Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Jimmy


__ADS_3

8.


Farhan adalah tipe orang yang peka akan sesuatu. Dia sama seperti ayahnya dalam hal menjiwai namun pemikirannya sudah berbeda karena asuhan dari kia dan rangga.


“terima kasih makan malam nya bibi, senang bisa dijamu dan diizin kan sholat disini” ucap farhan sungkan lalu memberi kartu nama miliknya


“kalau kalian di ganggu lagi, cukup tunjukkan kartu nama ini. Aku senang membantu sesama orang indonesia” tambah farhan untuk meluruskan niat.


Hawa dan bibi nabila merasa begitu berterima kasih, kemudian mengantarkan farhan kedepan untuk kemudian pergi dari sana


Namun, sebelum berjarak jauh ketika nabila dan hawa sudah masuk kedalam rumah, kini jimmy mengambil peran


“hey nak,,, bisakah berbicara dengan ku sejenak?” tanya jimmy dekat dengan air pancur di area perumahan itu. Saat itu farhan sedang menelepon supir untuk menjemputnya…


“long time no see uncle” ucap farhan sambil tersenyum samar, jimmy sedikit menautkan alis namun kemudian memeluk farhan


“lama tidak bertemu nak. Kau mengenalku?” tanya jimmy memasrtikan


“paman jimmy, sahabat ayah dan bunda ku” ucap farhan meyembunyikan sesuatu


“apa kabar nya orangtua mu itu? Apakah emilia masih imut seperti bayi dulu?” tanya jimmy semangat


“aku tidak tahu apa maksud paman berkata seperti itu, paman mungkin dekat dengan bunda dan ayahku, namun kita tidak. Juga dengan emilia… maaf bila menyinggung mu, namun menurutku ini sedikit pantas, bukan?” tegas dan potong farhan dengan jimmy


Jimmy memautkan alisnya,,,, memang dia sangat mirip dengan ayahnya dulu. Hampir tidak ada yang berubah dari caranya bersikap dengan orang lain…


“berarti kau masih ingat dengan hawa? Masih ingat dengan rumah bunda mu? Dan semua nya?” pasti jimmy


“rumah bunda ku itu, toko milik mami alex, hawa dan aku hanya teman masa kecil sejenak,,, tidak lebih. Apakah ada persoalan lain paman?” tanya farhan, dia benar benar menampakkan wujud asli nya pada lelaki sedikit tua itu


“aku tidak perlu khawatir kalau begitu…” jawab jimmy sambil tersenyum


“oliv mengirim kan salam padamu paman, maaf jika aku kurang sopan. Aku hanya memastikan sedikit, bahwa paman masih sama seperti yang dulu. Putrimu sedang berada di indonesia bersama dengan yang lainnya di kamp pelatihan. Aku hanya menyampaikan salam seorang anak pada ayah nya” ucap farhan sungkan sambil meminta maaf… dia benar benar memiliki kepribadian yang cukup aneh


“dasar anak itu!” gemas jimmy mengingat putri nya


“sampaikan salam ku pada bibi vely paman,,, aku seperti nya akan kembali kehotel karena supir sudah menjemput. Jangan sungkan menghubungiku,,, kita, bisa dikatakan sekutu bukan?” senyum farhan membuat jimmy memeluk nya sekali lagi


“senang bertemu dengan mu lagi farhan. Ayah mu adalah seseorang yang tidak jauh berbeda darimu, baik wajah dan kepribadian dalammu. Aku berharap lebih dengan mu untuk hawa” lanjut jimmy kemudian melepas farhan,,, sedang lelaki itu hanya menautkan alis dan tertegun mendnegar pernyataan mengenai hawa itu


“paman bercanda. Aku tidak ada hubungan dnegan hawa paman,,, tidak lebih sekedar teman kecil saja…” jelas farhan menatap kepergian jimmy


“sekarang mungkin tidak, namun besok tidak tahu” ucap jimmy lalu pergi ke rumah nya…

__ADS_1


Supir datang, dan farhan hanya menggeleng tidak jelas….


Sebenarnya dia cukup senang, bertemu dengan bibi nabila dan paman jimmy,,, namun dia harus memastikan sekali lagi kalau mereka memang sama seperti dulu.


Mengenai hawa,,, dia memang tidak ingat dengan gadis itu sampai dikatakan jimmy tadi, dia benar benar pandai bersembunyi dengan wajah nya itu. Bahkan jimmy terbohongi, karena farhan benar benar lupa dengan hawa sebenarnya


** **


2 hari berada di italya, selain mengunjungi beberapa tempat yang disebutkan rangga dia hanya menikmati wisata disana. Waktu yang diberikan alif adalah 1 minggu, namun rasanya sangat membosankan disini


Farhan suka memperhatikan sesuatu, kadang dia akan menerjemahkan sesuatu secara gamblang dan berpikiran jauh,,, meski itu belum terjadi.


