Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Pintu 4


__ADS_3

23.


Tak tak tak,,,


Rifa dan emi sampai di pintu nomor 3, memasukkan PIN dan keluar dari sana. Rifa baru menyadari kebodohan nya, kalau ternyata ada CCTV yang terpasang disana…


“kenapa?” tanya emi saat lelaki itu berhenti, dan kemudian menyuruh emi menatap ke arah CCTV. Kedua orang itu sedikit menyesali kebodohan mereka


“lanjutkan saja rifa” ucap emi menyuruh, dan mereka akhirnya akan sampai di pintu nomor 2


Rifa memasukkan PIN, dan mereka lolos


Seperti yang dipikirkan emi sebelumnya, bahwa seorang dengan tubuh besar sudah menunggu tepat di depan pintu nomor2,


Bug!


Rifa dipukul, dan tak sadarkan diri, sedang emilia mulai panik saat dirinya tidak bisa melakukan apa apalagi selain melawan orang itu


Emi mengambil posisi siap menyerang, mengepalkan tangan nya, dan diam diam meraih pistol yang disebutkan rifa tadi


“KAU YANG MEMBUNUH BECKY!” ucap emi tajam, mundur kebelakang namun terus dalam posisi bersiap


Orang yang didepan tadi sedikit menggertak emi dengan berlari cukup cepat, mengejutkan emilia dan membuatnya berjalan kepintu nomor 3


Emilia memasukkan pin pintu nomor 3, dan juga masuk kedalan pintu nomor 4, tempat terakhir ruangan yang disebutkan becky.


emi masuk ke dalam ruangan sambil merusak tombol untuk masuk kedalam ruangan, sehingga dia aman untuk sementara


bug bug bug


suara pukulan dari balik pintu itu terdengar cukup kuat, sedikit mengagetkan emilia, namun kemudian menemukan sebuah ruangan lainnya di dalam ruangan pintu 4 itu. Ruangan yang lebih pribadi, hanya emilia dan becky yang tahu kode masuk ke pintu itu, namun emi tidak tahu, kemana arah pintu itu sebenarnya


“HEMMMMM! HEMMMMM! HEMMMMMM!” sebuah geraman terdengar oleh telinga emilia, dia menghidupkan saklar lampu dan melepas kaca mata infra red itu.


Seorang perempuan diikat disebuah kursi, dan perempuan itu rambutnya terurai dan tangis nya bercucuran


Emi tidak berani membuka pintu kaca tempat perempuan itu, dia hanya lebih penasaran dengan berbagai macam tabung reaksi yang ada diruangan itu.


Ada cairan berwarna warni, yang diketahui adalah proses pencampuran senyawa yang dibaca nya adalah beberapa komponen berbahaya bagi tubuh

__ADS_1


“mesiu juga dimasukkan?” gumam emilia masih melihat lihat ruangan itu, kemudian menatap rak tempat penyimpanan obat obat an,,, mungkin eksperimen nya.


“sulfat?” gumam nya lagi melihat cairan yang mengeluarkan gelembung, namun sebelumnya emi sudah menggunakan masker untuk menjaga tubuhnya tetap terkendali


“ini bahaya sekali!” gumam nya melanjuutkna perjalanan nya menyusuri ruangan itu. Di tempat itu ditemukan pula beberapa kotal akrilik berisi hewan hewan berbahaya. Ada laba laba, kalajengking, ikan buntal, dan masih banyak lainnya…


“semut ini digunakan untuk apa?” tanya emi bingung melihat beberapa semut dengan ukuran cukup besar berwarna merah.


“kalau tidak salah, ada beberapa jenis semut yang memang juga berbahaya, apa ini digunakan untuk menghukum orang?” tanya emi pada dirinya sendiri


“HEMMMMM!!! HEMMMM!!! HEMMMMM!!!” perempuan di dalam ruangan yang tadi masih saja memanggil emilia, namun emi tidak ambil pusing. Saat ini dia masih memikirkan cara lain untuk menyelamatkan dirinya


“bagaimana keadaan rifa diluar sana?” bingung nya, sambil terus berjalan mondar mandir.


Lalu emi tertarik dengan satu pintu yang yang disebut sebelumnya, dia memasukkan PIN dan masuk ke sana.


