Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Masih Baru


__ADS_3

37.


Beberapa hari libur dari pekerjaan, kini farhan kembali dengan kesibukan kantor dan urusan lain nya. Siang ini, ia akan pergi keperusahaan istrinya untuk makan siang bersama


Maklum, pasutri baru


“tring,,,, pesan masuk dari hawa


“berlanjut lagi” sebut hawa mengenai anak hilang itu,


Farhan sebenarnya risih dengan hal ini, namun kemudian mengindahkan nya


“its ok babe,,, selamat bekerja, nanti siang mau makan apa?” tanya farhan perhatian


“bawa apa yang kau ingin saja,,, aku tidak pemilih” jawab hawa dengan emot cinta


“membawa cinta saja bagaimana?” ucap farhan menyambungkan panggilan suara langsung pada hawa


“apaan sih!” hawa malu mendengar itu


“emang kenyang kalau makan cinta?” tanya hawa bercanda


“hahahaha,,, nanti ku bawakan makan siang ke perusahaan mu. Bye, selamat bekerja…assalaualaikum” Jelas farhan kemudian mematikan panggilan itu


Disela bekerja, tidak bisa terlalu larut dengan berkas hingga lupa dengan yang dicinta


“kue rosetta,,,” gumam farhan saat kia, bunda nya mengirim foto itu pada farhan


“apa kabar adik kecil itu ya…” gumam farhan teringat dengan grace, penjual kue rosetta buatan neneknya,,, kata perempuan yang sudah remaja itu


Farhan memainkan laptopnya sebentar, mencari informasi tentang grace dan kemudian memantau nya


“wah wah,,,, dia memang jago berwirausaha” gumam farhan menatap dengan puas sebuah toko bertuliskan NONNA E GRACE BAKERY (toko kue nenek dan grace)


sebuah toko kecil, namun pelanggan nya banyak,,, desain toko yang sederhana dan nyaman, juga penuh dengan bunga bunga yang ditata oleh neneknya


“honeymoon ke italia,,, sepertinya menyenangkan” lanjut rifa mengklik sebuah foto kue milik toko grace


“selai blueberry dalam sebuah pie coklat keemasan membuat ku tertarik untuk mencoba nya,,, wah, dia gadis yang pintar!” farhan mengagumi bakat berjualan grace,,,

__ADS_1


“HELP! HE`S LOOKING FOR MY BAKERY” sebuah caption dalam postingan media sosial milik grace,,, ada sesuatu yang tidak beres


“berjaga di area nonna e grace bakery di jl.bla bla” tegas farhan pada beberpa bawahan nya disana,,, menjadi seorang pemimpin dalam kelompok adalah sesuatu yang biasa,,, dan itu sudah mendarah dagng dalam keluarga mereka


Sesuatu yang belum diketahui hawa dan banyak orang lain nya, namun tidak lama ini,,, farhan akan menjelaskan hal ini pada hawa… berharap wanita itu mengerti dan menerima


** **


“besok besok, kalau datang kesini… pakai kacamata, pakai topi dan ga usah berpenampilan menarik begini ya!” hawa cemburu saat begitu banyak mata wanita menatap akan pria nya


“hahaha,,, ia ia. Memang kharisma ini sulit untuk dihilangkan” canda farhan membuat hawa cemberut


“sebentar, biar hawa siapkan makan siang nya” ucap hawa menarik tangan farhan masuk kedalam ruangan hawa. Didalam ruangan, ada ruangan lainnya!


“ini, milikmu?” tanya farhan terkejut kagum melihat desain rumah didalam kantor hawa


“tidak, ini milik almarhum paman ku, dan yang mendesain adalah bibiku. Orangtua rifa. Rifa tidak mau bekerja dikantor ini, katanya membuat dia ingin menangis… jadinya diberikan kepada ku” ucap hawa mengambil beberapa piring, gelas dan menyiapkan air minum


“ini…sungguh, desain klasik dan menakjubkan!” farhan belum selesai dengan kekaguman nya


“rifa juga biasa mendesain sebuah ruangan begini,,, sering saat kami berdua saja. Milik rifa lebh klasik lagi…” jelas hawa membuat farhan terkejut


“sesekali, ku bawa kau kerumah almarhumam bibi amira,,, desain nya tak kalah unik dari kantor ini” jelas hawa menambahkan, membuat farhan semakin ingin


“sungguh?” tanya farhan, hawa memberikan piring yang sudah terisi dengan nasi itu pada farhan


“ya… sederhana, namun banyak yang unik” jelas hawa lagi


Mereka menghabiskan makan siang bersama, bercerita sebentar kemudian farhan kembali ke kantor nya.


Hansel dan lira yang menatap keharmonisan pasangan baru itu hanya bisa tersenyum


Untungnya, ketika rifa sulit diharapkan memegang kendali perusahaan azam dan amira, hawa bersedia menghandle dan membuat nya berjalan dengan baik


Meski masih pemula,,, namun hawa jago dalam hal ini


“nanti ku jemput” ucap farhan mencium pipi istrinya


“tidak usah, bertemu di rumah saja” jelas hawa agar tidak merepotkan farhan

__ADS_1


“baiklah,,, aku pergi. Assalamualaikum” ucap farhan memegang dan mencium kepala hawa


Kebiasaan baru kedua orang itu,,, hawa mencium tangan, farhan mengusap dan mencium kening juga kepala hawa


(pasangan baru, masih hangat,,, dan tetap hangat hingga akhir)


** **


Sesampainya dirumah, farhan langsung naik ke kamar nya setelah menyapa bundanya


Hawa yang baru selesai mandi, di balut handuk yang menutupi bagian atas tubuh nya dan farhan yang baru kembali dari kantor membuat desiran menyeramkan bagi hawa


“you look…se…xy” ucap farhan menatap hawa, sambil tersenyum menggoda membuat hawa buru buru masuk kekamar mandi dan menambah handuk di tubuh nya


“ini masih mau maghrib! Masih ada isya, jangan macam macam!” tegas hawa membuat farhan hanya tertawa terpingkal


“sensitif amat sih, istri si farhan ini” ledek farhan sambil tertawa


Muka merah hawa tidak bisa ditutupi. Meski pun sudah menikah, sudah saling tahu menahu,,, namun ini masih lah tabu dipikiran hawa,,, ini sesuatu yang baru kali ini diperlihatkan pada mahram nya


“mandi mas, biar hawa siapkan baju sholat nya. Itu udah mulai ngaji” ujar hawa kemudian membuat farhan mengangguk paham


“malam ini, mau berapa lama?” bisik farhan penuh dengan bisikan iblis,,,


Hahaha


Bulu meremang, wajah memerah dan tangan hawa yang refleks memukul farhan


Hihihi,,,, sampai bertemu, junior hawa dan farhan


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2