
Membuka mata, dia melihat beberapa malaikat menatapnya dengan khawatir, karena kebingungan dia bertanya "Kalian ini kenapa?"
Beberapa malaikat termasuk Miera terkejut, mereka semangat berkata "Tuan akhirnya kau bangun,"
"Apa yang terjadi padaku?" sambil memegang kepala, "Saat tuan keluar dari portal kita melihat ada retakan yang menjalar hampir mengenai tubuh tuan, tapi karena ada perlindungan dari cahaya putih tuan jadi selamat" salah seorang malaikat berkata.
"Apakah itu dari dunia malaikat" berbisik dalam hati, "Berapa lama aku pingsan?"
"Tuan sudah pingsan selama 8 jam"
"Baiklah terima kasih atas kerja keras kalian, aku sudah tidak apa-apa, Miera nanti tolong panggilkan caroline"
Miera keluar dengan beberapa malaikat lainnya, di kamar hanya tersisa dia seorang saja, selang beberapa saat Caroline masuk, "Bagaimana persediaan kita, apakah masih banyak?" menengok ke arahnya.
"Tuan untuk persediaan masih sangat banyak, tapi untuk makanan, atau biji-bijian kita hanya bisa di katakan "cukup" " ucapnya, "Untuk makanan nanti aku bisa beli, apakah ada hal yang lain?" tanya cemas.
"Tidak ada tuan, memangnya kenapa tuan sangat cemas sekali sepertinya?"
"Dari bangun tidur aku seperti ini" jawab pasrah, "Tuan, kenapa tidak meditasi dulu?" Kasih solusi
Chen mo mengangguk nerima, dia duduk bersila selama beberapa menit bermeditasi untuk menghilangkan kecemasannya, setelah merasa sudah tenang lantas dia bertanya "Caroline apakah ada kejenuhan dari para pasukan?"
"Ada tuan, mereka sering ngeluh katanya tidak ada musuh yang bisa membuat mereka naik level lagi dan tidak ada perang seperti sebelumnya, malaikat yang baru juga agak risih karena tidak ada hiburan dan alasan lainnya" Caroline menjelaskan.
"Memang benar hiburan tidak ada disini nanti aku ke kamar dagang untuk membelinya, untuk naik level bagaimana kalau bukan dari kekosongan?" katanya sambil berpikir.
"Tuan bukankah ada kuil perang?" kata Caroline.
"Benar kuil perang Haha... Aku lupa, setelah memecah segel barak yang ada dalam diriku kita akan pergi ke kuil perang, waktunya 3 hari lagi suruh setiap pasukan siap-siap, mengerti"
"Baik tuan" Caroline keluar dan di dalam kamar hanya tersisa Chen mo seorang saja, dia penasaran apakah sudah bisa di hancurkan segelnya.
Duduk sila merasakan di dalam dirinya segel yang tadinya hanya retak sedikit sekarang sudah retak menjalar hampir mau pecah, Chen mo bersemangat dia bangun keluar dari villa menyuruh assassin penjaga untuk memanggil beberapa pahlawan untuk melindunginya dari pembukaan segel, suruh mereka bertemu di bagian selatan luar tembok.
Assassin menghilangkan, Chen mo terbang datang ke sebuah daratan tandus di luar tembok selatan, "Bagian selatan di luar tembok akan ku jadikan pasar untuk para penduduk pendatang nanti, dan hehe....." dalam pikiran terbesit sebuah rencana.
Tidak selang lama, dari kejauhan terlihat ratusan pahlawan yang datang ke arahnya "Bukankah ku bilang hanya beberapa saja? kenapa ini banyak sekali?" berbisik dalam hati.
Mereka turun berkumpul ke arahku, "Kenapa kalian datang beramai-ramai?"
"Tuan kami penasaran dengan yang tuan dapatkan" "Iya benar saudari yang lain juga penasaran" mereka mulai banyak membuat alasan, Chen mo hanya bisa menghela nafas dan mengizinkannya
"Kalian bisa melihatnya dari jauh, dan lindungi aku takutnya nanti ada hal yang tidak diinginkan terjadi, ingat jika ada apa-apa sama tubuhku kalian tidak menyembuhkan atau menolongku mengerti?" katanya memperingatkan.
