Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Kencan Dua Wanita Dan Tamparan Wajah


__ADS_3

Setelah malam yang intens, bangun di pagi hari melihat sinar cahaya yang menembus ke jendela memandang sekitarnya ada tubuh yang tergeletak dengan sayap-sayap sebagai bantalan tidur,


Chen mo berdiri dan berjalan keluar menikmati suasana pagi indah ini, pergi ke pemandian, selesai dia siap-siap untuk pergi berkencan dengan 2 gadis terkenal di sekolah.


"Malam pesta, pagi kencan, hey enak sekali hidup seperti ini" dengan nada indah.


Setelah rapi Chen mo pindah ke gudang, mengambil semua barang yang perlu di jual, serasa sudah siap dia menutup mata (kembali), setelah kebuka dia sudah ada di kamar.


Melihat jam sudah pukul 7 pagi dia keluar dari rumah pergi ke gerbang sekolah untuk bertemu dengan mereka berdua, dalam perjalanan dia masih terkagum-kagum dengan hal di sekitarnya, tempat yang banyak orang, lalu lintas yang padat dan banyak para ahli yang berjalan-jalan seperti orang biasa.


Chen mo suka dengan kedamaian ini, tapi dia tahu kalau kedamaian seperti ini hanya di permukaan, aku tidak tahu orang yang di lewati itu bisa saja berhadapan langsung di kekosongan nanti, terus berjalan sampai tiba di depan gerbang melihat sudah banyak orang ramai berkumpul mengelilingi sesuatu.


"Kok pada ramai, padahal ini hari libur sekolah?" karena penasaran Chen mo menghampiri tempatnya dan melihat banyak sekali orang memandang ke satu arah dengan mata yang berbintang-bintang, Chen mo menengok dan terkejut, karena yang mereka lihat itu adalah Xiao yu dan Lou li


...Xiao yu...



( Untuk Lou li lihat di Eps 5, gambar ku dapat dari web Google)


"Aduh lupa kalau mereka bertemu pasti berantem"


"Yahh karena sudah seperti ini mau gimana lagi, lanjutkan saja bertemu dengan mereka" sambil berjalan ke arahnya.


Semua orang notice melihatku karena auranya yang berbeda dan dengan wajah yang tampan, keduanya yang saling berhadapan tadi secara refleks menengok dan menghampirinya.


"Chen, bukankah kemarin kami sudah janjian berdua?" Xiao yu berkata kesal


"Chen bukankah kau yang memboleh kan aku ikut denganmu?" kata Lou li tidak mau kalah.


Chen mo hanya bisa terdiam dengan sumbu api yang menyala di antara para penonton, dia tidak fokus ke arah kedua wanita apalagi penonton tetapi hal lain, pakaian bergaya barat dengan tangan lengan pendek yang terlihat kulit putih mulus mereka seperti susu dan celana panjang ketat yang menampakkan kaki panjang dan langsing mereka.


Chen mo menelan ludah karena betapa seksi dan menawannya mereka berdua, "Pantas saja penonton matanya berbintang ternyata mereka melihat ini"


"Harus ku cegah mereka memakai baju seperti ini lagi, tapi itu nanti lebih baik aku harus menyelesaikan masalah ini dulu" berbisik dalam hati.


"Chen kenapa kau hanya bengong saja, cepat jawab kami" bentak keduanya.


Chen mo langsung tersadar "Oke oke aku salah, aku yang mengajak Lou li bersama, karena kemarin kita tidak jadi belanja karena insiden dan mohon maaf Xiao yu aku mengajaknya tanpa persetujuan mu, jadi lain hari kita akan berjalan bersama, oke?" berkata tulus meminta maaf.


Xiao yu yang mendengarnya cemberut, Lou li juga sama cemberut, saat ingin berbicara lagi, ada orang yang terlebih dahulu, berbicara


"Kedua nona, apakah kalian di ganggu oleh orang ini?" pemuda dengan senyum lembutnya menunjuk ke arahku.


Kami bertiga terkejut, menengok ke seorang pemuda dengan pakaian dan aksesoris mewah di tubuhnya dan beberapa orang di belakangnya "Tolong, tuan ini siapa?" tanya Chen sopan


"Aku adalah tuan muda dari keluarga Mi, kau tahukan lebih baik menjauh dari kedua nona ini" katanya meremehkan, kami bertiga kebingunan sementara penonton sangat heboh sekali.


"Apa, keluarga Mi bukankah keluarga ini selalu muncul di atas tv?"


