
14.
Bunga di tabur di atas makam yang kini sudah bersih dari ilalang, doa dipanjatkan dan hati yang sedih menghampiri. Rifa meminta ditinggal sendiri untuk beberapa waktu, ada beberapa hal yang ingin dibincangkan dirinya dengan ayah yang sudah berbeda dimensi lain itu
“yah, rifa bukan orang yang normal. Ayah, rifa ingin sekali bertemu dengan mu juga mama, berkeluh kesah dan meminta kasih sayang dari kalian. Tapi takdir mengatakan, kalau kalian lebih dulu bertemu dengan allah,,, tidak ada yang bisa mengubah takdir dan memang mungkin begini lah takdir rifa.
Rifa hidup diantara kebingungan yang kalian tinggalkan. Rifa sellalu mencari kisah masa kecil ku, namun tidak pernah rifa dapat.
Kadang rifa overthinking akan sesuatu,,, kadang sesuatu yang aneh merasuki rifa, kadang rifa merasa sakit dan kadang rifa merasa penuh keterkejutan akan sesuatu…
Tapi rasanya, sebentar lagi rifa akan tahu satu persatu latar belakang nya. Rifa, rasanya tidak menginginkan semua yang kalian tinggal kan. Rifa hanya ingin melanjutkan pekerjaan ku, menjadi seorang yang biasa biasa saja tidak dikenal oleh orang banyak.
Rifa lebih senang bermain dengan farhan dan yang lain di camp,,, rifa lebih senang dengan dunia ke prajuritan dibanding menjadi seorang penerus yang berkutat dengan kertas dan saham.
Yah, aku rindu dengan kalian, bibi selalu menutupi apa yang terjadi dengan mu dan mama, rifa ga tau alasan kenapa makan mama di itali sednag ayah disini,,, banyak teka teki yang sejak dulu kupikirkan dan baru sekarang bisa ku ungkap. Dan itu pun mengatakan nya pada dirimu yang sudah jauh disana…
Doakan aku menjadi seorang yang berguna, yang bisa menekan ego ku dan menjadi seorang radi darifa yang kau harap kan…
Al fatihah…”
Rifa, mengeluhkan banyak hal
Ada begitu banyak kejanggalan dalam dirinya
Ada begitu banyak hal yang membuat dia aneh dengan diri nya sendiri… entah lah
** **
Kita beralih pada emilia yang saat ini sedag fokus berkutat dengan gadis yang mengalami trauma waktu lalu.
Dia mendekati, mengajak nya berbicara, mengajak nya bercerita dan menemui bannyak hal sedih juga dari perempuan itu.
“masa kecilku, menyeramkan. Diumur 10 tahun, kasus pedofil terimbas kepadaku. Dan itu dilakukan oleh ayah ku sendiri. Aku menyadari itu semua ketika aku berumur 16 tahun saat membahas masalah reproduksi di bangku sekolah. Mungkin bagi banyak orang, kehilangan keperawanan adalah hal yang biasa, apalagi ini london.
__ADS_1
Namun bagiku, kehilangan hal itu dan dilakukan oleh ayah sendiri merupakan trauma terberat yang sulit untuk kuterima. Aku bersyukur bahwa ayah ku, tidak, dia tidak pantas disebut ayah. Pria itu sudah meninggal, dan aku sedikit tenang karena tidak di lingkupi perasaan takut” jelas pasien waktu lalu
Namanya adalah becky,
“maaf kan aku becky, aku tidak tahu kau mengalami hal yang seperti ini. Tidakk hanya bagimu, bagiku itu seperti mimpi buruk. Apakah itu berlanjut sampai kau dewasa?” tanya emi dan dia mengangguk
“aku kotor, aku sering diancam dan sebenarnya kecelakaan itu adalah ulah ku sendiri” jujur becky tersenyum
“ulahmu?” tanya emi menelisik
“kalau dia mati, maka semua nya akan menjadi baik baik saja. Tidak ada yang perlu kutakuti lagi, tidak ada yang menekan ku tapi,,, yang membuat aku mengigat kejadian itu adalah ketika mama ku tahu kalau suami nya melakukan itu pada putri nya. Mama ku menampar dan memaki ku habis habisan, dan itu kali pertama hingga membuat hati ku sendiri sangat sakit… aku menutup diriku, mengisolasi pikiran ku untuk diriku sendiri dan marah ketika orang lain mendekatiku.
