Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Family


__ADS_3

10.


“kau ngapain saja?” tanya alif menautkan alis sambil menerima alat perekam itu dari azmi


“tidak ada,,, hanya mengambil ini saja” jelas azmi kemudian alif pergi ke kamar mereka dan mengecek alat perekam itu


Sekitar 5 menit, azmi mendapat pesan lokasi dari alat perekam itu dari alif


Sambil menunggu alif turun, azmi mengambil kesempatan untuk mengecek wilayah yang dikirm alif,,,, dan dia menemukan wilayah terlarang dari lokasi itu


“kau yakin tempatnya itu?” tanya azmi pada alif


“jadi bagaimana lagi? Sepertinya perempuan itu hanya umpan saja” jelas alif


“maksudmu?” tanya azmi


“aku melihat kembali rekaman saat kau menanyainya,,, tapi aku sudah menghapus rekaman itu, tapi juga meyalin nya,,,sehingga mereka tidak bisa menemukan rekaman itu kembali” jelas alif


“tebak alasan ada rekaman seperti itu” ucap azmi


“kak pasha tentunya… dia sedikit,,istimewa?” ucap alif yang dijawabi anggukan oleh azmi


“makanya aku menyuruh asyam yang duduk disana, dan emi untuk jaga jaga saja” ucap azmi


Dan pernikahan itu berlangsung dengan khidmat, tidak ada hal aneh yang terjadi,,, tampaknya, namun sebenarnya kita tidak tahu.


** **


“kak!” emilia VC dengan farhan, ada alif, azmi dan asyam disamping nya


“walaikumsalam” jawab farhan


“astaghfirullah…assalamualaikum kakak kamiii” ucap emi mengulang sambil tersenyum aneh


“walaikumsalam, ada apa?” tanya farhan langsung


“tidak ada,, kangen aja” jawab emi sambil cengengesan, sedang ke 3 kakak disamping nya hanya bisa tatap tatapan melihat tingkah emilia


“kak, emi sepertinya ditaksir sama seseorang disini” asyam menyambar handphone itu secara tiba tiba


Azmi dan alif yang saling tatap ikut membenarkan pernyataan asyam


“ia kak! Orang nya sedikit tampan lah, tapi… ya begitu, lemah” cerocos azmi sedang emi tak tahu mau menjawab apa selain mau mengambil kembali handphone milik nya


“apaan sih kak! Ga ada yang suka sama emilia! Apaan sih” emilia tampak sebal, sambil terus berusaha mengambil handphone nya


“siapa yang berani suka sama emilia? Jumpain kakak dulu bilang!” tegas farhan dengan wajah kaku nya


“tuh kan, ck!” emi kesal dengan ketiga kakak nya


“siapa sih yang bakal ngejar adik mu ini kk?” ucap emilia tanpa menampakkan wajah nya, kini handphone berada di genggaman alif, agar emi tidak berani mengambil handphone nya

__ADS_1


“seorang lelaki kolot, yang juga belajar kejiwaan suka dengan nya kak” ejek alif pada emilia yang berwajah masam


“apaan sih kak alif! Jahat!” ucap emilia sambil cemberut, dan alif menggunakan kamera belakang, sehingga farhan melihat wajah kesal emilia


“ssttttt” gumam alif, asyam dan azmi secara bersama


“lalu dia melamar mu?” tanya farhan ikut bermain


“apaan sih!” kini emilia benar benar kesal sampai melempar bantal yang di pangku nya


“lah, kok kamu marah sih dek?” azmi meledek emi, sedang asyam dan alif hanya tersenyum cekikikan berhasil membuat adik nya kesal


“hahahha,,, enggak lo dek, sini sini sini, kakak peluk” ucap azmi berperilaku menjijikkan


Plak,


Tamparan di lengan azmi adalah hal yang lazim dan biasa,,,


“stop it, jijik tau nggak kak!” emi masih kesal, dan wajah cemberut dan kesal nya begitu menggemaskan ke 4 kakak nya,,,