"Benar, saya juga melihat ayahnya di televisi"


"Anak ini tuan muda dari keluarga itu? beruntung sekali aku melihatnya"


"Anak muda tampan itu kasihan dia berhadapan dengan orang yang statusnya tinggi"


"Sepertinya pemuda tampan itu menendang plat besi, sayang sekali"


Semua penonton mulai berdiskusi, tuan muda itu semakin sombong dia memandang Chen mo dengan jijik, "cepatlah menjauh saya ingin berbicara dengan kedua nona ini"


Chen mo tidak menghiraukan apa yang dia katakan, tapi mengerutkan kening menengok kedua wanita


"Keluarga Mi? Xiao yu, Lou li apakah kalian mengenal keluarga ini?" mereka mengangkat dagu mengingat-ingat


"Tidak, baru kali aku mendengar ada keluarga ini"


"Benar, aku juga sama"


Salah seorang kroni yang mendengar ketiganya, dia terkejut dan berkata dengan bangga "Kalian tidak tahu keluarga Mi? Mereka ini terkenal loh perusahaan I-B dengan aset lebih 10 triliun rupiah itu milik mereka, apalagi perusahaan Entertainment Ex mereka sudah tersebar dimana-mana dan memiliki ribuan artis ternama, impian semua banyak orang untuk masuk ke sana" ( 1 gram emas = 1 juta rp )


Para penonton terkejut mereka mulai berbisik dengan semangat, membuka handphone untuk memvidiokan atau ada perempuan nakal diantara penonton yang mulai mendekat sementara kami bertiga menahan tertawa dan mulai berbisik diantara kami.

__ADS_1


Tuan muda Mi, dia perlahan mendekati kedua wanita dan berkata lembut "Bagaimana, tinggalkan pria ini kau akan mendapatkan status, harta dan yang lain yang banyak di impikan oleh semua orang"


Mendengarnya kami bertiga tertawa kencang sementara pemuda itu mengerutkan kening, dia bertanya "Kenapa kalian tertawa, apakah ada yang lucu?"


Sambil tertawa Chen mo berkata "Haha kau lucu sekali, menawarkan kedua wanita ini status dan harta? apa kepalamu ini di tendang kedelai" Xiao yu dan Lou li juga tertawa, tapi dengan mulutnya ditutupi tangan.


Pemuda Mi itu marah dia ingin berkata tapi di potong oleh Chen mo "Sudah jangan dilanjuti aku tidak tahan dengan lawakan mu, lebih baik panggil ayahmu segera dia pasti tahu tentang kami"


Tuan muda Mi ingin berkata lagi tapi tiba-tiba ada rasa sesak di dadanya, dia berlutut dan keringat dingin mengucur dari dahinya menengok ke atas dia melihat hal yang tak akan pernah dia lupakan selama seumur hidupnya.


3 sosok asura di belakang ketiganya, awan hitam merah dengan lautan darah dan mayat di bawahnya, tuan muda itu ketakutan hingga dia pingsan, penonton yang melihatnya aneh karena tuan muda hanya maju beberapa langkah tapi tidak berselang lama dia pingsan.


Bawahannya panik, mereka mendekati tuan mudanya, ada yang mulai telepon, ada beberapa penonton yang berlari karena takut ikut bermasalah, atau ada yang diam ingin melihat lanjutannya, kami bertiga adalah golongan orang yang diam, situasi mulai menjadi kacau dan beberapa bawahan yang panik, tak selang lama beberapa mobil hitam datang.


Keluar dari dalam mobil, seorang pria berusia 30 tahun keatas, dan seorang wanita dengan pakaian aksesoris mewah di tubuhnya berlari mencari anaknya yang katanya pingsan, setelah bertemu wanita itu menangis sementara pria itu mulai mencari tahu apa masalah nya sampai anaknya seperti ini.


Setelah diberitahu dia melihat 2 wanita dan 1 pria, sebagai ayah dari tuan muda Mi itu menahan amarah dan mulai mendekat ke arah kami, "Apa kau yang membuat anakku menjadi seperti ini"


"Kau salah orang kami tidak melakukan apapun ke anakmu" kata Chen mo santai


"Bocah namamu siapa?" tanya pria itu penasaran


"Aku bukan siapa siapa aku hanya orang biasa"


Pria yang mendengar itu sangat curiga tapi karena anaknya sudah seperti ini, dan terlanjur emosi dia berkata


"Nak, saya tidak perduli siapa yang jatuhkan anak saya, tapi dari kejadian yang di ceritakan anak buah anak sayaalian bertiga yang sedang konflik, makanya sebelum saya marah lebih baik kau berlutut dan meminta maaf kepada anakku, sekalian dua wanita itu harus di berikan ke anakku" kata pria itu sambil menunjuk ke belakangku.


