Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Bereskan!


__ADS_3

29.


Hawa menggunakan pakaian berwarna dress berwarna soft pink, dengan jilbab yang disesuaikan. Dia datang bersama dengan rifa, menggunakan riasan seadanya namun itu lebih dari cukup untuk wajah oriental milik hawa


“hai, assalamualaikum” lambai hawa sambil tersenyum pada farhan yang sudah menunggu di area perjamuan, hotel.


“walaikumsalam, dia dengan siapa?” tanya farhan mengejek rifa, rifa memayunkan bibirnya sekilas pada farhan tetapi berpura malu di depan hawa


“ayo, acaranya sudah mau dimulai” ajak farhan, dan rifa memilih untuk menunggu di dalam mobil.


Tring… pesan masuk ke hp rifa


“terima kasih…hihi” pesan dari emilia berisi sebuah gambar dirinya yang dilukis oleh rifa sendiri.


Rifa tersenyum kemudian menjawab dengan emot senyum saja. Kita kembali kepada farhan dan hawa yang sudah masuk ke dalam ruangan.


Hawa dan farhan berjalan bersampingan, tidak bersentuhan dan saling berbincang dengan akrab.


“tuan farhan…” beberapa orang yang berkumpul kelompok diruangan itu menyabut farhan dengan hangat,


“teman ku, hawa” jelas farhan dan hawa mengatupkan tangan nya. Ada 2 orang lelaki yang menatap hawa dengan tatapan yang sedikit aneh namun kemudian farhan pamit untuk membawa hawa menemui bunda dan ayah nya saja. Kia dan rangga


“bunda, hawa disini menemaniku” jelas farhan memberi salam pada kia, juga rangga


“assalamualaikum, bibi, paman” ucap hawa pada kia dan rangga sambil mencium tangan mereka


“walaikumsalam, hawa! Wah, senang sekali ada kau disini.” Jelas kia memeluk hawa dengan hangat, hawa membalas lalu hanya tersenyum kemudian dengan rangga


“untuk apa kau menemani bujangan satu ini hawa, membuang buang waktu saja” sindir rangga pada farhan yang hanya tersenyum menyengir


“farhan mengajak saya untuk menambah koneksi juga paman, juga untuk menambah pengalaman didunia perkolegaan ini paman” jelas hawa pada rangga


“tidak berniat menemani dia?” tanya kia memberi kode


“ini sedang menemani dia bibi,” jawab hawa polos


“menamani hidupnya…” tambah rangga membuat farhan menajamkan tatapan nya pada ayahnya itu, sedang kia hanya tersenyum malu karena melihat farhan yang bereaksi


“bun, sepertinya aku harus membawa hawa menemui yang lain dulu. Kalau dengan kalian dia kan sudah kenal, jadi tidak usah berlama lama” jelas farhan membuat kia kesal


Kia mengerutkan alis dan menekuk wajah nya,


“aku mau bersama menantuku!” jelas kia dengan kode mata


“bun, ada beberappa orang yang sedang menunggu ku. dad, take your wife” ucap farhan membuat kesal kia semakin menjadi

__ADS_1


“babe, ayolah! Biarkan mereka pergi kesana. Nanti kalau ada kessempatan kita akan menemui hawa langsung ke rumah nya” bujuk rangga


“sambil membawa mahar untuk dia” tambah rangga dengan bisikan membuat wajah kia tersenyum semangat


“ok!” jawab kia cepat membiarkan hawa pergi


“sampai jumpa lagi bibi…” ucap hawa malu mencium tangan kembali,pun rangga


“bibi dan paman sangat romantis, tapi membuat ku terasa canggung” gumam hawa berjalan disamping farhan


“karena kau belum mengenal mereka” ucap farhan


“kau tahu aku mempunyai waktu yang sedikit, susah untuk mengunjungi bibi dan paman” jawab hawa dengan senyum dan sedikit keluh dengan pekerjaan nya


“kau bisa mengenal mereka lebih dekat, dengan 1 cara yang paling mujarab” ucap farhna


“bagaimana?” polos hawa


“menikah dengan ku” ucap farhan tersenyum bercanda menampakkan gigi rapi juga senyum yang menggoda


“apaan sih! Udah… kamu mau ngenalin dengan yang lain kan?” tanya hawa kemudian farhan mengangguk lalu mengenalkan dengan yang lain.


