
41.
Cerita kedekatan dylan dan emilia dimulai saat musim semi di inggris, saat perempuan itu memilih waktu me time nya untuk menikmati mekarnya berbagai macam tumbuhan di salah satu green park yang ada di inggris.
Dia berjalan dengan payung bermotif bunga sakura kecil yang tampak dominan berwarna pink. Saat itu tiba tiba saja turun hujan, untungnya memang dia sedia payung sebelum hujan.
Hujan nya tidak lama, jadi dia tetap melanjutkan perjalanannya menyusuri green park itu sendirian. Di tengah jalan, ada seorang lelaki yang berteduh di bawah sebuah pohon cukup besar, berusaha melindungi dirinya dari bias air hujan… dia, dylan.
“butuh tumpangan tuan?” tanya emilia sambil tersenyum, meski payung nya cukup kecil, tapi muat untuk 2 orang
“ah tidak usah,,, sebentar lagi hujan nya akan reda” jawab dylan pun dengan senyuman
“anda akan tetap basah, saya bisa mengantar kan anda ke toko bunga disebelah sana jika tidak keberatan” ucap emilia
Dylan tidak menolak, lalu ikut masuk dibawah teduh payung milik emilia
“disini seperti hutan tropis jadinya” ucap dylan mengambil alih memegang payung
“eh,,, ia juga. Saya berasal dari negara tropis…Indonesia” jelas emilia
“kalau aku, dari irlandia,,, iklim nya iklim sedang, dengan 4 musim” jelas lelaki itu dengan cara bicara yang sedikit lucu
“hahahha,, logat bicara mu lucu juga ternyata… perkenalkan, namaku emilia” jelas emi sambil tersenyum dan mengatup kan tangan nya pada dylan saat sampai di toko yang disebut nya tadi
“aku dylan,,, salam kenal” jawab dylan memberi kan tangan nya
“saya muslim…maaf” tola emilia dan dylan salah tingkah
“tidak apa…hahaha” emilia tertawa dengan lakon lelaki di depan nya itu, namun saat mereka sampai di toko, hujan benar benar berhenti, dan matahari dengan cepat menampakkan wujud nya
“musim semi memang sering bercanda” ucap dylan melirik ke emilia yang menutup payung
“dan bercanda nya sebentar sekali yakan… tuan dylan” jawab emilia,,,
Mereka saling diam dan menunggu rintik dari tiap pohon,,, emilia sangat suka mencium aroma hujan yang digabung dengan aroma pepohonan dan lumut.
“ah, nona emilia,,, sepertinya saya harus pergi terlebih dahulu. Terima kasih tumpangan nya, senang bertemu dengan anda” ucap dylan sekali lagi,,, wajah putih kemerah merahan, alis yang tebal dan mata yang biru…
__ADS_1
“senang bertemu dengan anda juga,,, tuan dylan.” Jawab emilia
“jika ada kesempatan,,, aku berharap kita tidak hanya sebatas kenalan saja… sampai jumpa” ucap dylan lalu pergi begitu saja
“apasih maksud nya…” bingung emi lalu melanjutkan perjalanan nya di green park itu.
** **
Me time selesai, dia harus kembali kepada rutinitas nya, belajar dan mulai mencari bahan untuk penelitian
Emilia mendapat rekomendasi RS kejiwaan yang disebut kan oleh syifa sepupu nya,,, dibalik rekomendasi itu, ternyata ia malah bertemu dengan lelaki bermata biru itu lagi…dylan
Kejadian nya memang dramatis, saat seorang pasien sakit jiwa terlepas dari pandangan perawat dan dokter dan berusaha untuk kabur dari rumah sakit,,, saat itu juga emilia yang mengunjungi mendapat pemandangan kejar kejar an antara pasien sakit jiwa dan tim medis
Emilia yang tidak tahu mau melakukan apapun, hanya bisa mengikuti intruksi salah seorang yang berteriak dari kerumunan
“tolong tahan dia!” ucap seorang tim medis itu,,,
Emi yang linglung, dnegan tangan kosong mengambil tindakan dengan melebarkan tangkapan layaknya menangkap bola,,, memeluk pasien jiwa yang berontak lalu memukul tengkuk pasien jiwa itu hingga pingsan
“seharusnya jangan memukul tengkuk nya! Berbahaya! Bagaimana sih! Membantu sih ia, tapi jika dia sekarat?!” ucap seorang perawat
Emilia yang merasa tidak dihargai langsung memicingkan pandangan nya,,, namun dokter yang bertugas itu malah kembali memarahi perawat yang berbicara tanpa tahu bagaimana mengucapan terima kasih
Setelah di evakuasi, emilia berdiri dari duduk nya, dan perawat tadi tetap tinggal disana
Hendak meninggalkan tempat, emilia bersuara
“pelajari lah etika, cara berterima kasih dan menghormati orang lain” ucap emi dengan jelas, si perawat berhenti dan memasang wajah kesal merasa tersindir
“anda Cuma membantu begitu saja, apa untung nya bagi kami?!” marah si perawat
“pelajarilah etika, cara berterima kasih dan menghormati orang lain!” tegas emi sekali lagi
Perawat yang berjarak 2 meter mendekat pada emilia, dengan wajah garang dan kesal,,, dia berucap
“anda hanya melakukan tugas selaku rakyat sipil, tidak kurang dan tidak lebih,,, dan kami tidak pantas mengucapkan terima kasih,,, terlebih pada wanita berhijab seperti mu! *******!” sindir perawat itu membuat emilia benar benar marah
__ADS_1
“siapa yang kau sebut *******!” suara yang dikenal emilia datang membantu,,, wajah perawat yang sombong itu kini pucat pasi dan memohon izin pamit
“kau di pecat dari rumah sakit ini, dan tidak menghormati etika keprofesionalan profesi kita!” jelas dylan membantu emi.
Emi yang tadi marah, hanya bisa terkejut dengan lelaki bermata biru dengan jas putih kebanggaan nya
“tapi dok…!” bantah perawat
“tidak ada tapi tapian,,, silahkan bereskan semua berkas resign dari rumah sakit, dan jangan pernah muncul lagi dihadapan saya!” tegas si dokter dan perawat itu hanya mengangguk pergi dengan tatapan pias penuh rasa marah
“tunggu!” ucap emilia
“ucapkan terima kasih,,,! Dan hormati profesi medis kita!” tegas emi,,, si perawat membelalakkan mata
“saya emilia annisa, doter spesialis kejiwaan yang akan meneliti disini. Saya adalah mahasiswi yang sengaja diundang untuk meneliti… begini kah etika medis yang kita punya?!” tegas emilia sekali lagi,,, kini tatapan emi membuat perawat itu ciut, tatapan yang disembunyikan kini di tampakkan
Perawat itu takut, lalu meminta maaf dan berterima kasih atas bantuan emilia,,, lalu dengan cepat menyelesaikan administrasi resign dari RS
“menakjubkan! Nona emilia ternyata adalah dokter” ucap dylan tersenyum bangga dengan kalimat emi tadi
“tuan dylan,,, saya juga tidak menyangka anda seorang tenaga medis. Dan kita… bertemu kembali?” senyum emilia pada dylan dan mereka berjalan bersama
Pertemuan sederhana yang akhirnya membuat kedua orang itu saling penuh interaksi dan saling berbagi informasi
Jika dulu gery bersembunyi dibalik senyum manis dan munafik,,, tapi dylan, emi hanya menemukan ketulusan
Tapi tidak ada yang tahu,,,
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
__ADS_1