
53.
Note : cerita ini akan dibuat secara terpisah pisah, beberapa konflik yang ada di episode sebelumnya akan dibahas sepenggal sepenggal.
Cerita terpisah sesuai tokoh… stay reading….❤❤❤
** **
Farhan dan Hawa
** **
Sekembali nya dari london, kini hawa sudah menunggu kepulangan suami tercinta nya di norwegia. Dengan wajah yang masih lesu dan kalut, hawa memberikan pelukan hangat pada suami yang membawa koper bersamanya
“assalamualaikum” ucap farhan memeluk kembali istrinya
“walaikumsalam… kamu baik kan?” tanya hawa mengeratkan peluk nya
“alhamdulillah, mama nya si kecil juga baik kan?” canda farhan membuat hawa mengangguk sennag lalu melepas pelukan nya dan mengajak suami nya itu kembali ke rumah mereka
“memasak apa?” tanya farhan
“tidak banyak, Cuma steak biasa saja… aku tidak nafsu makan” jelas hawa sambil menunjuk ke arah perut
“ohh…” paham farhan
“kita masih lama kah di norwegia?” tanya hawa
“apa kau ingin kembali ke indonesia?” tanya farhan
“aku merindukan suasana indonesia, juga merindukan masakan bunda” jujur hawa sedang farhan sedang memikirkan sesuatu
“mungkin sebentar lagi kita akan kembali ke indonesia” gumam farhan tiba tiba
“serius?” bahagia hawa
“tapi, aku akan menetap sedikit lebih lama disini” tambah farhan membuat wanita nya itu lesu
“lebih baik aku disini bersamamu, dari pada sendiri di indonesia” kecut hawa
“maaf ya” ucap farhan kemudian hawa Cuma mengangguk sedang farhan menyelesaikan makan nya
** **
“ada banyak hal yang membahayakan mu disini sayang” gumam farhan pada hawa dalam peluk nya
Hawa yang saat itu memang belum tertidur berbalik menatap wajah suami nya
“hawa tahu, pekerjaan mas itu berbahaya,,, tapi, aku tidak tahu arah tanpa mas disamping hawa” ucap hawa memegang wajah farhan
“kematian syifa memberikan begitu banyak dampak. Aku ingin tinggal di tempat besar nya ayah kandung ku, aku ingin berbagi cerita di makam nya. Aku ingin kembali mengendalikan kelompok besar yang sudah di dirikan ayah ku dulu, dan mengajak mereka bergabung pada kelompok yang kami bangun” jelas farhan
“apapun itu, lakukan lah ini semua di jalan kebaikan dan kebenaran” ucap hawa memeluk erat suami nya itu dalam peluk nya. Sekali lagi, farhan jatuh pada hawa
“terima kasih telah membersamai ku” ucap farhan,
__ADS_1
Malam malam yang indah mungkin akan sedikit berbeda mulai saat ini, farhan bukan lah lagi orang yang bisa berbuat bebas ini dan itu. Sudah banyak yang harus di pertimbangkan,,,
Pagi hari nya, farhan bangun lebih awal dibanding hawa. Ia mandi lalu mengajak hawa untuk sholatt shubuh bersama, dan berniat memasak sarapan pagi ini
“apapun yang kamu mau” ucap farhan memakai celemek nya
“soto… ayam bakar…dan bubur kacang hijau” ucap hawa cukup aneh
“dek, ini kemauan mu atau bunda mu?” ledek farhan tersenyum meledek sambill mengambil bahan masak yang ada di kulkas
Dengan pisau silver yang tajam itu, farhan mulai mengupas dan memotong bahan untuk bumbu.
