Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Emi dan Rifa


__ADS_3

20


Sedikit penjelasan, jane adalah rekan kerja di kamp pelatihan bersama farhan dan lainnya. Dia sangat menyayangi emilia layaknya adik sendiri. Menyimpan rasa dengan farhan, bahkan farhan pun sama namun pada akhirnya pupus akan sesuatu.


Farhan meminta jane untuk menjauhi nya dengan cara baik baik, beribu alasan dikeluarkan dan akhirnya… jane berubah haluan. Dia sama baik nya dengan olivia, anak jimmy


Jane adalah tipe yang baik baik saat menghukum seseorang, maksudku… sedikit beretika. Sedagkan olivia, penuh dengan hal menyeramkan. Tipe yang grasak grusuk, apa yang disukai nya itulah yang dilakukan nya.


Emilia adalah anak bontot di kamp pelatihan saat masa itu, menjalani begitu banyak macam pelatihan, mendapat begitu banyak pengalaman yang tidak akan bisa di dapatkan nya kalau hanya menjadi seorang dokter.


“kirimkan undangan pernikahan mu, aku akan menunggu undangan nya selama 1 bulan ini, kalau tidak ada, berarti kau berbohong. Aku akan menemui mu!” tegas jane dengan nada datar, farhan yang mendengar sedikit bergidik ngeri,


“padahal awalnya aku hanya bercanda saja…” batin farhan menatap kepergian jane kedalam ruangan nya kemudian menutup pintu itu dengan cepat


“kau berutang banyak penjelasan nantinya” tambah rifa membuat farhan memutar bola matanya kemudian pergi dari sana


Sekembalinya ke rumah emilia, farhan langsung masuk ke dalam kamar dan beristirahat. Akhirnya selesai juga dengan si jane yang menyebalkan itu.


Sebenarnya farhan canggung dan segan bertemu dengan “mantan kekasih” itu, namun pada akhirnya selesai juga


“tidak baik tidur dijam setelah ashar” ucap rifa mengambil kanvas dan cat nya. Pergi keluar area taman kecil milik emilia dan menggambar disana


“ia, bawel amat jadi laki laki!” balas farhan pada rifa, dan mengacuh kan nya


Rifa turun kebawah, membuat segelas kopi dan duduk di area taman


Dia menghidupkan rekaman suara milik seorang perempuan, yang tak lain adalah mama nya yang sudah meninggal. Amira


Rekaman itu berisi murrotal al quran yang dibaca sedikit sedikit, maksudnya beberapa lembar kemudian di jadi kan menjadi mp3


Sambil mengikuti, sambil melukis, ia akan membayangkan sebuah kolam berenang dengan tampilan seseorang yang berenang di dalam kolam itu.


Warna yang mendominan biru, di setiap sudut gambar pasti akan ditambahkan “AJF” singkatan nama ibu nya.


Tok tok


Emilia mengetok pintu menuju area taman, mengejutkan rifa


“assalamualaikum” ucap emilia sambil tersenyum kemudian mendekati rifa yang menggambar


“walaikum salam” jawab rifa sedikit terkejut dan menghentikan aktifitas nya


“sedang apa?” tanya emilia

__ADS_1


“menggambar, menghilangkan jenuh” ucap rifa simple


“kakak dimana?” tanya emi


“tidur di kamar” jawab rifa lagi


“mau cemilan?” tanya emi, rifa menatap ke arah emi yang mengambil makanan di tas nya


“ini permen yang ku beli di toko dekat rumah sakit tadi, juga ada beberapa roti manis. Mau apa?” tanya emi


“kopi lebih enak dicampur dengan roti…” jawab rifa memainkan mata nya kearah roti, dan emilia mengangguk paham


“mau secangkir kopi?” tanya rifa inisiatif


“wah, pleasure!” ucap emi senang, dan rifa dengan cepat ke dapur membuatkan kopi untuk emilia.


