Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Blankkk


__ADS_3

32.


Farhan saat ini sangat merasa santaiiiii sekali. Dia mengambil telepon nya kemudian menelepon nabila, mama nya hawa.


“bibi sedang dirumah?” tanya farhan, dan dia berniat pergi kesana


“aku ingin bertemu dengan bibi, ada hal yang ingin farhan katakan” jelas farhan sangat tenang…


Beberapa menit berlalu, farhan sudah di dalam mobil miliknya kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah bibi nabila


“walaikumsalam… farhan” bibi nabila menyambut dengan hangat. Dia mempersilahkan farhan masuk, kemudian memulai pembicaraan


“bibi, sebenarnya ada masalah dengan hawa dan farhan. Bukan masalah internal” ucap farhan, nabila siap mendengar


“jadi masalah apa?” tanya nabila tenang


“semalam hawa di bius, dan saat farhan membawa dia keluar untuk di obati bunda, ada beberapa paparazy yang mengambil gambar kami. Dan salah satu paparazy mendapatkan foto hawa dengan jelas. Hawa minta klarifikasi dengan ku bibi, menurut bibi klarifikasi yang paling tepat yang bisa farhan berikan apa bi?” tanya farhan seolah olah bodoh, namun sebenarnya dia memiliki niat


“jangan ngomong seolah olah kamu orang idiot farhan” jelas nabila membuat farhan tersenyum kaku


“kamu suka dengan hawa?” tanya nabila


“sepertinya” jawab farhan


“menurutmu, bagaimana dengan hawa?” tanya nabila namun farhan menggeleng


“sejujurnya, aku ingin melamar hawa untuk kujadikan pendamping hidupu bibi, namun aku harus izin terlebih dahulu pada orangtua nya sebelum meminta pada dirinya” jelas farhan membuat senyum di pipi nabila merekah


“bibi dangan bunda mu sudah lama ingin menjodohkan kalian berdua, bahkan saat kecil juga ia. Tapi, kami tidak bisa memaksa karena keputusan ada di tangan kalian” jelas nabila


“bibi mengizinkan?” tanya farhan, nabila mengangguk tersenyum


“ya…” ucap nabila membuat senyum di pipi farhan


“terima kasih bibi,” ucap farhan kemudian izin pamit dari sana


** **


“halo, assalamualaikum. Ada apa?” rangga menjawab telepon dari farhan


“walaikumsalam,,, how about im married” ucap farhan terus terang


“tentu saja kami sangat senang” jelas rangga


“aku sudah meminta izin pada bibi nabila yah, ayah dan bunda mengizinkan farhan untuk melamar hawa kan?” tanya farhan terus terang,, lagi ddan lagi


“tentu saja! Kami kan sebenarnya sudah sering memberi kode, tapi kalau dasarnya kamu begitu… ya, wallahua`lam” ucap rangga bercanda, dan farhan tersenyum

__ADS_1


“doakan aku ayah, dia menerima” lanjut farhan


“kau serius bukan?” tanya rangga menelisik


“sejak kapan aku seorang farhan berbohong?” tanya farhan kembali


“kiaaaaa,,, babe!” teriak rangga dengan kuat, mereka sangat kekanakan


“dia mau menikah!” jelas rangga dengan nada bahagia, kia yang mendengar langsung antusias


“kalau dia menerima, bunda” ucap farhan membuat kia mengangguk anggukkan kepala nya


“dia akan menerima!” jelas kia yakin


Selesai menelepon, farhan pergi membelikan sebuket bunga dan cincin yang di raba raba ukuran nya


Farhan berjalan masuk, melenggang bebas dengan membawa bunga di tangan nya. Bisik bisik dari banyak orang disana tidak di hiraukan


Hansel dan lira hanya bisa tersenyum saat farhan meminta izin masuk keruangan hawa,


Hawa yang saat itu sibuk dengan berkasnya, kemudian terdiam menatap kedatangan farhan


“kau ngapain?” tanya hawa berdiri menyambut farhan,,,,


Emmmm, farhan lupa bagaimana caranya melamar


“apaan sih, datang bawa bunga, masuk keruangan ku,,,, dan menanyakan “kau sibuk?” kau bercanda tuan farhan! Hahahah” hawa tertawa dengan raut wajah kikuk farhan


“ia, kau sibuk tidak?” tanya farhan lagi, kini dengan nada cukup serius


“lumayan, ada apa? Bunga itu untuk apa?” tanya hawa


“ini,,, ambillah” ucap farhan memberikan bunga itu begitu saja…. Dia sungguh tidak romantis. Dia memberikan begitu saja, lalu terdiam kikuk


“ini untuk apa?” tanya hawa masih bingung


“tapi kau bilang klarifikasi” jelas farhan


“ha?” hawa semakin bingung


“ia,,, klarifikasi. Kan kau takut nama baik dirimu dan perusahaan tercemar, jadi aku mau klarifikasi” jelas farhan seperti anak kecil, sambil memainkan tangan nya dan menatap dengan serius ke hawa….


