Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Lasagna


__ADS_3

27.


OK, kita berhenti sejenak memikirkan tentang siapa gery sebenarnya,,,


Kita kembali ke emilia dan rifa yang saat ini masih membahas tentang becky. Mereka berdua duduk disebuah café kecil di sudut jalan yang dekat dengan sebuah tower, disana mereka memesan kopi original dengan beberapa pastry yang masih baru diangkat dari oven


“kau pernah mengatakan, kalau becky dibenci oleh mantan kekasih lelaki nya itu kan?” ingat rifa pada emi, lalu emilia mengangguk


“dari info yang ku dapat, wanita itu adalah holy, mantan kekasih ken..lelaki itu. Tidak mungkin becky bukan? Yang melakukan perbuatan itu?” tebak rifa membuat kening emilia ikut berkerut


“atau apakah becky menyamarkan kematian nya, dengan menggunakan obat obat an yang ada di ruangan itu? Dan mungkin kah orang itu adalah becky?” tebak rifa lagi


“tidak mungkin dia memiliki suara lelaki bukan?” jawab emi


“kau seperti tidak tahu teknology,,, itu tidak sesederhana yang kita pikir emi,,, ada sesuatu yang salah disini, bahkan gery mengatakan itu padaku…” jelas rifa kemudian emi mengangkat tangan nya untuk berhenti berbicara


“jangan sebut nama lelaki tadi, aku cukup takut” jelas emi yang kemudian rifa mengangguk


“dia mengatakan bahwa ini sesuatu yang keliru, kau hanya di permainkan… dan, bukan kah itu benar dengan yang di katakan gery?” tanya rifa membuat emilia semakin bingung


“okay okay, kita berhenti membahas tentang yang disebut kan lelaki tadi dulu, kita kembali ke holy saja. Kita bantu selamat kan dia dari lorong itu, kemudian coba pulihkan mental nya. Untuk siapa orang itu sebenarnya, kita tidak bisa sesuka hati memutuskan siapa itu…


Kita tidak bisa menebak kalau itu sebenarnya adalah becky, kita tidak bisa menebak secara bebas, karena kita terjebak didalam ini bersama!” jelas emilia membuat rifa mengangguk


“lalu, apa hari ini kita akan menyelamatkan holy?” tanya rifa, dan emi mengangguk


“ok, selesai isya aku akan menjemput mu” jelas rifa,


“kau mau kemana dulu?” tanya emi


“ada satu dua hal yang perlu ku urus, ah… selalu bawa pistol yang kuberikan saat diruangan kemarinn… untuk berjaga jaga saja” jelas rifa yang diangguki oleh emilia…


“btw, kau tidak perlu takut. Lelaki itu sudah kembali kenegara asal nya,kau aman” jelas rifa membuat hati emi rasanya sangat lempang…tenang.


“danke…” ucap emilia memejamkan matanya sambil tersenyum


** **


Holy sudah dibawa kerumah emilia dan sedang terbaring di ranjang pasien yang sudah disiapkan oleh rifa. Holy dalam keadaan yang cukup parah, dia mengkonsumsi obat obatan dalam dosis banyak, overdosis.

__ADS_1


Bukan keinginan nya, namun keinginan orang itu


Holy memiliki tubuh yang kurus kering, dan bahkan tampak tanpa tulang saat di pembaringan


“aku akan menemani dia disini, kau bisa tidur di rumah sekarang ini, karena kita tidak berdua. Aku akan mengantarkan selimut dan bantal untuk mu” jelas emilia berbicara pada rifa


“ah, ia. Apakah bisa membuatkan ku makanan?” tanya rifa terus terang


“sure! Mau apa?” tanya emilia dengan senang


“emmm, lasagna?” tanya rifa, dan emi mengangguk dengan senyuman yang sangat manis


“kau tunggulah di bawah, akan kubawakan untuk mu.” Ucap emi menepuk bahu rifa kemudian turun kebawah


Rifa mengikut di belakang emilia, dia tidak duduk di depan TV atau diruang tengah, dia lebih memilih menemani emilia membuat kan lasagna di dapur


“ngomong ngomong, bagaimana kau bisa mengenal kak syifa?” tanya emilia membuyarkan lamunan rifa yang fokus saat emi memasukkan pasta itu untuk direbus


“emmm,,, aku dikenalkan oleh farhan” jelas rifa


“kak farhan tidak mungkin mengenalkan sembarang orang pada kak syifa, dia seorang forensik terkenal. Apalagi saat ini sudah menikah dengan kak pasha, kau tidak mungkin sesederhana itu bukan?” tanya emi membuat rifa diam


“no coment!” ucap rifa, membuat emi semakin tergugah untuk mencari tahu tentang bagaimana kepribadian seorang rifa


“kau wanita pendendam!” jelas rifa membuat emi tertawa kecil


“aku memang,,,” jelas emi kemudian memasukkan pasta yang sudah siap untuk dipanggang


“mau minum apa?” tanya emi lagi


“minuman yang sedikit asam? Jus…mungkin?” ucap rifa bingung


Emilia membuatkan lemon tea saja, kemudian membawakan minuman itu ke meja makan.


“sejujurnya, aku ingin tahu lebih dalam mengenai kepribadian mu. Aku adalah tipe orang dengan keingintahuan tinggi… bisakah aku mengetahui bagaimana dirimu sebenarnya?” ucap emi sambil sedikit bercanda


“terima kasih. Aku memiliki kepribadian yang akan membuat mu bingung emilia, aku sudah pernah mengatakan nya padamu, berhenti mencari bagaimana jati diriku, aku takut kau akan terluka. Apalagi dengan masalah kelam diriku….” Ucap rifa memandang lurus menatap dnegan benar benar mata emilia, menjelaskan kalau dia benar benar serius mengatakan nya


Emilia yang tanpa sadar juga menatap mata rifa dengan seksama, menerima pernyataan keseriusan itu.

__ADS_1


“huft, sulit sekali melepas ketertarikan ini rifa, sungguh.tapi, terima kasih sudah jujur padaku, itu lebih dari cukup” ucap emilia tersenyum


Ting… pastanya siap


“kau tidak makan?” tanya riffa saat emi menghidangkan satu makanan saja


“tidak, aku tidak lapar” jelas emi


“bisa temani aku makan?” tanya rifa,


“sure”


Tidak ada suara lainnya selain dentingan sendok milik rifa, dia lahap dengan makanan nya


“tissue” ucap emi sambil memberikan nya pada rifa


“terima kasih” jelas rifa


“kau memiliki mata yang indah…” gumam emilia tiba tiba,,,


Uhuk uhuk… rifa terbatuk, kemudian melanjutkan makanan nya


“hijau…” ucap emi


“persis seperti teman ku dulu,,,” lanjut emilia kemudian menguap


“tidurlah, aku sudah selesai” jelas rifa


“ah, okay. Selimut dan bantal mu sudah ku letak disana, selamat malam” ucap emilia masuk kedalam kamarnya, dan mereka tidur di rumah yang sama, namun tidak diranjang yang sama


Karena mereka belum terikat apapun saat ini, dan rasa itu pun belum pekat warna nya. Masih abu abu…


Dan lagi, mereka hanya berpikir ini sebatas pertemanan saja…


**


**


**

__ADS_1


Salam hangat


Ismi hana rizky


__ADS_2