Mereka semua mengangguk paham dan mulai menjauh hingga beberapa meter, Chen mo duduk bersila dengan mata tertutup, dia merasakan aura yang di sekitarnya secara perlahan terserap ke dalam dirinya, Chen mo tuntun aura sampai ke retakan barak, setelahnya terjadi hantaman yang sangat kuat antara segel barak dan aura seperti ombak besar yang menghantam tembok.
Dia merasakan kalau bukan hanya satu saja, tapi dua segel yang akan hancur, jadi dia rencanakan untuk menyerang keduanya secara bersamaan.
__ADS_1
Aura yang di serap terus-menerus menabrak dinding dari gerbang segel, dia lakuin ini sampai tengah malam, sepanjang membuka segel para pahlawan yang melihat tubuhku sudah kering-kerontang, dan rambut memutih seperti lansia.
Mereka ingin menolong, tapi karena peringatanku mereka mengurungkan niat untuk menolong, Chen mo juga tidak mengharapkannya kalau akan sangat sulit dan susah sekali untuk menghancurkannya.
Tapi dia menggertakan gigi untuk melanjutkannya karena dia merasakan sedikit lagi akan mendapatkannya, terus serap aura di langit dengan menggunakan banyak skill mengenai percepatan penyerapan aura, terus di hantam pecahannya sampai mulut mengeluarkan darah dan tubuh yang menyusut hingga hanya terlihat tulang saja.
Para pahlawan melantunkan doa untuk keselamatan tuannya, mereka juga siap siap menyelamatkan jika terjadi sebuah kecelakaan, Chen mo terus berjuang sampai bagian terakhir dari 2 gerbang segel itu terbuka,
BOOM...
Dari dalam tubuh bunyi ledakan pecah dengan cahaya bewarna hijau dan cokelat kehitaman membumbung tinggi sampai ke langit berbintang yang luas, kedua sinar cahaya menghiasi seluruh langit dan di saksikan langsung oleh semua ras penghuni langit berbintang.
Di salah satu gua dari jutaan mulut gua laimmya seorang lelaki perawakan sangat muda, tubuh yang terhias oleh dao, aura kuno menjalar keluar dari tubuhnya, dia sedikit membuka matanya yang sedalam lautan menatap langit berbintang.
Di suatu tempat di kekosongan, mengambang mahkluk aneh, badan sebesar planet dengan tak terhitung wajah di tubuhnya meneriakkan kata kata aneh di mulut mereka, dia melihat ke atas melolong dengan sangat kencang.
Di bagian paling bawah tempat tergelap ada singgasana yang sangat besar duduk seorang dengan ratusan kepala dan ribuan tangan di tubuhnya, 2 tanduk besar seperti banteng, tinggi jutaan kaki dan aura hitam yang jika dilihat mereka akan menjadi gila, dia melihat ke atas sambil berkata dengan suara kuno yang keluar dari ratusan mulutnya.
"Zaman akan datang kembali, kami akan berpesta dengan darah dan penderitaan mereka je.je.je"
Di Pegunungan yang tidak tahu ujung tingginya di mana, tinggallah di dalam seekor naga dengan tenang sedang tertidur di tumpukan benda berkilau, dia terbangun melihat ke langit dan tertidur kembali dengan geraman keluar di mulutnya.
Jutaan meter di bawah laut yang gelap muncul mata bewarna merah besar menatap ke arah langit.
Orang-orang kuat satu pet satu bangun membuat langit berbintang yang awalnya tenang menjadi sangat kacau karena tabrakan aura dari para orang kuat tersebut.
Salah satu ruangan dengan tumpukan banyak dokumen, seorang pria dengan tenang sedang mengecek surat satu per satu, sampai ada seorang pria muncul di depannya berkata "Zaman itu akan datang tuan, bagaimana kita akan menanggapi hal ini?"