Jika lelaki, aku berpikir itu ayah ku, dan jika wanita,,, aku takut itu mama yang memaki ku dengan sangat hebat” lanjut becky
“namun kau tidak takut dengan ku…” jelas emilia
“karena kau mengenakan itu (menunjuk jilbab). Dia memberikan ekspresi marah yang begitu hebat,,,mmmm, mamaku sangat mencintai suami nya, hingga bahkan anak nya sendiri akan diamuk. Apalagi dia mengetahui pria itu melakukan nya sejak aku kecil dia tidak terima dan ekspresi mengerikan itu lah yang selalu membekas di pikiran ku. rambutnya mengembang, wajah nya merah dan itu menakutiku hingga aku takut bertemu dengan wanita yang mirip sepertiya” jelas becky memainkan jari nya
“satu hal lagi, kadang emosi ku tidak terkonntrol. Aku sadar tapi aku tidak tahu apa penyebabnya” tambah becky
“apakah kau pernah mendengarkan alunan ini?” tanya emi menghidupkan murrotal di ruangan kosong itu
“ini apa?” tanya becky penasaran
“dengarkan lah, dan nikmati” ucap emi. Becky menurut dan duduk dikursi yang disediakan emilia
Menunggu beberapa menit, satu persatu airmata nya menetes, dia tampak diam dan mata nya terus mmenangis
Emilia menyentuh punggung nya sambil menenangkan sedikit
Becky sesenggukan, menangis tidak karuan namun masih bingung mengapa ia bisa menangis
“sudah merasa lebih ringan saat ini?” tanya emi, dan dia mengangguk
__ADS_1
“sejujurnya, kau memiliki masalah trauma yang cukup berat, apalagi masalah dengan lelaki. Aku tidak menjamin kau bisa sembuh, kecuali dengan mengenal lelaki secara perlahan. Dalam benakmu, semua lelaki itu sama, jahat dan selalu berpikiran menjijikan,,,, tapi, tidak semua lelaki begitu. Coba lah dengan perlaha untuk mengenal dunia dari sisi yang berbeda…
Aku akan menemanimu, melewatinya dengan semua kemampuan ku dan membawa mu keluar dari kegelapa yang terperangkap di ingatan mu” jelas emilia memeluk becky, sedang gadis itu maish lanjut menangis sesenggukan
“kau gadis tegar yang pernah ku temui, jadilah seorang becky yag tidak takut dnegan apapun. Mau kah kau mengenal alunan dan bacaan tadi lebih dalam?” tanya emi dan becky mengangguk
“nama nya, al quran.” Jelas emi
“kitab suci orang islam,?” tanya becky mengerutkan alis, emi mengangguk
“tapi, bukan kah orang islam banyak yang menjadi *******?” tanya becky dengan tanda tanya besar
“itu sudut pandang yang salah becky, kalau kau ingin tahu apakah mereka ******* atau tidak, masuk lah untuk mengenal nya. Tidak akan ada adu menembak dan membunuh, karena agama kami tidak mengajarkan hal itu” jelas emi menyerahkan sebuah audio mp3 berisi beberapa murrotal
“aku harus kembali, dengar lah ini untuk menenangkan hatimu” lanjut emi berniat pamit
“jadilah teman ku…” ucap becky menahan tangan emi
“”bukan kah kita memang sudah berteman?” tanya emi tersenyum
Dan becky menunduk tersenyum,,,”terima kasih” lanjut nya
Ada banyak lika liku yang dilewati becky, masalah orangtua hanya lah bagian luar nya saja, masih ada kasus yang sama beratnya
Kasus itu adalah pembully an,,,
**
**
**
Bab selanjutnya kita bahas
__ADS_1
Salam hangat
Ismi hana rizky