chen mo lanjut menata bangunan, menaruh apa yang diperlukan, dan masukkan ke gudang barang yang tidak perlu, membuka panel wilayahku
[ Wilayah ] : Tanpa Nama
Nama : Chen Mo
Level : 25
Luas : 40.000m²
Populasi : 700. Menara cahaya : 200
Malaikat : 500
Bangunan sendiri : Vila (Level 25), Benteng (Level 25), kolam malaikat (Level 10), Shadow Assassin (Level 10)
Karakteristik wilayah : The seven colors of the rainbow
Persediaan:
Batu void 259.902
Batu roh 102.942
Batu 7 dosa 56.272
menara pemanah warna biru 771
Skill warna biru 409
Senjata warna biru 648
senjata warna ungu 11 : 6 pedang, 2 panah, 2 tombak, dan 1 staf sihir penyembuh.
skill warna ungu 4 : Teleport, Satu Pedang Satu Hati, Elemen Dasar, Pedang Nafas
menara pemanah warna ungu 6 : 2 roket katyusha, 2 menara naga api, 2 menara elf
Domain : Petir
Senjata kamp gelap : 4
__ADS_1
Bangunan Sipil Ungu : 3
Bangunan Sipil : Pemandian air panas, Hotel, perumahan, rumah, bangunan alkimia, penempaan, restoran, rumah sakit, sawah, dll
(untuk senjata, skill warna putih dan hijau sangat banyak jadi saya tidak masukkan list karena merepotkan dan bikin pusing)
Chen mo sedang asyik melihat panel, dari kejauhan salah satu assassin yang sedang memantau ku berbicara dengan yang di sampingnya
"Ternyata lelaki itu hebat sekali dalam memerintah dan menata bangunan sampai rapi seperti ini, harusnya kita mengikuti tuan yang seperti ini yang sudah menolong kami dari kematian, dan memberikan tempat yang aman, dan bebas walau ada masih ada beberapa monster sih, kenapa nona malah ingin memusuhinya?"
"Ini misi dari nona, kau anak baru hanya perlu menjalankannya saja, mengerti" kata satunya lagi.
"Aku mengerti" dengan kepala merenung.
Menjelang tengah malam Chen mo kembali ke vila, dia masuk ke kamar untuk tidur, sementara di luar ada bayangan bergerak cepat mengarah ke villa, dia berlari seperti cheetah, dan melompat seperti monyet, Caroline dengan 2 penjaganya menyelinap ke atap vila, sesampainya di atas salah seorang penjaga berbicara.
"Nona Apakah cara ini benar? Bukankah kita hanya perlu menunggunya untuk membalas dendam kami?" kata salah satu penjaga,
"Ini tidak bisa, kita harus memaksa dan menyuruhnya untuk terus membangun para saudari kami yang lain, biar kami lebih cepat membalas dendam" kata caroline
"Tapi nona sepertinya aku punya firasat buruk tentang rencana ini." kata penjaga tadi,
"Sliv, apa kau tidak percaya pada rencana ku ini?" kata caroline dengan marah
"Aku percaya tapi.." kata sliv
"Sudah daripada ribut disini mendingan kita masuk, dan langsung menyelesaikannya." kata seorang penjaga yang lain,
"Benar kata Vil, jadi ayo masuk" kata caroline.
Mereka masuk lewat sela-sela kaca, setelahnya mereka mencari kamarku dengan langkah pelan, tidak selang lama mereka mendengarkan suara dengkuran sedang tertidur, mereka ketiganya saling memandang dan masuk ke dalam kamar yang ada suara itu dengan senyap.
Saat dia konfirmasi kalau targetnya itu benar, dia langsung menusuk pisau ke kasurku, tapi yang mereka lihat hanyalah bantalan yang tertumpuk saja.
Mereka terkejut tapi sayang di belakang mereka ada yang menggerakkan benda tumpul ke arah kepala mereka, yang membuat mereka bertiga pingsan.
[ Aku mengedipkan mataku dan melihat sekeliling ruangan, dia kaget sekaligus panik karena kaki dan tangannya diikat di sebuah kursi dan melihat 2 penjaga yang lainnya bersama, dia mengerakkan tubuh tapi tidak bisa karena kencangnya tali yang dibuat, dan pola aneh ditali yang membuatnya merasakan panas.
Setelah gerak-gerak berusaha melepaskan, tiba-tiba dari arah depan bunyi suara sepatu yang menghampiri mendekat, saat pintu terbuka masuk seorang pria di tengah dengan senyum, dan 2 malaikat di belakangnya.
"Apa kau puas dengan hadiahku?" kata pria itu,
"Kau kep*r*t, cepat lepaskan aku" katanya dengan keras, keduanya yang masih tertidur terbangun, dan panik melihat kondisi nona mereka.
"Oh kalian sudah bangun juga, jadi acara ini aku akan dimulai" kata pria itu,
"Jangan berbuat macam-macan dengan kami jika tidak.."
"Jika tidak apa" potong pria itu.
"Apa kau perempuan jadi aku perlu berikan keringanan atau mungkin belas kasihan? Maaf jika ada hal itu aku tidak akan berdiri disini." katanya dingin, pria itu melanjutkan
"Apa kalian disini untuk membunuhku dan mengambil token ini?" sambil menjulurkan di tangannya sebuah token.
"Saya gak tahu dendam kalian di dunia sebelumnya, tapi kalian sudah disini dan harus menuruti ku kalau tidak, senjata ini yang akan main" kata pria itu sambil menunjukkan senjatanya ke arahku.
Ketiganya panik berusaha melepaskan diri, tapi sayang... Pria itu berjalan mendekat dengan senyum yang menyeramkan
"Waktunya kita bermain, Baby"
__ADS_1
Pintu itupun tertutup dan terjadilah......