
Sampai di apartemen, aku masuk ke dalam dan duduk di tempat kasur, menutup mata sambil berkata
"Kembali"
Kubuka mata aku sudah ada di kamar tidur vila, beranjak bangun keluar dan melihat di ruang tamu ada wanita sedang duduk bersila di sofa dengan matanya yang tertutup.
Karena iseng, jadi aku mendekatinya dan berjalan perlahan ke arah belakang nya,
Saat jaraknya semakin dekat, tanpa tanggung-tanggung langsung ku terjang dia dari belakang yang membuatnya kaget dan menggunakan skill luar angkasanya.
Aku hanya bisa terjungkal di sofa dengan dia yang yang hanya tertawa di belakang melihatku.
Aku yang kesal menggunakan skill teleport, menangkapnya dan melakukan sesi panas dengannya sampai waktu menunjukkan pukul 6 sore.
Keluar vila dengan wajah berseri dan di belakangnya seorang wanita elf yang berwajah merah.
Aku yang pura-pura tidak melihat menyuruhnya "Lidia, panggil perwakilan dari seluruh ras dan antar mereka ke ruang tamu nanti, mengerti?"
"Baik tuan" katanya dengan mengendus marah.
Aku hanya menggeleng kepala saja dan menunggu mereka datang, satu per satu datang dengan terbukanya sebuah lorong untuk mereka.
"Ternyata mudah sekali ya? Linda" "Hehe, kakak siapa coba" Memang enak jika dijadikan alat transportasi" "Betul itu, apakah tidak ada lagi elf lain yang bisa seperti ini, Lidia?"
Caroline yang bertanya ke Lidia membuatku sangat tertarik dan menengok ke arah Lidia.
Lidia yang diliatin banyak orang hanya bisa menjawab "Hah... Memang ada banyak sekali yang bisa menggunakan skill luar angkasa seperti aku, tapi memangnya bisa jika langsung di pilih seperti itu?
Bukankah seharusnya di panggil dari pohon dunia?" tanyanya bingung.
"Lidia, kami bisa pergi ke duniamu dan mengambilnya karena aku ada kontrak pahlawan, jadi aku bisa membawa kalian tanpa harus di panggil." kataku dengan senyum
Dia mengangguk paham dan wajahnya memerah.
"Baiklah, untuk pertanyaan nya nanti kita lanjuti untuk sekarang, Caroline apakah semuanya sudah di akomodasi?"
"Tuan semua sudah di akomodasi tapi kata mereka ada yang kurang" Katanya.
Aku mengangguk paham "Benar yang kurang dari kita itu adalah hiburan bukan?" tanyaku.
Hampir dari semua kepala perwakilan mengangguk,
"Haha... Aku sudah membeli nya, ini ada 10 cincin dimana isinya adalah barang barang hiburan dan juga disini ada, VR, rumah, hotel, bioskop, kolam renang, air terjun ada semuanya disini nanti Caroline kau ikut denganku nanti untuk memperluas wilayah"
Dia mengangguk dengan wajah gembira
"Ini untukmu Saria di dalamnya ada sekitar 1.000 lebih sawah spiritual dengan biji-bijian nya juga." memberikan 15 cincin biru
"Ini untukmu Linda di dalam cincin ini ada rumah bergaya elf dan juga banyak furnitur untuk hal yang kalian sukai" memberikan 10 cincin biru.
"Untuk kau Carolia di cincin ini ada kesukaan kalian semua, yahh ada cctv laptop, komputer, sinyal atau hal lainnya dan nanti salah satu kota akan aku ubah menjadi era metropolitan, apakah kamu bisa?" tanyaku memberikan 35 cincin biru
"Itu pekerjaan kami tuan" kata nya semangat.
"Untuk kau Sania ini senjata dengan banyak bentuk di dalamnya, ambillah" kataku menyerahkan 7 cincin biru.
Karena kalian sudah dapat apa yang kalian mau, sekarang kalian semua keluar dulu untuk Milya dan Caroline tunggu dulu dan kalian jangan melakukan pemasangan dulu,
Karena tempat ini akan di perluas lagi" mereka mengangguk dan pergi keluar
tersisa hanya keduanya, lantas aku bertanya "Milya, bagaimana keadaan Salia?"
__ADS_1
"Tuan sekarang dia sudah membaik dan dia sedang dalam tahap memperbaiki diri" Katanya.