30 menit berada disana, hawa mulai merasa bosan. Kia dan rangga sudah kembali ke rumah mereka, karena mereka datang hanya formalitas saja… sedang hawa hanya bisa berdiri sendiri tanpa teman disuatu sudut ruangan. Farhan sibuk dengan urusan yang baru saja membuat dia harus meninggal kan hawa sejenak


Beberapa pria datang mendekati hawa, sambil membawa minuman berwarna dan kemudian mengajak hawa untuk berbincang


Hawa menjawab seadanya, dia menjaga dirinya untuk orang yang tidak dikenal nya.


“maaf, saya mau permisi ke sana dulu.” Izin hawa membuat beberapa lelaki menyilahkan


“emm, nona. Silahkan meminum minuman yang kami bawa ini, ini jus” ucap seorang lelaki


Tidak enak rasanya menolak, jadinya hawa menerima kemudian meminum nya langsung


“tuan tuan, permisi. Aku ada urusan lain” jelas hawa dan pergi dari sana


Hawa belum mengerti kalau didalam sebuah acara begitu, selalu saja ada trik trik kotor, oleh orang orang kotor.


“kenapa aku merasa pusing ya?” gumam nya pada dirinya sendiri,, kemudian menelepon farhan untuk kembali pergi kepada rifa


“kenapa tidak diangkat..?” bingung hawa kemudian masuk kedalam sebuah ruangan


Ruangan yang tampaknya kosongdan gelap, namun sebenarnya tidak. Ada farhan dan asisten pribadinya disana


Farhan menghentikan sejenak pekerjaan dirinya, kemudian mengintip siapa yang berani masuk kedalam ruangan nya. Karena melihat hanya sekilas, farhan mengacuhkan, namun kemudian beberapa orang lagi masuk kedalam

__ADS_1


Beberapa lelaki masuk ke dalam, sambil tertawa dan berbicara mengacau. Hawa hanya terduduk disebuah sofa, memegang pelipis dan tidak fokus dengan apa yang ada didepan nya


2 orang lelaki yang pertama sekali menatap dirinya bersama farhan datang dengan tawa dan minuman, pakaian nya memang menggunakan pakaian jaz dan tampak terdidik,namun nyatanya tidak.


“nona, mau menemani kami?” tanya seorang lelaki


Farhan menatap dengan marah, namun dia mau melihat dengan jelas apa yang ingin dilakukan 2 orang itu


Farhan berjalan dengan tidak bersuara, kehadiran nya tidak disadari orang orang itu. Hawa sudah pingsan tidak sadarkan diri, 2 lelaki itu hampir saja memegang hawa namun tidak jadi karena farhan langsung datang menahan tangan lelaki itu


“siapa kau?” tanya seorang lelaki, dengan keadaan yang gelap itu, farhan menjetik kan jarinya. Menghidupkan lampu kemudian menatap tajam 2 lelaki itu


Tangan ke 2 lelaki itu di pegang oleh farhan dengan pegangan yang kuat, menyakiti pergelangan tangan nya. Tatapan tajam tanpa suara membuat 2 orang itu menciut tanpa bisa melakukan apa apa lagi


“bil, mereka dari perusahaan mana saja?” tanya farhan pada asisten nya. Billy


“perusahaan x dan y tuan” jawab asisten nya cepat,kemudian farhan memegang jari salah satu tangan dari ke 2 lelaki itu


“ambil alih perusahaan mereka, dan biarkan mereka bekerja sebagai pekerja serabutan” ucap farhan mematahkan jari jari orang itu. Pintu ditutup, teriakan dari ke 2 lelaki itu tidak terdengar ke luar.


Billy melalukan pekerjaan nya dengan baik,


Farhan berbicara datar dan dingin kepada 2 orang itu, tidak merasa bersalah dan tidak memikirkan apapun.


“berani menyentuh dan bermain dnegan orang ku, kalian mendekati kuburan kalian sendiri”ucap farhan datar melepas pegangan tangan nya


Teriakan sakit dari 2 lelaki itu tidak terelakkan,mereka berteriak sejadi jadinya. Perusahaan bangkrut, salah satu tangan nya patah dan mereka bekerja sebagai serabutan


Tidak ada ucapan maaf dan menyesal, karena sakit sudah merasuk dan farhan tidak peduli dengan itu semua.


2 bius disuntikkan, dan membuat 2 lelaki itu pingsan.


“bereskan!” tegas farhan menyalakan semua lampu yang ada diruangan itu, ruangan yang cukup luas dan penuh dengan rahasia.


Ah ia, itu adalah hotel yang dikelola perusahaan ayah farhan dulu, milik keluarga alexa juga. Dan itu adalah ruangan pribadi yang lupa di kunci oleh farhan tadi


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2