
35.
Acara lamaran juga pernikahan berlangsung begitu cepat nya. Seminggu setelah lamaran, mereka melangsung kan pernikahan yang sederhana saja
Tidak bermegah megahan, dan mengundang beberapa keluarga dan teman dekat saja.
Pada kesempatan pernikahan hawa dan farhan, emilia tidak bisa kembali ke indonesia karena ada beberapa urusan sangat penting yang tidak bisa di tinggalkan
“tidak apa adikku sayang… kakak dan kakak ipar mu tidak apa apa” ucap farhan dan hawa dari balik telepon
Emilia yang cengeng, menangis hanya bisa melihat dari jauh saja
“berikan aku keponakan dengan cepat kakak!” jelas emi membuat hawa dan farhan memerah, ikut tertawa
“inshaallah” jawab kedua orang itu dengan wajah bersemi,,, pasangan muda yang baru saja menikah, penuh dengan cinta dan menikah dengan pilihan hati mereka sendiri
“selamat, sudah berhasil menikahi kakak ku!” rifa memeluk kakak ipar dan komandan nya itu
Jane datang sesuai dengan undangan yang dikirim farhan
Mengenakan dress sebetis, rambutnya di kepang kesamping dan ditambah sedikit hiasan… dia seperti orang barat kebanyakan
“cepat beri kami keponakan!” tegas jane membuat hawa hanya bisa menunduk malu dan memerah
“kau sangat cantik!” peluk jane,
“dulunya, dia adalah mantan kekasihku!” tegas jane membuat farhan menajam kan pandangan nya
“dulu itu masa lalu, namun sekarang,,,aku berdiri sebagai istrinya!” bela hawa membuat farhan tersenyum menang, dan jane tersenyum kecut
“cepat memiliki momogan, hawa dan farhan” peluk jane sekali lagi
Hawa yang merasakan ketulusan itu mengangguk dan ikut memeluk jane dalam peluknya
“terima kasih…jane.” Jawab hawa
** **
Malam pertama pernikahan adalah sebuah ritual yang cukup mendebarkan bagi setiap pasangan yang baru menikah….
Maksudku,,, benar beanr pertama sekali!
Hawa datang dengan dress yang masih menjuntai di tubuh nya, dia berniat membuka hijab yang penuh dengan balutan itu
“biar ku bantu” ucap farhan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
“terima kasih” jawab hawa sambbil terus membuka hijab nya
“apa…kita…akan melakukan hal itu?” farhan bertanya tanpa hati hati
Hawa terdiam,
“eh, aku tida bermaksud” jelas farhan salah tingkah
“selesaikan dulu ini” ucap hawa malu, kemudian farhan menyelesaikan nya dengan baik
“apakah kepala mu tidak sakit dengan begitu banya jarum itu?” tanya farhan dimana hawa saat itu masih dalam posisi rambutnya tertutup
“aku pernah membaca beberapa kalimat. Setiap aurat yang haram di pandang lelaki, akan menambah dosa baginya, namun hubungan yang sudah halal,,, maka itu akan menjadi pahala baginya” ucap hawa melepas ikat rambut yang mengikat rambut coklat kemerahan nya
Farhan yang mendegar, menaikkan pandangan dan terkejut dengan apa yang dilakukan hawa
“malam masih lah panjang, aku sudah halal atasmu, kehendakmu adalah kehendakku. Hak milik mu ada ditangan ku, dan kewajiban ku berlaku untuk hak mu…” ucap hawa menatap farhan dengan tatapan yang dalam
Baru kali ini rasanya mereka baru melakukan adu tatap yang mendebarkan
“meski hak dan kewajiban ada ditangan mu, namun aku ingin meminta izin terlebih dahulu…” ucap farhan
“izinkan aku, mengambil hak ku, melakukan kewajiban ku dan dirimu, dalam naungan menderu meminta akan rezeki untuk kita berdua” gumam farhan memegang tangan hawa, dan menatap mata itu dengan begitu hangat nya
“akan?” tanya farhan
“janji mu yang tersebut saat akad, lisan mu tentang hak dan kewajiban… kau menghargaiku melebihi apa yang ada di benak ku” ucap hawa meneteskan air mata haru
“bukan kau yang seharusnya berterima kasih, namun aku” ucap farhan menarik hawa dalam peluk nya
“malam masih panjang…” bisik farhan tepat di telingan hawa, membuat desir dalam batin nya
“aku akan bebersih dulu” ucap hawa
“lalu?” tanya farhan
“menyiapkan segelas susu untuk mu” jawab hawa
“untuk?” tannya farhan
“melakukan sunnah nabi” jawab hawa
“dilengkapi dengan sholat sunnah 2 rakaat nya…” gumam farhan dengan senyum nakal, dan melepas hawa pergi membersihkan dirinya
Selesai sholat sunnah, farhan meminum susu putih yang dibuat hawa
__ADS_1
“apakah…pagi ini kita akan melakukan mandi junub?” bisik farhan pada hawa, lagi… mendesir hati dan meremang bulu hawa
Mereka melakukan nya guna mencapai rahmat Nya… dan benar, deruan itu meminta akan rahmat Nya…
“dan benar, pagi ini kita harus bangun lebih awal, mandi junuh dan memulai kehidupan baru bersama” gumam hawa kita malam semakin larut
“selamat malam… istriku” farhan memberi ciuman selamat malam dikening hawa, begitu juga hawa yang memberi pelukan pada lelaki nya itu
“selamat malam, suami ku” jawab hawa masuk dalam mimpi penuh indah dengan bau tubuh suami nya, juga detak jantung yang kini terdengar begitu nyaring menjadi lagu penuntun tidur dirinya…
Cinta,,,
Memang suka bermain secara terus terang, meski awalnya malu malu
Harus ada yang memulai, lalu akan ada kelanjutan dari sebuah awalan
Hawa yakin dengan pilihan dirinya,
Memilih farhan sebagai pendamping hidupnya. Bukan karena sebatas perhatian dan sejenis itu…
Namun, hawa benar mendapatkan jawaban atas doa dan pinta nya
Farhan adalah jiwa yang di pinta nya
“semoga aku adalah tulang rusuk yang kau beri saat dipenerimaan takdir, dan aku kembali pada jiwa yang dengan senantiasa memintaku untuk hidup” batin hawa menyeru pada farhan
“oh allah, terima kasih sudah menjadi kan wanita dalam peluk ku sebagai pelita dan penyembuh keluh dalam hidup. Terima kasih sudah menhadirkan dia dalam kehidupan ini, dan izin kan aku membimbing nya atas bimbingan mu…dan izin kan aku memberinya sebaik baik tuntunan menuju padamu” batin farhan
Tidak ada yang tahu bagaimana takdir dan cinta bekerja,,,
Tidak ada yang tahu bagaimana sebuah awalan memiliki akhir yang bagaimana,,, namun, semua nya jelas tertulis di lauh mahfudz nya
Yang tertulis, yang terpilih tidak akan terganti dengan orang yang salah… dan benar, setiap jiwa yang sendiri pasti lah memiliki teman dalam hidupnya
Jika tidak bertemu di dunia, semoga diakhirat allah sudah menyiapkan nya
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
__ADS_1