Aku mengangguk "Milya, ini ada cincin lebih dari 40, tugasmu adalah menaruh nya secara sesuai dari koordinat peta ini apakah kau bisa?" kataku sambil menyodorkan peta yang ku beli.
Dia melihat sebentar dan mengangguk bisa, aku langsung serahkan peta dan cincin nya ke Milya, dia keluar yang hanya menyisakan aku dengan Caroline.
"Baik tugas kita adalah yang paling banyak, ulurkan tanganmu" kataku.
Dia mengulurkan tangannya, aku mengambil dan teleport ke langit tertinggi.
"Nah sekarang kita bisa melihat nya"
Dari langit kita melihat banyak malaikat yang menaruh banyak sekali barang alam seperti gunung berapi, bukit, danau, sungai, rawa, hutan dll.
Di era ini tidak ada hal yang mustahil, kau menciptakan, merubah, dan hal lainnya yang di luar akal kau juga bisa lakukan.
Malam pun tiba, pekerjaan malaikat akhirnya selesai, Milya yang sudah menyelesaikan tugas terbang ke vila dan masuk ke ruang tamu.
Di ruang tamu dia kaget, duduk di sofa seorang pria tampan dengan tangan kanan nya menyeruput sebuah teh, sementara di belakangnya banyak sekali wanita terkapar.
Ada yang telinganya runcing, bersayap, berbulu binatang, berbaju daun, beejubah dll.
"Oh Milya apakah kau sudah selesai dengan tugasnya? Heh... Kau kenapa lama sekali" tanyaku dengan senyum menyeramkan.
Milya hanya bisa berkata gagap "Tu..a..n mis..I nya.. sudah selesai"
Aku berjalan melewatinya sambil bicara "Kau urus semuanya aku gak mau ada kotoran nanti setelah balik, apakah kau mengerti?"
"Baik tuan mengerti" jawabnya tegas.
Aku menggosok kepalanya dan terbang ke langit bersama Caroline yang masih tertidur di pelukanku dengan kondisi tidak berpakaian.
Dia bangun dan melihat tubuhnya yang tidak ada bajunya, dia ingin berteriak sebelum aku segel mulutnya dengan bibirku dan di tanganku mengeluarkan sebuah baju.
Dia melepas sentuhan dari bibirnya dan memakai bajunya, aku lanjut terbang ke tempat tertinggi di langit, merasa cocok aku melihat ke bawah dengan wilayahku yang terlihat jelas.
Rencana awal ku adalah mengubah Utara menjadi tempat yang lebih tinggi, di sana semua barak akan di tempatkan, juga sebagai rumah untuk elf, druid, malaikat dan ras lainnya yang tidak mau berkomunikasi dengan ras lain.
Gunung-gunung ku tinggikan sampai ketinggian seribu meter, seluruhnya ditutupi oleh pohon rindang, serta banyak segel, jimat atau hal lainnya yang bikin ras lain susah untuk masuk ke dalamnya, ada juga beberapa gunung kecil, bukit atau kabut yang menutupi peradaban di dalamnya.
Sementara di barat aku akan fokuskan sebagai kota metropolitan jadi tanahnya hanya beberapa gundukan kecil atau gunung kecil, di sana akan menjadi barang nya teknologi seperti pabrik segalanya, senjata laser, robot, dll
Timur aku fokuskan untuk para kultivator jadi tanahnya aku buat tinggi tinggi dan gunungnya juga tinggi, tapi tidak setinggi yang ada di Utara.
Dan akan banyak buku seni bela diri di sana, juga ada dojo, sekolah bela diri, aula ramuan, aula penempaan, dll.
Selatan fokus utama adalah semua bagian bisnis, mau dalam bentuk apapun, mau itu ramuan, robot atau hal lainnya.
Untuk di luar tembok, aku akan membuat kota kota besar yang akan terhubung nanti dengan kota utama yaitu yang ada di dalam benteng
Serta, merekrut bakat dari luar tembok atau menjaga wilayah lain dengan imbalan kesetiaan penuh atau pemujaan.
Luas wilayah dalam tembok sekitar 50juta km², dengan utara aku pindahkan ke ujungnya dari pembatas duniaku.