"Biarkan, jika mereka berani macam macam di wilayah kami, akan kami hancurkan walau mereka banyak yang tersembunyi sekalipun" kata tuan itu dengan tenang.
"Tapi, tuan kita kan..?" sebelum bisa bicara lagi, tuan itu berdiri dari kursinya berjalan membelakangi orang itu "Kau kira memangnya hanya mereka yang punya? walau kita hanya puluhan juta tahun disini tapi kita sudah melewati mereka.
Kau pikir ras kita hanya hidup di satu zaman saja?" kata tuan tersebut dengan dominasi.
"Apa maksud tuan?"
"Ya... Mereka akan segera keluar di zaman itu" kata tuan itu dengan nada semangat.
"Kalau memang datang, bagaimana dengan yang lainnya?" tanya orang itu, "Mereka akan tahu sendiri jangan khawatir
"Lebih baik kau sebarkan berita ke seluruh wilayah kita agar mereka berhati hati, karena zaman ini jamur akan terus bermunculan." kata tuan itu dengan senyum misterius.
"Baik tuan" kata orang itu, menghilang.
Tuan itu menatap keluar jendela, dia melihat miliaran rasi bintang, atau planet yang mengambang di bawahnya,
"Ini wilayah saya, jika kau berbuat seenaknya kau harus harus tahu akibatnya" menatap langit sebentar sebelum duduk kembali melanjutkan mengecek dokumennya.
__ADS_1
Chen mo yang menyebabkan kejadian di langit berbintang tidak tahu, karena yang di pentingkan untuknya sekarang adalah makan, makan, dan makan agar kondisi tubuhnya pulih kembali.
Saat sedang makan dia juga tidak lupa melihat di sisi kanan meja sebuah tunas pohon dan di sisi kiri meja sebuah bukit kecil "Jadi yang kudapat kurcaci sama elf, hehe... Akhirnya pasukanku sedikit lengkap dengan bagian depan kaveleri kurcaci, tengah malaikat, belakang elf, dan assassin sebagai pembersih" dalam pikirannya memikirkan formasi dari pasukan.
Selesai makan Chen mo mengambil kedua barak dan pergi terbang ke kota awan di temani beberapa malaikat.
Di langit Chen mo takjub dengan apa yang dilihatnya benteng kokoh dengan di dalamhya ada beberapa meriam dan menara, di atas dan bawahnya ada 4 kincir besar yang menerbangkannya. buka panelnya
"Kota Awan"
Kualitas : Bangunan Khusus Ungu
Luas : 1.000m²
Level : 1
Terbang : 10 batu void per hari
Peningkatan : 100 batu void (+300)
Senjata pertahanan : 1 Artileri langit, 10 Meriam langit, 10 Menara langit.
Pendahuluan : Ilmuwan termasyur yang gagal dalam sistem penerbangan karena bahan yang tidak layak dipakai.
"Ku gunakan sebagai kartu hole saja"
Chen mo menaikkan sampai ke level 20 habis sekitar 38.100 batu void, buka panel
"Kota Awan"
Kualitas : Bangunan khusus Ungu
Luas : 10.000m²
Level : 20
Terbang : 100 batu void per hari
Peningkatan : 2.500 batu void (+5.000)
Senjata pertahanan : Artileri langit, 20 Meriam langit, 20 Menara langit, kubah pelindung.
Pendahuluan : Ilmuwan termasyur yang gagal dalam sistem penerbangan nya karena bahan yang tidak sesuai di pakai
Ukuran kota awan semakin luas dan makin megah Chen mo memandangnya takjub, tapi dia tidak lama-lama karena ingin melihat prajurit yang akan keluar dari barak yang sedang di pegangnya, terbang sampai tiba di tempat dengan lapangan rumput yang luas.
Menanam tunasnya, dan menyiram menggunakan air suci dari kolam malaikat.
__ADS_1
Chen mo mundur perlahan dan melihat..