Era Legenda Sang Penguasa

Era Legenda Sang Penguasa
Bertemu Dengan Cinta Masa Kecil


__ADS_3

"Akhirnya setelah dua bulan, ujian kedewasaan dimulai, harus cepat jangan sampai terlambat"


Keluar dari apartemen, melihat kamar sebelah yang masih kosong, Chen mo bingung selama 3 tahun tidak pernah sekalipun terlihat lihat orangnya,


"Oh... Gak usah pedulikan paling dia mati" berjalan kembali, Chen mo dangat kagum melihat sekeliling dengan bangunan tinggi yang tak berujung, dengan lalu lintas yang padat seperti padatnya pejalan kaki, mobil mewah dan mobil terbang, atau puluhan gambar-gambar iklan.


Baru pertama kali Chen mo melihat kota yang sangat besar dan luas ini, saat cek Informasi di internet luas bumi sekarang sekitar 5miliar km² yang lebih luas dari bumi sebelumnya, makanya bangunan terlihat besar-besar tapi di beberapa masih ada tanah kosong.


Menurut data statistik tanah bintang biru yang di tempati manusia hanya sekitar 65%, kebanyakan manusia banyak tinggal di langit berbintang karena perwujudan dari status, kehormatan dan kekuatan, ataupun bisa juga bisnis dan lain-lainnya.


Banyak penguasa menganggap bintang biru sebagai awal dari perjalanan makanya tidak banyak yang tinggal di dalamnya, untuk menghindarkan dari populasi yang berkurang kekaisaran membuat program untuk gencar menambah anak, ataupun membawa anak korban perang dari seluruh langit berbintang ke bintang biru, kekaisaran akan menjamin uang pangkal sampai anak-anak tersebut mencapai usia 18 tahun.


Bakat manusia juga sangat di minati oleh ras lain, menjadikan para jenius dari ras manusia sebagai alat politik untuk menikah dengan ras lain, ini juga sebagai bentuk aliansi dan mengembangkan bakat yang lebih kuat,


Saat sampai di gerbang sekolah, Chen mo melihat tempat dengan gedung tinggi bergaya kuno dengan aura mengesankan dan memancarkan suasana dominasi, berjalan perlahan menikmati suasana disini dan bermimpi akan memiliki ini di masa depan nanti, tiba di pintu masuk kelas.


"Hai Chen mo sini" kata Lin fan sambil melambaikan tangannya, berjalan menghampirinya


"Chen apakah kau sudah melakukan persiapan?" tanya Lin fan.


"Aku sudah bagaimana denganmu?" tanya balik.


"Ayahku memberi sebuah kartu pertahanan biru sama beberapa kartu hijau untuk rumah dan dekorasi lain-lainnya." jawab Lin.


"Kau generasi kaya enak sekali sudah disiapkan oleh ayahmu" balas dengan sinis.


"Hahaha... Makanya punya ayah luar biasa, biar kau bisa macam seperti saya." jawab lin dengan bercanda.


"Aku iri punya ayah seperti itu tapi kau juga harus tetap hati-hati, karena Kekosongan tidak mengenal generasi kedua atau jenius"


"Tenang saja Chen saya juga tahu soal itu, saya sudah menyiapkan beberapa kartu hole yang lain" kata Lin dengan bangga.

__ADS_1


Selama percakapan kami, tiba-tiba di depan pintu muncul sosok wanita yang orang lain tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Sesosok wanita sangat cantik dengan kulit seputih salju, badan montok dengan aura yang sangat dingin disekelilingnya, dia dikenal kecantikannya sampai di beri judul "bunga es"


Dia cucu dari kepala sekolah Guancheng no 1, sekolah paling bergengsi di seluruh provinsi Guandong dan banyak alumninya sudah masuk ke universitas yang sangat bergengsi seperti universitas kekaisaran. Wanita tersebut bernama Lou Li


...Lou Li...



...( Gambarnya kudapat dari salah satu komik manhwa )...