Kami marah mendengar perkataan pria itu apalagi wanita di belakang, "Pria tua, tutup mulut bau mu jika tidak kau akan kena....." kata Liu li sebelum


"Diamlah kau p*lac*r\, orang biasa hanya bisa menjadi mainan anakku dan kau orang miskin lebih baik sekarang berlutut ke anakku" berkata melampiaskan amarah


Melihat orang tua itu dengan mata serakah, kami bertiga dengan wajah saling memandang setuju untuk mengakhiri lelucon ini, "Orang tua, kau tahu siapa kami?"


"Memangnya kau siapa? Sayang bunuh saja kedua orang ini" kata wanita itu berteriak, pria itu menghiraukan istrinya dia menatap ketiga pemuda di depannya, ada firasat buruk di dalam hatinya.


Melihat muka mereka lebih detail lagi, setelah mulai mengingat-ingat dia terkejut, untuk mengkonfirmasi bertanya "Kalian ini sebenernya siapa?"


Pada saat upacara kedewasaan selesai, eyeliner dari perusahaan di sekolah Guancheng mendengar kabar kalau ada 2 bakat tingkat S dan 1 bakat tingkat A+, sekolah ingin menyembunyikannya rapat-rapat tapi masih saja berita mengenai ketiganya lolos, nama Chen mo, Lou li dan Xiao yu di ketahui oleh perusahaan besar atau beberapa keluarga besar.


Walikota Guancheng yang mendapat berita sangat semangat dia beritahu semua kalangan kalau mereka bertiga akan dilindungi oleh bawahan langsung dari walikota yang notabennya itu mencapai level lebih dari 100.


Karena kekaisaran sangat ketat dalam pemilihan pejabat, dan hanya orang kuat dan bijaksana yang boleh memegang jabatan, jadi yang bisa mencapai posisi paling tinggi dari sebuah provinsi atau kota dia itu pasti penguasa di atas lebih dari 150.


Selama ini provinsi Guandong hanya menempati bagian 20 besar dai 36 provinsi, jadi walikota sangat berharap kepada jenius tingkat S di provinsi Guandong untuk menaikkan atau membawa panji provinsi Guandong ke tempat yang lebih tinggi.


Orang tua yang mendengar nama kami shock berat dan terhuyung-huyung ke belakang ketakutan, sementara istrinya mendatangi suaminya bertanya kenapa


Kami bertiga menatapnya dengan dingin "Anakmu mengganggu kami yang ingin melakukan perjalanan dan dia sudah merendahkan kami 1, jadi kau ingin masalah ini di selesaikan dengan seperti apa?" .


"Maaf tuan muda dan nona muda, anak saya menganggu perjalanan anda, saya juga minta maaf atas kelakuan anak saya dan saya sendiri karena telah merendahkan anda" pria itu menunduk, sementara sang istri hanya bisa bengong melihat suaminya.


"Bukankah kau tadi yang menyuruh aku untuk berlutut? kau juga memanggil mereka berdua p*elac*r? kenapa kau malah minta maaf? Apa kau mendengar nama kami jadi sikapmu berubah?"


Dia hanya memutar matanya saja dalam hati "kenapa kau tidak beritahu namamu dari tadi, jadi sulit urusannya dan ini bisa jadi boomerang untuk perusahaan ku", pria itu gelisah, istrinya bertanya kenapa menunduk tapi suaminya hanya memelototi dan menyuruhnya ikut nunduk karena ancaman dia juga ikut menunduk.


30 menit kemudian, Chen mo menyuruhnya untuk berdiri dia berkata "Lebih baik kau beri kami hal yang bagus agar kami puas dan tidak melanjuti masalah Ini lagi"


Dia memberikan cincin penyimpanannya kami lihat isinya ternyata sangat kaya, puas Chen mo menyuruh mereka untuk pergi, penonton kebingungan dengan adegan ini apalagi kroninya pria itu tidak menghiraukan dia membawa istri dan anaknya pergi meninggalkan tempat kejadian dengan cepat.


Chen mo refleks memegang kedua tangan Lou li dan Xiao yu, setelahnya langsung di gunakan skill teleport, penonton yang tidak nyadar hanya melihat kepergian jauh dari mobil, saat ingin melihat ketiga pemuda tadi mereka terkejut karena sudah tidak ada lagi.


Karena tidak ada tontonan lagi mereka kembali bubar dan melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda.


Chen mo teleport ke salah satu gedung dengan memegang kedua tangannya, setelahnya dia melepaskan tangannya


"Haha.. tuan muda itu bodoh sekali dia ingin membeli kalian " kata Chen tertawa.


