Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Farhan dan Hawa


__ADS_3

7.


Italia,


Kini lelaki bernama farhan itu berdiri di sebuah restoran halal yang dekat dengan area sungai. Beberapa pemandangan yang tidak kalah menarik di berikan pada pria itu.


Tubuhnya tinggi, rambutnya sedikit pirang(kuning) bawaan dari ayahnya dan dia adalah pria yang benar benar kaku,,, apalagi dengan wanita.


“espresso e rosetta” pesan farhan sambil duduk di tepi sungai. Menikmati sunset berwarna jingga, juga lalu lalang orang orang yang menikmati sore menjelang malam. Beberapa pemain musik tradisional ikut memberikan skill mereka, juga beberapa pengunjung yang menyumbangkan tarian nya


“eh, berjilbab?” batin farhan ketika seorang perempuan lewat tidak jauh dari pandangan nya


Diamati wanita itu, hingga merasakan sebuah kejanggalan karena wanita itu diikuti oleh 2 orang lelaki yang membuat jala wanita itu seperti terburu dan memang, dia sedang di awasi oleh 2 lelaki itu.


“sir…” panggil pelayan yang mengantarkan pesanan farhan, dan lelaki itu tersenyum kemudian menanyakan letak kamar mandi sambil membayar pesanan nya


Glek


Dalam sekali teguk, kopi habis dibuatnya dan roti itu dibawa begitu saja kemudian ikut mengawasi wanita berjilbab tadi


“dia menelepon?” gumam farhan ketika jaraknya dengan 2 lelaki itu tidak jauh, farhan penasaran dengan apa yang ada disana sebenarnya


“dek, kamu dimana,,,, kakak diikuti sama laki laki lagi” wanita itu menggunakan bahasa indonesia, 2 lelaki di belakng nya tampak bingung namun kemudian mendekati wanita itu sambil tergesa


“hei girl, kami tidak bermaksud jahat dengan mu” ucap salah satu lelaki itu sambil merampas handphone milik perempuan itu


“nein, kalian pasti memiliki maksud!” wanita itu tegas dan tegar tampaknya,,, farhan menikmati pemandangan seperti ini, sudah lama rasanya tidak melihat pertunjukan menarik,, selama perempuan itu masih aman, dia akan tetap diam


“gunain kepala dan otot mu itu nona” gumam farhan kecil sambil meremas roti rosetta miliknya,,,


2 lelaki tadi menjadi semakin maju dan hendak melakukan sesuatu yang kurang pantas. Apalagi ini adalah jala yang sangat sepi, dan perempuan itu panik hingga tersasar jalannya


“tidak apa apa nona,,, cukup lepas hijab mu dan temani kami sebentar” ucap salah satu lelaki yang masih muda itu. Hendak memegang wanita muslimah itu dan wanita itu mengayunkan tas nya untuk berjaga


“jangan mendekat. Perse**an dengan lelaki seperti kalian! Masih muda tetapi seperti hewan! Tidak berakal!” wanita itu mengeluarkan ucapan yang malah membuat lelaki didepan nya tersenyum dan tertawa. Seolah olah sedang melihat lelucon dari seorang wanita yang ketakutan


Tidak tahan dengan perbuatan mejengkelkan 2 lelaki itu, akhirnya farhan turun tangan


“hei man, whats up” farhan berbahasa inggris, dia menyentuh bahu lelaki itu.

__ADS_1


“jangan mengganggu perempuan, harga diri laki laki mu akan tercoreng” ucap farhan membuat 2 lelaki itu marah


“kau orang indonesia kah?” tanya farhan pada perempua itu, dan dia terkejut


“kau juga orang indonesia?” jawab si perempua dengan muka bahagia


“tidak usah takut, aku akan memastikan lelaki ini tidak mengganggu mu” ucap farhan sambil tersenyum kecil, jarang jarang dia menampakkan wajah tampan nya itu, namun dihadapan Hawa, ya nama gadis itu… dia tampaknya ingin memberitahu dirinya lebih dari sekedar senyuman


