Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Alasan


__ADS_3

.36.


Pagi hari, adalah salah satu waktu terbaik untuk menikmati pemandangan. Menghirup udara segar juga menikmati segelas kopi yang dbuat dengan cinta.


Pagi ini, setelah melaksanakan sholat shubuh, farhan membuat kan 2 gelas kopi racikan dirinya sendiri, menghirup hawa cinta yang mulai memukak juga pemandangan terindah yang pernah di tatap nya. Hawa dan farhan menikmati itu semua bersama, dalam waktu dan tempat yang sama… pemandangan terindah


“tell me,,, kenapa kau tidak keluar dari kamar mandi saat aku melamar mu?” tanya farhan saat mulai menyesap kopi pagi


Hawa yang mendengar, lalu menepuk wajah nya malu


“ya wajar lah…mmm, aku manggil apa ya?” bingung hawa


“sayang? Babe? Mas? Abang? Farhan?” farhan memberikan pilihan


“mas han” ucap hawa menarik kesimpulan


“lah, kok mas han… mana ada nyambung nya” ucap farhan lagi


“kan hawa yang manggil, panggilan sayang seorang istri pada suami..hahaha” hawa menjawab dengan baris gigi yang rapi dan putih, di balik tawa, ada farhan yang menikmati tawa renyah itu


“jawab dong, dek” ucap farhan membuat hawa melirik, kemudian tertawa lagi karena mendengar farhan memanggilnya “dek”


“hahaha,, ya, setiap perempuan ketika dilamar secara tiba tiba,,,ya wajar dong panik, bingung dan ga tau mau ngapain” jelas hawa


“jadi, saat itu kau mau menerima atau enggak?” tanya farhan


“ya…hawa bingung, ga tau mau jawab apa makanya ga keluar dari kamar mandi” jelas hawa lagi


“ya…hawa aja didalam macem orang bodo, ga tau mau lakuin apa, ngejawab apa yang kamu bilang… yaudah aku diam didalam,,,, kepikiran sama ucapan kamu tentang melamar… sampai tidur susah, mau ngapain bingung… serba salah, sering melamun dan akhirnya sering begadang dan sakit” jelas hawa memainkan mimik nya


“ohh, batuk kemaren itu karena…” gumam farhan belum selesai namun hawa langsung menjawab “ia!”


“jadi, alasan menerima ku?” lanjut farhan bertanya lagi

__ADS_1


“kau lelaki pertama yang memperlakukan aku berbeda. Memperlakukan aku dengan penuh dengan kesopanan, menghormatiku, melindungi meski ditempat yang tidak terduga, berbicara dengan normal padaku, tanpa ada unsur pemikiran lain…” ucap hawa


“alasan lain?” tanya farhan


“karena sejak kau menyelamatkan aku saat di italia, juga menjadi imam sholat maghrib saat itu,,, aku jatuh hati pada wibawa mu. Cara mu memimpin, mengarahkan,,, aku jatuh hati pada hal itu” jelas hawa menatap suami nya dengan tatapan cinta


“karena, kau lelaki terbaik yang pernah aku lihat dan dapat kan… meski awalnya ragu, namun aku meminta nya memperjelas dengan siapa aku menghabiskan sisa hidupku, dan jawaban nya adalah kau…” lanjut hawa membuat farhan terdiam dan menatap hawa dengan tatapan lembut yang jarang di tampakkan


“so, bagaimana denganmu?” kini hawa bertanya kembali


“mmmm,,, aku tidak bisa mengatakan kapan aku jatuh cinta padamu, dan alasan nya. Aku Cuma mendengar pernyataan rifa, cinta kadang datang nya cepat, namun merasakan nya terlambat. Aku bertanya pada diriku sendiri, untuk beberapa kejadian, aku tidak tahu mau berbuat apa selain ingin melindungi mu, membuat mu aman dengan berdiri disamping ku,,, atau mencoba membuat mu berada dengan ku dalam waktu yang lama. Aku senang bersama dengan mu, tidak membosan kan, dan nyaman… akhirnya aku mencoba menanyakan lagi dan lagi, kemudian menyadari dan memberanikan langsung melamar mu” jelas farhan lengkap, tidak kurang tidak lebih