Yah dia juga orang yang paling dekat denganku, dan juga teman main masa kecil kata dekan panti asuhan, saat kecil aku dibawa oleh kepala sekolah ke panti asuhan, jadi kepala sekolah sudah anggap kakek, dia sering bermain dengan membawa Lou li, jadi Chen mengenalnya saat itu, dan dia juga sebagai pacar rahasiaku.


"Selamat pagi, Chen" kata Lou li.


"Pagi juga, Li" kata Chen.


"Makasih, Lin."kata lou li sambil duduk.


Setelah menyerahkan kursi, Lin fan kabur, dan hanya menyisakan kami berdua, sebenarnya ada siswa lain tapi mereka hanya bisa melihat kami dengan wajah cemburu dan sakit hati yang terlihat di mata mereka.


"Chen, apa kau sudah membuat persiapan? perlu ku bantu" tanya Lou sambil memegang tangan di bawah meja.


"Tidak perlu, aku sudah membuat persiapan yang cukup" jawabnya tersenyum.


"Oh kali gitu hati-hati, kata kakek banyak yang mati pada saat menjelajahi kekosongan" jawab Lou menatapku dengan mata serius.


"Oke baiklah" jawab dengan nada enteng.


Tidak puas mendengar jawabannya Lou li langsung menggangguku, ini memang kebiasaan dia selama ini hanya menganggu ketenangan saja, kalau Chen mo yang asli pasti sudah memandangnya dengan jijik, tapi aku berbeda, Dia terus mengganggu tapi aku hanya menatap kedua mata matanya dan tersenyum.

__ADS_1


Melihat gangguannya tidak berhasil tapi sebaliknya Chen mo menatap seperti seorang badut, dia langsung marah, dan mencubit pinggang ku dengan tangan kecilnya, walau bela diri tubuh sudah mencapai yang terbaik, dan merasakan kalau cubitannya tidak memakai tenaga tetap saja sakit.


Melihat keromantisan kita di belakang para murid yang lain hanya bisa menggigit jarinya dan menatapku dengan ganas, kami berdua hiraukan sampai tiba seorang guru masuk berjalan ke depan dan berkata singkat "Untuk kelas 3-1 ikuti saya ke aula"


Selesai berkata dia berjalan keluar membelakangi kami tanpa peduli respon kami seperti apa, semua siswa secara spontan mengikuti sampai ke aula yang sangat luas dan sudah banyak murid yang menunggu gilirannya.


"Ternyata ramai juga aku lihat ada sekitar ribuan murid." mata Lin fan memindai sekelilingnya


"Memang ramai, aku yakin paling yang masih tinggal di sini hanya bisa menjadi ratusan orang saja atau mungkin kurang." kata Chen


"Lou li dan Lin fan mengangguk.


"Kelas 3-12 gagal kebangkitan"


"Kelas 3-10 kebangkitan berhasil dengan bakat tingkat F ras tikus"


"Ternyata separah ini tingkat keberhasilan untuk menjadi penguasa" kata salah satu siswa,


"Iya, saya sampai takut karena hampir 2 kelas yang sudah di panggil tidak ada yang berpotensi menjadi Penguasa bakat tingkat D, paling hanya beberapa tapi bakatnya hanya F atau E"


"Oh liat kesana sepertinya ada yang bakat B" Kata salah satu siswa.


"Mana-mana aku ingin lihat" kata siswa yang lain.


"Kelas 3-9 kebangkitan berhasil dengan Bakat tingkat B ras kavaleri kurcaci"


"Ternyata ras kavaleri kurcaci, itu unit tempur bisa menjadi penerobos tinggal dapatkan ras pemanah atau ksatria" sahut siswa yang sedang menonton.


"Hei, kalian lihat itu" seorang siswa lain menunjuk.


"Bukankah ada bakat tingkat A?"

__ADS_1


"Ayo kita lihat ras yang dia dapat." mereka berlari sambil ingin melihat rasnya, kami bertiga juga penasaran jadi kami mengikuti siswa lain melihat siapa yang mendapatkannya.


__ADS_2