Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Ayah!


__ADS_3

46.


“aku akan pergi ke venezuela, aku akan memriksa keberadaan kakak disana” pesan farhan yang sibuk dengan berbagai berkas yang harus diselesai kan dengan cepat dalam waktu yang dekat pula


“tapi, kau harus membawa seseornag dengan mu! Tidak mungkin kau membahayakan dirimu sendiri, dan meninggalkan kak hawa di norwey sendirian!” tegas rifa yang marah dengan keputusan farhan


“hei, my wife its okay, but why you look so busy?! Huh?” tanya farhan membuat raut rifa semakin buruk


“up to you! Tapi aku ga mau dengar apapun tentang keberadaan membahayakan mu yang membuat kakak ku sedih dan marah. Terserah mau melakukan apa pun, tapi tolong jangan buat orang yang menunggu mu kecewa” putus rifa secara sepihak,


“aku tau ini sulit, namun mau tidak mau harus ada yang menyelamatkan kak pasha dari sana…” batin farhan menatap panggilan telepon yang berakhir


“perlengkapan mu sudah selesai” hawa masuk ke ruangan farhan, dengan senyum dan wajah yang sedikit pucat


“terima kasih” ucap farhan berdiri lalu mencium puncak kepala hawa sejenak


“kau sakit?” tanya farhan sambil memegang tangan hawa


“tidak enak badan saja,,,” jelas hawa duduk di sofa


“kita ke dokter?” tanya farhan khawatir


“im fine babe…jam berapa lepas landas?” tanya hawa sambil merogoh sebuah kotak berisikan sesuatu


“aku pergi jam 3 dini hari… ini masih siang, dan berkas itu masih saja menumpuk” jelas farhan menggelayutkan tubuh nya pada istrinya itu…


Hawa terdiam sejenak, kemudian mengelus kepala farhan


“kerja yang baik, kerja yang sehat, dan kerja dengan penuh syukur,,,” ucap hawa menepuk bahu farhan, sedang lelaki itu hanya mengangguk mengerti


“aku akan pergi dengan waktu yang tidak bisa disebutkan,,, bisa jadi 1 minggu, bisa jadi 1 bulan, dan bahkan bisa jadi 1 tahun… ridhoi langkah ku ya sayang” ucap farhan, dan dengan senyum tentu saja hawa menjawab nya


“bismillah, semoga lancar ya… ayo, segerakan berkas mu, agar cepat selesai” suruh hawa kemudian farhan bangkit lalu memberikan kecupan singkat di pipi hawa


“sayang hawa…” gumam nya lalu pergi bermain dengan laptop dan juga berkas nya

__ADS_1


“nanti saja…” batin hawa kemudian merebahkan dirinya di ranjang yang tak jauh dari sofa.


** **


Set jam 2 dini hari, farhan, hawa dan supir nya sudah dalam perjalanan menuju bandara, jarak bandara tidak jauh dari rumah mereka di norwey,,,


“aku check in sebentar ya” ucap farhan kemudian meninggalkan hawa dengan supir


“nyonya, baik baik saja kan?” tanya supir itu pada hawa, supir itu orang tangan kanan farhan yang di utus untuk menjaga hawa di norwegia


“memang ada yang salah dengan ku?” tanya hawa dengan candaan


“nyonya tampak pucat, apakah sedang sakit?” tanya supir itu, sebut saja mike


“aku baik baik saja, tidak perlu khawatir” senyum hawa kemudian farhan datang


“apakah sudah akan berangkat?” tanya hawa menggelayutkan tangan nya ke lengan farhan


“ia, sebentar lagi. Anak buah ku akan memasukkan barang barang ku terlebih dahulu,,, kamu baik baik disini ya…” ucap farhan memegang kepala hawa, sedang hawa hanya senyum mengangguk


“ya…?” tanya farhan, sedang hawa merogoh saku jaket nya


“kembali dengan sehat dan selamat ya… ayah!” gumam hawa membendung air mata memberikan sebuah testpack bertuliskan “pregnant”


Farhan yang mendengar ucapan dan menerima benda itu sontak terkejut dan terdiam tak tahu ingin mengatakan apa apa


“hawa….?!” gumam farhan namun hawa memeluk lelaki nya itu dengan erat


“aku dan anak kita akan merindukan mu. Cepat lah pulang, selamatkan kak pasha, dan bawa kak pasha kembali dengan sehat, aman, dan selamat. Ridho ku ada padamu, dan aku ikhlas atas apa yang kau lakukan” peluk hawa dengan erat sedang farhan hanya terbeku memegang testpack itu sembari meneteskan air mata


“aku akan pulang, janji!” ucap farhan memeluk erat, bahkan jauh lebih erat dari pelukan hawa


“alhamdulillah ya allah, engkau izinkan kami menikmati nikmat mu ini…” gumam farhan pelan, hanya dia dan hawa yang mendengar…


Mereka terharu sejenak, sebelum akhirnya seorang bawahan farhan datang memanggil karena waktu nya sudah akan berangkat

__ADS_1


“aku pergi… ya?” ucap farhan memegang wajah istrinya


“ia… hawa dan bayi kecil kita menunggu ayah disini. Tidak usah khawatir dengan diriku, aku bisa menjaga diri. Ada mike juga,” ucap hawa memeluk seklai lagi lelaki nya itu


“give me a kisses” ucap farhan,


Hawa menarik tangan farhan, membawa nya ke area yang benar benar tidak ada orang


“hak mu memintaku, dan hak ku tidak mengizinkan orang lain melihat kita” gumam hawa kemudian memberikan farhan the kisses


“aku pergi” ucap farhan menuju eskalator dan masuk ke gerbang yang sudah di tentukan…


Lambaian tangan hawa begitu lemas, maklum ini sudah tengah malam dan dia tengah mengandung


“nyonya, tuan berpesan pada saya untuk menjaga keamanan nyonya,,, kalau ada sesuatu yang dibutuhkan, jangan sungkan pada saya.” Ucap mike selepas di dalam mobil menuju pulang


“tenang saja mike, aku paham maksud mu.lagian ada bibi dirumah, tidak akan terlalu mmebuat mu kesusahan” canda hawa


“nyonya,,, selamat atas kehamilan nyonya.” Gumam mike tiba tiba


“alhamdulillah, terima kasih mike. Ayo kembali” ajak hawa kemudian kembali ke rumah


Hawa menyadari kehamilan ini pun baru baru saja,,, ia tidak menyangka ia hamil dengan cepat


Ia belum memberitahu berita bahagia ini pada orangtua dan keluarga lainnya, karena menunggu kepulangan farhan lebih dulu, baru memberitahukan nya


“lindungi dia ya allah” batin hawa memasuki dunia tidur nya


**


**


**


Salam hangat

__ADS_1


Ismi hana rizky


__ADS_2