Aku juga membuat gedung pemerintah menjadi lebih luas lagi, dengan di kiri vila adalah ruangan rapat, dan kanan adalah ruangan penghakiman
Sementara tempat pejabat bekerja, dokumen dokumen penting, pembuatan aturan dll, gedung nya ada di sekeliling vila.
Puas dengan hasilnya, aku turun bersama Caroline dan berkata keras "Wilayah telah di perbesar kalian bisa melakukan hal apapun"
Selesai perkataan ku terdengar suara sorakan sangat keras, aku juga bicara dengan perwakilan ras tempat tinggal mereka.
__ADS_1
Kebanyakan mereka tidak keberatan, karena lingkungan nya yang sangat aman dan tentram, sementara assassin lebih memilih tinggal di barat karena kesukaan mereka terhadap teknologi.
Pertama aku pindahkan Kolam Malaikat dan pohon dunia ke salah satu puncak gunung tertinggi, sementara aku menaruh barak Assassin di pusat pemerintahan.
Banyak ras pohon dunia berbondong bondong masuk ke hutan bagian Utara, sementara aku memanggil Milya untuk membawa 3 ribu wanita yang ada di luar untuk mengisi kota.
Aku juga memberikan opsi untuk mereka jika ada yang bekerja mereka akan mendapat kontribusi, jika tidak hanya menunggu mati.
Untuk Jabatan Aku sebagai pemimpin tertinggi, bendahara Caroline, Intelejen Carolia, Komandan tertinggi Milya (Sementara) dan lainnya akan diisi di hari esokan nya
Selesai semua rencananya membuatku senang dan sangat antisipasi besok untuk berperang si kuil perang.
"Haha... Aku sangat tidak sabar sekali"
Oh ya dari semua rencanaku yang sudah diselesaikan ada satu yang belum yaitu, benar bangunan emas.
Melihat barangnya masih ada di gudang, aku mengambilnya dan pergi ke salah satu kota di Utara yang direncanakan untuk nanti ras yang akan di panggil yaitu kota [harapan Cahaya]
Melihat tanahnya strategis aku membuka segelnya dan keluar cahaya emas yang sangat terang sampai menyinari gelapnya malam.
Kubuka panelnya
[ Pohon Kesenangan ]
Level : 40 ( Mengikuti kenaikan Vila )
Persyaratan : Skill Dual atau buku Dual Kultivasi
Fungsi : -Mempercepat pengumpulan mana atau aura, - Pada saat terjadi Dual berpeluang naik level sebesar 30%, - berpeluang 5% pencerahan, - Ruang Waktu, -Menghancurkan batas sukses darah.
Melihat panelnya, aku menampar diriku sangat keras agar tersadar
"Apa... aku.. benar benar... mendapatkan ini?" kataku terbata
"Ini bukan prank kan atau kekosongan tidak memberikan lelucon kan?"
Aku mengatur nafas untuk meredakan kegembiraanku, tapi jika dilihat lagi itu tidak bisa membuat ku tidak gembira.
Semakin aku menahan, semakin aku bahagia jadi aku lampiaskan kegembiraan ku dengan bermain pedang pada setiap elf, druid atau ras lain yang lewat.
Sampai kegembiraanku berhasil reda, tapi dengan pengorbanan wanita di belakangku.
Karena tidak percaya aku membuka lagi dan berkata
"F*CK, keberuntungan apa ini?"
Kalau hanya perlu bermain pedang untuk naik level, kenapa aku harus pergi ke kuil perang?
"Apakah semua rencanaku selama ini sia-sia?" kataku memikirkan sampai aku tiba di salah satu tempat tertinggi,
Aku duduk melihat ke langit memikirkan pertanyaan itu sampai aku terpikirkan sesuatu yang membuat kan tekadku.
"Masih ada orang yang ku tunggu, masih banyak orang ingin ku lindungi, Masih banyak hal-hal yang aku harus cari tahu dan bagaimana itu bisa hanya di bangunan emas itu?"
Aku menghembuskan nafas panjang dan berteriak sekencangnya untuk mengusir beban berat yang ada di pundakku.
"Aku sudah kuat, tinggal ku lancari saja untuk menjadi lebih kuat"
Bangunan emas nya kutaruh di kota harapan itu, dan aku kembali ke vila untuk tidur sebelum tidur aku berbisik pelan
"Akhirnya hari membosankan pergi, hehehe... waktunya kita serius"
__ADS_1