
33.
Hawa masuk ke dalam kamar mandi, wajah nya memerah dan hatinya tidak karuan
“dia sungguhan?” gumamnya menatap cermin dengan tampilan memerah
Dia berjalan mondar mandir sambil memegangi dada nya, ini sungguh di luar perkiraan kalau orang yang beberapa bulan lalu dikenal dan menyelamatkan nya kini meminta nya untuk menikah
“serius kah?” ucap nya lagi masih terkejut dengan yang disampaikan farhan tadi
Tring… pesan masuk
“bagaimana? Hawa terima tidak?” mama nya ikut menjadi provokator
“what?!” hawa membelalakkan matanya melihat mama nya yang ikut menunggu jawaban
“apa yang mau dijawab?” hawa bingung, kini dia sudah duduk. Dia masuk ke dalam kamr mandi, dan tidak mau untuk keluar
Sedang farhan ada diluar sana menunggu hawa keluar dari kamar mandi. Dia berdiri tidak bergerak dan terdiam memandang lantai,,,, dia, aneh.
“aku terlalu buru buru kah?” batin nya menanyakan itu pada dirinya sendiri
Menunggu selama ¼ jam kemudian, masih sama. Hawa tidak keluar dari kamar mandi, farhan masih dalam posisi nya dan kini rifa datang menepuk bahu farhan
“ayo, kita kembali komandan” ucap rifa sambil menepuk nepuk bahu nya kemudian membawa farhan dengan patuh keluar.
Hawa didalam kamar mandi hanya diam, tidak melakukan apa apa dan akhirnya hanya melamun,,, tidak tahu apa yang sedang di lamun kan… yang pasti… dia belum berani keluar dari kamar mandi untuk bertatap langsung dengan farhan
** **
“bagaimana?” tanya kia dan nabila antusias di rumah kia,,,
Farhan yang terlihat lesu hanya diam kemudian naik ke kamar nya
“ditolak?” tanya kia masih kepo
Farhan terdiam, mendengar pernyataan kia tentang di tolak. Dia berhenti kemudian melanjutkan langkah nya
“aku… di tolak mentah mentah?” batin rifa mengguyur tubuh nya dengan air dingin, malam ini dia tidur dengan penuh pertanyaan…
Apa jawaban sejujur nya dari hawa? Apa dia terlalu buru buru dan dia terlalu menggunakan perasaan yang cepat muncul itu?
Tidak tahu, yang oasti dia tidur dengan ketidak tenangan an. Bersama angin malam juga dengan rasa penasaran
“aku tidak mau menerima nya farhan” hawa berdiri menunduk didepan farhan, bunga yang dibawa lelaki itu masih di dalam genggaman nya
“kenapa?” tanya farhan
“aku sudah jatuh hati dengan orang lain. Aku mencintai nya dengan segenap jiwa ku…. maaf kan aku” jelas hawa mengembalikan cincin yang sudah sempat ada di tangan farhan
__ADS_1
“apakah, aku tidak diterima?” tanya farhan
Hawa menggangguk….
Farhan terdiam, menunduk kemudian memasang wajah memelas nya
“dia yang melamar mu?” suara lelaki lain datang menyahut
“dia tidak jauh lebih dari baik dibanding aku” lanjut suara lelaki itu, ada perasaan sakit di hati farhan namun dia diam
“sudahlah, ayo kita pergi” jelas hawa pergi lalu menjauh dari farhan
Farhan mau menahan, mengangkat tangan nya untuk menghentikan hawa namun tidak terjadi
“ti,,,,tidakkkkkk” farhan berteriak….
