Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Norwegia Again


__ADS_3

54.


Perjalanan ke bergen adalah perjalanan yang cukup melelahkan,,,


Kurang lebih 7 jam perjalanan dari oslo ke bergen,


Kota penuh dengan warisan budaya dunia, warna warni ceria dermaga kuno bryggen,, begitu sebut orang orang


Jika dulu rangga dan kia pergi ke venesia,Italia untuk kisah perjalanan mereka, kini hawa dan farhan bermain di norwegia,,, Bergen, Bryggen.


Hamparan laut indah yang mempesona, deretan kursi yang begitu banyak nya dan berbagai bahasa yang menyatu disana.


Peninggalan liga hansa itu pernah menjadi pusat perekonomian norwegia pada saat itu, juga sebagai pusat erniagaan, dan kini berubah menjadi toko kedai dengan deretan kursi menghibur mata dengan pemandangan indah di lautan.


Keberangkatan kami dilakukan saat musim dingin, jadi pemandangan yang kami dapat kan selama perjalanan ke bergen dominan salju putih, sungai, danau yang beku juga gunung bersalju dari kejauhan.


Beberapa kali farhan mengambil foto hawa secara diam diam, menjepret tatapan memuja begitu indah ciptaan allah,


Memotret senyum tiba tiba miliknya ketika tatapan mereka menyatu


“mau hawa fotoin?” tanya hawa


Sedang farhan hanya menggeleng.


Dibalik jawaban tidak, hawa selalu memiliki ide untuk menjadi kannya YA…


Memasuki perjalanan kira kira ¼ perjalnan menuju bergen, kini tampilan pemandangan nya mulai berubah.


Pemandangan yang berubah munjadi hijau, gunung dan danau es tidak ada lagi,, hanya dataran hijau, terowongan dan bahkan danau yang sudah seperti biasanya,,,, maksudku


Bergen adalah kota yang hangat,


Hangat sehingga mampu membuat hati ku tertuju padamu (canda)


** **


“here we are, bergen!” ucap farhan dengan logat norwegia nya, membuat hawa tertawa sambil memandangi suami nya itu


“you look handsome babe” ucap hawa tiba tiba membuat farhan tersipu


Sedikit salting namun kemudian memberikan ciuman di pipi hawa


“ayo membuat berbagai kenangan disini…” ucap farhan kemudian memboyong istrinya itu menelusuri kota bergen.


Tidak hanya pemandangan tentang dermaga yang berwarna warni, ada begitu banyak budaya disana…


Museum? Gereja? Atau peninggalan lainnya? Ada begitu banyak hal yang bisa kita temui disana.


Menetap selama 5 hari disana, sebelum akhirnya pulang ke oslo.


“god morgen tante” ucap farhan menyapa pelayan hotel,,,


“God morgen også sir, ada yang bisa di bantu?” tanya pelayan itu dengan senyuman


“tolong siapkan beberapa cemilan malam untuk saya dan istri saya, tolong antar kan nanti ke kamar nomor 45 ya” pesan farhan kemudian dianggukin oleh pelayan itu dengan senyuman

__ADS_1


Farhan berjalan menuju lift, namun kemudian lelaki yang cukup tua memanggil manggil nama ayah nya, Riko


“kamu riko kan!lama sekali tidak bertemu!” tegas lelaki tua sambil memeluk farhan


Farhan yang bingung hanya bisa memeluk kakek tua itu juga


“maaf kakek, saya bukan riko. Saya farhan”jelas farhan kemudian melepas pelukan nya sambil tersenyum


“nein!”balas kakek itu kemudian memeluk farhan lagi


“permisi kakek, siapa riko?” tanya hawa tiba tiba, namun tatapan bengis dan dingin dari lelaki tua itu menghampiri hawa


“tida sopan!” jelas kakek tua itu sambil kemudian sedikit mengumpat


“sorry sir, saya rasa anda yang lebih tidak sopan. Suami dan bahkan saya tidak kenal dengan anda, namun tiba tiba datang memeluk suami saya sambil memanggil riko!” tegas hawa tidak terima