“maksudku, klarifikasi begini untuk apa? Ini tidak membantu” jelas hawa ikut berdebat dengan farhan


“klarifikasi itu kan sejenis pemberitahuan ke publik, dan bungan ini kau serahkan personal… klarifikasi dari mana?” hawa semakin bingung


“aku yang bodoh atau kau yang terlalu pemikiran pendek” gumam farhan melipat tangan nya sambil berpikir

__ADS_1


“eh, kau ini sedang apa sih sebenarnya?” hawa masih bertanya dengan lelaki di depan nya itu.


Sedang beberapa orang diluar ruangan sedang menunggu adegan adegan romantis yang sangat diharapkan banyak orang,,,, memberikan bunga sambil menurunkan lututnya, bersamaan dengan cincin yang indah…. Nammun, itu hanya khayalan kalau farhan yang melakukan


“bodoh!” rifa membatin terhadap farhan,,, dimana otak cemerlang lelaki itu? Menghilang? Ada ada saja!!!


“kau dan aku sudah di ekspos ke internet. Sekarang ada banyak forum yang membicarakan perusahaan kita…jadi aku mengambil kesimpulan sebagai klarifikasi dengan membenarkan pernyataan mereka… kita adalah kekasih” jelas farhan meraba raba, seolah olah bukan dirinya yang mengatakan itu


“hei, what you mean! Klarifikasi yang kuminta itu sederhana, tidak sampai memberatkan kita berdua… apalagi sampai ke hubungan kekasih. Lagi pula, tidak mungkin aku memiliki kekasih saat ini” jawab hawa sedikit serius meski ada ledekan


“tidak ada yang tidak mungkin…” ucap farhan lagi, hawa menjadi lebih bingung


“okok… tenang, tarik nafas, lalu berbicara dengan jelas…” pinta hawa saat ini, seolah olah mengajari seorang anak


Farhan menenangkan dirinya, menarik nafasnya dalam dalam kemudian meraih saku kanan dan mengambil kotak merah berisi cincin


“mungkin ini terkesan gila dan buru buru, namun aku ingin mengatakan ini lebih cepat. Cinta dan rasa sulit untuk di prediksi, kadang dia datang sangat cepat namun pecinta itu sadar terlambat. Aku ingin menjadi seorang pecinta dengan cinta yang hadir dengan cepat dan menyadari dengan cepat pula, sehingga tidak akan menyakitkan diri kelak. Aku berdiri disini ingin mengungkap kan rasa suka, dan keinginan untuk menjalin sebuah hubungan halal pria dan wanita denganmu. Aku sadar ini terburu buru, namun aku ingin meminta jawaban yang pasti…. Hawa, mau kah kau menemani sisa hidupmu bersama ku sebagai ikatan halal ku? menjadi madrasah dan ibu dari anak anak ku? menjadi seorang pengingat, penenang, dan pemberi semangat dalam setiap liku hidupku kelak…? Hawa, bila memang ditakdirkan bersama, aku ingin menikah dengan mu…” tutup farhan dengan membuka kotak berisi cincin itu


Hawa yang mendengar pernyataan itu hanya bisa diam tak berkedip. Rasanya ini mimpi dan sulit untuk menjadi sebuah kenyataan…


Hawa melirik ke cincin berwarna hitam dengan manik berlian putih dan mengilap diatasnya…


Lagi, dia berusaha menenangkan dirinya, ini benar seperti mimpi!!!


“wait a minute, aku mau menyadarkan diriku dulu” ucap hawa pergi dari sana, dan masuk ke kamar mandi…


Tau kenapa?


Hati nya, batin nya belum siap dilamar dadakan seperti itu,


Itu mendebarkan!


Itu, cukup menyeramkan!


Namun, itu juga sebuah kesenangan,


Lalu, apa jawaban hawa?


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2