"Haha... memang bodoh, tapi pria tua itu aku agak kesal" kata Lou li


"Benar\, mengatakan kita p*l*c*r\, apalagi menjadi mainan anaknya Ihh.. Jijik" balas Xiao yu jijik.

__ADS_1


Mereka berbincang membahas kejadian tadi dan mengabaikan diriku, melihat mereka baikan Chen mo tersenyum senang, terus membahas kejadian tadi sampai Xiao yu bertanya khawatir


"Chen, apakah orang itu akan kembali lagi untuk balas dendam, karena aku lihat dia memasang wajah yang mengerikan."


Chen menenangkan "Jangan khawatir orang itu sudah di tangani kok"


"Chen kau juga bilang di aula kalau itu sudah ditangani, tapi jika mereka datang kembali bukankah itu akan jadi boomerang untuk kita?" tanya Lou li.


"Hahaha... Tenang saja, mereka itu hanya orang lewat untuk kami dan kita kan di lindungi oleh walikota, ada juga kakek, dan ayahmu" sambil menunjuk keduanya


"Tapi kan itu sekarang, kalau masa depan?"


"Yaa... Emang benar juga jadi.... Kalian yang di sana bisakah kau membunuh orang yang sudah kami singgung" melambaikan tangan ke salah satu bangunan.


"Chen kau ngomong dengan siapa?" tanya mereka dengan kebingungan


"Bukan siapa-siapa" katanya dengan senyum misterius.


"Ohh iya aku ingin bicara serius dengan kalian" mengalihkan pembicaraan


"Apa itu?" tanya serempak


"Kalian berdua lebih baik pakai baju yang lebih tertutup, agar tidak dilihat oleh orang lain, jika tidak kau akan menemui kejadian seperti itu kembali"


Mendengar hal itu membuat mereka tertawa "Hei Chen, apa kau cemburu" goda Xiao yu, "Iya Chen apa kau cemburu dengan baju kami seperti ini" kata Lou li sambil memutar.


"Baiklah saya memang cemburu, karena tubuh wanita yang saya suka diumbar ke orang lain" katanya pasrah, Lou li yang memutar tubuhnya lantas berhenti terdiam dengan pernyataan ku, apalagi Xiao yu dia bereaksi hal yang sama.


"Chen apa yang kau katakan tadi" kata mereka dengan wajah kaget, Chen mo yang keceplosan hanya bisa mengutuk mulutnya di dalam hati.


"Yah... aku suka kalian berdua, karena kalian adalah orang yang menurutku spesial dan sangat berjasa dalam hidup ku" Chen mo berkata pasrah


"Hah?? memangnya aku kapan?" tanya Xiao yu


"Saat di lereng pegunungan ....." ingin lanjut bicara tapi Xiao yu menutup mulutnya.


"Itu sudah yang lalu jadi tidak usah kau ceritakan, memalukan" katanya tersipu


"Hei..Hei cerita apa itu? aku ingin tau" paksa Lou li.


"Jangan kau kasih tau Chen jika tidak, kau akan..." ancam Xiao yu


"Baik-baik aku tidak akan sebar, tapi khusus untuk..."


"Jangan sebar" bentaknya


"Hai apa dong kasih tau lah" kata Lou li tetap maksa


"Lou li diam, nanti aku sebar aibmu yang itu"


"Aib apa?" tanya bingung


"Yang di vila..." mulutnya di tutup oleh Lou li


"Jangan sebar" kata Lou li


Kami bertiga berantem dengan gembira sementara itu di salah satu vila ada pria dan wanita berdiri melihat anaknya sedang tertidur pulas di atas kasur, "Bocah dan wanita itu sudah mempermalukan kita" kata pria dengan marah.


"Bagaimana, sayang apakah kamu ada rencana?" tanya istri khawatir


"Ada, aku sebenarnya tidak ingin melakukan panggilan ini tapi hehe... bocah itu sudah mempermalukan ku di depan umum, jadi...."


"Jadi apa?" tanya orang misterius dengan memegang kepala di tangannya


"Kau adalah...... istriku, kau apakan bajingan" katanya teriak ingin membuka gerbang di tubuhnya, tapi orang misterius tersebut hanya menjentikkan jarinya seketika gerbang itu ke segel dan menjatuhkan pria itu hingga pingsan.


"Lebih baik kau ikut dengan kami" kata orang misterius itu sambil menyeret orang tua itu, dia menebas anaknya yang diatas kasur dan mengambil kepalanya.


"Bocah itu bisa melihatku,


" Menarik "

__ADS_1


Orang itu tersenyum dan menghilang.


__ADS_2