Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Diam Berarti Ya


__ADS_3

30.


“maaf” bisik farhan kemudian memperbaiki tubuh hawa yang tadinya duduk tidak bagus. Itu bisa menyakiti tubuh nya, dan farhan membuat hawa tertidur di sofa itu


“kakak mu di bius oleh orang tadi” ucap farhan setelah memanggil rifa kedalam ruangan,


“sudah beres?” tanya rifa dengan wajah yang tak kalah dingin dari farhan


“dia berurusan dengan orang yang salah” jawab farhan ikut dingin dan wajah nya penuh dengan tekukan


“kau sedang marah?” tanya rifa


“tentu saja marah! Berani nya melakukan itu pada orang ku!” jelas farhan dengan wajah yang cukup merah, dia menahan amarah


“farhan, sudahi kesal mu, tidak akan bermanfaat… kakak juga sudah aman, tidak terjadi apa pun padanya” jelas rifa membuat tatapan farhan menajam ke arah nya


“kau tidak mengerti bagaimana rasanya!” marah farhan,


“kenapa jadi dia yang marah? Kan kakak ku yang dibius, kenapa jadi aku yang kena marah?” bingung rifa membatin


“ok ok, tenangkan dirimu. Lakukan apapun dengan orang yang melakukan perbuatan tadi, apapun selama kau senang” bujuk rifa dan farhan hanya diam. Wajah nya muram dan tampak menahan emosi


“aku ke kamar mandi dulu” ucap rifa izin, dan meninggalkan farhan dan hawa berdua lagi di sofa


Rifa bingung bagaimana menengkan hati farhan yang sedang panas itu, lebih baik menghindarinya, karena farhan sangat berbisa saat emosi nya memuncak


“ugh…” hawa sadar dari pingsan nya, dia duduk kemudian menatap farhan yang sudah duduk mencondongkan tubuh nya menatap hawa dnegan tatapan lebih


“kau baik baik saja?” tanya farhan dengan lembut dan penuh dengan perhatian kepada hawa


“eh…aku kenapa?” tanya hawa pada farhan, dia masih memgang kepala nya


“masih pusing kah??” tanya farhan lagi


Hawa mengangguk pelan, kemudian mengatakan tidak apa apa


“aku kenapa?” tanya hawa lagi, dan farhan menjawab dengan jelas apa yan terjadi


“kau menakuti ku” ucap farhan pda hawa dengan nada yang penuh dengan nada lega


“aku tidak tahu apa alasannya han, aku hanya meminum jus yang diberikan 2 lelaki itu padaku, dan sadar aku sudah disini” jawab hawa sesekali masih memgang kepala nya


“apakah masih sakit sesekali?” tanya farhan pada hawa


Hawa mengangguk, lalu mendekati hawa lebih dekat


“ayo ku bawa ke bunda, biar bunda yang memeriksa mu” ajak hawa, namun di tolak


“im fine” ucap hawa, namun kemudian hawa muntah disana, lantai kotor dan dia pusing lagi, dia menjadi lebih lemas

__ADS_1


“rifa!” panggil farhan dengan keras, rifa yang tidak mendengar semakin melama lama kan dirinya di kamar mandi, entah apa yang dilakukan nya


“sialan!” jelas farhan kemudian meminta izin membawa hawa dalam peluk nya kemudian membawa hawa kerumah bunda nya, kerumah kia


Alasannya? Karena rumah kia sangat dekat dari sana.


farhan tidak peduli dengan banyak nya flash kamera yang memotret nya, dari keluar dari pintu ruangan, sampai masuk kedalam mobil.


Kebisingan terjadi, wajah hawa untung nya tidak ter ekspos dan masalahnya kini ada di farhan


“persetan dengan kalian semua!” batin farhan meninggalkan hotel lalu pergi dari sana, tancap gas!


“bunda! Bunda…. Bunnnnn!” teriak farhan panik menurunkan hawa dari mobil, kesadaran nya sudah turun dan dia hanya pasrah mau di apakan


Kia dan rangga yang tadinya sudah mau tidur langsung keluar dari kamar dan menemui farhan yang sudah membawa hawa keruang cek


“farhan! Dia kenapa?” tanya kia langsung mengambil tindakan


“periksalah dulu dia bun, akupun bingung dengan apa yang terjadi” jelas farhan sedikit ngos ngos an


Kia mengambil stetoskop, mengecek tekanan darah kemudian memasangkan oksigen pada hawa


“dia kesulitan bernafas, apa dia alergi sesuatu?” gumam kia namun masih melakukan pemeriksaan pada hawa


“emmm,bun. Dia dibius oleh 2 lelaki tadi, tidak terjadi apa apa, tapi setelah dia bangun, dia muntah dan menjadi lebih lemas. Farhan nggak tau mau bagaimana, jadinya membawa hawa kesini bun” jelas farhan


“2 lelaki itu sudah aman yah,,, dan tidak akan terjadi apa apa lagi” jelas farhan terduduk di kursi


“sudah sudah, hawa tidak dalam bahaya lagi. Syukurnya cepat dibawa untu di periksa, biar bunda yang urus. Kalian keluar dulu” jelas kia mengusir suami dan anak nya


Hawa bangun dan masih lemah,


“apakah sakit?” tanya kia, dan hawa mengangguk


Hawa memejamkan matanya, kemudian tidur disana.cairan infus dimasukkan kedalam tubuh hawa, farhan berjaga di sana, bersama dengan pelayan yang disuruh rangga.


“kakak dimana?” tanya rifa


Farhan tidak menjawab, dia mematikan telepon nya kemudian memeriksa hawa di dalam ruangan


“so sorry, aku membahayakan mu” gumam farhan, dan farhan tidak sadar kalau hawa cukup sadar untuk mendengar pernyataan itu


Menunggu beberapa menit, farhan keluar


“hei…” hawa bersuara, farhan berbalik


“danke…” ucap hawa sambil tersenyum, namun matanya masih tertutup. Dia lemah


“tidurlah, aku berjaga diluar” ucap farhan lega dan hawa tersenyum.

__ADS_1


** **


Nabila dihubungi oleh kia dan rangga, dia tenang karena anaknya sudah di selamat kan.


Rifa pun dihubungi oleh nabila, karena farhan tidak menjawab apapun


“kau pendendam sekali!” jelas rifa sesampainya di rumah kia, mmenemui farhan


“sudah kupanggil, tapi telingamu sungguh tuli!” jelas farhan dengan tatapan kesal, rifa terdiam kemudian merasa salah


“sorry,,,kakak baik?” tanya rifa lagi


“dia sudah aman. Mau makan apa?” tanya farhan dengan emosi yang sudah baik


“apapun asal masakan mu” ucap rifa tersenyum


Farhan pergi kedapur, lalu memasak untuk rifa dan dirinya, dan beberapa pekerja rumah disitu.


“indomie telor” gumam farhan,


“hujan, dingin dan ini sangat nikmat” lanjut rifa tertawa sambil menyuruh farhan mengantarkan makanan nya itu pada pekerja disitu.


Sambil makan, rifa bertanya


“kau menyukai kakak ku..” ucap rifa


“no…”jawab farhan cepat


“kau kalap dan panik” ucap rifa lagi


“….” Farhan diam


“diam arti setuju” lanjut rifa lagi


“banyak sekali pertanyaan mu!makan saja, sudah!” kesal farhan pergi dari sana meninggal kan rifa dengan tawa, dan cekikikan mengejek


“emang ia? Aku menyukai nya?” tanya farhan pada dirinya sendiri


Namun kemudian, dia tersenyum dan kembali mendekati rifa


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2