Ke 4 lelaki itu tertawa bersama, sampai akhirnya farhan terdiam ketika alif mengembalikan kamera nya menjadi kamera depan,,,,


“pssst! Pssstttt!” farhan memberi kode, sedang ke 3 lelaki itu masih tertawa cekikikan,, terus mengejek emilia, sedang kini emilia tersenyum begitu cerah


“ayahhhhhhhh” teriak emilia berlari dan kini ke 3 kakak emi benar benar diam, dan menatap secara bersama ke layar yang kini sudah gelap. Panggilan dengan farhan berakhir


Ctak, ctak, ctak…


Alif, azmi dan asyam hanya bisa saling tatap dan mengerutkan dahi tanda “betapa bodohnya kami!”


Sedang emi hanya bisa tersenyum menatap 3 kakak nya menunduk dan diam dengan posisi siap.


Emilia cekikikan dibelakang ayah nya, sambil terus mengejek


“siapa yang buat kesal putri ayah!?” rangga kini bersuara


Ke tiga lelaki lainnya hanya saling tatap


“siap, kami salah komandan” ucap mereka serentak (jadi kangen asrama)


“ambil posisi!” ucap rangga, (posisi push up,) dan ke tiga lelaki itu langsung mengambil posisi. Satu tangan di belakang, satu tangan lain nya menopang


“hitung, mulai!” ucap rangga (kalau di sekolah semi militer begini, kalau ada salah langsung disuruh ambil posisi sama guru. Hitung mulai makdunya itu mulai push up dan kita sendiri yang menghitung sambil terus melakukan push up”


“satu! Dua! Tiga! Empat!....... lima puluh!” ayah nya mengira ini cukup untuk awalan


“cukup” rangga menghentikan hitungan, dan menahan 3 putra nya itu dalam posisi dihukum


“berdiri!” tegas rangga


“siap, terima kasih!” ucap 3A kemudian berdiri dengan tegap. Wajah mereka merah, dan nafas nya sedikit terburu,,, engap

__ADS_1


“awas aja kalau kalian buat putri ayah kesal,,,, hemmm!” rangga menatap dengan tatapan yang menyeramkan,,, kini kia datang


“mama!” teriak ke 3 lelaki itu menatap kedatangan mamanya


“kalian kenapa?” tanya mamanya,kia


“jangan bilang!” perintah rangga, namun kia sadar lebih cepat


“bang…?” ucap kia, kini rangga yang takut


“ia sayang…” rangga tersenyum dan berjalan memeluk istrinya,,, kia


“kau menghukum mereka lagi?” tanya kia menyelidik


“as you see!” rangga tidak mengelak


“karena… emi lagi?” selidik kia lagi


“yup!” rangga dengan bangga menjawab nya


Kia melirik emi, kemudian mengerutkan alisnya


“ambil posisi!” ucap kia pada emi, dan emi menurut,,,,


Kini, tatapan tidak hanya berasal dari rangga, namun ke 3 kakak nya menatap kia dengan tatapan yang tidak senang


“lah, kok?” tanya kia menepuk jidat mendapati ke 4 lelakii di depan nya menatapnya dengan tatapan tidak setuju, sedang emi hanya tersenyum menampakkan baris giginya pada mama nya


“aku menang” ucap emilia dengan lirikan pada mama nya,


Sedang kia hanya bisa menepuk jidatnya dan merenggangkan tangan nya untuk kemudian meminta di peluk


“aduh,,, sayang mamaaaaa” ucap kia dipeluk oleh ke 4 anak dan suami nya


“kangen mama” ucap alif ketika ketika pelukan itu berakhir. Alif menyalam tangan mama nya sambill kemudian mencium pipi mama nya


Alif hanya mencium tangan ayah nya, kalau mengucapkan “kangen ayah juga” rasanya sedikit membuat mual


Azmi, asyam dan emilia ikut menyalam mama dan ayah mereka. Emilia menyalam dan mencium ke dua nya,,, dan emilia beralih ke tangan mama nya…


“ayo, paman mu udah manggil” ucap kia dan mereka turun kebawah


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2