
42.
“ohhh, kau pernah ke italia… aku juga suka pergi berlibur disana,,, dengan suasana klasik dan tenang nya” dylan membuka suara saat emilia duduk tepat didepan lelaki itu setelah disuguhkan pertanyaan
“lalu,,, bagaimana dengan makanan kesukaan mu?” tanya emilia
“makanan kesukaan? Seafood” jawab dylan dengan cepat pun dengan binar dimata
“wow, kau menghayalkan seafood saat ini,,, hahaha” emilia tertawa menatap ekspresi dylan
“dylan,,,” emi bersuara lagi
“ya?” jawab dylan
“aku nyaman dengan mu” emilia jujur sambil berusaha menutupi wajah nya yang merah dan menahan malu
Dylan yang mendengar hanya bisa terdiam, tidak ada jawaban selain wajah terkejut dan lalu tersenyum
“nyaman dalam bentuk apa?” tanya dylan
“nyaman,,,, ya nyaman. I can do anything without think nothing. Its like I am free to do anything” ucap emilia dengan gaya nya berbicara
“me too” jawab dylan dengan cepat
Mendengar itu, emilia terdiam, wajah nya semakin merah dan kini dia menutup wajah nya lantaran malu
“emilia…” panggil dylan
“ya…?” jjawab emi
“will you marry me?” tanya dylan secara tiba tiba
Hei hei hei,,,
Its like, a big surprise?!
“you kidding?” ragu emi
“aku sungguh sungguh” ucap dylan menatap dengan lembut ke mata emilia
“kau bercanda…?!” ulang emi
“demi apa aku bercanda untuk urusan begini, emilia?” tanya dylan membuat yakin hati emilia bahwa dylan memang bersungguh sungguh
“apa kau sudah memikirkan resiko menikah?” tanya emilia
“tentu saja…” percaya diri sekali si dylan
__ADS_1
“apakah keluarga mu mengetahui ini?” tanya emilia
“tidak, tapi urusan menikah mereka melemparkan itu semua padaku” jawab dylan
“aku muslim, dan kau non. Apa kau mau pindah kepercayaan?” tanya emilia lagi
“aku mau, sehingga aku mau belajar dengan mu” gumam dylan dengan sungguh sungguh
“apa alasan kau menyampaikan kalimat itu padaku?” tanya emilia lagi
“nyaman, senang, tenang,,, apakah alasan itu berlaku padamu? Namun sejujurnya, aku tertarik dengan kepribadian diri dan kepercayaan mu” jelas dylan membuat emi melayang jauh hingga tinggi
“aku menerima, namun aku belum bisa menikah saat ini…aku sedang kuliah, bukan ingin menikah dengan orang luar negera ku.” jujur emilia dengan besar hati
“tidak masalah, kita bisa menikah sampai study mu selesai, bisa dibilang kita menjalin hubungan selayaknya teman dekat saat ini” ujar dylan dengan senyum
Emi memikirkan pernyataan dylan dengan matang matang,
Dia suka dengan dylan, dylan pun begitu. Tidak ada alasan untuk menolak, dan akhirnya emilia mengangguk, dan menjawab ya
Dylan dan emilia sama sama merasa senang, tidak ada kesenangan melebihi hari itu, dan dylan memberikan emilia sebuah cincin sebagai tanda dylan melamar emi untuk dirinya
“jadi… bagaimana kau akan mengajari ku tentang islam?” tanya dylan
“aku tidak bisa mengajari mu secara langsung, dylan. Kita akan menemui imam masjid di dekat apartemen. Aku dekat dengan nya, dan dia akan dengan senantiasa mengajari mu tentang islam” jelas emi
Sejenak, emilia teringat akan sesuatu… sebenarnya emilia tahu ini adalah perbuatan yang salah, namun dia terlena dengan yang namanya jatuh cinta
“perempuan dan lelaki, yang tidak ada hubungan darah dan hubungan suami istri tidak bisa berlama lama dalam satu tempat. Maksudku… mengajari mu tentang islam, akan lebih tepat diajarkan sesama mu, mengajari mu dari awal,,,, dan aku hanya akan memantau”jelas emilia
Dylan terima, dan perjalanan menuju cahaya itu dimulai.