“ugh!” farhan terbangun di lantai, dia terbangun dari tidur nya…
“syukur hanya mimpi” batin farhan kemudian menepu nepuk kepala nya yang sedikit sakit
“sampai kebawa mimpi” gumam nya kemudian membuat dia menghela nafas, kemudian bangun dari tidur nya
“ok han! Diterima tidaknya, itu adalah urusan belakang. Lemah banget kamu begini doang!!!” gumam farhan pada dirinya sendiri di depan kaca, kemudian merengut lagi dan lagi
“selamat pagi anak bundaaaa….” Kia menyambut farhan dengan makanan kesukaan nya dan merangkul anak nya itu dan dibawa ke meja makan
“ia bun,,,” farhan masih saja lesu
Rangga datang,,,
“kau baik?” tanya rangga menepuk bahu farhan, farhan mengangkat kepala nya kemudian menggangguk
“im good dad” jelas farhan namun masih saja lesu,,,
“accept or not, itu urusan belakang. Kamu sudah gentle bisa menyatakan hal itu dengan dirimu sendiri” rangga memberikan semangat pada farhan, lalu dia mengangguk
“bun, yah… farhan mau tau,,, gimana bunda sama ayah dulu bisa menikah” tanya farhan dengan sedikit penasaran
“kami? Hahahahha” kia tertawa kalau mengingat ingat
“kami menikah karena permintaan kakek nenek kalian. Nikah pun baru di pertemuan ke sekian kali…. Sampai hari pertama nikah, saat malam sudah pergi ninggalin bunda… ayah mu nih, pelaku nya” ucap ia mengingat ingat
Rangga yang menngingat hal itu hanya bisa menunduk tertawa dan malu
“ah, kia malu ah” rangga berbisik kecil lalu mendekap kia
“udah tua tapi masih aja kekanakan” gumam farhan begitu saja kemudian pergi dari sana
Lanjut berhari hari, tidak ada kabar dari hawa tentang jawaban untuk permintaan farhan itu.
__ADS_1
5 hari berlalu, jawaban masih saja belum ada…. Kini, farhan memberanikan diri
“tolong angkat” pesan farhan pada hawa, kemudian hawa menjawab okay
“halo, assalamualaikum” ucap farhan
“walaikumsalam…uhuk uhuk uhuk” jawab hawa sambil terbatuk
“kau baik?” tanya farhan perhatian
“ah,, aku baik…uhuk uhuk…ehemmmm” hawa batuk dan mendeham kemudian
“kau batuk!?” tanya farhan lagi
“batuk biasa saja… aku juga masih sibuk di kantor…ehemmmm,,, ada apa?” tanya hawa selanjutnya
“mmm, itu… minum air hangat dan lebih baik istirahat kan dirimu. Makan obat dan jangan mengkonsumsi minuman dan makanan dingin” ucap farhan membuat hawa tersenyum
“terima kasih perhatian nya… namun, itu bukan apa yang mau kau katakan… ada apa?” tanya hawa saja
“tidak ada, istirahat lah. Nanti setelah sembuh, akan ku kabari lagi…” jelas farhan kemudian menutup teleponnya setelah mengucap salam
“istirahat lah… minum air hangat, hindari minum dan makanan dingin…” ulang hawa sambil tersenyum mengejek
“okay, babe,,,, yuks istirahat” ajak hawa pada dirinya sendiri… sekalian karna sudah waktunya pulang kerja, ini membereskan semua berkas dirinya kemudian bersiap untuk kembali
Hawa turun dari kantor nya, sedikit mengeluh dengan keadaan dirinya yang jadi lemas…
Dia berjalan lesu sambil mengerjab erjab kan matanya, kemudian menarik pintu kemudi mobil nya
Tin tin… seseorang meng klakson mobil di dekat nya
“ayo ku antar” ucap farhan yang datang dan sudah membuka kan pintu nya
“emmm,,, farhan…?!” hawa terkejut kedatangan ffarhan
“kau tidak sehat badan, aku tidak jauh dari sini… kau baik?” farhan
Farhan mendekati berjaga di area tubuh hawa yang rasanya ling lung dan hampir terjatuh
**
**
**
Salam Hangat
Ismi Hana Rizky
__ADS_1