
51.
Disaat syifa dikuburkan, disaat itu emilia masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia dirawat, dan dijaga oleh rifa di rumah sakit,
Ah ia, berhenti bertanya pada orang yang tidak ada keberadaan nya disana…
Maksud ku, dylan.
Emilia mengalami hal terburuk nya di waktu kematian keluarga syifa, 3 generasi!
Rifa merasa bertanggung jawab menjaga emilia yang saat itu belum sadarkan diri, karena menurutnya, salah nya jika emilia mengalami hal yang begitu berat hingga membuat nya harus trauma sebesar ini.
Emilia belum mengerti tentang meninggal nya 1 kelluarga itu, yang diingat nya hanyalah mobil yang menabrak syifa, pelayan keluarga itu sendiri.
Ia mengalami perubahan besar terhadap diri nya, yang dulu nya mempelajari kondisi kejiwaan orang lain, kini kejiwaan nya yang di pelajari dan di coba di obati menggunakan terapi atau apapun itu.
PTSD, bisa dibilang emilia mengalami ini. Meski bukan ia yang merasakan, namun ia menyaksikan dan yang terjelas, dia mengalami gangguan mentas psikis yang berat saat ini.
Setelah 2 hari pingsan, ia sadar dan buru buru langsung pergi mengambil wudhu dan sholat. Setelah nya, ia kembali masuk ke dalam selimut, bersembunyi di dalam sana…
Tidak ada senyum, tidak ada tangis, tak ada ekspresi apapun yang tampak di wajah gadis 20 tahun an itu…
“kami akan membawa nya kembali ke indonesia” ucap rangga saat berkumpul seluruh keluarga yang ada di london
“maaf pak, bagaimana dengan kesaksian yang kami butuh kan?” bodoh seorang polisi, yang hanya di balas tatapan tajam dari seluruh keluarga emilia
Asyam dan Azmi tidak bisa datang ke london, dan bahkan kembali ke indonesia, karena mereka belum selesai dengan misi mereka,,,
Saat ini, farhan kembali ke norwegia, sedang alif menunggu di indonesia dan rangga,kia,emi, dan rifa berangkat dari london untuk mencoba menyembuhkan psikis emilia
Sesampainya di indonesia, emi masih dengan ekspresi yang sama, dan tak lupa, emilia diambil izin cuti kuliah nya selama 1 tahun
Alif memeluk adik perempuan satu satu nya, dan membawa mereka kembali ke rumah
Emilia tidak dibiarkan tidur sendiri, kia menemani. Dan tak lama, farhan juga hawa kembali ke indonesia
Bersama berita bahagia tentang kehamilan hawa, mereka masih stay dengan rasa sedih menatap emilia yang psikis nya lama tuk berubah
“dylan…” gumam emilia beberapa kali,
Alif atau kadang rifa yang ada didekat emilia terkadang mengajak nya bercerita,
__ADS_1
“ayo kita jalan jalan ke taman waktu lalu” senyum emilia, berbicara pada rifa
Taman? Ya… taman tempat pertama sekali emilia bertemu dengan dylan, lelaki yang menjanjikan pernikahan selepas lulusnya emilia dari spesialist dokter dan S2 nya…
“ya, kita akan kesana” itu jawaban yang selalu di ucapkan rifa, ia tahu karena ia pernah kesana…
“tau nggak sih, aku masih sering memimpikan tempat itu bersama mu” gumam emilia dengan sneyum, tatapan dalam pada rifa yang di anggap nya dylan
“aku juga” jawab rifa, ia ikut tersenyum
“seandainya waktu itu aku datang dengan tepat waktu, pasti emilia tidak akan mengalami hal seperti ini” batin rifa merasa sedih atas emi
“apakah kau mengingat tentang becky?” tanya rifa mencoba membawa emosi emilia,
“becky? Dia,,,,siapa?” tanya emilia dengan begitu penasaran
“berapa lama kau tinggal di london?” tanya rifa
“hemmmm… berapa lama ya?” bingung nya
“siapa orang pertama yang kau temui di london?” tanya rifa mencoba lagi..
“kak syifa… dia dimana!?” tanya emi tiba tiba
Emilia bangkit dari duduk nya, berlari ke arah pintu depan dan berlari secepat mungkin
“kak syifa! Kak syifa!” teriak nya histeris
“emilia!” teriak rifa dan alif yang ada disana, mereka mengejar emilia yang tiba tiba histeris kemudian menahan emilia dengan pegangan yang cukup kuat,
Beberapa kali emilia meronta, berteriak histeris lagi dan lagi hingga akhirnya rifa menyuntikkan penenang pada emilia,
Ah, jangan terlalu berpandangan sebelah mata pada rifa, sedikit banyak tentang pertolongan pertama, dan bius membius ia mengerti. Dasar keperawatan medis pun di pelajarinya…
“hal terbaik yang bisa kita lakukan, menenangkan nya dnegan bius” gumam rifa kemudian alif membawa nya ke dalam rumah
“apa yang akan kita lakukan selanjut nya?” tanya alif bingung
“emilia mengalami guncangan yang kuat, sulit” jawab rifa
“aku ada salah satu media, gambar” gumam rifa selanjut nya
__ADS_1
“terkadang, beberapa pihak psikiater melakukan terapi gambar pada pasien nya. Kita memberikan alat gambar pada nya, memberikan pertanyaan padanya dan dia bisa menjawab melalui gambar.. kita juga bisa mencoba mengobati nya dengan gambar, healing” jelas rifa kemudian
“aku tau itu bisa dilakukan, namun ini tidak sesederhana yang kita kira” ucap kia datang
“aku memanggil alexa kembali ke indonesia,” ucap kia memperkenalkan seorang wanita, yang tak lain adalah senior rifa
“senior!” jelas rifa berdiri memberi hormat
“aku sudah pensiun, jangan gunakan embel embel itu lagi” gumam alex kemudian menemui emilia yang tertdiur
“terapi terbaik yang bisa kita lakukan adalah, dengan membawa nya kembali ke masa traumatik dalam dirinya, kemudian memaksa dia menerima trauma iitu” jelas alex sambil menyentuh wajah emilia
“aidan bisa membantu kita, dengan cara hipno” lanjut alex
“jangan,” ucap rifa
“hipnotis memang bekerja, namun terkadang dia bisa lepas dari hipnotis tersebut” ucap rifa memberi penjelasan
“sudah pernah melakukan nya?” tanya alex, sedang rifa mengangguk
“aku akan mencoba bertanya padanya nanti, setelah dia bangun” gumam kia, kini ia harus bekerja menjadi seorang psikiater demi putri nya
“al quran bisa digunakan sebagai terapi” ucap rifa
“aku tau al quran bisa jadi terapi, namun kita harus mencoba, memaksa emilia menerima kenyataan yang terjadi” ucap kia,
“aku hanya berharap yang terbaik padanya saat ini” frustasi rifa
“berhenti menyalahkan diri mu rifa, ini bukan salah mu” ucap alif,
**
**
**
Kadang, ada sesuatu hal yang membuat kita trauma, kenangan yang membuat kita tidak bisa lupa akan sesuatu yang menyeramkan yang membuat jiwa nya terganggu… apapun itu, cobalah kembali mengingat allah
Salam hangat
Ismi hana rizky
__ADS_1