“terima kasih sudah memilih ku” ucap hawa


“aku bersyukur kau pun menerima ku, terima kasih” balas farhan memgang hangat tangan hawa, kemudian mencium nya


“di lembaran baru ini, izin kan aku membimbing hidup mu dalam sebuah bangunan utuh berisi suami dan istri dan kelak anak. Izin kan aku menuntun mu meraih ridho dan rahmat nya, izin kan aku menjadi seorang lelaki yang penuh syukur atas hadirnya diri mu disamping ku. aku tidak mau berjanji banyak dalam keluarga kecil kita ini, namun… saat ada kesalahan yang disengaja atauu tidak, sebut kesalahan itu dan bantu aku memperbaiki nya. Seorang istri adalah seorang makmum yang akan memperbaiki salahnya bacaan imam, begitu juga dengan hidup. Aku adalah penuntun, imam,,, namun tidak selamanya aku benar, ada kalanya salah juga berbelok… jadi, bantu aku mengarahkan dan memperbaiki, tegur lah aku dengan cara yang di ridho I nya…” lanjut farhan membuat pipi hawa memerah


Bibir hawa yang tadinya datar, kini melengkuk keatas, kemudian mengangat tangan farhan dan mencium nya


Farhan yang mendengar ikut terharu, kemudian bangkit dar duduknya tanpa melepas genggaman hawa


Dia berdiri tepat didepan hawa, kemudian mencium kening istrinya tu, dan duduk di lantai dan bersandar pada paha hawa


“terima kasih” ucap farhan, terharu dan senang…


Mereka menghabiskan kopi yang tersaji itu kemudian turun ke bawah. Menemui kia dan rangga yang baru kembali dari menanam berbagai tumbuhan baru di taman.


Karena merasa bosan tidak melakukan apapun di bawah, kia dan rangga pergi menemui 3 anak nya, sedang hawa dan farhan ditinggal berdua saja dirumah.


Hawa menarik handphone nya kemudian membuka media sosial yang sudah beribu lama tidak dibuka


Dia meng scrool tiap gambar dan tiap video yang ada di handphone nya itu. Sesekali tertawa karena melihat hal lucu, terkadang fokus dengan beberapa berita hingga akhirnya dikejutkan oleh farhan

__ADS_1


“sedang apa?” farhan datang dengan suara bass miliknya, mengejut kan hawa


“mas han! Kau mengejutkan ku!” hawa berdiri dari duduk nya kemudian membuat farhan ikut terkejut


“duduklah kembali” ucap farhan ikut duduk disamping hawa


“kau sedang membaca apa?” tanya farhan ikut melihat apa isi hp hawa


“lihat lah ini, sudah beberapa kali aku melihat kasus pemberitahuan anak hilang” jelas hawa pada farhan sambil menunjukkan


Farhan yang melihat langsung fokus


“ini di luar negeri?” tanya farhan


“tdak, ini di indonesia, bahkan kota besar” jelas hawa menunjukkan, dan farhan mengangguk


“berapa rentang waktu pengumuman nya?” gumam farhan ikut bermain d hp hawa


Hawa dan farhan adalah tipe orang yang mudah fokus dan serius


“bukan kah jarak waktu nya ini dekat dan bisa diperkirakan?” tanya hawa pada farhan, sedang farhan masih fokus membaca


“kau benar, tapi… sepertinya kita hanya bisa membantu mereka melalui doa dan materi saja” gumam farhan menghentikan aksinya,,, dan hawa mengangguk setuju


“yah… dunia ini memiliki begitu banyak kegelapan,,, semoga mereka aman dan cepat di temukan” lanjut hawa kemudian bersandar di dada farhan


Sedang farhan,,, tidak tahu apa yang di pikirkan lelaki itu… sudah lah


**


**


**

__ADS_1


Salam hangat


Ismi hana rizky


__ADS_2