Emi mengambil kanvas yang ada di meja, melihat gambar itu dengan seksama. Sebenarnya ada beberapa gambar lagi didalam tas tempat penyimpanan cat rifa, namun tidak sopan kalau tidak izin


“silahkan” ucap rifa mengejutkan emi, hampir menjatuhkan gambar itu


“ah, terima kasih rifa” jawab emi kemudian kembali menatap gambar rifa


“kenapa kau menggambar kolam berenang?” tanya emi tiba tiba


“karena yang aku pikirkan adalah kolam berenang” ucap rifa sambil tersenyum


“apakah kau suka melukis?” tanya emi gamblang, dan rifa mengangguk


“abstrak?” tanya emi memancing


“apa yang ku pikirkan” jawab rifa cepat


“atau yang sedang kau rindukan?” tebak emi untuk urusan lain, rifa berhenti mewarnai kemudian menatap ke kopi


“tidak, aku menggambar apa yang ku pikirkan, bukan apa yang ku rasa kan” jawab rifa dengn kalimat yang sedikit membingungkan


“bisakah aku melihat gambar mu yang lain?” tanya emi melirik ke arah tas rifa, dan rifa memberikan nya dengan sennag hati


Emilia mengamati gambar itu satu demi satu, melihat setiap lukisan yang tergolong kategori sangat bagus. Karena, lelaki itu memang pandai menggambar dan melukis


“aku mau bertanya lagi, boleh?” tanya emi sambil melihat gambar itu


“silahkan” jawab rifa

__ADS_1


“kau sering memendam amarah mu kedalam gambar, bukan?” tanya emi menatap ke arah rifa, dan lelaki itu tersenyum


“ya” jawab nya


“kau sering merasa kesepian bukan?” tanya emi lagi,


“ya” jawaban yang sama


“sebenarnya bukan yang kau pikirkan, namun yang kau rasakan… ia kan?” tebak emi lagi, dan kini rifa diam


“belum ada yang bisa mengerti aku dengan sangat” ucap rifa mengambil gambar dari tangan emilia


“jangan mendekat ke arah ku, akan sedikit berbahaya. Dan berhenti untuk mencari tahu bagaimana aku sebenarnya emilia… aku bukan yang tampak saat ini,” jelas rifa namun dia melanjutkan duduk nya dan menikmati kopi dan roti pemberian emilia


“emmm, ya. Saranku, jangan terlalu membatasi dinding dalam dirimu, akan menyakitimu dan hatimu semakin keras” ucap emilia memberikan sebuah permen coklat


“makanlah, ini bisa merileks kan pikiran mu” ucap emi tersenyum


Dia tidak merasa tersakiti dengan pernyataan rifa tadi, namun dia merasa semakin penasaran dengan lelaki itu


“aku boleh menanyakan sesuatu?” tanya rifa tiba tiba, emilia senang, baru kali ini rasanya rifa inisiatif


“ya” jawab emi


“kami bertemu dengan perempuan bernama jane, kau mengenal nya?” tanya rifa mengetest


“ah, apakah jane teman kakak ku? aku sangat merindukan kak jane, perempuan tomboy itu. Biar kau tau, dia dulu sering membuat kan aku cake, membuat kan aku milkshake, membuat kan aku makanan enak di kamp pelatihan, secara diam diam… dan” ucap emi lalu rifa bersuara


“dan… jangan terlalu banyak mengumbar sikap dirimu, orang akan dengan mudah membaca mu dan bisa menempatkan mu dalam banyak situasi” potong rifa kemudian permisi pergi dari sana


Itu menyakitkan


Menyakiti hati emilia tanpa sengaja, membuat wanita itu terdiam dan menjatuhkan airmata nya 1 tetes


Bukan perkara dia cengeng, namun perkara perkataan yang masuk menusuk hatinya, dan langsung terasa begitu nyata…


Emilia tipe pendendam yang baik, hati hati


**


**


**

__ADS_1


Salam hangat


Ismi hana rizky


__ADS_2