Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Alif


__ADS_3

39.


Malam selesai melakukan ibadah itu, farhan memberi masukan tentang pindah ke apartemen milik farhan yang sudah jarang di tempati,,, karena terlalu sering kia menyuruh farhan tidur di rumah nya. Setidaknya untuk membuat kan beberapa makanan untuk kia dan rangga


“lusa kita pindah ke apartemen kita, bagaimana?” tanya farhan memeluk hawa dalam peluknya


“kenapa harus pindah?” tanya hawa


“agar lebih leluasa..hehehe” canda farhan, hawa memayunkan bibirnya


“aku cukup segan tinggal bersama bunda dan ayah,,, padahal rumah kita sudah ada” jelas farhan


“bunda udah tau?” tanya hawa


“besok kuberitahu…” jawab farhan


“pasti bunda bakal kesepian disini” gumam hawa sedih


“makanya,,,” ucap farhan


“apa?” tanya hawa


“buat disini lebih ramai,,,” lanjut farhan bermain nakal


“dengan?” bodoh dan polos hawa


“dengan suara bising, tangis, tawa anak anak kita” bisik farhan dengan senyum nakal nya membuat hawa memerah dan memasukkan wajah nya mendekat ke dada farhan… dia malu


“inshaallah” jawab hawa kemudian memasuki waktu tidur mereka


** **


Pagi harinya, hawa dan kia berperang dengan peralatan memasak mereka, hubungan yang dibangun bersama dengan kia tidak pernah rusak…apalagi hubungan antara mertua dengan menantu nya.


“bun… mas han udah bilang belum?” tanya hawa saat sedang mencampurkan beberapa bumbu di tempat penggorengan


“tentang apa?” tanya kia


“kata mas,,, kami mau pindah bun” ucap hawa menghentikan gerak kia


“disini, ga enak ya?” tanya kia sedih


“eh,,, belum diberitahu ya…” gumam hawa merasa bersalah


“bukan ga enak bun,,, disini enakkkkkk banget, senanggg banget. Tapi kata mas, rumah yang disana udah lama ga ditinggalin. Sayang katanya bun, lagian kita juga segan tinggal terus terusan disini” jelas hawa membuat kia memeluk tubuh hawa


“gapapa,,, bunda paham kok maksud kalian… bunda izinin kalian tinggal dirumah kalian kok,, tapi sering sering kesini ya,,,” ucap kia memberi izin


“ga papa kan bun?” tanya hawa lagi,,, kia mengangguk paham, memberi izin

__ADS_1


“cepat isi ya menantu bunda” ucap kia selanjutnya sambil mengelus perut hawa


Hawa yang mendengar langsung tersipu malu,,,


“aamiin… doain ya bun” ucap hawa meminta restu pula


** **


“kak… yang memberi tugas itu siapa kak?” tanya alif mendatangi farhan di kantor


“kak pasha… beberapa kelompok yang diutus kak pasha dalam penyelidikan dibeberapa tempat tidak menghasilkan apapun… dan bahkan mereka lenyap. Tidak tahu bagaimana caranya… kemaren, hawa melihat beberapa pemberitahuan tentang anak hilang,,, kak pasha saat tengah malam mengirimkan informasi yang sama… jadinya, aku memanggil kalian” jelas farhan pada alif


“tapi, kenapa haarus jepang, inggris, italia dan norwegia?” tanya alif lagi


“karena dinegara negara itu, memiliki indeks tertinggi untuk penculikan, prostitusi dan sejenis itu” jelas farhan membuat alif mengangguk


“tapi kan,,, alif mau ke luar negeri juga kak…” ucap alif memayunkan bibirnya


Farhan yang mendengar permintaan alif membuat dia tertawa


“jadi,,, DOI yang disana,,, gimana?” ledek farhan membuat alif memerah


“apaan sih! Nggak lo kak” balas alif dengan memalingkan wajah nya


“hahahaha,,, jaga bunda, ayah, perusahaan dek. Jaga semua orang yang ada disekitar kita… kemaren olivia sudah kakak kabari, dia akan berangkat ke italia bersama asyam. Tapi ya begitu…. Harus dengan susah payah menghubungi perempuan itu…” jelas farhan sambil menghela nafas nya


