Estazolam De Brown

Estazolam De Brown
Biner


__ADS_3

45.


“sudah menemukan lokasi kak pasha?” farhan memberi intruksi pada alif


“aku masih belum bisa menemukan nya kak” jawab alif menghubungkan gps nya dengan program yang terus menerus di otak atik


“rifa, kau sudah di london bukan?” tanya farhan memastikan


“kak,,, pesawat ku delay… ada badai salju dalam penerbangan, sehingga delay selama kurang lebih 3 hari. belum bisa di pastikan karena angin juga tidak menentu” jelas rifa membuat wajah farhan tertekuk


“suruh beberapa orang mu menjaga kak syifa dan emilia di london. Jangan sampai ada yang kenapa kenapa” pesan farhan membuat rifa menggangguk mengerti


“lif, tetap awasi keberadaan kak pasha…” jelas farhan sekali lagi


“kak farhan, apakah ada yang salah dengan keberadaan kak pasha ini?” tanya alif tiba tiba, dia menemukan titik terang sedikit


“dimana keberadaan nya?” tanya farhan


“venezeula” jelas alif membuat kerutan di wajah farhan semakin menjadi


“check sekali lagi!” tekan farhan


Namun lagi lagi, yang di dapat alif memang tempat bernama venezuela itu


“apa kemungkinan terparah yang bisa kita prediksi kak?” tanya alif pada farhan


“kak pasha sedang di sekap” jelas farhan


“di sekap oleh siapa? Jelas jelas kita mendapat perintah dari nya!” balas alif dengan seruan


“bukan kah kau biasanya teliti?!” tegas farhan membuat alif terdiam


“aku ingat, kak pasha tidak memiliki tahi lalat di telinganya… disaat yang lalu, ia memilikinya” jelas farhan membuat kerutan di dahi alif


Kini hanya mereka berdua yang saling terhubung, rifa kembali kehilangan jaringan karena begitu buruk cuaca di perjalanan menuju london


“maksud kakak, kak pasha yang datang waktu lalu itu… palsu?” tanya alif membuat anggukan dikepala farhan

__ADS_1


“aku sudah curiga sejak pertama kali bersalaman dengan nya,,, dia berbeda dengan sehari hari aku dan dia bertemu. Makanya, aku menegaskan untuk menjaga kak syifa dan emilia lebih kuat” jelas farhan membuat anggukan di kepala alif


“titik nya berubah!” gumam alif


“kemana?” tanya farhan


Alif masih meraba raba, namun kemudian sinyal itu menghilang


“hilang!” kesal alif membuat kedua orang itu sama sama murka


“lindungi kak syifa dan kak pasha ya allah” batin farhan


** **


“emilia… bisa ambil kan vitamin milikku di meja rias? Botol nya berwarna putih polos” jelas syifa meminta pada emi


Dengan cepat emi mengambil tanpa babibu


Syifa meminumnya kemudian embali tertidur,


Perut yang semakin membesar itu terlihat begitu menggemaskan, di saat yang bersamaan emilia merasa sedih menatap syifa yang tidur tanpa suami di london. Padahal dia memiliki suami kaya raya dan berjaya… namun ia harus tinggal di london tanpa tahu apa alasan nya


Emi mengambil qur`an nya,,, memurrotal nya di kamar yang cukup besar itu


“setiap yang bernyawa, pasti akan merasakan kematian” gumam emilia membuat tubuh nya merinding


“hanya menunggu waktu…” lanjutnya kemudian melanjutkan murrotal nya


“ada begitu banyak pesan mengenai kematian, namun sungguh, kematian adalah sesuatu yang diluar perkiraan kita” syifa tiba tiba bangun, dan bangkit dari tidurnya


“eh, kak syifa?” kejut emi kemudian syifa berjalan


“aku belum sholat isya ternyata” cengir syifa kemudian mengambil wudhu di kamar madni


“ha? Belum sholat? Tadi kan kami ber imam imam” batin emi, namun dia mencoba mempositifkan pikiran nya


“ingin membaca qur`an bersama?” tanya emi sesaat selesai sholat

__ADS_1


“ya of course!” seru syifa mengambil quran miliknya


“dibegitu banyak surah dan ayat, aku sangat menyukai surah al insan… artinya, tentang hamba. Sungguh, hamba yang penuh syukur lah yang akan mengerti bagaimana sebuah kehidupan diberikan padanya. Sungguh begitu banyak kejadian dalam hidupnya, dan sungguh kita sering lupa ternyata sudah beribu juta nikmat yang kita terima dari Nya, namun syukur masih segitu segitu saja…” ucap syifa kemudian


“manusia memang pantas dikatakan tidak memiliki batas kepuasan, namun hanya beberapa manusia yang bisa mengerti arti kepuasan. Ketika sesuatu hal sudah di cukupkan atasnya, dan lalu ia mensyukuri apa yang diterima… hingga muncul pertanyaan, apakah aku sudah puas dengan apa yang tercapai hingga saat ini? Tidak, namun aku merasa dicukupkan atas semua kebutuhan yang diberikan oleh allah, dalam waktu yang tepat, kondisi yang tepat dan dengan kadar yang tepat pula…maka dari itu, cukup lah allah yang mencukupkan semua kebutuhan dalam hidup, juga sebagai penguasa pengatur segala sesuatu nya terhadap hidup kita” gumam emi menjawab ucapan syifa


“dan bersyukurlah setiap insan yang diberikan kesempatan menikmati sebuah kehidupan dalam rahim nya” senyum syifa mengelus perut nya yang bergerak,,,


Ya, sebuah kehidupan baru ada disana, berkembang dari sebuah sel telur menjadi seoang bayi, seorang manusia mungil yang sangat kecil.


“dan sungguh, ini adalah nikmat yang tiada dua nya” lanjut emi ikut mengelus perut kakaknya, kemudian meminta syifa untuk kembali istirahat.


“kakak tidak merindukan kak pasha?” tanya emilia tiba tiba berbaring di samping syifa


“merindukan meski tak bisa dihubungi…namun kami terhubung oleh bayi kecil ini” senyum syifa dengan mata berlinang,


Apa daya, memang begitu lah takdir memuat dalam hidupnya.


** **


Saat ini, pasha masih ditempat yang sama, gps yang dipasang ditubuhnya khusus untuk tim keamanan yang dibuatnya, kini diringkus dan diambil, hingga gps itu kini tidak ada lagi fungsinya, dia ketahuan.


Pasha tidak di siksa, namun dia dibiarkan didalam sebuah ruangan bersi sebuah televisi yang terus menampilkan angka biner, 1010101010101… begitu saja terus menerus, hingga rasanya ingin muntah


Lama dia disana akan ditampilkan dalam angka biner, 100110 adalah tampilan yang ada di layar itu.


Makanan selalu diberikan, bahkan beraneka rasa


Ia tidak bodoh tidak memakan makanan itu, karena dia masih memiliki fungsi besar dalam banyak hal, dan tentu saja fungsi layar yang diletakkan diruangan nya itu adalah untuk memanipulasi otak nya


**


**


**


Salam hangat

__ADS_1


Ismi hana rizky


__ADS_2