Menjadi seorang muslim tidak lah mudah, ada banyak liku yang harus di lewati.
Tepat keesokan harinya, dylan mengislam kan dirinya bersama dengann imam masjid yang disebut emi. Dylan dijelaskan segala sesutau nya tentang kewajiban dan larangan dalam agama islam
Dia mengangguk paham, dan cukup bahagia dengan ilmu barunya
“jadi…. Muhammad itu menurutku, orang dengan pengalaman terbaik!” gumam dylan saat emi bertugas mengajarkan dylan belajar huruf hijaiyah. Belajar membaca al quran
“rasulullah” ulang emilia
“apa yang menurutmu menakjubkan dari rasulullah?” sambung emi
“perjalanan nya ke angkasa, kemampuan nya melakukan hal diluar nalar… seperti membelah bulan juga tentang kali pertama Ia mendapat perintah” ucap dylan antusias
“isra` dan mi`raj… perjalanan nya dari mekkah, ke yerussalem (masjidil aqsa) dan dilanjutkan ke langit pertama hingga ke 7. Perjalanan yang membuat kita sampai saat ini mengerti bagaimana caranya menyembah yang maha di sembah… pray…Sholat.”jelas emi,
__ADS_1
“what next?” tanya dylan
“Ia bertemu dengan setiap penghuni lapisan langit, pada langit ke 7, ia bertemu dengan bapak para nabi,,, nabi ibrahim. Bertemu dengan allah, dan menerima perintah langsung tentang sholat dari allah, dan rasulullah adalah sebaik baik manusia yang pernah hidup di dunia ini. Ia adalah kekasih dari sang pemilik” jelas emilia dengan terbawa perasaan
“jika sholat memang kewajiban, bantu lah aku untuk mempelajari sholat itu lebih dalam” jelas dylan
“aku akan membantumu mempelajari bacaan saat sholat.” Jawab emi kemudian mengeluarkan sebuah buku tuntutan sholat
“kita adalah dokter kejiwaan, maka kau bisa melihat perbedaan kejiwaan mu sebelum dan sesudah melakukan sholat. Rasakan dan nikmati itu” jelas emi mendapat tautan alis dari dylan
“kejiwaan? Are you sure?” tak percaya dylan
“next time, aku akan mengjari mu belajar membaca al quran lebih dalam, saat ini… pelajarilah caranya sholat. Aku senantiasa ada disamping mu saat kau membutuhkan jawaban mengenai ini” ucap emilia
“terima kasih” jelas dylan
“untuk?” tanya emi
“membawaku ppada ini semua. Sesuatu yang baru,sesuatu yang menakjubkan” jelas dylan
“ini masih permulaan, dan disetiap awalan akan ditemui kesulitan….namun setiap kesulitan ada kemudahan” jelas emi membuat bibir dylan tersenyum lebih lebar
“senang bertemu dengan mu. Akn ku pelajari ini semua…ah, ini sudah sore. Kita harus pulang” ajak dylan
Sesampainya di pekarangan rumah, emi keluar dari mobil
“jangan lupa untuk sholat maghrib, isya dan subuh mu nanti” ucap emi dan dijawabi anggukan oleh dylan
**
**
**
Sejujurnya, emi mengerti tentang batasan, namun itu tidak berlaku pada dylan.
Entah apa alasan kenapa dia bisa terima dengan keberadaan dylan, dan menerima permintaan tentang pernikahan itu.
Meski tidak pernah saling bersentuhan, namun saling bertatap tentu saja hampir setiap waktu
Namun, emilia lupa bahwa mata juga bisa menjadi awal dari sebuah maksiat.
Memandang lawan jenis dengan bertatapan langsung, juga dengan perasaan akan membuat dia berdosa….
Wallahu `alam
Salam hangat
__ADS_1
Ismi hana rizky