Tidak lupa dengan ayam nya, dengan telaten lelaki itu mempertunjukkan kebisaan nya pada hawa
“wow, you look handsome” ucap hawa menatap suami nya terpesona
“need help?” tawar hawa
Farhan berhenti sejenak kemudian berbalik sambil menajam kan tatapan nya pada hawa
“need help?!” ucap farhan sambil mengangkat bumbu yang di blendernya dengan tatapan seram membuat hawa sedikit takut
“sorry, salah ucap” jawab hawa gelagapan kemudian menunduk, sambil akhirnya tertawa
“kok kamu tertawa sih” ucap farhan tidak terima
“ih mas, PD amat sih,,, macem kamu aja yang di tertawain” jawab hawa
“selain aku,siapa lagi?” tanya farhan mengangkat sendok goreng ditangan nya
“ia ia,,, maaf kan adinda mu ini mas ku sayang” jawab hawa mendekati farhan lalu memeluk
“haccim!”
“eh…alhamdulillah..hahahha” ngakak hawa namun tatapan tajam farhan masih saja tertuju pada wanita nya itu
“yarhamukallah,,, dibilangin juga,, sana ah” lucu farhan
“ga mau! Aku mau nya deket mas aja!” balas hawa sambil memeluk suami nya dengan erat
“oh, gitu? Ok deal!” ucap farhan kemudian farhan pergi bergegaas kekamar mandi
“mau ngapain?” tanya hawa anti sipasi
“mau kencing, mau ikut?” tawar farhan sambil bermain mata
“ih,,, nggak nggak,,, sana sana ih, ah mas farhan mesum!” hawa melepas pelukan nya kemudian menjauh dari farhan
“lah, istri istri sendiri, kok di katain mesum sih!” telak farhan bercanda, dia sebenarnya tidak ingin buang air kecil, namun itu sasaran utama untuk terlepas dari hawa.
Dia memang tidak mau dikamar mandi berdua dengan orang lain, entah suami atau ibu atau sesiapa pun… itu sedikit menggelikan.
Mungkin sekarang masih begitu, nanti nya tidak tahu
“ih mas! Becanda mulu ah!” sebal hawa melihat suaminya tidak jadi masuk kamar mandi
__ADS_1
“dibilangin juga jangan peluk peluk,,, mas kan masak sayang,,, kasihan bunda nya si adek,” jawab farhan sambil mengedipkan mata nya
Hawa memayunkan bibirnya sembari masih menatap suami nya yang sedang bermain dengan alat masak nya
Sekitar 1 jam lebih sedikit, semua masakan yang di minta hawa selesai dibuat, kecuali bubur kacang hijau. Itu untuk cemilan saja,,,
Maklum, drama kehamilan
“besok, mau jalan jalan nggak?” tanya farhan pada hawa
“boleh” jawab hawa
“ayo ke bergen” ajak farhan
“bergen? Tepat nya?” tanya hawa sambil terus mengunyah bubur kacang hijau miliknya
“bryggen? Floyen? Tempat yang mudah kita kunjungi saja…” jawab farhan
“kota terbesar ke 2 di norwegia, jarak nya cukup jauh dari oslo mas. Kita naik pesawat?” tanya hawa
“naik kereta” jawab farhan dengan yakin
“dan?” tanya hawa
“dan kita deal untuk melakukan nya. Deal ya kan?” tanya farhan sambil menatap pada istri nya dengan senyum yang tertopang pada tangan nya
“keperluan kita?” tanya hawa
“aman” jawab suami nya itu
“cukup siapkan barang milik mu yang paling penting saja,,, dan istirahat. Karena kita harus melakukan perjalanan cukup jauh” ucap farhan mencium pipi istri nya
“its baby moon?” tanya hawa
“anggap saja begitu” ucap farhan
“deal! With my pleasure, I will” jawab hawa
“will what?” goda farhan menarik tangan istri nya
Hawa yang mulai antisipasi kemudian menujukan tatapan nya pada farhan
“what?” jawab hawa sambil tersenyum canggung sedikit ketakutan
“I will do that with you now!” bisik farhan dengan tegas menaikkan bulu roma hawa
Tanpa sadar, hawa sudah dalam pelukan farhan kemudian membawa sitrinya itu dalam hubungan yang…
Mereka suda menikah, dan itu sudah halal!
**
**
**
__ADS_1
Salam hangat
Ismi hana rizky