Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Sedikit Gila?


__ADS_3

24.


Pagi tiba, ada 2 hari lagi farhan dan rifa akan tinggal di inggris, dan emi memanfaat kan waktu itu dengan sangat baik, dan untungnya hari ini dia tidak ada jadwal kuliah, jadi 3 hari berturut dia kosong.


“kopi?” tanya rifa, dan emi mengangguk mau dan berterima kasih


“apa maksudmu lorong semalam?” tanya rifa sambil meletakkan kopi yang sudah diseduh nya


“jadi, di buku becky itu ada terselip sebuah lembar lagi, yang menjelaskan tentang ruang kecil berisi pintu exit. Aku juga ga tau kalau itu ternyata pintu exit… aku keluar dari sana dengan menyusuri lorong gelap, pengap dan basah itu,,, lumayan bau tapi tidak kuat. Sebelum aku sampai di pintu keluar, kalau tidak salah ada 6 buah lorong lainnya. Panjang lorong itu kira kira 100 meter, dan itu… cukup menyeramkan” jelas emilia sambil bergidik ngeri dan memejamkan matanya


“apakah ada hal lain di lorong itu?” tanya rifa


“aku tidak tahu, syukurnya aku memakai kacamata infrared yang kau berikan, dan aku hanya fokus pada jalan keluar dan panik karena kau pingsan…” ucap emilia sambil menjelaskan dengan gerakan tangan dan mimik wajah nya yang sungguh ekspresif


“kau ingin menelusuri tempat itu lagi?” tanya rifa menggugah minat emilia, ada binar di wajah perempuan itu, namun kemudian di tepis saat farhan datang


“berhenti bermain main. Kalian tahu itu berbahaya, kalian juga harus tau batasan… meski kalian menguasai seni beladiri, tapi kalian tidak bisa terlalu sembrono dan sesuka hati…” papar farhan menasehati kedua orang yang sudah menunduk


“emilia… fokus saja pada kuliah mu. Jangan melakukan hal hal aneh, atau kakak akan laporkan ke ayah bunda… dan kasih tau 3A” ancam farhan membuat emi memayunkan bibirnya


“dan kau, rifa! Pekerjaan kita sudah selesai, tiket penerbangan ku percepat, dan kita kembali malam ini.. berhenti mengurusi hal semalam, kalian membuat aku jantungan setengah mati…dasar” farhan pergi setelah memberitahu, sednag kedua orang itu hanya saling tatap sebentar dan sedikit tidak rela.


Sudah jalan setengah, tapi harus segera dihentikan… mengesalkan!


** **


Emilia dan rifa sepakat kalau mereka akan melanjutkan membahas masalah itu,tapi mereka harus menunggu waktu yang tepat.


Waktu penerbangan jam 11 malam. selepas packing dan bersiap, jam 9 malam mereka bergerak ke bandara. Emilia tidak ikut hanya mengantar sampai mobil berjalan meninggalkan rumah saja.

__ADS_1


“hati hati selalu disini, kakak udah mengutus beberapa orang untuk jagain kamu. Fokus untuk menyelesaikan kuliahmu dan akan selalu merindukan emilia kami yang manis” ucap farhan memeluk emi dan mencium kepala adiknya itu


“hati hatilah kalian dijalan, jangan bosan datang kesini kakak, rifa…” jelas emilia sambil tesenyum.


Emi mencium tangan farhan, dan memeluknya sebentar kemudian mereka pergi…dan kini, rumah emilia kembali menjadi sepi.


Malam semakin larut, dan dingin semakin menusuk. Emi menutup pintu rumah nya selepas melambai kan tangan pada rifa dan farhan…. Dan sekarang dia sendiri.


Dibalik emi yang sedang sendirian, farhan memberikan sebuah kunci rumah kepada rifa


“tinggal lah beberapa hari disini, tapi kau harus tau aturan. Aku pulang sendiri ke indonesia, 5 hari kedepan adalah waktumu untuk menyelesaikan masalah itu dengan emi. Aku akan mengantarkan mu ke rumah yang sudah ku pesan tidak jauh dari sini… kau hanya bisa bertemu dengan nya selama 7 jam setiap harinya, tidak kurang tida lebih. Aku bisa memantau mu” jelas farhan membuat rifa menaikkan salah satu alisnya kemudian mengangguk


“lalu, kenapa kau buru buru kembali ke indonesia?” tanya rifa bingung


“jane pergi ke indonesia saat ini, dan menemui sepupu mu. Aku khawatir akan terjadi hal yang tidak diingin kan” jelas farhan dengan raut wajah yang sulit di tebak


“kau benar ingin menikahi kakak ku?” tanya rifa menebak


Farhan adalah tipe lelaki yang kalau berbicara nada nya hampir rata semua, hampir tidak ada intonasi nya… mereka sampai di rumah yang disebutkan farhan


“ini hanya 2,5 km dari rumah emilia, tidak jauh. Mobil ini ada padaku bukan?” tanya rifa menebak


“ia, ayo” ucap farhan masuk kedalam rumah kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara


“hati hati selama di penerbangan, sampaikan salam pada bibi dan kakak ku. dan kalau paman hansel dan bibi lira menanyakan keberadaan ku, bilang saja sedang menenangkan diri” ucap rifa kemudian memeluk farhan sejenak,


“kau setuju bukan? Kalau aku dengan kakak mu?” ucap farhan sambil meledek rifa saat akan ke eskalator


“kalau jodoh, aku harus apa?” jawab rifa kemudian menatap kepergian farhan di bandara

__ADS_1


“mungkin, tidak lama kau akan menerima undangan pernikahan kami” lanjut farhan melambaikan tangan


Selesai dari bandara, rifa melajukan mobil itu ke apartemen yang disebutkan farhan. Dia masuk kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri


Sambil membasahi tubuhnya, dia teringat saat diruangan semalam itu.


“aku lepas kendali” batinnya, sambil terus membersihkan diri


“apakah perempuan itu sudah mengetahui akuu semalam? Syukurnya farhan mencegat dia sejenak, kalau tidak… urusan nya akan bertambah” lanjut rifa bercerita dengan dirinya sendiri


“aku juga bosan selalu di tahan” batin rifa lagi, namun dengan perasaan yang penuh dengan emosional


“kau tidak mengerti, emilia itu perempuan yang membantuku waktu lalu… kau lupa?” batin rifa dan tidak ada jawaban lainnya


“sudahlah… sepertinya ada yang keliru juga dengan buku buku milik perempuan itu” rifa selesai mandi, dan keluar dari kamar mandi


“dia seperti seorang sosiopat, anti sosial. Tapi, dia menyukai hal semenarik itu, namun di sembunyikan…” gumam rifa sambil menatap ke buku yang terbawa oleh nya di tas


“dan lagi, kenapa dia menjelaskan PIN ruangan itu dibuku? Ini seperti jebakan dan sangat mencurigakan” lanjut rifa berinsting, dan memiliki perasaan yang tidak enak


“sebaiknya aku ke rumah emilia, lebih baik berjaga dekat dengan dirinya… dari pada terjadi hal buruk padanya” lanjut rifa bersiap, mengambil jaket kulit berwarna hitam nya.


Ini seperti permainan yang sedikit gila…


**


**


**

__ADS_1


Salam hangat


Ismi hana rizky


__ADS_2