“kak,,, bisakah kau membeli dagangan ku?” seorang gadis kecil datang mendekatinya


Farhan diam sejenak,,, mengamati kemudian menjawab beberapa kata


Dia adalah orang yang sangat berhati hati,


“aku tidak membutuhkan nya dik, namun biar ku ajarkan kau trik berdagang” ucap farhan


Dia membawa gadis kecil itu ke area tempat duduk dibawah pohon rindang,,,


“kau membuat nya sendiri?” tanya farhan


“berapa umurmu?” tanya farhan


“15 tahun” jawab nya


“namamu?” tanya farhan


“grace” jawab nya singkat


“menurut amatan ku, kue ini tampak kurang sedap,,, aku memang belum merasai nya, namun tampilan nya sedikit buruk di masa sekarang,,, nenekmu ternyata sangat menyukai kekunoan” ucap farhan sambil tersenyum bercanda


“nenek ku memang kuno paman,,, sudah banyak yang mengatakan nya” jelas grace ikut tertawa


“coba lah membuat kue dengan tampilan menarik seperti ini,,,” sebut farhan menampilkan nya di hp miliknya,,,


“gunakan bungkus roti, jangan terbuka begini,,, orang yang penuh dengan higenis tidak suka… apalagi kadang dipegang pegang orang lain. Anggap saja paman sedang baik hati saat ini, grace harus menjadi seseorang seperti namanya,,, kau harus menjadi pintar. Aku tahu kau pintar, karena tampak dari wajah mu. Gunakan otak kecil itu, paman akan membelikan mu sebuah sepeda untuk berjualan… bagaimana?” tanya farhan


“paman serius?” tanya grace semangat


“tentu, ayo!” ajak farhan,,, dia memang tipe lelaki yang tidak tahan melihat hal seperti itu. Dia membantu, namun sebelumnya harus merubah pemikiran seseorang menjadi lebih maju agar semua yang diberikan tidak Cuma Cuma

__ADS_1


“ini untuk apa paman?” tanya grace dengan berbagai penghias warna warni kue


“kau suka dengan warna hijau bukan? Suka membuat pemandangan alam,barangkali kau bisa mengasahnya dengan membuatnya di projek kue seperti ini” jelas farhan yang terlihat seperti seorang ayah bagi grace


“bagaimana bisa paman tahu dengn apa yang kusuka?” tanya grace bingung


“buku kecil di tas mu penuh dengan gambar hijau, pita kecilmu hijau, segala nya hampir hijau. Orang bodoh pun pasti akan tahu.” Ucap farhan menenangkan grace, padahal warna hijau nya sedikit


“apakah begitu paman?” grace semakin bingung…


“kau gadis yang baik, tapi paman tidak bisa melakukan lebih banyak hal dengan mu. Sampaikan salam paman pada nenek mu, juga keluarga mu yang lain,,, paman harus segera pergi” ucap farhan menyerahkan belanja mereka tadi


Hiks,,, grace menangis


“jangan cengeng!” tegas farhan


“aku tidak pernah mendapat kebaikan seperti ini paman, bagaimana aku bisa membalas mu?” tanya grace sedikit sesenggukan sambil menghapus air matanya


“menjadi grace yang berjaya di masa depan!” ucap farhan mengusap rambut gadis kecil itu


“aku tidak memiliki ayah dan ibu, aku hanya hidup dengan nenek ku…” sambung grace lagi sambil terikak


Itu mengingatkan farhan dengan dirinya ssendiri… dia hanya memiliki orangtua angkat…


“mereka mungkin tidak ada, tapi selalu ada yang menggantikan kehadiran mereka dalam hidupmu grace,,, nenekmu adalah seseorang yang berarti bagimu. Jangan bersikap jengkel padanya,,, cukup utarakan apa yang baik menurutmu pada nenekmu, dia akan mencoba menerimanya” sambung farhan


“paman tidak mimiliki orang tua juga bukan?” tebak grace


“ya” ucap farhan, namun tersenyum


“ini sudah cukup terlambat bagiku, jika ada kesempatan lain, kita akan bertemu lagi grace… sampai jumpa” farhan pergi dengan cepat


Dia merindukan ayah dan mama kandung nya, namun mereka sudah berlainan alam,,, dan memang begitu hukum alam dan takdir berkerja


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2