Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Kamera Pengawas?


__ADS_3

25.


Seperti yang dikatakan tadi, jam 1 malam, rifa memarkirkan mobilnya didekat area rumah emilia. Dia membawa selimut di dalam mobil nya dan tidur disana.


Malam itu tidak ada yang terjadi, pada siang hari rifa mencoba untuk kembali pergi ke rumah becky. Namun kali ini, bukan melalui pintu yang waktu lalu, tetapi jalan lain. Lorong yang dikatakan emilia waktu lalu


“pergilan ke area belakang rumah becky, namun lebih belakang nya lagi. Disana kau bisa menemukan semak belukar yang cukup simetris bentuknya…bisa dibilang berbentuk pintu, dan itu cukup jelas” jelas emilia


Rifa masuk, namun dia tidak memilih lorong yang di katakan emilia,,, yang jaraknya 100 meter menuju ruangan pintu nomor 4


Dia menyusuri sebentar, dan menghitung jumlah lorong yang disebut emilia.


“memang ada 6 lorong lagi, berarti totalnya ada 7 lorong” batin rifa sambil memperhatikan sekitar


Rifa berdiam diri sejenak, kemudian menajamkan insting pendengaran nya


“setelah sekian lama, akhirnya” batin rifa senang dengan menggebu


“ayo kita susuri” batin rifa lagi dan dia mulai dari lorong paling pinggir.lorong nomor 6


Tik tik tik


Suara tetesan air yang ada dilorong itu memutus keheningan, atau juga suara beberapa tikus.


Rifa sudah menyiapkan beberapa peralatan yang sekiranya membantu, di perjalanan, rifa menemukan sebuah cctv yang tersembunyi. Syukurnya rifa belum sempat tersorot sehingga dia masih aman


Dia mengambil handphone militer yang di titip farhan padanya, dia menghubungi alif dengan cepat… dan syukurnya jaringan disana sungguh bagus… bukan kah itu sedikit aneh?


“tolong hack cctv yang ada di area ini. Cukup putar kembali rekaman semalam di monitor, aku sedang ada pekerjaan yang cukup penting” pesan rifa dan alif menjawab dengan cepat


“ok”


Setelah konfirmasi dari alif muncul, rifa melanjutkan perjalanan nya… dia masuk lebih dalam kesetiap lorong. Di lorng nomor 2,4, dan 6 hanya memiliki ujung galian lorong yang belum selesai.


Di lorong nomor 3, rifa menemukan budidaya tumbuhan jamur, umbi dan beberpa lainnya yang menurutnya itu berbahaya. Sistem pencahayaan yang dipakai disana adala pencahayaan dari lampu pijar, dan itu cukup untuk proses tumbuhan disana


Di pintu nomor 5, disini ada sebuah ruangan box akrilik yang berisi berbagai jenis hewan berbahaya. Beberapa hewan disana juga saling bunuh membunuh, karena mereka juga memiliki insting untuk hidup


Di lorong ke 7, ini adalah lorong yang paling misterius. Rifa menemukan seorang perempuan disana, ia berjalan sambil terus berhati hati. Di lorong itu, sebuah ruangan akrilik dibangun dan didalam nya ada beberapa bed pasien kosong. Hanya 1, dan bed itu berisi seorang permpun yang mungkin sedikit familiar dengan rifa,


“apakah dia becky? Atau siapa?” bingung rifa kemudian mengambil gambar wanita itu. Dia sudah sedikit lebih leluasa, dan syukurnya pintu ruangan itu bisa dengan mudah di masuki. Rifa mengecek kembali area ruangan perempuan tadi, di lihat nya tiap sisi yang kemungkinan aneh dan berbeda.

__ADS_1


“tombool?” bingung rifa saat dia memegang dinding yang awal nya terlihat rata ternyata ada bagian yang tidak rata. Dan itu adalah tombol


“the door open” sebuah suara datang secara tiba tiba, dan ada sebuah pintu dari area langit langit ruangan itu terbuka dan menurun kan tangga.


Rifa tidak hanya diam kemudian naik ke atas, dan kini terdengar beberapa suara bisng banyak orang berlalu lalang, dan anehnya suara itu banyak suara dentingan besi dan suara mesin tenaga uap.


