
13.
Hawa melupakan kejadian saat dibandara, dan kini harus fokus pada pekerjaan yang diberikan hansel padanya.
Hansel adalah seorang lelaki yang ditunjuk azam dan amira untuk mengurus perusahaan, dan lelaki itu tentu saja akan berlaku jujur dan adil. Sedang lira yang merupakan asistem pribadi mama rifa tetap menjabat sebagai asisten rifa.
Rifa sambil kuliah di tingkat akhir, sambil menjalan kan perusahaan, di bawah bimbingan paman dan bibi nya,, hansel dan lira.
“bibi, aku masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Aku tiba tiba ditunjuk sebagai penerus perusahaan, apakah ayah dan mamaku adalah seorang yang hebat dulunya? Sampai bisa menjalankan perusahaan perusahaan itu?” tanya rifa meminta jawaban
“ayah mama mu adalah CEO tiap perusahaan mereka masing masing. Setelah mama mu meninggal, dan ayah mu dulu selalu menyalahkan dirinya hinggal meninggal meneruskan perusahaan untuk diurus oleh lira dan hansel. Mereka adalh teman mama mu dulu, sedang ammar yang menjadi supir pribadi itu adalah asisten ayah mu. Kedua perusahaan orangtua mu digabung dan kini… mereka berjaya” jelas nabila
“tapi, aku tidak nyaman dengan ini semua bibi…” jelas rifa menolak
“senang atau tidak, kau harus tetap meneruskan nya nak. Yang penting, selalu pegang prinsip kejujuran dan berlaku adil. Ayah mamamu adalah orang hebat yang menjunjung kedua hal tadi, jadi..selalu persipakn dirimu nak” ucap nabila lagi,
Dan hawa masuk kedalam rumah dengan salam, mendapati sepupu dan mama nya sedang berbincang.
“rumah ini, milik siapa?” tanya rifa lagi
“ini rumah yang didesain mamamu, dia adalah seorang arsitek handal yang begitu berjaya dulu. Bibi vely adalah saingan mama mu dulu, tapi itu masa lalu, bukan masa sekarang” jawab nabila
“apa kau mau mengetahui setiap sudut rumah ini?” suara seorang perempuan menyambar, dia lira.
“bibi lira,,,” ucap rifa dan kemudian wanita itu mengambil sebuah remote
“mama mu dulu sangat suka berenang,” ucap lira membuka kolam renang yang ditutupi oleh rumput hijau itu
Beberapa orang tercengang karena tidak menyangka ada kolam di balik rumput itu
“ada kolam renang khusus miliknya diluar, yang saat ini dipakai untuk anak anak panti yang diurus mama mu dulu” ucap lira lagi,
“kalau kau tertarik dengan seni, itu turunan dari mamamu,,, sedang bakat berpikir itu dari ayah mu” kini hansel yang menyambar lagi
“kalian suka sekali muncul secara tiba tiba” gumam nabila menepuk jidat
Lira dan nabila saling peluk dan saling sapa dengan hansel.
“aku rindu dengan masakan amira” ucap hansel dan lira bersama, sedang nabila hanya bisa mengedikkan bahu nya sambil tersenyum
“perusahaan masih tetap aman, terkendali dan bahkan selalu mengalami peningkatan” jelas hansel pada nabila.
Memang perusahaan itu bukan milik nabila, namun hansel dan lira selalu merasa kalau nabila adalah pengganti azam dan amira.
“mereka sudah di alam yang berbeda, sekarang ada 2 anak ini yang akan melanjutkan. Apakah kita akan membuat makan malam bersama hari ini?” tanya nabila sambil tersenyum pada hansel
__ADS_1
“dengan senang hati kak” jawab lira dan hansel bersama
“aku akan mengajak rein” ucap lira, suami nya
“aku akan menyuruh zahra kesini, dan rifa, kau harus bertemu dengan sepupu mu” ucap hansel
Rifa kembali bingung, sepupu?
“ada banyak hal yang belum kau ketahui nak, perlahan semua nya akan menjadi jelas. Zahra sepupu ayah mu dan dia adalah bibimu.” Jelas nabila singkat
Dan yang dipikirka rifa saat ini adalah, hanya mengangguk
“ya…aku mengerti” agar semua nya bisa berjalan dengan cepat.
