
55.
Pagi harinya, farhan terkapar di tempat tidur dengan demam 39 derajat celcius dan dia tampaknya sangat sedang tidak baik baik saja.
“kita istirahatat saja 1 hari ini ya mas, besok, kalau sudah baikan kita jalan jalan lagi” ucap hawa yang Cuma diangguki begitu saja oleh farhan.
Farhan diberi obat oleh hawa, untuk mengurangi demam nya, juga mempercepat penyembuhan.
Sebelumnya hawa izin pada farhan untuk berjalan jalan sendiri di taman hotel, dan farhan mengizinkan. Ketika lelaki itu masih tertidur pulas, hawa turun ke lantai bawah dan menikmati taman di hotel bergen itu.
“permisi, coklat?” ucap seorang perempuan
“ah, tidak terima kasih” jawab hawa dengan senyuman
Wanita dengan rambut kuning ke emasan dengan seekor kucing persia di pangkuan nya
“nice cat” ucap hawa
“orang indonesia?” tanya perempuan bernama jane itu
“ya, indonesia. Dan kamu?” tanya hawa
“norwegian, jane” ucap nya tersenyum ramah
“orang norwegia terkenal kurang ramah terhadap warga negara lain, dan kau berbeda” ucap hawa sambil tersenyum
“aku pernah tinggal di indonesia selama 7 tahun, dan aku lebih suka dengan kepribadian warga negara indonesia yang asli. Karena melihat oriental wajah mu, makanya langsung mengenali bahwa kamu indonesia” ucap jane dengan percaya diri
“kesini dengan siapa?” tanya jane lagi
“suami,,, sedang liburan” jawab hawa
“ohhh, aku juga dengan suami ku. dia disana,,, kami kesini untuk memperingati kematian ayah angkat kami,,,” ucap jane sambil tersenyum lesu
“bergen adalah kota yang indah,,, sudah memiliki anak?” tanya hawa
“belum,” jawab jane
“ah, maaf” malu hawa
“tidak apa, aku memang belum berencana memiliki anak, karena suami ku juga belum menginginkan nya. Bagaimana dengan mu?” tanya jane
“as you see… sedang mengandung” jawab hawa tersenyum menunjukkan perutnya yang mulai membuncit
“hei babe…” seorang lelaki memanggil,,,
“hai… perkenalkan, hawa” ucap jane pada suami nya yang berwajah eropa kental
__ADS_1
“hawa” ucap nya santai, dan di jawabi senyuman oleh suami jane
“sayang, tidak dingin kah disini?” farhan tiba tiba datang dengan wajah baru bangun, dan tampak nya dia sudah baikan
Hawa berdiri lalu membawa farhan mendekat pada jane dan suami nya
“joan,,, its like papa” ucap jane penuh makna pada suami nya, sedang lelaki bernama joan itu pun ikut memandangi wajah farhan dengan penuh kejut
“papa riko,…?” ucap joan bingung
“excuse me, saya farhan. Bukan riko” ucap farhan dengan senyum dingin, lalu membawa hawa naik kembali tanpa mengatakan apa apa lagi
Sedang di belakang sana mereka masih cukup terkejut dengan apa yang mereka lihat
“itu papa riko,,, sangat mirip!” jelas jane, dan joan hanya mengangguk
“kita lapor pada kakek!” jelas joan kemudian bergegas pergi menemui seseorang yang di panggil kakek itu
“riko? Your father?” tanya hawa pada Farhan, sedang lelaki itu hanya mengacuhkan nya begitu saja
“ayah ku yang hidup hanya 1, dan dia adalah papa rangga!” sarkas Farhan kemudian mencium istrinya dan memasuki kamar mandi
Ada beberapa hari lagi mereka disana. Menikmati tiap indahnya perairan norwegia, gunung, bukit dan banyak hal lainnya disana.
