
18.
Hari ini adalah hari kedatangan farhan di inggris, sesuai permintaan kakak nya itu, emilia memasakkan beberapa makanan kesukaan farhan dan diri nya.
Beberapa masakan ayam, ikan, dan sayuran. Semua sudah lengkap dimasak dan siap dihidang kan
Katannya farhan akan membawa 1 teman, tidak tahu siapa…
Ting tong
“walaikumsalammm” teriak emilia mendengar salam sapa dari balik pintu. Sambil merapikan pakaian nya, dia berjalan ke pintu dan membukan pintu itu dengan senyum yang sangat lebar
Langsung di salam dan disapa kakak pertamanya itu, dicium tangan nya kemudian memeluk farhan sejenak
“emi udah masak makanan kesukaan kakak” ucap nya pelan kemudian mengalihkan pandangan nya pada seorang lelaki yang tinggi nya beda sedikit dengan farhan
“welcome sir” ucap emilia menyambut lelaki di belakang farhan,
Farhan berbalik dan kemudian menatap tajam lelaki itu,
“jangan macam macam!” tegas farhan yang kemudian dijawabi kode lirikan dari rifa, ya… calon adik ipar nya…hahaha
“dia radi darifa… panggil saja rifa” jelas farhan yang kemudian emilia mengangkat tangan nya untuk bersapa
“emilia” ucap emi sambil tersenyum…”rifa” jawab lelaki itu pelan kemudian mereka masuk.
“ayo, kita ke meja makan.jangan sungkan tinggal disini tuan rifa, anggap saja seperti rumah sendiri” ucap emilia hangat, melebihi biasanya
Mereka sampainya saat menjelang maghrib, jadi waktu makan yang tepat untuk makan malam.
Mereka makan bersama, kemudian melaksanakan solat maghrib berjamaah.
Dari apa yang diamati emilia, lelaki bernama rifa itu tergolong pendiam dan tertutup. Sulit mengetahui apa yang sebenarnya di pikirkan lelaki itu…
Rifa hanya makan dan menurut apa saja yang disampai kan farhan tanpa babibu. Beberapa kali dia melirik ke araj jam, atau melirik ke arah pintu,,, namun sangat cepat lirikan mata nya itu
“apakah teman kakak ini mudah panik? Atau mudah curiga atas suatu hal?” tanya emilia berbisik saat dia mengantarkan selimut tambahn pada farhan, namun kemudian farhan hanya tersenyum kemudian menggelang
“tidak, dia itu normal. Kami istirahat ya dek” ucap farhan memegang kepala emilia, kemudian masuk ke dalam kamar
__ADS_1
“jangan sampai tertarik dengan adikku! Kau dengar itu?!” tegas farhan mengintimidasi di dalam kamar
“memang nya perempuan hanya adik mu saja?” bantah rifa memainkan handphone nya
“pernyataan apa itu?” jawab farhan
“tidak apa apa tuan farhan. Segeralah istirahat, besok kita akan melakukan banyak hal disini” perintah rifa yang kemudian di jawabi dengan lemparan bantal pda rifa
Rifa beralih pada koper nya, kemudian mengambil kuas dan kanvas kecil
“kenapa? Kau tidak bisa tidur lagi?” tanya farhan sedang rifa hanya bisa tersenyum
“jaga keseimbangan dirimu disini, dia bisa saja mengetahui kau yang sebenarnya. Dia sedang belajar psikologi, hati hati” pesan farhan yang dijawabi anggukan dari rifa
Lelaki yang penurut,,,
Rifa mulai membuat garis garis di kanvas kecil itu, membuat lingkaran, garis lurus kemudian membuatnya tampak seperti kincir angin
Lama rifa menggambar, keadaan di kamar itu hening dan hanya terdengar lalu lalang kendaraan malam. Di tambahkan nya lagi beberapa tumbuhan di area kincir angin itu, kemudian menambahkan seorang lelaki kecil yang berdiri di depan kincir.
“kau merindukan belanda?” tanya farhan tiba tiba, sedikit terkejut kemudian membuat rifa bersura
“kukira kau sudha tidur… mengagetkan saja!” jelas nya berbalik,
“hei kids,,, itu sudah lama berlalu. Setelah kembali ke indonesia, ku temani kau ke makam ayah mu” ucap farhan simpati
“aku dan kak hawa baru saja kesana,,, tidak usah kapt” ucap rifa kemudian meletakkan gambar itu di ats meja dan naik ke ranjang
“oh ia, mengenai kakak ku, apa kau tidak ada perasaan dengan nya?” goda rifa sambil tersenyum memainkan tangan nya… tangan nya tidak ada tinta yang tertinggal, tidak tahu bagaimana dia bisa melakukan itu
“hawa? Aku hanya sebatas teman sejenak saja dengan dia dulu. Aku tidak ada perasaan dengan nya, begitu juga dia” jelas farhan merubah posisi nya menatap lurus ke atap
“tapi, bibi nabila dan bibi kia tampak nya sangat senang dengan kalian berdua” jelas rifa membuat farhan mengkibas kan tangan nya
“yang menjalani kehidupan pernikahan itu aku, bukan mereka. Aku masih akan mencari dan memilah milah” jawab farhan memeluk guling nya membelakangi rifa
“cinta itu datang nya secara tiba tiba, namun rasanya muncul terlambat” ucap rifa ikut masuk ke dalam mimpi nya
Sedang farhan masih sibuk dengan pernyataan rifa,,, rasa yang muncul terlambat.
__ADS_1
“ugh sudahlah, besok masih banyak hal yang mau dilakuin” batin nya kemudian tidur.
Farhan sudah menemani rifa selama 5 tahun ini, dia sudah paham dengan diri rifa. Ada beberapa hal yang farhan dan alif saja yang tahu,,, bagaimana rifa itu sebenarnya.
Farhan menerima rifa karena kualitas rifa yang kadang di luar nalar, ada masa dimana rifa akan bersikap diluar kendali dirinya, namun farhan dan alif bisa menerima nya dengan hati terbuka.
** **
“kakak tinggal berapa lama disini?” tanya emi menyiapkan sarapan setelah subuh bersama
“1 minggu kayak nya dek.” Jawab farhan menyesap kopi hitam buatan rifa,,,
“terima kasih kopi nya tuan rifa” ucap emi menerima kopi buatan rifa
“panggil nama saja” ucap rifa kemudian ikut duduk di depan farhan
“lalu, nanti akan kemana kak?” tanya emilia lagi, dan farhan hanya menjawab keperusahaan dan membahas tentang kerja sama
Namun sebenarnya tidak.
Ingat beberapa waku yang lalu? Saat rifa pergi ke london?
Ya, dia menyelesaikan urusan di london untuk farhan, dan saat ini untuk finishing nya…
“ohhhh,,, emi nanti kekampus. Kunci nya udah emi duplikat… nanti kalau emi telat pulang, kalian bisa kesini lebih dulu.” Ucap emi menjelaskan
“kami mau kerumah paman sebentar nanti sore dek,,, kalau mau bareng juga boleh” tawar farhan
Dan emi hanya mengangguk
“rumah nya aman” pesan dari rifa pada farhan,,, dan farhan mengangguk. Ternyata sejak tadi dia melihat lihat kondisi rumah itu.apakah ada hal lain atau tidak
Mereka sarapan dan memulai aktifitas mereka masing masing
**
**
**
__ADS_1
Salam hangat
Ismi hana rizky