“jalan disini sungguh sesuatu yang menakjubkan” batin rifa menatap area jalan itu yang seperti kereta bawah tanah, beda nya adalah tidak akan ada kereta yang datang kesitu karena itu adalah terowongan air yang sudah tidak di fungsikan lagi


“aku harus memberitahu emilia secepat mungkin” gumam rifa kembali dari arah pintu yang pertama, dia harus kembali menggunakan mobil milik nya.


“apa gunanya aku?” ada yang memberontak,


“diam!” marah rifa kemudian melajukan mobil nya menuju kediaman emilia.


Rifa belum mengabari kedatangan dirinya ke rumah emilia, namun sesuatu yang mengejutkan di pandangan nya


“eh… dia memiliki pacar?” gumam rifa tidak senang, kemudian menghubungi emilia


“assalamualaikum, rifa” ucap emilia dari balik handphone


“apakah kau sibuk?” tanya rifa sambil memandangi mobil di depan itu dan emilia yang bergerak keluar dari rumah


“tidak, ada apa?” tanya emilia sambil melambaikan tangan pada pengemudi mobil di depan nya, Gery


“oh, dengan senang hati…” jawab emilia kemudian memutar pandangan nya dan mendapati rifa


“ah, kau sudah sampai? Kenapa tidak bilang?” selesai menyapa gery, emilia bergerak ke arah rifa sambil tersenyum riang dan mematikan telpon


“kau datang tiba tiba sekali,” ucap emilia mendekati mobil dna rifa keluar dari sana. Berbasa basi kemudian emi mengajak nya ke arah rumah


“gery, kenalkan, dia teman ku. rifa” jelas emi pada gery


“rifa, kenalkan dia juga teman ku, gery” emilia adalah penengah disana


Kedua orang itu saling berjabat tangan kemudian saling tersenyum,


“senang bertemu dengan anda” ucap kedua orang itu berbasa basi


“apakah aku mengganggu kalian?” tanya rifa berniat mencri api


Di tatapnya ekspresi gery yang merasa cukup terusik

__ADS_1


“ohh, tidak. Lagian biasanya gery juga hanya sebentar disini.” Jawab emilia masuk ke dalam rumah, namun ke dua lelaki itu memilih untuk tetap di luar dan menunggu emilia untuk mengobrol di luar saja… setidaknya mereka tahu sikap bertamu di rumah seornag perempuan


“lalu, apa yang ingin kau bicarakan gery?” emilia membuka pembicaraan di tengah 2 lelaki itu


“ah, yang akan kubicarakan sama seperti masalah masalah biasa yang kita bahas emi, tentang kepribadian orang” jawab gery sambil melirik senyum pada rifa


Seperti di kacangin, emi dan gery berbicara sedikit lebih dalam dan rifa enggan berbaur dengan 2 orang itu


“apakah ada hal lain lagi?” tanya emilia dan gery menggeleng


“rifa, bagaimana dengan kita?” tanya emilia


“akan lebih baik, hanya kita berdua yang saling bertukar informasi” cetus rifa sambil mengusir gery secara tidak sengaja


“kalian berbincang lah, aku tidak akn mengganggu” ucap gery duduk manis menolak untuk di usir


“namun yang kami bahas sedikit lebih privasi tuan gery” ucap rifa mengecam


Gery menaikkan alis kemudian tersenyum


“ baiklah, aku akan pergi” jawab gery kemudian pamit kepada 2 orang itu


Rifa mengawasi gerak gerik lelaki bernama gery itu, kemudian menatap ke arah emilia


“kau harus hati hati dengan lelaki bernama gery itu” jelas rifa penuh dengan nada ketegasan, sedang emilia bingung apa maksud nya


“kenapa?” tanya emi


“lelaki itu memiliki niat yang tidak baik padamu!” jelas rifa


“buktinya?” tanya emilia, lalu rifa berdiri ke arah kursi gery tadi, kemudian menemukan kamera kecil disana


“kau mengerti maksudku?” tanya rifa dan emi sedikit terkejut kemudian pias wajah nya


“kau aman saat ada aku disini” jelas rifa menenangkan


**


**


**

__ADS_1


Salam hangat


Ismi hana rizky


__ADS_2