** **
Malam berjalan begitu cepatnya, satu persatu orang orang yang ada disana berpulangan dan masuk ke kamar untuk beristirahat. Namun, tidak dengan rifa
Dia mengambil kuas dan sebuah palet dan mengisinya dengan beberapa warna.
Dia membuat sketsa kecil terlebih dahulu, bergambar kan telepon umum berwarna merah.
Rifa adalah lelaki yang suka melukis ketika hatinya sedang gelisah, atau tidak nyaman,,, dann ya, memang dia sedang gelisah. Tidak tahu apa masalah nya
Sambil melukis, dia mengingat kembali ucapan wanita yang saat lalu membantu nya bersembunyi
Samar, dia memasukkan gambar di dalam telepon umum itu, sedikit buram namun memang tampak ada orang di dalam nya.
“hidup ternyata banyak liku nya” ucap rifa tiba tiba
“kadang dalam suasana baik, kadang hampa, kadang jenuh… entahlah” lanjutnya namun terus mewarnai gambar itu
Rifa tidak lupa menggambarkan setangkai bunga berwarna ungu disamping telepon umum
“dia cukup menarik” gumam rifa lanjut namun terus pikiran nya melayang entah kemana
“dear kalian,,, aku sangat berharap kalau kak hawa bisa segera menikah dan berharap itu dengan farhan. Setidaknya mengurnagi sikap dingin dan kaku nya itu…” gumam rifa lagi dan lagi
Angin malam berhembus mengenai wajah nya,
“gerah.!” Tegas nnya berbicara sendiri, kemudian teringat akan kolam milik mama nya
Diambil jubah mandi, juga handuk. Dia diam diam menyebur kedalam kolam untuk menenangka kepala nya
Ah ia, gambar tadi sudah selesai, dan itu hanya gambar telepon umum biasa.
__ADS_1
“bagaimana masa kecil ku dulu nya?” itu yang dipikirkan rifa saat dia asik berenang di dalam kolam
“aku tidak pernah tau bagaimana mama dan ayah ku, bahkan aku lupa ayah yang merawat ku hingga berumur 5 tahun” tambah rifa lagi
Dia dilema, dia bingung dan dia tidak tahu harus mengikuti kata hati atau permintaan dari bibi nya, melanjutkan mengelola perusahaan.
Dia berhenti di tepi kolam setelah 10 kali berenang gaya bebas di kolam,,, sekedar pemanasan kalau mau berlatih
Dia menatap ke langit, bintang satu persatu berkedip seperti bermain dengan nya.
“oh allah, aku sangat ingin bertemu dengan mama ku, ayah ku dan semua orang yang menyayangi ku, namun tidak sempat bertemu dengan ku karena berbeda alam” gumam nya melihat ke atas
“ada banyak beban yang tersimpan di kepala ku, namun aku bingung harus melakukan nya bagaimana” lanjut rifa
Sedetik kemudian, dia berenang lagi…
Dia memang gen amira sekali! Dia suka berenang, padahal sudah cukup lama dia tidak melakukan ini
“rifa….” Suara hawa menginterupsi, dan rifa berhenti
“naiklah,,, kau akan flu jika berenang tengah malam begini dek. Kau terlalu banyak memikirkan sesuatu… naiklah, dan istirahat. Kakak buatkan wedang jahe untukmu” ucap hawa pengertian
“hemmmm,” jawaban rifa ketika dia benar benar sedang dalam keadaan bingung
“ayo menemui ayah besok kak” ucap rifa tersenyum pada hawa, namun ada air mata yang ingin terjatuh
“aku akan menemanimu” jawab hawa menepuk pundak rifa
“kalau kau memiliki perasaan yang rumit saat ini, beritahu kakak. Jangan biarkan dirimu sendiri memikulnya,,, barangkali aku memiliki solusi untuk mu” pesan hawa kemudian naik ke kamar nya
“istirahat dek, kita punya banyak hal untuk di selesaikan” jelas hawa sekali lagi
Dan rifa, hanya mengangguk ya…
“tenangkan hatimu rifa,,, jangan biarkan dia yang menggantikan jiwa mu” gumam nya berdiri lalu masuk ke dalam kamar
**
**
**
Bingung dengan rifa?
Kalian akan tahu nanti
__ADS_1
Salam hangat
Ismi hana rizky