Farhan melepas pelukannya kemudian merangkul istri nya


“emosi yang buruk tidak baik untuk kesehatan. Ayo naik” ucap farhan tanpa mau berbicara sedikit pun pada lelaki tua itu


“riko!” jelas kakek itu lagi


“Jeg er ikke Riko! Jeg er Farhan! slutt å bry deg, du er ikke som en ekte nordmann! (saya bukan riko! saya farhan! berhenti mengganggu, anda bukan seperti orang norwegia asli!)” tegas farhan tanpa menoleh kemudian masuk ke dalam lift


“nein!riko!” panggil nya terus sambil kemnudian menenagkan istri nya yang sedang emosi


“apakah kemungkinan dia kakek mu mas?” tanya hawa menelisik


“aku tidak mau membahas tentang lelaki tadi! Enak saja dia memarahimu begitu saja!” marah farhan juga


“aih,,, seharusnya kan hawa yang marah mas, kok jadi mas?” kekeh hawa


“apa dia kakek mu mas?” tanya hawa sekali lagi


Farhan menatap tajam pada istrinya, kemudian membawa wanita itu dalam pelukannya,,


“aku ga peduli, aku ga mau tau dan aku ga mau bahas dia. Yang aku mau….kamu!” tegas farhan kemudian hawa tercekit ketika pintu lift terbuka


Untungnya kosng, sehingga sedikit mengurangi rasa malu hawa


“jangan mas!” ucap hawa memerintah


“I need you! Now!” geram farhan


“lah,,, ini kita kok berbalik ya emosi nya. Kan aku yang harus nya emosi!” ucap hawa mencubit perut farhan meminta untuk di turun kan


*itu tidak berasa sama sekali


Pintu kamar dibuka, dengan tergesa farhan membawa hawa ke atas ranjang milik mereka saat ini


Berkali kali hawa berusaha menenangkan kebuasan farhan, namun itu sia sia


“hei, stop it! What happenn with you? hahaha” tanya hawa sambil tertawa geli


Farhan tidak peduli dengan cekikikan hawa, ia sedang kesal dan pelampiasan nya ada pada istrinya,,, hasrat nya

__ADS_1


Saat ia begitu rakus nya, tetiba dia terdiam. Perlahan menaikkan pandangan pada istri yang menahan tawa


Beberapa detik terdiam sambil memandang wajah istri nya itu,,,, seketika dia berlari ke kamar mandi, ke wastafel


Huekkkkk


Huekkkk


Heukkkk


Farhan muntah,,,


Dengan sigap, hawa pergi ke kamar mandi dan mengecek suami tersayang nya itu


“kamu sakit mas?” tanya hawa sambil menyodorkan air hangat


Farhan membasuh muka sambil kemudian menatap ke kaca


Wajah panik istrinya begitu jelas,


Bibir pucat, juga mata sayu menghampiri wajah farhan


“im fine… really!” tukas farhan


“kamu, morning sickness nggak?” tanya farhan menelisik


“sedikit mas” jawab hawa kemudian farhan berjalan memeluk hawa


“I feel you” jawab farhan dramatik…


“ini,,, apa maksud nya?” bingung hawa, tadi masih buas, sekarang jadi lesu…apasih maksud nya?” batin hawa membawa farhan ke ranjang


Ting tong, cemilan malam permintaan farhan datang


“biar ku buka pintu sebentar” ucap hawa


“aku ikut!” gumam farhan tiba tiba, tangan nya melenyot pada lengan hawa, kepala nya tersandar pun memeluk dengan erat pinggang hawa


“kamu kenapa sih mas?” kesal hawa tiba tiba


Merasa di acuhkan, hawa berjalan ke arah pintu dengan farhan yang menempel kuat di belakang nya


Farhan tidak malu dengan pelayan yang masuk, ia bahkan mencium cium bahu hawa secara tidak langsung,,, tertutup oleh pakaian hawa


“kamu kenapa sih mas?” tanya hawa lagi tiba tiba, namun farhan tiba tiba pula merajuk, kesal karena ucapan istri nya


“aku mau tidur!” ucap farhan kemudian masuk kedalam selimut.


Lah, ada apa ini sebenarnya?


**


**


**

__ADS_1


Salam hangat


Ismi hana rizky


__ADS_2