Menjelang 1 menit terakhir, baru diberitahunya kalau ada bom di area kamp


Semua orang berlarian, semua orang ketakutan dan panik…


Hasilnya? Itu hanya sebuah petasan yang tidak terlalu besar namun dibalut bersama beberapa bom bohongan


Oliv tertawa melihat kerumunan yang berlari panik dan seorang farhan berdiri tepat di hadapan oliv,,, dan perempuan itu dihukum dengan membersihkan kamar mandi yang berada di ujung kamp…


Kamar mandi yang begitu…”WOW”


Oliv adalah tipe perempuan yang ceria, jahil namun sering dingin… tergantung pada orang nya. Dia orang yang blak blak an, kadang beraksi di publik tanpa memikirkan resiko. Ketika dirasanya salah, akan dikatakan salah…ketika benar,,,akan lebih di bela


“kenapa asyam bersama dengan olivia?” kini alif bertanya lagi


“ya…. Asyam dan oliv selalu kompak bila bersama” jelas farhan sederhana


“kenapa si jahil azmi malah pergi ke jepang?” tanya alif lagi


“sebenarnya, aku mau meminta dia menjalin kerja sama dengan beberapa yakuza jepang. Sejak dulu, kita tidak pernah bergaul dengan gangster negara jepang,,, kemampuan, sopan santun, cara bertanding mereka…. Itu sesuatu yang tidak akan pernah di miliki gangster lain nya” jelas farhan mengangguk


“sebenarnya kau sudah tau kan, apa maksudku?!” tegas farhan membuat alif tersenyum enggan


“kak…” panggil alif

__ADS_1


“apa?” jawab farhan


“kakak, menikah dengan kak hawa… siapa yang menyatakan perasaan duluan?” tanya alif malu


“kenapa? Kau mau menyatakan perasaan juga?” tebak farhan membuat alif cepat cepat menggeleng


“kepo doang kak” jelas alif membuat farhan menjelaskan kalau yang menyatakan pertama sekali adalah dia


“syaqila apa kabar?” ucap farhan tiba tiba, alif yang mendengar nama syaqila langsung terbatuk


“syaqila… nggak tau…alif ga ada berkabar dengan dia kak” jelas alif membuat senyum aneh di wajah farhan


“masa….?” Goda farhan


“alif sama syaqila ga ada hubungan apa apa loh kak…. Lagian, syaqila udah mau menikah” gumam alif membuat farhan terejut


“gercep dong!” tegas farhan


“gercep apanya?! Orang dia menikah karena permintaan orang tua nya kok,,, apa nya yang mau digercepin” jelas alif dengan nada kesal


“tolong yah! Gunain otak cemerlang nya,,, gunain wajah tampan dan berkharisma mu itu! Emilia kan berteman dengan syaqila… masa kamu ga bisa cari informasi dan kesempatan…” jelas farhan sedang alif hanya masa bodoh


“ya,,, barangkali kita emang ga jodoh kak” jawab alif mendapat pukulan dari farhan


“pesimis amat sih!” jelas farhan kesal,


“cinta itu kan memang butuh pengorbanan,,, kalau kamu diam, dan membiarkan begitu saja,,, yang seharusnya milik kamu akan raib diambil orang,,, paham nggak?” tanya farhan dengan intonasi meninggi


“paham sih, paham kak. Masalah nya, syaqila yang minta aku untuk berhenti berharap dengan dia, dan dia minta alif untuk berhenti memikirkan masa depan dengan dia. Ya alif, masa memaksakan kehendak alif sendiri kak…” lesu alif


“dia ngomong nya lewat apa?” tanya farhan lagi


“ Cuma pesan aja,” jelas alif menunduk


“ckck ck ck! Temui dia, datangi rumah nya dan minta kejelasan dirinya langsung di depan ayah mama nya,,, itu baru gentle!” pesan farhan membuat alif membelalakkan mata nya


“alif ga senekad itu kak,,,, yaudah lah, diperusahaan lagi banyak pekerjaan. Kabari aku apapun yang kakak dan yang lain butuh kan,,,” pesan alif lagi lalu pergi dari sana


“emang ya,,, satu keluarga ga ada yang peka dengan yang nama nya cinta. Syukurnya aku bukan darah bunda sama ayah, jadi kalau masalah percintaan, seorang farhan lebiih cepat” gumam farhan sambil membanggakan diri


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizkyn

__ADS_1


__ADS_2