Dibalik pintu itu hanya ada lorong gelap dan basah, dan pengap tentunya. Disana tidak apa apa selain suara tikus yang mencit cit bersuara. Dengan menggunakan infra red, dia menyusuri lorong itu hingga akhirnya tahu kalau itu adalah salah satu pintu keluar dari ruangan tadi. Di dalam lorong tadi juga dia mendapat lorong lainnya… ada prasangka dalam benak emilia, namun nanti saja lah itu. Biar urusan ini selesai dulu…


Emi membuka pintu yang samarkan seperti semak belukar itu, dia keluar dan menghirup udara segar yang sudah di rinduinya.


“harus mencari kakak!” gumam nya kemudian mencari jalan keluar dari sana…


“emilia!?” farhan terkejut ketika emi sampai di pintu masukke ruangan itu


“bukan nya kau di dalam? Dimana rifa?” tanya farhan terkejut, dan dia menyentuh bahu emi sambil mengecek keadaan tubuh nya


“cerita nya panjang kak, aku lelah sekali!” jeda emi sambil ngos ngos an, sedang farhan masih bingung


“kita harus menolong rifa kak! Ada orang yang mengejar dan mengetahui keberadaan kami,,, kita harus cepat!!!” ucap emilia kemudian berjalan mendahului farhan, sedang lelaki itu masih saja kebingungan…


“emilia…” panggil farhan meminta emi sedikit pelan, namun dengan cepat emi harus segera ke dalam. Dia tidak mau ada apa apa dengan rifa, apalagi rifa tadi pingsan


“kau dibelakang ku!” ucap farhan setelah pintu itu terbuka, mereka berjalan menggunakn senter di tangan farhan. Pintu ke 2 sudah masuk, dan tidak ada rifa disana


“argghhhhh!” suara teriakan berasal dari ruangan yang lebih dalam lagi, entah itu rifa atau bukan, yang pasti kedua orang itu langsung berlari dengaan cepat


“tenang saja, rifa tidak akan kenapa kenapa” ucap farhan begitu yakin dan tenang, dan mereka sampai dipintu no 4


Seorang lelaki berdiri dengan mengepalkan tangannya, ada darah yang menempel. Tidak tahu itu darah siapa…

__ADS_1


“ri…rifa..” ucap emi membuat lelaki yang berdiri itu mengalihkan pandangan nya kepada farhan dan emilia


Ada sorot yang aneh dan begitu berbeda dari rifa saat itu juga,


“kau tidak apa bukan?” tanya emilia berlari mendekati rifa, namun farhan mencegat nya lebih dulu


“kak! Rifa !” ucap emi marah, dan menghempas kan tangan kakak nya,


“huft,,, aku tidak apa apa…” rifa akhirnya bersuara, dan dia tampak lelah


“apa yang terjadi?” tanya emilia sambil menyenter tangan rifa yang berdarah


“ini bukan luka ku” ucap rifa


“sebaiknya kita segera keluar dari sini, takutnya para petugas itu sudah bangun sekarang” farhan menengahi


“nanti kita bahas” gumam rifa, lalu mereka bergerak pergi dari sana


“kau… tidak apa apa bukan?” rifa menanyakan keadaan emi di dalam mobil, rasa panik dan syok masih merasuk ke dalam batin emilia, sesekali tangan nya bergetar saat mengingat dia dikejar kejar tadi itu.


“aku tidak apa apa…” jawab emi sambil menghela nafas berat


“kalian sebaiknya membatasi diri, dari yang kulihat… ini tidak sederhana” ucap farhan membungkam keheningan


“apa yang kalian dapat kan dari sana?” tanya farhan kemudian


“orang yang kami temui itu, tidak terlalu pandai dalam bela diri. Namun tenaga nya sangat kuat, dan dia melarikan diri saat kalian masuk kedalam. Aku tidak tahu kemana dia lari, yang pasti, saat kalian masuk dan aku lengah, dia sudah menghilang” jelas rifa sambil menyandarkan tangan di dagunya


“mungkin kau tidak mengetahui kalau ada 1 ruang lagi disana, hanya ruang exit. Di baliknya ada lorong untuk keluar… namun, aneh nya lorong itu tidak hanya ada 1… di balik pintu nomor 4, ada begitu bnayak pil pil yang di produksi… kebanyakn adalah racun juga benda B3, beberapa hewaan berbahaya dan yang paling membuat aku bingung adalah,,, seorang perempuan di kurung disana,di dalam sebuah ruangan. Dan itu cukup mengenaskan…” jelas emi sambil bergidik ngeri


“sudahlah, besok kalian bahas lagi. Istirahat…” ucap farhan lalu menambah kecepatan mobil nya dan pergi dari sana


**


**


**


Salam hangat

__ADS_1


Ismi hana rizky


__ADS_2