Ada sedikit cekcok degan 2 pria di depan farhan, namun karena tidak ingin mendapat masalah akhirnya 2 lelaki itu memilih pergi


“terima kasih sudah membantuku” ucap hawa sambil tersenyum syukur memegang dada nya


“tidak masalah. Farhan” ucap lelaki itu tanpa memberikan tanga


“hawa” ucapnya gadis itu tanpa takut


“kau sering diikuti oleh sekelompok pria begitu kah?” tanya farhan membantu hawa membawakan kantong berisi beberapa bumbu masakan dari supermarket


“ya, biasanya aku bersama sepupuku. Namun beberapa hari ini dia entah dimana,,, kadang aku takut, tapi tidak mungkin membiarkan mamaku pergi untuk belanja” jelas hawa pada farhan


“oh begitu. Akan ku antarkan kau kembali,,, untuk jaga jaga saja,,, aku juga seorang muslim, sekalian mau mencari tempat untuk sholat”farhan begitu terbuka soal agama


“pleasure. Aku sudah memesan hotel sebenarnya,,, tapi juga ingin mengunjungi rumah bunda ku disini. Apa kau tau jalan ini?” tanya farhan sambil menunjukkan alamat


“itu area perumahan kami,,, ayo ku tunjukkan” hawa menjadi lebih senang,,, pakaian gamis ¾ yang dibalut denga mantel dan kaus kaki membuat hawa tampak sedikit mungil. Jilbab berwarna coklat susu itu tampak begitu pas di wajah nya,,, apalagi senyum seperti vanilla latte itu,, manis tampaknya


“assalamualaikum” ucap hawa masuk kerumah, dan mempersilahkan farhan


“apakah disini tidak ada lelaki?” tanya farhan segan


“ah, aku lupa. Adikku belum kembali,,, sebentar aku panggil kan pama jim” ucap hawa dengan semangat


“paman jim, temani kami sebentar dirumah. Aku sedang ada tamu, rifa tidak di rumah jadi temani dia sebentar” ucap hawa membawa paman jim kerumah nya


“okok,,, tenang lah hawa” ucap si paman jim dengan santai dan berjlan mendekati farhan


“dia paman jimmy, tetanggaku.” Kenalkan hawa, dan paman jim itu menatap farhan dengan tatapan sedikit penuh kejut, dan alis nya bertaut


“selamat sore paman, senang bertemu dengan mu” ucap farhan santai sambil tersenyum

__ADS_1


Paman jim, tergaguk sejenak sambil akhirnya tersenyum menghapus air matanya sedikit dan megusap kepala nya


“senang bertemu dengan mu juga” ucap paman jim mengalihkan wajah dan menghapus air mata sedikit


“ada yang salah dengan nya?” tanya hawa


“nein nein,,, aku hanya teringat seseorang saja” jelas paman jimmy kemudian masuk ke dalam rumah.


“mama, kita punya tamu” ucap hawa kemudian menjelaskan segala macam


Sholat maghrib dan isya disana,,, farhan mengambil tindakan sebagai imam sholat dengan hawa dan mama nya sebagai makmum


“pinjamkan aku al quran sebentar” ucap farhan setelah sholat maghrib, kebetulan hawa juga memiliki kebiasaan setelah maghrib membaca al quran dengan senang hati meminjam kan milik nya


“la yaroufiha syamsau wala zam hariro” hawa mengikuti bacaan farhan dengan suara kecil, sambil mencheck panjang pendeknya


Farhan selesai,,,


“kau menyukai surah al insan?” tanya hawa


“suka karena buda ku suka membacakan itu setika subuh saat aku kecil” ucap farhan kemudian ikut mengambil tempat di kursi untuk melangsungkan makan malam


Mama hawa, nabila dan paman jim lebih banyak berbincang bersama,,, sedang hawa dan farhan banyak bertukar cerita…


Namun pada akhirnya, paman jim dan bibi nabila masih bungkam dengan kedatangan farhan kerumah mereka.


Ada kode yang tersirat,,, namun semoga saja itu adalah kode dari takdir yang akan mengikat kedua orang itu…


Semoga saja


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2