Di liburan ini, beberapa kali ia bertemu dengan lelaki tua yang selalu saja terkejut menatap nya
“hei sayang,,, ini hari terakhir kita disini. Ingin berbincang sedikit dengan jane dan joan? Dia ingin sekali menanyakan beberapa hal tentang mu” ucap hawa pada Farhan
“aku akan memikirkan nya, tapi… seperti nya aku akan menemui mereka sendiri” jawab Farhan dengan raut datar
“tidak aka nada yang berubah dengan masa lalu, sehingga tidak masalah jika ingin menambahkan beberapa kenangan baru di masa depan” ucap hawa memberikan sarapan Farhan
** **
“riko adalah paman kami, namun kami memanggilnya papa karena begitu dekat pada kami. Papa riko menghilang sudah bertahun tahun lamanya, dan wajahmu sangat mirip dengan nya. Apakah kau adalah anak nya?” tanya joan
“maaf sebelum nya. Saya tidak kenal dengan yang Namanya riko ini,,, dan saya bahkan tidak pernah bertemu dengan lelaki itu… tidak ada yang perlu kalian ketahui tentang asal usul ku, siapa ayah dan ibuku, siapa saudaraku, bagaimana aku hidup. Kami hanya sekedar berlibur disini, tanpa ingin menambah kenalan” kasar Farhan dengan mulutnya yang sangat pedas
“maaf… kalua kami menyinggungmu. Namun, bisa kah kau melihat gambar ini?” tanya joan memberikan sebuah foto
Riko, lelaki yang merupakan ayah kandung Farhan.
“siapa dia?” tanya Farhan datar
“papa riko” jawab joan
“oh…” jawab nya lalu mengembalikan foto itu
__ADS_1
“apakah kau tidak tertarik dengan lelaki ini?” tanya joan sekali lagi
“tidak…sedikit pun tidak” datar Farhan,
2 orang di depan Farhan hanya diam, hingga akhirnya meminta izin untuk pergi dari sana…
“dia menyakiti perasaan kita saja!” tegas joan dengn wajah kesal nya,
Sejenak itu pula, Farhan merenung diatas kursi café tempat mereka bertemu
“sudah lama tidak menemui mu ayah,,, aku akan berkunjung Bersama istriku. Maaf kan aku yang durhaka ini. Aku merindukan mu, ingin menatap wajah mu, berbicara padamu, layaknya seorang anak lelaki mengadu pada ayah nya. Masalah percintaan, masalah keuangan, masalah pertemanan dan masalah masalah lainnya… aku menemukan sosok ayah angkat yang baik pada papa, namun aku tidak pernah menemukan peluk hangat seorang ayah kandung.” Batin Farhan merenung sejenak sebelum pergi dari sana…
Farhan dan hawa sudah siap di atas mobil mereka, sudah siap untuk pulang ke rumah dan Kembali ke Indonesia.
“wajah mu merenung sejak tadi” gumam hawa memecah keheningan di dalam mobil
“hah…” Farhan hanya menyandarkan kepala nya pada bahu istri nya
“bawa kami ke alamat ini sebentar” ucap Farhan memberikan secarik kertas pada supir mereka
Ingin supir itu bertanya namun tidak jadi karena tatapan Farhan yang tidak ingin menerima 1 pun pertanyaan.
“pemakaman?” tanya hawa
“menemui ayah” ucapp Farhan
Sambal memegang tangan hawa keluar dari mobil, pun setangkai bunga mawar berwarna biru yang di belinya di tepi jalan… Farhan berjalan menunduk tanpa berkata apa apa
“ayah, Farhan kenalkan istri Farhan. Hawa” ucap Farhan pada sebuah nisan bertuliskan riko
Hawa yang awalnya bingung kini paham, mereka menemui makam mertua nya.
Hawa berjongkok, mencabut sedikit rerumputan yang ada di makam itu, meminta supir tadi membawakan mineral padanya.
Hawa menarik tangan kekar lelaki nya itu, menyuruhnya duduk bersimpah, lalu menyiramkan air.
“aku tahu kalua haram mendoakan orang yang tidak seiman dengan kita, namun aku tidak pernah tahu apakah salah mendoakan ayah ibu nya yang sudah meninggal, meski dengan iman yang berbeda.” Ucap hawa memeluk suami nya
Setelah menyiram kan air, hawa meninggal kan Farhan Bersama dengan tanah yang bergunduk itu…
**
**
**
Salam hangat
__ADS_1
Ismi hana rizky'